Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Hari Piknik 2


__ADS_3

"Kalian? kalian sudah sarapan sejak tadi?" tanya Okta keras.


"Ya." Jawab Wilona.


"Apa?"


Wah ... bisa-bisanya dia makan tanpa mengajakku disini.


"Dan kamu? kamu juga." Okta memandang Judika dengan tegas.


"Ah ... itu aku, aku yang memaksanya menemaniku makan. Aku yang menariknya turun, Pak Okta kan tahu sendiri, aku tidak bisa makan sendirian."ujar Wilona cepat menjawab.


*BRAKKK* Okta menggebrak meja pelan.


"Jud, awas kamu kalau tidak mengabariku lagi!"


"Aku ... aku yang menyuruh Judika untuk diam. Lagian Pak Okta kan sudah makan dengannya. Biarkanlah dia juga makan hari ini bersamaku."


"Tuan, maafkan saya."


"Sudahlah, Judika kamu tidak perlu minta maaf, dan Pak Okta ... hari ini kita akan bersenang senang, tolong nikmati hari ini, jangan menekan siapapun dengan peraturanmu. Aku mohon." Wilona melanjutkan.


"Apa???"protes Okta.


"Jadi hari ini, aku ingin kalian berdua bersenang-senang, tidak ada lagi yang namanya atasan dan bawahan. Ini kan liburan, sudah selayaknya kita santai dan menikmati hari ini. Hari ini saja pak. Aku, Judika dan Pak Okta kita bebas melakukan apapun hari ini. Ya pak... please." Wilona memohon dengan muka melas.


"Peraturan bodoh apa ini."


"Pak." Wilona langsung memotong dengan nada tinggi.


"Aku mohon hari ini saja, dan lagi tidak boleh keluar kata-kata yang barusan pak Okta katakan."


"APAAA?"


Berani-beraninya ka...


"Aku mohon ... Aku mohon... aku mohon." lagi lagi Wilona menjawab dengan lebih cepat sambil mengatupkan kedua tangannya.


Okta kemudian menghela nafas dan ...


"Baiklah, hari ini saja aku akan menurutimu."


"Deal." Wilona lalu segera menepuk tangannya.


"Judika hari ini kamu bebas, kamu mau makan, jalan-jalan, foto-foto atau pergi melakukan yang kamu suka, kamu bisa melakukannya." kata Wilona tersenyum puas.


Lalu Judika dengan segera menganggukan kepala karena sudah mendapati ijin dari Tuan dan Nyonyanya, padahal di sebelahnya ada Okta yang menatap Wilona dengan kesal.


Akhirnya mereka memulai pikniknya. Wilona merasa senang dan ceria saat itu. Dalam perjalanan.


Ah ... aku ingin makan cemilan


"Jud bisakah kita mampir ke minimarket sebentar?"


"Baik Nyonya."


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Okta

__ADS_1


"Cemilan pak. Akan lebih seru kalau kita bersenang-senang sambil menikmati makanan ringan."


"Makanan ringan dan jalan-jalan? apakah ini piknik ala rakyat jelata?" tanya Okta yang membuat Wilona melirik tajam padanya.


Rakyat jelata? wah tega sekali dia bilang begitu. batin Wilona.


"Ya, memang kenapa? rakyat jelata seperti aku memang suka seperti itu. Tolonglah pak hari ini kita bebas melakukan apa saja."


Ternyata mobil sudah di parkirkan di mini market.


"Nyonya, sudah sampai."


"Aku keluar sebentar."


Wilona segera keluar dan meninggalkan Okta di dalam. Dia berjalan mengintari mobil, dan berdiri di luar.


*Tok-tok-tok* Wilona mengetuk pintu jendela dimana Judika duduk. Lalu Judika segera menurunkan kaca mobil.


"Jud, tolong temani aku ya."


"Oh?" Judika sempat berpikir sebentar lalu ia segera membuka mobil. Menunduk pada Okta dari luar dan berlalu meninggalkan Okta.


Apa ... kenapa aku harus ada disini.


(sambil mengusap kepalanya)


kenapa Judika? kenapa dia tidak menyuruhku yang turun?


Tak berselang lama ...


Wilona pun kembali dengan Judika, mereka membawa tas kertas coklat sebagai wadah jajan mereka.( Tas pelastik sangat jarang di temukan di Perancis... ini yang patut kita tiru ya go green ^^)


Wilona lalu mengeluarkan keripik kentang wadah kaleng kesukaannya.


" Wah sambil menikmati ini, jadi sempurna sekali, Eh Jud ... kamu mau?


"Tidak Nyonya saya tidak perlu. "


"Ah, kalau begitu saya taruh disini ya, kamu bisa ambil kapanpun kamu mau."


Kurang ajar sekali Wilona, dia tidak menawariku sama sekali.


Okta segera menyerobot makanan yang dipegang Wilona.


Hm ... makanlah makanlah biar kamu bisa menikmati piknik rakyat jelata. Batin Wilona dia tersenyum merasa puas.


"Makanan ini kenapa ada disini juga?"


(itu adalah keripik kentang yang pernah di makan Okta sewaktu mereka sedang nonton dengan Wilona di lantai 2 rumah Okta).


"Makanan ini di seluruh dunia juga ada pak...hahaha. Bagaimana? enak kan kita bisa jalan-jalan sambil santai menikmati ini." sindir Wilona.


Okta hanya diam saja sambil meneruskan memakan cemilan itu. Sebaliknya Judika tersenyum saja di depan kursi mendengar tuannya tidak berkutik menuruti Wilona.


Mereka akhirnya tiba di suatu taman yang indah.


__ADS_1


(Jardin Du Luxembourg)


taman dengan luas 25 hektar lahan yang terbagi dari kebun perancis dan taman inggris.


"Waaaaah ini ... indah sekaliiiii." Ucap Wilona girang. tak sadar tangannya memegang erat lengan Judika. Judika hanya membelalakkan matanya, Okta menjadi emosi tiba-tiba.


"Kita kesana."Kata Wilona sambil menunjuk sebuah lokasi sambil terus menarik lengan Judika.


*E-Ehem* Okta berdehem keras. Wilona segera terhenti dan sadar bahwa ia memegang erat lengan Judika.


"Ah ... Jud, maaf aku merasa sedang jalan-jalan dengan sahabatku tadi. Maaf ya." Wilona melepas tangannya. Dan Okta pun menyusul di belakang mereka berdua.


"P-pak Okta..ehehehe, saya mau kesana."


"Terserah kamu. Pergi saja." ketus Okta diikuti Judika yang segera mundur di belakang tuannya.


Wilona berlalu meninggalkan Okta dan Judika.


Okta sempat menghentikan langkahnya dan menatap tajam Judika.


(wkwkwk ... Judika kena semprot melaui laser di mata Okta).


Wilona tersenyum senang sampai hampir menangis.


"Ka-kamu kenapa?" tanya Okta.


"Ini terlalu indah pak... saya sangat suka dengan taman yang penuh dengan bunga. Ini cantik sekali, dan itu ... ah itu juga." Wilona menunjuk nunjuk beberapa bunga yang bermekaran.


"Kamu suka?"


Wilona menganggukan kepala, Okta sekali lagi menyukai ekspresi Wilona yang keluar apa adanya Okta ikut tersenyum senang.


Sekali lagi ini adalah pilihan Judika, Judika juga bangga karena tempat pilihannya ternyata membuat nyonya dan tuannya senang.


Wilona segera mengambil kamera pocketnya dan segera membidik tempat tempat cantik di dalamnya.


"Ah ... Jud, bisa tolong fotokan saya disini?"


"Baik Nyonya. Tuan silahkan." Judika mengulurkan tangan mempersilahkan tuannya juga untuk di foto bersama Wilona.


"Apa?" Okta dan Wilona sama-sama menyaut.


"Ini untuk saya kirim juga buat Tuan Wahardian." jelas Judika. membuat Wilona dan Okta menyanggupi sarannya.


Dan dengan terampil Judika membidik beberapa kali momen tuan dan nyonyanya tampak bahagia. Dia juga membidik dengan kamera hp nya sendiri.


Keceriaan Wilona yang terpancar, sekaligus mempengaruhi hati Okta dan Judika.


Mereka berdua benar-benar terbius dengan segala ekspresi bahagia Wilona saat ini.


Sudah hampir tiga jam mereka menikmati taman yang masih berlokasi di Paris.


Sesudah itu kembali mereka pergi meninggalkan taman dan menuju ke pantai.


*****


Bersambung

__ADS_1


🌹 Like nya juga ❤Please!


__ADS_2