
Wuiiih akhirnya baru di episode ini ada waktu Wilona dan Okta bersama... Fiuh setelah sekian lama.😉
Apa readers penasaran mereka berdua mau ke mana.
Tunggu ... banyak Pria sekitar Wilona cakep & baik.
hayooo bagaimana ****ending mereka ya**** ...saya juga belum tahu endingnya sebaiknya sama siapa.. sambil jalan saja ya.. semoga dapat pencerahan.
****
...Hotel...
Pagi pun menjelang hari ini Wilona kembali bersemangat. Terlebih sudah ada Judika yang sangat bisa di andalkan menemaninya.
Begitu juga dengan Okta, dia sudah siap untuk berlibur menemani Wilona sesuai janjinya.
Pagi itu Okta sedang di ruang makan. Ia sendiri berharap ada Wilona datang ke kamarnya sebagai teman makan.
Sepertinya, kebiasaan Okta yang suka makan sendirian sudah mulai menghilang.
Terbukti saat itu dia mencoba ingin menghubingi Wilona 2x namun akhirnya diurungkan niatnya.
Seperti nya seru kalau dia ada disini... tapi ... aku panggil tidak ya? batin Okta.
Namun ternyata bel pintu berbunyi....hampir saja Okta mencoba menelpon untuk yang ke tiga kalinya.
Wah ... dia datang.
Okta segera menuju ke pintu, senyum sombongnya dia keluarkan dan setelah di buka yang muncul adalah *TARAAA* kekasihnya Leony.
Tiba-tiba saja senyum Okta memudar lalu kembali merubahnya menjadi senyuman manis saat itu.
"Kenapa senyum begitu? Sepertinya perasaanmu sedang senang?" Tanya Leony
"Ah ... ya ... ten-tentu saja...hahaha."
"Boleh aku masuk?"
Sepertinya badan Okta hanya diam berdiri di pintu, ia tidak sadar membiarkan Leony tetap berada diluar.
"Ah ... ayo..masuklah!"
Merekapun sarapan bersama.
"Sayang, maafkan aku, hari ini aku tidak bisa menemanimu." Okta memulai pembicaraan lagi.
__ADS_1
"Begitu ya... kamu ada acara?" kata Leony sambil melap sisa makanan di mulutnya dengan ujung serbet makan.
"Ya ... Em, ah ... tidak, maksudku, kamu tahu kan ayahku seperti apa, dia orang yang sangat mudah sekali memantau keadaanku."
"Ya ... lalu."
"Hari ini ... aku minta ijin padamu, aku akan menemani Wilona.
Ya ... itu hanya ... hanya sekedar bukti pada ayahku seandainya Judika tiba-tiba di tanyai ayah."
Okta tampak hati-hati sekali mengucapkannya.
Oh ... jadi kalian mau pergi berdua. Aduuuh sayang sekali hari ini ada pentas, kenapa harus hari ini sih. Batin Leony.
"Ya, tenang saja, aku tidak masalah. Kamu harus menemaninya juga, biarkan dia menikmati Paris, lagian besok kalian akan pulang kan?
Em ... kalian pergi ke mana nanti?"
"Bobby mengatakan padaku kalau Wilona belum pernah mengunjungi wisata alam, jadi aku akan mengajaknya kesana."
Lalu hp Okta berbunyi. Ternyata itu pesan dari Wilona.
Pak Okta, jam 8 ya, nanti kita ketemu di lobi saja.
Okta tidak membalas dan hanya tersenyum pada Leony.
"Jam delapan. "
"Oh ya ... sebentar lagi, bagaimana kalau kita turun dulu."
Aku harus muncul di depan Wilona dan memberi peringatan padanya lagi.
"Ya ... ok."
Okta dan Leony segera berjalan menuju lobi.
Saat sudah sampai di lobi, terlihat Wilona sedang makan dengan Judika.
Apaaaa? Ternyata kalian ...(batin Okta, ia segera berpura-pura mengalihkan perhatiannya)
Melihat Okta datang, Wilona segera berdiri tersenyum dan melambaikan tangan berkali -kali dengan tujuan ingin memberitahu keberadaannya.
Namun senyumnya memudar setelah Leony muncul dari belakang sosok Okta.
Leony yang sadar ada Wilona di sana, segera ia berjalan mendahului Okta sambil memegang tangannya sehingga terlihat seolah-olah Leony menarik tangan Okta.
__ADS_1
"Hai Wilona." Leony menyapa.
"Hai." Wilona terpaksa tersenyum.
"Oh Judika sudah datang ya ... kalian sarapan berdua." tanya Leony.
"Saya memaksa Judika menemaniku sarapan di bawah."ujar Wilona.
Cih ... Leony, kenapa pagi-pagi dia datang kesini. Gumam Judika.
"Sebenarnya aku ingin sekali berlibur bersamamu Wilona, tapi aku juga sibuk dan hari ini aku tidak bisa juga." Leony menampilkan wajah sedih.
"Ah ... tidak apa-apa. Hehehe." Wilona mencoba menyambung dengan senyum.
"Baiklah kalau begitu... berhubung pagi ini ada briefing mendadak di kantor. Aku harus pergi dulu.
ah tunggu ... sebentar ... Okta kamu tetap memakainya kan?" Leony menanyakan sekaligus memegang tangan Okta. Dia tersenyum manis sambil jarinya mengusap usap cincin couple di jari Okta.
Wilona dan Judika mau tak mau melirik pada jari Okta, dan benar saja mereka akhirnya tahu bahwa Okta mengenakan cincin sepasang dengan Leony.
Hal itu membuat Okta menjadi canggung dengan pertanyaan mendadak kekasihnya.
"Tuan!" Judika memberi peringatan.
"Ah, iya." Okta kemudian mencoba menjaga jarak dengan Leony dengan cara yang sangat halus dan sopan.
"Nona Leony, saya rasa anda harus menghormati nyonya Wilona, saya juga tidak bisa memastikan apakah ada orangnya pak Wahardian di sekitar kita." tegas Judika.
Leony lalu segera berdiri. Kedua matanya melihat Judika dengan tatapan kebencian.
Berani-beraninya kamu melarangku saat ini.
"Hm.... baiklah saya akan pergi dulu." Kemudian Leony mendekati Wilona sambil mengusap lengannya.
"Jaga dirimu baik-baik." Dengan nada pelan Sambil tersenyum palsu.
"Selamat bersenang-senang Wilona." Bicara lebih keras ditambahi tersenyum riang.
"Ehehehe, iya."
Leony segera berjalan menjauh dan hanya tinggal mereka bertiga saja di meja.
...
Bersambung
__ADS_1
Wilona semangaaaat 😍
...Readers LIKE 🌹❤nyaaa...