Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Leony beraksi *2


__ADS_3

Setelah sampai di Indonesia Leony secara diam-diam mendesak untuk bertemu dengan Henry.


Ia sangat memaksanya, karena selama ini, mereka hampir tidak pernah berjumpa selain melalui ponsel saja.


Akhirnya secara diam-diam mereka bertemu. Di sebuah hotel bintang lima yang sangat terjaga privasinya.


" Kenapa dia mengundurkan diri, ini ulahmu bukan?" tanya Leony yang tanpa basa-basi dan segera berdiri setelah Henry memasuki kamar hotel.


"Itu semua adalah keputusannya."


"Aku tidak percaya."


"Terserah padamu. Apakah kamu mau minum anggur bersamaku malam ini?" tanya Henry dengan santainya.


" Dengar ya, aku memegang kunci untuk semua kejahatanmu. Aku pastikan untuk tidak diam saja atas semua ini."


"Hahaha ... kau mengancamku?"


"Karena kamu sudah bertindak keterlaluan."


"Diam kamu pelac*r. Kamu tidak ingat siapa dirimu?"


"Aku tahu siapa diriku, tapi kalau itu mengenai Okta, aku tidak akan diam saja terhadapmu."


"Ahahaha ... lucu sekali.


Kamu yakin semua keputusan Okta ini karena aku?


...


Tidakkah kamu berfikir demi wanita itu ia rela melepaskan kedudukannya."


"Apa?"


"Leony sayang ayolah ... berpikirlah dengan jernih."


"Jangan memutar balikkan keadaan."


"Tidak ... tapi aku mohon pakai akal sehatmu."lanjut Henry.


"Apa maksud perkataanmu itu?"


"Percayalah ... demi wanita itu ,ia rela melepaskan jabatannya."


Sejenak Leony berpikir, dan hampir-hampir ia percaya pada Henry.


"Sekarang kalau kau berani, pisahkan mereka berdua, aku yakin kakakku tidak aka rela melepasnya."


*Plak* Leony menampar pipi Henry.

__ADS_1


"Aku tidak percaya ucapanmu, yang aku yakini kamu mengambil semua kesempatan ini untuk menguasai segalanya, dia hanya mencintaiku, aku satu-satunya wanita di hatinya."


Tamparan itu membuat Henry menjadi emosi, ia segera mencengkram wajah Leony.


"Kau pikir kau bisa seenaknya berbuat ini padaku? lihat saja jika kamu berani macam-macam di sini."


Ia segera melemparkan cengkramannya itu, sehingga membuat Leony terhuyung jatuh ke samping.


"Dengar ya, aku sudah berjuang menyelamatkan hidupmu dari kasus menyedihkanmu itu, Jadi ini balasanmu?


Aku sudah melepasmu ketika kamu lebih memilih Okta dari padaku,


Haruskah aku juga melepas kedudukan itu?


Cih ...Tidak!!!


aku akan berjuang sampai titik darah penghabisanku, siapa saja yang hendak melawanku, aku pastikan dia akan menyesal seumur hidupnya.


Dan kau Leony!


sekalipun kau adalah cinta pertamaku, aku bisa berbuat kejam padamu lebih dari yang kamu kira. Camkan itu!!!"ucap Henry yang segera pergi berlalu meninggalkan kamar hotel.


Leony hampir tidak percaya dengan semua perkataan Henry, sebab baru ini dia menyadari bahwa Henry menyukai dirinya. Dan lebih berat lagi ditambah dengan Henry yang berani berkata kejam padanya untuk pertama kali ini di seumur hidupnya.


Tidak ... aku tidak akan menyerah ... aku tetap akan bertindak, apapun itu demi Okta.


Ia segera mencuci mukanya dan segera turun ke bawah menuju ke rumah Okta.


Di rumah Okta


Leony sudah sampai dirumah Okta saat itu, dia tidak mendapatkan Okta sama sekali melainkan hanya ada Wilona seorang diri di rumah.


"Pergi kau." ucap Leony yang langsung berdiri di ruang makan menghadap Wilona yang saat itu sedang mengolah makanan.


"Leony?"


"Setelah semua ini, apa kamu tidak berpikir bahwa Okta memilih mengundurkan diri karenamu?"


"Apa maksudnya?"


"Sebentar lagi dia akan kehilangan posisi yang ingin di kejarnya sejak lama, lalu apa gunanya lagi kamu ada disini?


Segera tinggalkan tempat ini!" perintah Leony dengan nada tingginya.


Sebab ternyata ia teringat ucapan Henry di hotel tadi yang mengatakan semua ini karena Wilona.


"CEPAT, SEKARANG AKU PERINTAHKAN KAMU PERGI DARI RUMAH INI!" bentaknya sekali lagi.


"Apa maksudmu?" ucap Okta yang muncul dari belakang.

__ADS_1


"Sa-sayang?" ucap Leony tergagap.


"Ony ... kenapa kamu disini? kapan kamu datang?" tanya Okta.


"Aku ... ." belum sampai melanjutkan kata-katanya Leony segera memeluk Okta dan menitikkan air mata.


Melihat kejadian itu, Wilona segera mematikan kompor dan berjalan naik kekamarnya.


Okta tak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Leony memeluknya.


"Duduklah dulu." pinta Okta yang perlahan menggiring Leony ke tempat duduk.


"Ini semua salahku." hiks-hiks Leony menangis membuat Okta menaruh belas kasihan padanya.


"Tenanglah, ini bukan salah siapa-siapa."


"Tidak, kamu tidak tahu sayang."


"Apa maksudmu?"


"Aku bersalah, aku mohon jangan menyerah mengenai posisi CEO itu, aku akan membantumu sayang."


"Tidak ... sudahlah, tidak masalah buatku. Posisi Dirut juga sudah cukup tinggi buatku, tenanglah ... tidak masalah."jawab Okta menenangkan.


Tidak Okta ... kamu tidak tahu apa-apa, kekejaman Henry sudah melebihi batas. Bahkan sejak kecil, ia tega memenjarakan orang-orang yang bersalah padaku, sekalipun aku sudah memaafkannya. Aku tidak menyangka dia akan lebih kejam dari semula bahkan itu kepadaku juga hari ini.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Leony sambil mengusap air matanya.


"Ya ... kamu bisa lihat sekarang, aku jauh lebih baik daripada hari kemarin. Yang aku lebih sedihkan saat Judika memilih meninggalkan aku seorang diri."


"Judika?"


Leony kembali mengingat-ingat, saat di Paris waktu itu, ia seolah merasakan kehadiran Judika disana.


"Apa yang bisa kubantu untukmu sayang?" tanya Leony.


"Aku tidak ingin, orang-orang disekelilingku pergi meninggalkanku lagi ... itu saja."


Apa maksudnya itu teruntuk Wilona juga.


Sepertinya ada hal yang harus kuselesaikan disini, yaitu memisahkan kalian berdua dan membongkar kejahatan Henry. batin Leony


Membalas ucapak Okta, Leony membalas.


"Aku akan ada disini menemanimu selalu."


Sayang lihat saja ... besok aku akan bertindak. Untuk semua yang terjadi padamu. Kita lihat saja nanti.


●●●●

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2