
Keesokan harinya Leony menemui seorang wartawan secara pribadi, untuk membeberkan mengenai kebakaran di perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi milik grup Wahardian.
Dengan berani Leony mengatakan bahwa itu terjadi karena faktor kesengajaan.
Karena keberanian Leony itu, media dengan yakin mulai mengusut lagi kasus yang sudah surut di makan waktu.
Media itu juga dengan berani mengeluarkan beberapa data yang selama ini disimpan Leony.
Alhasil berita yang sempat menggegerkan jagat maya saat itu, menjadi perbincangan kembali setelah media ini berani mengulik lagi kasus kebakaran yang terjadi lima tahun yang lalu.
Lalu apa hubungan kasus ini dengan Leony?
Flashback
Tidak lain dan tidak bukan karena sewaktu kejadian itu, Leony sedang berlibur ke Indonesia,
Saat itu memang mereka sedang berjanji untuk saling bertemu, Henry mengajak Leony untuk keluar dan minum bersama.
(ternyata kebiasaan minum Leony itu berasal dari Henry).
Leony secara tidak sengaja, mendengar percakapan yang janggal antara Henry dan seseorang melalui saluran telpon.
Saat Leony duduk sendirian di bangku, ia melihat ponsel Henry yang terus menerus berbunyi, menandakan pesan masuk di hpnya.
Rasa penasaran itu membuat Leony memberanikan diri melihat isi ponsel, saat Henry sedang ijin ke toilet.
Tawan dia ke Pabrik kertas lawas?
Beri dia pelajaran?
lalu beberapa foto seorang pria yang tampak di sekap di dalam sebuah pabrik kosong, dikirim melalui chat pribadi ke ponsel Henry.
Rasa penasaran itu masih saja berbuntut, keesokan harinya.
Leony diam-diam mengikuti Henry dengan mobil dari belakang, sebab ia yakin Henry akan pergi lokasi pabrik, sesuai dengan janji yang tertulis melalui pesan di ponsel yang ia baca.
Dan di tempat itulah, setelah proses membuntuti dimulai, Leony mendapati kenyataan, bahwa Henry justru bertambah semakin kejam dari pada yang ia bayangkan.
Secara diam-diam, Leony sengaja mengambil beberapa foto dengan tangan bergetar, melihat apa yang terjadi dan terlihat di depan matanya.
Ia melihat Henry ada di balik layar melihat kekejaman anak buahnya menyiksa seorang laki-laki untuk mengakui kesalahannya dengan cara dipaksa.
Tapi perbuatan itu, adalah perbuatan yang sangat kejam bagi Leony.
Sekalipun saat itu ia tidak tahu mengapa ia merekam dan mengambil beberapa foto itu.
__ADS_1
Namun ternyata hari ini, buti foto iti bisa membantunya menyelamatkan kekasihnya Okta.
▪▪▪▪▪
Dan kembali, karena itu berkaitan dengan grup Wahardian, selalu saja berita akan lebih cepat tersebar dan menjadi pergunjingan beberapa pihak.
Judika yang sedang dalam misinya juga mengetahui perbincangan yang terjadi hari ini.
Siapa yang berani membongkar kasus kebakaran itu hari ini?
...
Tunggu ... perusahaan ekpedisi?
bukankah karyawan yang akan kutemui ini mantan karyawan disana?
Dalam perjalanan barulah Judika mengetahui bahwa ada seorang narasumber yang tidak mau di bongkar identitasnya.
Namun staf khusus Judika berhasil mengetahui bahwa Leony adalah narasumber yang di maksud.
Bagus ... ternyata kamu berseteru dan berbeda pendapat dengan Henry saat ini, baiklah aku mendukungmu kali ini, dan terimakasih, berarti dugaan dan tujuanku menuju ke rumah mantan karyawan itu adalah hal yang tepat.
Dan benar saja, saat bukti tersebut berhasil di dapatkan Judika.
Mantan karyawan itu mengeluarkan kecurigaanya, bahwa kantor urusan bisnis sengaja di bakar.
Sehari sebelum mantan karyawan itu hendak melaporkan kesalahan dari anak perusahaan itu, orang ini ditangkap dan di tahan selama beberapa hari.
Kesalahan itu justru berbalik dituduhkan kepadanya.
Ia di paksa untuk mengakui kesalahan yang bukan terjadi karena perbuatannya. namun saat itu ia tetap saja bergeming.
Sehingga satu-satunya cara adalah membakar semua bukti yang ada.
Dan ia segera di pecat dari perusahaan.
Beredar kabar bahwa pemecatan itu karena ia melakukan kesalahan fatal. Sehingga perusahaan mengeluarkannya dengan tidak hormat.
Judika yang merasakan ketidakadilan itu berjanji akan mengembalikan mantan karyawan itu ke perusahaan plus mendapatkan perlindungan pasti darinya.
"Pak Royan, apakah bapak tahu berita kebakaran itu kembali diusut hari ini?" tanya Judika.
Orang itu lantas bergidik dan menggelengkan kepala berkali-kali.
"Ti-tidak ... tidak ... saya tidak tahu. Saya mohon pak, sudahi berita ini, kasihan anak dan istri saya, mereka harus menanggung malu sampai hari ini."
__ADS_1
"Apakah foto yang di samarkan diberita itu adalah foto anda?"
"Tidak ... tidak ... saya tidak tahu. Apa maksud semua ini?
saya mohon pak ... sudahi berita itu."
"Tenanglah ... kedatanganku disini untuk menolong bapak."
"Tidak ... saya hanya berharap hal ini disudahi saja."
"Saya bersungguh-sungguh ingin menolong anda pak."
"Pak Judika, apakah anda berani? bahkan sekalipun itu melawan mereka di posisi atas?
Apakah anda yakin? saya tahu pak Okta bahkan sudah mengundurkan diri dari calon Ceo."
"Ya, saya yakin, justru itu saya datang kemari, untuk menggagalkan beberapa mafia di perusahaan kami.
Saya berjanji akam mengembalikan bapak di posisi semula."
Pria itu lantas berlutut memohon pada Judika.
"Pak Judika, saya tidak berharap kembali lagi ke perusahaan, satu yang saya minta.
Tolong bersihkan nama saya dari tuduhan-tuduhan tidak berdasar itu. Itu saja permintaan saya pak."pinta mantan karyawan itu.
"Saya janji namun selain itu, saya memohon pada anda pak. kembalilah ke perusahaaan." balas Judika.
"Saya trauma pak, penyekapan dan tuduhan itu ... itu adalah hal mengerikan yang pernah saya alami."
"Saya yang akan jamin hidup anda pak. Saya akan melindungi bapak sampai semua ini di usut tuntas.
Saya mohon, kembalilah ke perusahaan."
"Baik ... akan saya pertimbangkan lagi pak Judika."
Sebab Judika merasa belas kasihan pada bapak ini, mengingat latar belakangnya adalah karyawan teladan.
Ia mencari bukti lain juga, dan semua bisa disimpulkan, mereka (mantan karyawan yang di pecat ) adalah karyawan yang berani speak up, namun terpaksa dikeluarkan secara mendadak oleh perusahaan.
Kedokmu saat ini sudah terbongkar. batin Judika. Ia segera melaju kembali menuju ke kota setelah semua bukti sudah berhasil di dapatkan.
Habis kau Henry!
●●●●●
__ADS_1
Bersambung