Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Bobby si penolong


__ADS_3

Niiit..nitt (bel kamar berbunyi)


Wilona dan Okta yang sedang sarapan di ruang makan penasaran, siapa yang datang di pagi ini.



Wilona ke depan dan membukakan pintu.


Ia terperanjat ketika melihat Leony berdiri di depan pintu.


"Hai, Wilona."


Lalu Leony langsung masuk ke dalam, sebelum dipersilahkan.


Wilona memutar badanya berbalik dan menjawab, "H-hai."


Mereka pun sama-sama keruang makan.


Okta pun tersenyum melihat kedatangan Leony.


"Kemarilah, pagi sekali kamu datang." Okta mengulurkan tangan memerintahkan Leony mendekat.


Leony datang mendekat dan duduk di sebelah Okta, sedang Wilona diam perlahan duduk di kursi yang dia tempati sebelumnya.


Kali ini Leony terlihat sangat cantik, Ia datang dengan celana jeans ketat yang sekali lagi menampilkan kaki jenjangnya, baju putih dengan lengan baju menjuntai di siku, dan tampak kerah yang menggantung memperlihatkan sedikit belahan dadanya.


"Kamu sudah makan?" Kata Okta.


"Hm ... sepertinya waktunya tepat, aku juga akan sarapan disini." ujar Leony sambil tersenyum menatap Okta dengan manis, ia memberikan sedikit belaian lembut di lengan Okta.


Wilona pun menyiapkan piring kosong di depan Leony.


Wilona segera mempercepat makananya dan segera keluar dari ruang makan, dia merasa sangat-sangat tidak nyaman berada di suasana seperti itu.


Ia juga perlu bersiap-siap sebelum Bobby datang menjemputnya.


Kali ini Wilona keluar dengan sweater rajut berwarna pink, topi beanie dan celana jeans favoritnya.


Berbeda dengan Leony yang datang dengan penampilan elegan.

__ADS_1


Tapi sepertinya Wilona saat ini cuek dan tidak memperhatikan lagi, tak seperti hari kemarin ( mungkin karena dia sudah merasa nyaman ada Bobby yang mengenal lokasi Paris hari ini)


Mereka bertiga turun dan berada di resto dekat lobi sambil menikmati kopi di pagi hari


Dan menunggu mobil di antar ke hotel.


Kembali Wilona hanya bisa berdiam diri saja melihat kedekatan mereka, ia bahkan menyibukkan diri dengan hp menunggu kedatangan  Bobby.


Cih ... aku seperti pengganggu disini. Kenapa sih aku menurut saja saat Okta mengajakku turun bersama tadi, seharusnya aku di kamar saja sambil menunggu Bobby.


Pada saat itu, Okta meminta ijin pada  Leony untuk pergi kebelakang. Sehingga hanya ada Leony dan Wilona saja duduk berdua.


Kecanggungan mulai di rasakan Wilona.


Namun pada akhirnya Leony memulai pembicaraan.


"Wilona,  kamu tahu batasanmu kan?" kata Leony yang berbicara sambil memiringkan kepalanya menatap Wilona dengan senyumnya.


"Batasan? maksudnya?"


"Yah, sebenarnya aku disini sedikit kawatir."ujar Leony


"Maaf ... tapi ... saya tidak paham maksud anda." jawab Wilona.


Setelah berpikir sejenak, sepertinya Wilona mulai paham"Ah ... iya aku mengerti?" lanjut Wilona.


"Aku tahu, bagaimanapun juga kalian hanya sementara,  tapi bukan tidak mungkin hal kecil bisa memicu sesuatu yang besar terjadi, ya kan?."


Mendengar kata-kata itu membuat Wilona tidak tersenyum lagi.


Jadi Leony sudah tahu kalau pernikahan ini palsu. Cih ... Okta bilang hanya Judika saja yang tahu. Semoga dia bisa jaga rahasia dengan benar.


"Hm ... tenang saja. Aku tahu batasanku. Aku tidak akan mungkin tertarik dengannya, begitu juga sebaliknya. Dia sama sekali bukan tipeku." tutur Wilona.


"Hahahaha, benarkah? Meskipun aku tidak yakin ... aku berharap kata-katamu itu benar-benar kamu pegang.


Selama ini Okta tidak pernah bisa akrab dengan seorang wanita, kecuali saat ini. Mungkin karena keadaan terpaksa, tapi tetap saja Itu sangat mengherankan buatku.


Hah, apa dia tidak tahu ... karena mungkin selama ini dia di paris, gosip diluar justru sebaliknya. Okta adalah pecinta wanita cantik yang gemar menghabiskan malam dengan berbagai wanita di luar sana.

__ADS_1


"Kamu lihat sendiri kan, bahkan Okta tak menganggap ku ada. Dia pasti akan lebih tertarik denganmu yang berparas cantik dan menawan, aku rasa kalian benar-benar serasi."ujar Wilona berusaha memuji dan mengakhiri percakapan aneh ini.


Leony kemudian meminum kopinya dan duduk santai sambil melihat Wilona dari atas ke bawah.


Benar juga, wanita ini memang terlihat manis tapi memang tidak menarik dan tidak sebanding denganku. batin Leony.


"Hm... baiklah kalau begitu, yang penting kamu tahu batasanmu. Tapi ... akan lebih baik kalau nanti malam kalian tidur terpisah saja. " Leony tersenyum mengatakannya.


Wah ... wanita ini begitu mengerikan, mengancamku tapi dengan ekspresi wajahnya yang tersenyum.


Untung saja Bobby segera datang dan menyapa mereka berdua, membuat Wilona setidaknya segera dapat bernapas lega saat itu.


Tak berselang lama Okta pun segera muncul dan dudum bersama mereka kembali.


"Ah, Bobby sudah datang." Menyapa dengan menepuk pundak Bobby sambil tersenyum.


Wilona buru-buru berdiri di sebelah Bobby dan memegang lengannya.


"Bobby, ayo kita segera berangkat." Wilona Menyapanya dengan senyum cerah.


Bobby terkejut dengan situasi itu terlebih lagi Okta, matanya terbelalak kaget, melihat Wilona melingkarkan tangannya pada lengan Bobby.


"Apa kalian akan segera berangkat juga." Bobby bertanya pada Okta dan Leony.


"Kami masih mau disini sebentar lagi." Jawab Leony sambil tersenyum.


Tapi Wilona memberi kode dengan menggerakkan lengan Bobby (sepertinya Bobby paham situasi saat itu dan dia segera berpamitan)


"O-okey kalau begitu kita jalan lebih dulu." Seru Bobby. Di ikuti Wilona yang diam saja dan segera berpaling dari Okta tanpa berkata sedikitpun.


....


**Bersambung


hai semua, bagaimana dengan alur cerita novel ini, apakah masih membingungkan?


Mohon saran dari semua pembaca disini ya.


kali ini per episode saya cuma menampilkan sedikit sedikit saja, karena masih banyak kerjaan rumah yang lain.

__ADS_1


membuat novel benar-benar menyita waktu.


tetap semangat pantau novel ini ya♡**


__ADS_2