
Ayah Okta perlahan mendekat dan mulai mengangkat tubuh Wilona.
"Duduklah dulu nak." jawab ayah dengan lembut.
Kata-kata lembut yang keluar dari mulut ayah membuat Wilona semakin terisak. Wilona menggelengkan kepala enggan duduk sesuai perintah ayah.
"Oktav bantu ayah agar Wilona mau duduk di atas, nanti lututnya akan sakit."
Okta pun segera membantu menuntun Wilona kembali duduk di sofa.
"Ayah mengetahui semua ini."
ucapan itu sontak membuat Okta Wilona bahkan Ibu kaget tak menyangka ayah juga tahu keadaan pernikahan kontrak ini.
"Ayah." ucap Okta tak menyangka.
"Sejak kamu menyetujui pernikahan itu, ayah merasa ada sesuatu yang sukar dimengerti. Sehingga ayah menelusuri itu sendiri."
Wilona menutup mulutnya tanda tak percaya akan semua ini.
"Oktav ... kamu kira bakatmu selama ini berasal dari siapa? Ayah lebih ahli dalam kasus mata-mata selama ini. Tim ayah lebih berpengalaman soal itu."
"Jadi ....?" tanya Okta.
"Pada awalnya ayah sudah curiga akan semua itu, namun kecurigaan ayah terbukti selama kalian melakukan perjalanan ke Paris. Benar semua kesalahan ini berasal dari ayah. Ayah yang memaksamu untuk menikahi seorang wanita yang kamu sendiri tak mengenalinya."
"Meskipun begitu kami tetaplah bersalah ayah."
"Ya ... ayah tahu, karena saat menjelang pelantikan kemarin ada rasa kawatir dalam hati ayah, mau di bawa kemana pernikahan kalian ini."
(maka itu kemarin ayah tidak menunjukkan ekspresi senang sama sekali⚘)
"Aku ingin berbicara secara khusus dengan Oktav, mah tolong ajak Wilona keluar terlebih dahulu."
"Baik." sahut ibu Okta yang segera keluar menuntun Wilona yang masih saja terisak sejak tadi.
Dan kini hanya ada ayah dan Okta saja di ruangan.
"Ayah tahu kamu nak."
Okta hanya terdiam menatap ayahnya.
"Sejak awal ayah menyukai Wilona dan berharap ia bisa menjadi bagian dari keluarga ini, karena itu ayah sengaja memaksamu melakukan pernikahan ini.
Karena sekali lagi ayah tahu semua tentangmu nak.
__ADS_1
Kebaikan hati Wilona pasti akan meluluhkan sifat kerasmu itu.
Saat ini ... ayah sungguh berharap kamu jatuh cinta padanya. Namun ayah tidak akan memaksa lagi semua kehendakmu, meskipun besar harapan ayah kamu tetap bersama Wilona. Semua ada ditanganmu sendiri.
Mengenai kehadiran Leony ... (sontak Okta terdiam dan melihat wajah ayah)
ayah tidak bisa berkata-kata lagi.
Kamu yang akan menjalani harimu lebih panjang dari ayah, ambillah keputusan yang tepat. Ayah percaya padamu."
"Ayah (akhirnya Okta berani mengungkapkan perasaannya)... sejujurnya ... aku ... menginginkan Wilona tetap disisiku.
Ayah benar, entah dari mana hati dan perasaan ini mulai ingin memilikinya.
Aku bahkan, tidak pernah sedetikpun tidak mengingat dan mengkhawatirkan dirinya.
Waaah ... Aku merasa ... yah ... tidak kusangka aku takluk padanya. satu-satunya wanita biasa yang bisa mempengaruhi hidup dan keputusanku.
Dan satu-satunya wanita yang membuat jantungku tak berhenti bedebar keras.
Padahal ayah tahu sendiri ... jauh diluar sana, lebih banyak wanita yang terlihat menarik, pintar, bahkan dari kalangan bangsawan berusaha mencari perhatian padaku.
Namun ... tak ada satupun yang bisa membuatku bergetar.
Dia ... dia sungguh wanita yang berbeda ayah.
Dia ... jauh sekali dengan Leony ayah. sikapnya, sifatnya, penampilannya dan terlebih ... hatinya semua berbanding terbalik.
Bahkan hari-hari ini, aku menyesal sudah membuatnya banyak menderita lebih dari yang ayah tahu.
Hanya saja ... aku juga tidak bisa melupakan Leony, dia ... dia yang sudah lebih dahulu bersamaku selama ini."
Mendengar itu ayah tersenyum lega. Setidaknya ia tahu perasaan anaknya. Dan perjodohan itu adalah keputusan yang tepat. Tampak air mata terlihat di pelupuk mata ayah.
"Itu adalah keputusan yang sulit bagimu nak. Ayah mengerti soal itu.
Ayah hanya memberi saran, buka mata hatimu untuk melihat semua yang terbaik bagi hidupmu dan masa depan keluargamu. Jangan hanya karena merasa kasihan semata.
Sekarang ... ayah mau bertanya padamu!
Bagaimana dengan Wilona sendiri?
Apa ia menyukaimu?" tanya ayah.
"Aku tidak tahu dengan perasaannya ayah, mungkin ... selama ini dia dekat denganku hanya sebatas kontrak ini ... mengingat, ia sendiripun sudah memiliki kekasih dan mereka terpisah karena diriku, karena perjanjian ini."
__ADS_1
"Ayah juga tahu soal Bastian. Tapi Wilona adalah anak yang sangat baik dan manis, sepertinya ia tidak memasukkan perkara ini dalam hatinya.
(Woooow canggih bener ayah punya tim spy selama ini😁)
Begini saja. Ambil keputusan terakhirmu dan segera beritahukan pada ayah.
Entah kamu akan tetap bersama Wilona atau tidak, biar ayah yang akan membicarakan ini pada ayah Wilona."
"Ayah!"
"Sepertinya ayah Wilona yang tidak tahu apa-apa lah yang paling bersedih akan hal ini. Karena itu ayah sendiri yang akan membantu kalian."
"Maafkan aku ayah."
"Nak, ayah sungguh sungguh ingin kamu bahagia dan ayah melihat kebahagiaanmu itu ada di dalam Wilona, tapi kembali ... semua terserah padamu."
"Iya."
Percakapan itu usai, Okta segera keluar dari ruangan itu dan melihat Wilona yang duduk tak jauh dari ruangan. Mereka saling bertatapan sejenak.
Okta pun berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya.
"Ayo kita pulang."ucap Okta.
"Ayah ... bagaimana dengannya? aku ... ."
"Ayahku? ... Ona, aku cuma bisa berkata ayahku adalah orang yang sangat hebat dan kukagumi selama ini. Semua baik-baik saja, percaya padaku."
Wilona hanya menundukkan kepala.
Di dalam perjalanan pulangnya Okta berkata pada Judika.
"Jud, antarkan aku ke bukit bintang."
"Baik tuan."
"Wilona, aku ingin menenangkan diri dulu disana."
"Iya ... tidak apa-apa."
Malam ini, aku akan mengutarakan semuanya begitu juga dengan perasaanku pada Wilona. Setidaknya malam ini aku harus melepaskan sesuatu yang tertahan selama ini. batin Okta
●●●●●
Bersambung
__ADS_1
Setelah membaca silahkan berkomentar, dan ingat juga untuk tinggalkan like dan vote episode ini⚘❤