Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Di pantai


__ADS_3

Mereka bertiga tiba di sebuah pantai yang sangat cantik. Hamparan pasir putih membentang sepanjang jalan memyambut para wisatawan. Gulungan ombak yang menari lembut kian kemari di tambah hawa hangat menjadikan suasana menjadi bertambah hangat.


Tawa ceria anak kecil yang bermain di bibir pantai, ada yang bermain bola, ada yang sekedar duduk untuk berjemur, ada pula yang merakit pasir menjadikan pola-pola kesukaan mereka.


Saat mereka (Okta dan Wilona) sudah turun dari mobil dan berjalan beberapa langkah.


"Nyonya ... Tuan maaf saya harus kembali ke mobil."


"Kenapa?" Tanya Wilona.


"Em ... itu, saya akan mengecek mobil dan mengisi bensin sebentar."


"Nanti saja." Pinta Wilona.


"Tidak nyonya saya harus cek sekarang karena nanti kalau sudah malam akan lebih sulit lagi."


"Yasudah kalau begitu, nanti susul kita ya."


"Baik."


Wilona pun segera berlalu dengan Okta. Ini adalah rencana Judika, membiarkan tuan dan Nyonya bisa menikmati waktu berdua. Sehingga dia mencari cara supaya bisa terpisah dengan mereka berdua.


Wilona mulai berjalan menyusuri bibir pantai. Ia melepaskan dan berjalan menenteng alas kakinya.


"Pak Okta, terimakasih." Wilona tersenyum senang. Okta juga ikut tersenyum mendengar pernyataan Wilona. Dia teringat kata-kata Wilona saat mabuk kemarin.


"Aku hanya menuruti keinginanmu, ini kan hari terakhir." kata Okta.


"Keinginanku?"


"Ya, kamu menginginkan aku tidak meninggalkamu sendiri di Paris."

__ADS_1


"Hahaha, kapan? Aku sudah cukup senang bisa di sini, ada Bobby dia juga sudah menemaniku.


Ah iya ... aku sepertinya jadi lupa dengan Bobby, kenapa tidak kita ajak saja kesini ya. Dia sedang apa sekarang?"


"Hey ... dia sibuk."


"Sibuk? Tidak ... dia bilang bulan depan baru sibuk."


"Sudah kubilang dia sibuk ya sibuk."


"Iya iya, sudah jangan marah.


Em ... Pak Okta tolong diam disini sebentar."


"Ke-kenapa?" Tanya Okta.


 "Sebentar ... disini sebentar  ya." Wilona berlalu menjauh. Wilona mencari lokasi yang pas. Ternyata dia hendak membidik Okta. Lalu dengan senyumannya dia membidik Okta beberapa kali.


Tidak sadar ada sepasang mata yaitu Judika yang juga senang melihat situasi ini dari kejauhan.


"Pak, apa ini." Tanya Wilona sambil menunjuk sesuatu di pasir.


Okta kemudian mendekat mencari sesuatu yang ditunjuk Wilona.


"Mana?"


"I-itu, jalan kesitu, itu apaaaa." Menunjuk ke arah lebih dekat dengan air.


Lalu Wilona dengan sengaja memercikkan air ke tubuh Okta.


"Hey, ini tidak seru." Tegas Okta

__ADS_1


Tapi Wilona makin menjadi memercikkan air berkali kali. Pocket kamera segera di kalungkan dan ditaruh di belakang punggung Okta, dia membalas Wilona dan yah akhirnya mereka main cipratan air seperti anak kecil.


Nyonya ... terimakasih, anda telah membuat tuan tersenyum lepas hari ini. Batin Judika yang melihat keseruan tuan dan nyonyanya.


Pakaian Wilona mulai sedikit basah dan berhubung pakaian yang dikenakan berwarna putih maka bagian dalamnya terawang sedikit terlihat.  Okta segera melepas blazernya dan menaruhnya di pundak Wilona.


Mereka pun duduk berdua di pantai.


"Sudah lama aku tidak ke pantai, terakhir sewaktu aku masih kecil, sewaktu ibu masih ada.


Waktu itu kita piknik ke jogja lalu main ke Gunungkidul, disana pantainya cantik dan pasirnya putih seperti disini."


Okta mendengar diam sambil memandang wajah Wilona.


"Hm ... kali ini, aku akhirnya ke pantai lagi, meski berada di tempat berbeda, tapi sepertinya momen kebahagiaan masa lalu kembali muncul. Aku dan keluargaku yang masih utuh saat itu. Suatu saat aku akan mengajak ayah berlibur ke pantai juga, aku harap ayah juga kembali merasakan kebahagiaan seperti yang kurasakan saat ini."


Okta tetap diam sambil memandang Wilona yang terus saja menatap keindahan pantai dan air yang tenang di ujung sana. Okta melihat angin membuat rambut basah Wilona tiba-tiba menempel di bibir. Pelan-pelan jarinya maju dan menggeser rambut itu. Membuat mereka saling memandang berhadapan cukup lama.


*Deg* Wilona merasakan suatu keanehan lagi di dadanya.


"A-aku ingin jalan ke sana lagi." Wilona segera berdiri dan berlalu meninggalkan Okta yang sedang duduk memandanginya. Pelan-pelan senyum Okta terlihat di bibirnya.


"Tunggu."


Okta pun segera berdiri dan menyusul Wilona dan mereka berjalan berdua kembali menyusur bibir pantai.


*****


Bersambung


Awas Okta ... jangan macam-macam dan bikin baper🙄

__ADS_1


Like nya juga ya❤🙏


__ADS_2