Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Terkurung di Kamar


__ADS_3

Okta berlalu dan segera menutup pintu.


Di depan pintu ada Judika yang sedang berdiri.


"Jud...kamu tidak perlu ikut. Jaga dia tetap di kamar."


"Baik tuan."


Okta segera berlalu.


Hari itu ternyata Okta sudah janjian bertemu dengan Bobby.


▪▪▪▪


Di sebuah kafe.


Mereka duduk berdua. Dengan dua cangkir cappucino panas di meja.


"Apa Wilona baik -baik saja?" tanya Bobby.


"Ya". Di jawab dengan singkat.


Lalu Bobby mulai menceritakan semua yang terjadi saat ia dan Wilona di lounge bar waktu itu.


Mendengar penjelasan dari Bobby, Okta akhirnya bisa menerima itu. Dia kembali bisa bercanda dengan Bobby.


"Apa hari ini, aku di minta menemaninya lagi?" tanya Bobby.


"Tidak,  sepertinya dia masih pengar karena pengaruh alkohol semalam."


"Oh...baiklah, aku tidak menyangka, dia menjadi mabuk berat seperti itu. Aku pikir karena dia sangat menikmati segalanya di Paris."


Okta melihat Bobby dengan penasaran.


Sebenarnya apa yang membuat kalian berdua akrab.


"Kalian ... pergi kemana saja?" Okta bertanya dalam penasarannya.


"Ooo ke ... tunggu ...memangnya Wilona sama sekali tidak cerita apa2 padamu?"


"Ya...kami kelelahan dan langsung istirahat, jadi tidak banyak waktu untuk ngobrol." Okta mencari alasan.


Bobby melihat suatu yang janggal saat itu.


"Em aku hanya bersenang-senang saja, mengajaknya datang ke berbagai tempat wisata dan Wilona menikmati semuanya.


Sepertinya Wilona punya daya tarik tersendiri sehingga orang bisa tertarik padanya.


Dia juga punya daya menghibur diri yang unik.


Aku hanya menunjukkan hal kecil dan tak kusangka dia menanggapi dengan respon yang besar.


Yah ... Dia wanita yang baik dan mengagumkan.


Aku suka dari pribadinya yang baik dan ceria. Jadi tak sulit buatku menyenangkannya selama jalan-jalan."


Okta hanya diam saja mendengarkan.


"Hari ini kamu ada acara?" Bobby kembali bertanya.


"Tidak, hanya saja aku akan menjumpai Leony setelah ini."


Bobby hanya tersenyum mendengarnya.


"Kalau aku boleh memberi saran. Ajaklah dia keluar dan menikmati hari harinya di paris.


Dia sangat tertarik dengan segala yang ada di sini." Bobby menjelaskan sambil tersenyum.


Okta menghela napas, "Ya..baiklah."

__ADS_1


Bobby manggut-mangut mendengar persetujuan Okta. Lalu ia memberanikan diri untuk berbicara lebih serius lagi.


"Aku tidak tahu yang terjadi denganmu dan Wilona. Tapi ... sebagai temanmu aku cuma memberi saran, perhatikanlah Wilona.


Kamu suaminya, kalau kamu hanya menghabiskan waktu dengan Leony, bagaimana dengan perasaannya?"


"Kamu tidak tahu apa-apa Bobby."


"Ya benar. Aku memang tidak tahu apa-apa. Wilona bahkan tidak menceritakan apa-apa juga padaku.


Tapi aku bisa menilai sendiri dari sisiku.


Aku mohon perhatikan dia, setidaknya ... biarkan dia menikmati hidupnya."


 Mendengar itu Okta hanya diam.


"Karena Kalau tidak ... " Bobby melanjutkan


"Kalau tidak?" Okta penasaran.


"Yah dengan sifat dan pribadinya yang baik itu, banyak orang yang akan tertarik dengannya."


"Apa maksudmu  Bobby, apa kamu tertarik dengannya?"


"Tentu tidak... em belum... karena dia istri mu hahahaha."


...


Aku hanya berfikir kalau kamu menyia-nyiakan wanita semanis dan sebaik Wilona kamu akan menyesal nantinya. Bukankah mungkin terjadi kalau dia akan lebih memilih pasangan yang lebih perhatian padanya?


Yah tu saja saranku.


Hari ini sebaiknya kamu memberikan waktumu untuknya."


Okta hanya diam saja. Lalu memandang jendela sambil memikirkan apa yang disarankan Bobby.


*****


Wilona duduk di kursi panjang tempat ia tidur sebelumnya.


Ia mencoba mengingat kejadian semalam yang hilang dari ingatannya.


Lalu ia mengambil bajunya di lantai dan tampak ada percikan kotoran di bagian depan bajunya. Wilona mencoba mencium dan memastikan.


"Ouhhh bau sekali."


Buru2 wilona ke kamar mandi dan membilas bajunya dengan sabun mandi. Kemudian menggantung bajunya di kamar mandi.


Di luar ada orang tidak ya?


Aku harus memakai pakaianku sendiri


Lalu wilona berjalan ke pintu


Dia mengintip melalui lubang intip di pintu


Hmm sepertinya diluar sepi.


Lalu dengan semangat 45 segera ingin berlari menuju kamarnya. Setelah memastikan benar-benar kosong Wilona membuka pintu dan


Ternyata di pintu dia melihat Judika sedang berdiri di pojok pintu.


Mereka beradu pandang sepersekian detik.


"Judikaaaa." Mata Wilona berbinar-binar melihat orang yang diharapkan datang.


"Iya nyonya."


Karena saking senangnya melihat Judika akhirnya datang ke Paris. Wilona segera menyambar dan memeluk Judika.

__ADS_1


Judika terperanjat ... matanya terbuka lebar, napasnya bahkan ikut berhenti ... dia diam ... kaku ... tidak membalas.


Judika juga segera memalingkan wajahnya untuk tidak melihat Nyonya yang memeluknya.


Dalam posisi memeluk, Wilona akhirnya sadar bahwa ia hanya berpakaian atas dan celana tipis. Segera ia lari dan masuk lagi ke dalam kamar.


Judika yang awalnya kaku dan tak bernapas


menjadi batuk batuk tidak jelas dan kembali mengatur pernapasannya. Lalu berusaha kembali fokus menjaga di depan pintu. (Maklum Judika juga belum pernah bersentuhan secara halus dengan lawan jenis ^^)


Wilona kemudian membuka sedikit pintu dan berbicara melalui celah pintu.


"Judika, maaf bisa tolong ambilkan bajuku di kamar?"


"Maaf nyonya saja diminta untuk tetap disini oleh tuan."


"Ah...Sebentar saja..bajuku disini basah..aku mohon!" suara Wilona memelas.


"Maaf nyonya."


"Apa aku juga tidak boleh ke kamarku sendiri?"


"Benar nyonya."


"Jam berapa nanti pak Okta akan datang?"


"Tuan tidak memberitahu saya nyonya."


Hadduuuuh Okta merepotkan sekali .


Wilona menghela napas panjang.


"Em... Jud,Kamu tahu hpku?"


"Sepertinya di simpan Tuan saat ini nyonya."


Ya ampun tega sekali, setidaknya aku harus tanya bobby kejadian semalam.


"Jud kamu datang kemarin kan?"


"Iya nyonya."


"Berarti kamu tahu kejadian semalam.


Kenapa aku bisa di kamar pak Okta?"


"Yang saya tahu nyonya mabuk malam itu."


Judika ingat untuk tetap diam sesuai kode tuannya semalam saat berada di depan lift.


Maaf nyonya saya tidak bisa bicara terus terang pada anda.


"Yasudah jud...aku kembali kedalam lagi."


Wilona kemudian menutup pintu.


Tapi selang beberapa detik


Wilona membuka pintu sebentar dan mengatakan;


"Jud terimakasih kamu sudah datang." Wilona tersenyum manis dan menutup pintu lagi.


Judika tersenyum dengan sikap nyonyanya.


Nyonya anda benar-benar menggemaskan.


Lalu Judika kembali berdiri menjaga pintu kamar hotel tuannya.


...

__ADS_1


Bersambung


ayo tinggalkan jejak ♡ juga buat author yah


__ADS_2