Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Pilihan Judika


__ADS_3

Kembali Henry menghubungi Judika. Melalui ponsel di pagi-pagi buta.


"Hai Jud ...."


"Tuan? ... Ada perlu apa Tuan menelpon saya."


"Berulangkali aku selalu kagum padamu. Apakah kamu tidak menyadarinya?"


Judika diam tanpa membalas sedikitpun.


"Hahahaha ... jangan diamkan aku seperti itu. Kau bahkan lebih menakutkan dibanding tuanmu itu."


"Maaf tuan saya tidak ada waktu lagi."


"Ahahaha ... benar sekali. Aku menyukai karaktermu itu. Baiklah langsung saja ke intinya.


Aku meminta kamu mencabut semua laporan polisi mengenai kepala produksi itu."


"Dia bersalah ... apakah tuan ada dibalik semua ini juga?"


"Wohhhooow tak kusangka kamu sangat berani bertanya soal itu.


Aku banyak berhutang budi padanya. Itu saja."ucap Henry.


"Maaf tuan ... aku tidak bisa mencabut laporan itu."


"Kalau begitu ... bagaimana jika aku memberitahukan semua pada Wilona."


"Apa maksud tuan?"


"Kalau Okta bertaruh nasib karena dirinya."


"Itu tidak ada hubungannya dengan nyonya."


"Hm ... aku tidak yakin."


"Aku mohon tuan. Hentikan semua ini."


"Oh ... aku sangat tersentuh sekali dengan perkataanmu Judika. Atau aku beri kamu pilihan ke tiga. Undurlah kamu dari sisi Okta, mulai hari ini."


Judika diam tidak menjawab sama sekali.


"Yah ... aku tahu ... tak perlu dijawab. Kamu selamanya akan memihak padanya.


Hm ... itu membuatku sedikit iri. Hahahaha."


"Tuan."


"Ayolah aku tunggu keputusanmu hari ini. Atau aku akan memberitahukan semuanya pada kakak iparku yang cantik itu. Bukankah itu pilihan yang sangat menarik?"


Akhirnya percakapan itu selesai.

__ADS_1


Diiringi dengan Judika yang menggertakkan gigi saking kesalnya.


●●●●●


Di Kantor Okta


Siang Itu, Judika masuk kedalam kantor dan menyerahkan amplop putih pada tuannya.


"Apa ini? ... katakan saja isinya padaku."


"Maaf tuan ... ini adalah surat pengunduran diri."


"Pengunduran diri? siapa ?"


"Saya akan mengundurkan diri hari ini Tuan."


"APA???"


Ternyata perkara sulit yang lebih dipilih Judika setelah mempertimbangkan banyak hal adalah memilih mengundurkan diri.


"Apa? Apa yang kamu rencanakan Jud? kamu tahu aku saat ini berada dalam posisi sulit. Aku sangat membutuhkanmu Dan kamu akan pergi juga?"


"Maaf tuan."


"Aku tidak akan menerima permintaanmu itu." Surat yang ada dimeja itu lantas di sobek Okta.


"Tuan ... saya tetap akan mengundurkan diri dari sini."


"Apa kau tega berbuat seperti ini Jud?


"Tidak ada tuan."


Okta lalu mendekat dan menarik kerah Judika ke atas.


" Terserah apa maumu.


Meskipun begitu ... pintumu untuk pergi sudah tertutup. Bagiku kamu selamanya asistenku dan kamu terikat denganku."


"Maafkan saya tuan ... saya tidak bisa."


"Tega sekali kau."


Seketika Okta ingin menghajar Judika namun melihat Judika tidak bergeming, hantaman itu terhenti tepat didepan wajahnya.


"Keluar kau." kata Okta dengan memalingkan tubuhnya.


"Baik Tuan. Saya akan terus mendoakan Tuan, semoga tuan selalu dalam keadaan sehat." Judika pun berlalu, namun saat ingin membuka pintu untuk keluar Okta melanjutkan berbicara.


"Kalau Kau peduli padaku cepatlah kembali."


Namun Judika memilih diam dan segera pergi.

__ADS_1


Kenapa ... kenapa jadi seperti ini sekarang.


Semua pergi berlalu ... aku tidak pernah percaya Judika benar-benar meninggalkanku. batin Okta.


Okta lalu berjalan dengan tergontai menuju kursinya. Ia menertawakan nasibnya yang saat ini semakin tidak jelas lagi arahnya.


Judika lalu berpamitan dengan semua karyawan bahkan sampai ke bagian OB sekalipun.


Ia keluar dengan membawa box berisi barang-barang miliknya sendiri.


Dengan adanya Pengunduran diri Judika itu seketika terjadi kehebohan di perusahaan.


Semua bertanya-tanya apa arti dari Judika yang mengundurkan diri.


Suatu hal yang sangat aneh melihat mereka berdua terpisah.


Sebab dimana ada Dirut Okta disitu pasti ada Judika.


Mereka berdua seolah sebuah paket spesial yang hampir selalu tidak pernah absen dari pandangan para karyawan.


Beberapa karyawan mulai berpikir, sepertinya Okta sudah kehilangan posisinya sebelum dimulainya pemilihan. Ada juga yang berpikir ia sudah kalah sebelum bertarung.


Namun banyak dari karyawan yang mengaku kehilangan dengan undurnya Judika.


Ada yang kecewa dan sedih mengingat dibalik ketegasan Judika ia memiliki sisi perhatian yang hampir tak dimiliki karyawan senior sekalipun.


Lebih-lebih karyawan wanita. Mereka ikut bersedih karena hari ini mereka kehilangan sosok idola mereka di kantor.


▪▪▪▪▪


Tepat setelah Judika pergi Mengundurkan diri.


Judika segera bertemu dengan seseorang di sebuah kafe.


"Hai Jud ... ada apa dengan wajah lesumu itu."


"Hari ini ... saya mengumumkan pengundurkan diri dari kantor dan dari asisten pribadi tuan."


"Apa ... kenapa bisa terjadi?"


"Karena itulah, saya mengundang anda. Akan saya ceritakan semuanya dari awal. Tolong bantulah saya."


Wanita itu menganggukan kepalanya dan mendengarkan semua cerita Judika.


●●●●●


Bersambung


Hai semua ... episode ini sudah muncul.


Dan oke saya akan munculkan dua episode kali ini. Ditunggu ya mjngkin akan terbit nanti malam. ^^

__ADS_1


Dukung selalu Author dengan klik ♡ dan bantu tinggalkan vote juga.


Terimakasih buat yang masih semangat menanti lewat komentar2 kalian


__ADS_2