Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Pulang!


__ADS_3

Kenapa harus selalu aku ...


Mengapa selalu ada saja yang menghambat kebahagiaanku.


Aku berusaha kuat.


Setiap waktu hatiku berseru aku kuat.


Sekalipun kembali saat ini.


Tekanan masih saja menyesakkan


Aku kuat.


Aku tahu kekuatanku dari Dia.


Karena aku percaya, Dia mengerti


Tuhan ... saat tak seorangpun mengerti keadaanku


hanya Engkau yang mengerti


Dan aku tahu


Semua pencobaanku ini tak melebihi kekuatanku.


Wilona sudah turun dari layanan antar online, ia keluar dan berjalan ke arah taman.


Sekali lagi Wilona meyakinkan dirinya, sepanjang jalan sambil menyeret kopernya.


Kali ini ia benar-benar merasa kesepian.


Kemana aku harus melangkah


ayah, sahabat bahkan Bastian sekalipun tak ada yang tahu kenyataanku saat ini.


Saat itu Wilona lelah dan duduk diatas kopernya, sendiri memandang langit malam dan bintang.


Alunan musik gitar dari gerombolan anak muda masih terdengar. Membuat Wilona merasa lebih tenang karena ada teman sementara ini.


Ia bahkan tak mau menyalakan hp nya, menghindari panggilan dari siapapun. Karena ia sudah tidak sanggup berbohong lagi.


Setelah lelahnya hilang ia melanjutkan lagi berjalan, sampai pada sebuah warung makan yang khusus menjual olahan mie.


Satu-satunya tempat yang masih nampak ada kehidupan disana.


Wilona masuk dan memesan minuman hanya sekedar ia bisa menghabiskan waktu di dalam.


Malam semakin larut, para pelanggan sudah meninggalkan lokasi.


Tinggalah Wilona seorang diri, ditemani seorang karyawan yang masih membersihkan meja dan merapikan kursi.


"Nona, maaf toko kami sebentar lagi mau tutup."


"Ah ... baik bu." Wilona lalu beranjak pergi sambil membawa kopernya.


"Nona ...


kamu seorang diri, membawa koper semalam ini?


apakah kamu baik-baik saja?"


"Iya bu ... saya sedang menunggu jemputan."


"Dimana kamu mau pulang? mungkin searah sama ibu."


"Tidak bu ... saya benar-benar menunggu jemputan." balas Wilona sekali lagi.


"Kalau begitu ibu akan temani kamu disini sampai kamu dapat jemputan itu."


"Tidak-tidak, ibu bisa pulang tanpa menungguku." Jawab Wilona sambil tersenyum.


Tapi, sepertinya ibu pemilik warung tidak tega meninggalkan Wilona sendirian.


Terpaksa Wilona mencari cara agar ada yang datang menghampirinya


Ia teringat hanya pada satu orang.


Jojo ... ya benar, aku akan minta dia menjemputku.


Kalau saja nanti dia bertanya-tanya, maka aku akan mencoba terbuka padanya.


Ya ... aku akan terbuka padanya.


Wilona lalu menyalakan ponselnya dan mencoba menghubungi Jojo


▪▪▪▪▪


Jojo membuat teh hangat dan memberikannya pada Wilona.


"Minumlah ...."


Wilona segera meminun teh hangat yang Jojo buatkan.

__ADS_1


"Kebetulan ada temanku Nancy yang sedang kerja shift malam, kamar itu bisa kamu pakai. Aku sudah minta ijin baru saja padanya."


"Jo, sebenarnya...."


Jojo lalu memegang tangan Wilona.


"Wilona aku hanya ingin kamu istirahat dan menenangkan pikiranmu, kamu tak perlu menceritakan apa yang terjadi, saat ini "


Terimakasih Jo.


Jojo lalu mengusap lembut rambut Wilona dan tersenyum padanya.


"Ayo ... aku antar kamu ke kamar Nancy."


▪▪▪▪▪


Sebaliknya setelah Wilona pergi, kemarahan Okta semakin menjadi, selimut ia hamburkan kelantai.


Ia mondar mandir di kamarnya. Mencoba duduk, lalu berbaring, namun


sebentar saja dia bangun kembali.


Segera ia berlari dan turun ke bawah, berlari keluar sambil memanggil nama Wilona,


Sampai di pos penjagaan, para penjaga berlari dan mendekati Okta.


"Setelah ini tolong jaga mulut kalian." Okta lalu berlari ke dalam dan menaiki mobilnya, ia berusaha menelepon berkali-kali, namun sama sekali tidak tersambung.


Okta mencarinya sepanjang jalan, bahkan sampai ke bagian luar kedai ayah, lalu mencari lagi ke sekitar taman ia turun dan berlari kesana kemari mencari Wilona.


"Jud ... lacak keberadaan Wilona."kata Okta melalui saluran telepon.


"Baik Tuan."


Judika juga segera keluar dengan mobilnya untuk mencari Wilona.


"Tuan ... nyonya mematikan ponselnya."


"Apakah kita perlu bertanya pada sahabatnya itu? tanya Okta sekali lagi.


"Sebaiknya tidak tuan, karena Nyonya sudah merahasiakannya selama ini, tidak mungkin nyonya akan menceritakan pada sahabat dan keluarganya tiba-tiba."


"Ah ... sial, lanjutkan pencarian lagi." lanjut Okta.


Mereka mulai kembali mencari Wilona, namun masih nihil hasilnya.


Okta dan Judika akhirnya kembali pulang ke rumah mereka setelah pencarian berjam-jam tidak ditemukan.


Okta kembali menghubungi Wilona namun tidak tersambung sama sekali.


Kamu Dimana?


lalu pesan itu dihapus


Pulanglah Wilona


Ketikan itu dihapus lagi


Kasih tahu keberadaanmu aku akan menjemputmu


dan akhirnya pesan itulah yang terkirim.


▪▪▪▪▪


Esoknya Okta kembali masuk kerja seperti biasa.


Namun seperti dugaan Judika, pikiran tuan Okta mempengaruhi semuanya pekerjaannya.


Sekitar pukul sembilan pagi akhirnya Judika bisa mendeteksi keberadaan nyonya.


"Tuan ... saya sudah bisa melacak keberadaan nyonya." Kata Judika.


Okta lalu berdiri dan mendekat.


"Dimana dia? (Okta lalu merebut ponsel judika)


Aku akan segera kesana.


Jud kamu tetap disini dan laporkan hal yang penting saja padaku "


"Baik Tuan.


Lokasi itu ada di sekitar kos seorang bernama Jojo, rekan kerja nyonya yang pernah mengantar nyonya kesini."


(wooow Judika, tahu segalanya ^^)


▪▪▪▪▪


Di kos Jojo


*Tok-Tok-tok*


Okta segera mengetuk kamar Jojo.

__ADS_1


Jojo yang akan bersiap berangkat kuliah segera keluar.


"Dimana dia? aku tahu Wilona disini!" tanya Okta tanpa basa-basi.


"Kenapa kamu mencarinya?


apa yang kamu lakukan padanya?


sampai ia keluar dari rumah dengan membawa semua barangnya?" balas Jojo dengan mata yang penuh dengan emosi.


"Katakan dimana dia sekarang?"Okta menarik kerah Jojo.


"Oh ... sekarang aku tahu, sekasar ini sikap aslimu( Jojo menyeringai)


Wilona adalah wanita lembut dan baik hati, kenapa dia memilhmu, seorang pria yang kejam. kenapa kamu menyakiti hatinya.


Sudah berapa banyak kesakitan yang harus ia alami?"


"Apa urusanmu, cepat katakan atau aku akan membuat keributan disini." ancam Okta.


"Silahkan saja ... berita tentang orang yang ternama se Indonesia akan lebih cepat menyebar jika kamu berulah seperti itu."


"Berani sekali kau menyembunyikan istriku, kamu tidak tahu siapa dia. Cepat segera katakan, karena nasibmu ada ditanganku."


"Aku mengenalnya sudah sejak lama, sangat lama, lebih dari yang kamu tahu."jawab Jojo dengan kemarahannya.


"Apa yang kamu lakukan disini!" tiba-tiba


Wilona smuncul.


"Ayo pulang." seketika Okta segera beralih ke arah Wilona dan menarik tangannya.


Namun Jojo juga mendekat dan mencegah Okta.


"Lepaskan tanganmu." ucap Jojo.


"Dasar kau tidak tahu diri." hampir saja Okta menghajar Jojo.


"Hentikan Okta! " teriak Wilona. ini pertama kalinya Wilona langsung menyebut Okta tanpa sebutan "pak Okta" seperti biasanya.


Okta lalu menghentikan gerakannya.


"Sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini?"ucap Wilona.


Okta lalu mengambil napas, memejamkan mata dan berjalan mundur kebelakang. Sepertinya dia sadar sudah bersikap kelewatan.


"Maafkan aku ... Wilona." suaranya lemah seketika.


Sebenarnya aku mengkhawatirkanmu ... karena itu ... aku mohon pulanglah."


Okta lalu mendekat ke arah Wilona kembali.


"Aku mencarimu kemana-mana sudah gila rasanya.


Aku mohon pulanglah, dan kamu ... (pandangan Okta beralih pada Jojo)


maafkan sikap kelewatanku ini."


Pada akhirnya Wilona bersedia pulang kerumah.


Di dalam mobil


"Empat bulan lagi ... hanya sebentar lagi ... aku mohon jaga dirimu." pinta Wilona.


"Baik."


"Sekalipun itu berhubungan dengan kekasihmu."


"Hm, aku mengerti."


"Empat bulan lagi ..." Wilona hendak melanjutkan namun kata-katanya diputus Okta


"Aku mohon jangan sebut kata itu. Mulai sekarang aku janji akan lebih berhati-hati."Lanjut Okta.


▪▪▪▪▪▪


Di Hari yang sama


Di sebuah kafe bertingkat, Bastian duduk di dekat jendela, seperti sedang menunggu seseorang.


"Kamu sudah dari tadi?" tiba-tiba muncul seorang wanita di belakang Bastian. Pakaiannya sangat elegan


Bastian segera menoleh


"Baru saja aku sampai."


"Terimakasih sudah mau menemuiku sesuai janji kita semalam." kata wanita yang tersenyum padanya.


Bastian tidak merespon sama sekali, ia hanya diam saja sambil melihat wanita itu.


Benar Wanita yang duduk berhadapan deng6a Bastian itu adalah Leony.


●●●●●

__ADS_1


***Bersambung


Hai selamat jumpa lagi di haru selasa***.


__ADS_2