
Suasana sudah mulai tenang dan Okta tampak bersuka cita saat itu.
Tiba-tiba seekor kucing datang di sekitar kaki Wilona.
Key? ... kenapa ... kamu disini?
Wilona sangat tahu bahwa itu adalah kucing peliharaan dia dan Bastian yang sengaja mereka rawat sejak masih sangat kecil.
Sontak Wilona menggendong kucing kecil itu dan berdiri terperanjat melihat Bastian ada di depannya.
Wilona termenung sesaat seolah tak percaya Tian hadir disini, dengan tatapan lembut dan senyum khasnya.
Wilona mendekati Tian, tidak tahu lagi seperti apa yang harus dia ungkapkan.
Rasa bersalah bercampur rindu tiba-tiba saja muncul mengisi ruang hatinya.
Mungkinkah Tian mengetahui kami tertawa lepas sesaat tadi?
Tapi ... tidak mungkin dia tidak tahu.
Aku orang yang sudah menghianati cinta kita yang saat ini tertawa lepas, dan tidak menyadari penderitaan mu melihatku dengan Okta disini.
Itulah perasaan Wilona saat ini. Ia tidak bisa berkata-kata lagi.
Sedang Okta yang masih terduduk di kursi ayunan turut terdiam melihat Wilona yang tidak berkutik dihadapan pria asing di hadapannya.
Siapa dia?
Batin Okta.
Bastian melangkahkan kakinya mendekat lagi ke arah Wilona. Dia tersenyum hangat sambil menatap Wilona.
Angin semilir berhembus menggerakkan rambut Wilona, dengan segera Tian menyibakkan rambut yang menari-nari di wajah Wilona dan menaruhnya di belakang telinga sambil tetap tersenyum hangat padanya.
*miauw* terdengar kucing yang bernama Key bersuara lirih.
__ADS_1
Wilona dengan spontan mengusap lembut Key yang tampak nyaman dalam gendongan Wilona.
"Sepertinya Key merindukanmu." Bastian memulai pembicaraan.
"Aku juga rindu kamu Key." Sahut Wilona sambil mengusap lembut kepala Key.
"Sedang apa kamu disini Ona?" Tanya Tian.
"Ah ... aku ... yah seperti biasa sedang mencari angin segar."
"Kalau begitu ... aku beruntung bertemu denganmu disini."
"Ke-kenapa?"
"Karena saat ini aku sedang memikirkanmu dan sangat merindukanmu."
Wilona tersenyum dan tertunduk malu.
Baru kali ini Tian tampak berusaha menggombal di depan Wilona.
Wilona seolah tak percaya, kenapa dengan Tian saat ini, sebab memang tidak biasanya Tian memuji Wilona seperti malam ini.
Tiba-tiba pandangan Bastian teralih pada pria yang duduk di belakang Wilona. Seorang Pria yang melihat ke arahnya dengan tatapan penuh amarah.
Menyadari itu Wilona langsung menarik tangan Bastian dan mendekati Okta yang masih terduduk di kursi ayunan.
"Ah ... ayo aku kenalkan dengan Pak Okta."
Pak Okta? Kenapa Wilona memanggil suaminya dengan sebutan itu. Batin Bastian
Dia semakin yakin ada sesuatu di antara mereka.
"Sa-sayang ... perkenalkan ... i-ini... Bastian.
Tian ini suamiku." Dengan ragu Wilona memperkenalkan mereka berdua.
__ADS_1
Tatapan kesal tak kunjung lepas dari mata Okta. Dia beranjak berdiri dan masih menatap Tian dengan penuh amarah.
Sambil menyodorkan tangannya Bastian memulai pembicaraan. "Perkenalkan, nama saya Bastian, saya adalah ...."
Belum selesai Bastian berbicara, Okta segera berlalu meninggalkan mereka berdua tanpa berbicara sepatah katapun.
Tangan yang di disodorkan ke arah Okta sesaat tadi langsung di angkat dan dialihkan dengan mengusap rambutnya sendiri.
Melihat itu Wilona kesal dan membiarkan Okta berlalu meninggalkannya.
"Ma-maaf Tian, sebenarnya Okta, em ... maksudku su-suamiku ... dia ... tidak terbiasa dengan orang asing." Wilona tersenyum sambil menundukkan kepala.
"Ah ... tidak apa-apa, mungkin besok-besok aku bisa berkenalan dengan sopan lagi padanya." Balas Bastian.
"Lagi pula, dia adalah suamimu. Aku mencoba ingin bisa mengenalnya suatu saat." Lanjut Bastian. Wilona hanya menundukkan kepala. Terbongkar sudah sikap buruk Okta di hadapan Bastian.
Ah ... jangan sampai Tian berpikir aneh-aneh dengan pernikahanku ini.
"Se-sebenarnya dia orang yang baik. Hahaha ... dia selalu baik padaku. Dia ... dia (bingung mencari kata-kata) selalu menyediakan waktunya untukku. Se-seperti malam ini, dia menghiburku disini. Aku sangat suntuk dirumah... yah begitulah." Sambil manggut-mangut Wilona berusaha meyakinkan.
Bastian pun membalas dengan manggut-mangut juga, berusaha menerima penjelasan Wilona.
●●●●●
**Bersambung
benar-benar momen yang tidak tepat.
Halo semuanya terimakasih sudah mampir disini.
silahkan tinggalkan jejak ♡ dan vote juga ya.
Next episode terbit sekitar jam 7 malam ini.
terimakasih**
__ADS_1