Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Baik atau buruk


__ADS_3

Maaf, kemarin saya janji buat 3 episode eh ternyata sampai jam 9 malam baru dapat sedikit sudah ketiduran. Sekali lagi maaf ya. Mari kita lanjutkan.


♡♡♡♡♡♡


Judika pun kembali dan menceritakan semua pada tuannya.


Okta menanggapi sambil mengangguk-anggukkan kepala menyetujui langkah yang Judika ambil.


●●●●


Sebaliknya ... di kedai Wilona.


Sepertinya hari itu Wilona juga tidak bergairah dalam bekerja. Dia banyak termenung sendiri.


Wilona mengingat ingat semua kebersamaan bersama Tian hari kemarin.


Senyum keluar hanya pada saat orang mulai membayar semua di kasir lalu setelah pelanggan berlalu senyum itu pelan-pelan sirna kembali


(Hm ... sepertinya Okta dan Wilona butuh liburan lagi ^^)


Wilona pulang lebih awal saat itu, karena dia sudah berjanji akan pulang sore.


Kembali dia disulitkan karena pak Becak langganannya tidak ada disana.


Hm... sebenarnya bapak itu kenapa ya, apa terjadi sesuatu dengan anaknya. kata Wilona dalam hati dengan cemas.


Dia pun hanya bisa naik angkot dan segera pulang ke rumah.


Sesudah sampai di rumah Wilona lanjut bersih-bersih.


Hari itu merupakan hari dimana tidak ada pembantu dirumah. Jadi Wilona sudah sangat siap untuk melakukan dan menyelesaikan sore itu.


Dimulai dari lantai dua, lantai satu, tangga, jendela dan dia berhenti pada sebuah foto wedding yang terpajang di dinding.


Wilona kemudian mengingat Bastian kekasihnya dan membayangkan bahwa Tianlah yang bersanding disebelahnya. Angan-angannya itu membuat Wilona senyum sendiri di ruangan.


Tapi ternyata senyum menghina Okta lebih kuat muncul di pikirannya. Wilona lalu tersadar dan kesal lalu menggosok-gosok foto dengan kasar tepat di wajah Okta.


Orang jahat ... orang jahat ...huh .. ini adalah orang jahat.


Wilona lanjut memasak dan menyiapkan menu makan malam untuk Okta.


Oke... semua sudah beres. (sambil melihat sekeliling rumah dan hidangan yang sudah siap disantap tersaji di meja).


Waktu menunjukkan pukul 18.50 WIB, namun Okta belum saja pulang. Wilona lalu memutuskan untuk mandi. Setelah mandi dia mengecek lagi ke bawah, ke ruang kantor ternyata Okta belum juga pulang.


Aduhh ... laper, orang itu pulang jam berapa sih?


*kruuuk-kruuuk*


Ah ... sudahlah... aku makan duluan saja..

__ADS_1


Benar saja Wilona lalu lanjut menyantap masakannya sendiri dan menyisakan juga untuk Okta.


Lalu terdengarlah suara mobil datang, dan Okta lalu masuk. Mereka bertatap sebentar.


Wilona lalu berdiri dan menyapa


"selamat malam pak." sambil mengangkat 1 tangannya seperti orang yang sedang di absen di kelas.


Okta hanya berhenti, dia diam saja dan langsung naik ke atas.


Huh ... dia kenapa?


Wilona lalu mendekat ke anak tangga dan berteriak.


"Pak makan malam sudah siap."


tapi sekali lagi tidak ada tanggapan apa-apa. Wilona pun lanjut menghabiskan makan malamnya.


Wilona pun lanjut naik menuju kamarnya, tapi berhenti sebentar di depan kamar Okta Lalu lanjut masuk kedalam kamarnya.


Terdengar panggilan masuk di hp Wilona.


Hm ... nomor baru, siapa ini?


"Ya, halo."


Wilona


"Ini suara Tian kan?"


Ya, benar ini nomor baruku


Ah benar, kemarin saat bertemu aku lupa menanyakan nomor hp nya, sepertinya dia benar-benar mengganti nomornya karena kejadian waktu itu


"Kamu dimana Tian?" Wilona berjalan menuju le jendela kamar.


Oh ... aku sekarang diluar, maksudku tadi baru saja cari makan diluar.


sekarang aku mau kembali ke rumah.


Apa yang Kamu lakukan saat ini?


"Em ... aku... aku di kamar."


Ups ... sory kalau begitu sepertinya aku ganggu kamu.


"Oh, engga, aku sendirian


O-okta baru ... baru.. dia belum pulang.


Em ... Tian ada apa ya telpon malam-malam begini."

__ADS_1


Wilona, sebenarnya aku minta maaf, hari-hari*kemarin aku sudah membuatmu cemas*.


"Benar, jangan kamu pergi lagi. Maksudku ... jangan pernah lari dari masalah apapun. Aku tahu kamu kuat."


Hm ... sekarang aku sudah lebih baik. Aku tidak akan lari lagi apapun yang terjadi. Jika kamu perlu bantuan datanglah padaku. Seperti biasa pintu rumahku terbuka untukmu.


"Tian, thank you ya. Selama ini aku bisa lebih bahagia karena kamu. Kamu sudah buat semangatku yang terpuruk jadi bangkit lagi. Aku ... aku bersyukur mengenalmu."


Wilona, aku tahu aku salah berkata ini, aku tahu aku tidak berhak lagi. tapi aku tetap mau mengatakan, aku sayang ... aku masih sangat-sangat sayang sama kamu.


semoga ... waktu lama-lama bisa mengubur perasaanku ini.


Wilona sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Kembali dia merasa bersalah mempermainkan perasaan Bastian.


Oke kalau begitu, selamat malam Wilona, selamat istirahat. Oh iya... jangan lupa ini nomorku yang baru , kamu bisa simpan yang ini, yang lama tolong dihapus saja.


"Em ... selamat malam Bastian."


Wilona menutup panggilan telponnya dan mendekati bed lalu menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur.


lalu terdengar dari kamarnya Okta keluar dari kamar.


Pikiran Wilona kemudian teralih pada Okta.


Makanlah...habiskanlah semua yang di meja.


kata Wilona dalam hati.


Tapi tak berselang lama Wilona kembali mendengar suara pintu kamar sebelah berbunyi lagi. Menandakan Okta sudah kembali ke kamarnya.


Wih ... cepat sekali.


Wilona pun beranjak untuk turun dan berencana membereskan semua yang ada di meja makan.


Didapatinya semua makanan masih utuh. Bahkan tak tersentuh sedikitpun.


Cih, dia ini kenapa sih. Kenapa tidak di makan? kan sayang kalau dibuang. mana aku sudah kenyang juga.


Setelah membereskan semuanya Wilona segera naik dan mengetuk kamar Okta.


"Pak ... pak Okta, susah payah aku sudah masak. lain kali kalau sudah makan diluar, kabari saya juga, supaya saya tidak usah repot-repot masak dan menyiapkan makan dari awal.


*Tok-tok-tok, Tok-tok-tok *


Wilona lalu menyentuh gagang pintu dan ternyata pintu kamar Okta tidak terkunci


●●●●●


Bersambung


Waduuuh apa yang akan terjadi selanjutnya...Wilona kamu sadar masuk ke sarang harimau?

__ADS_1


jangan lupa like n vote nya juga ya ♡


__ADS_2