
Flashback saat di mobil tadi pagi
Sepertinya Judika mengetahui gerak-gerik tuannya diluar kebiasaanya.
Karena berulang kali tuannya melihat jam tangannya.
"Tuan, apa perlu sesuatu?"
Okta kemudian memasang gestur cool kembali.
"Tidak ... kenapa kamu bertanya?"
"Tidak Tuan." sahut Judika sambil tersenyum melanjutkan laju mobilnya.
Sesampai di kantor sepertinya semua urusan jadi super cepat beres.
Beberapa karyawan yang menghadap juga merasakan kelancarannya bertemu dengan sang direktur utama
Beberapa pertemuan semuanya menjadi serba lancar.
Berkas yang perlu ditandatangani juga dengan cepat Okta melakukannya.
Judika menjadi sedikit bingung dengan tuannya. Lalu ia memikirkan sesuatu tentang nyonya Wilona.
Apa terjadi sesuatu dengan nyonya hari ini?
Judika dengan cepat mengecek lokasi nyonya berada, dengan bantuan GPS dari ponselnya.
Dan ditemukanlah di layar hp nya, nyonya sedang berada di panti jompo.
Dengan cepat dia menginstruksikan staf khusus untuk mendatangi panti dan melihat apa yang nyonya kerjakan saat ini.
Hanya dalam waktu 35 menit Judika sudah mengetahui semua informasi tentang nyonya beserta dengan foto-foto yang dikirim staf khusus tersebut.
Oh ... jadi ini sebabnya!
Judika sedikit tersenyum setelah mendapati kenyataan melalui layar ponsel nya.
Judika lalu berusaha mencari ide agar tuannya bisa terlepas dari ke gundahannya.
"Tuan."
"Hm ?"
"Dana sumbangan bagi mahasiswa tidak mampu sudah di berikan.
Tapi ternyata masih ada sisa dana sedikit yang belum disalurkan.
Apa tidak sebaiknya itu disalurkan untuk hal yang lain?"
"Benar ... itu harus segera dibagikan."
"Akan saya kerjakan, apa tuan ada ide sebaiknya disalurkan kemana?"
"Panti Jompo." jawab Okta cepat.
Mendengar itu Judika ikut tersenyum dalam hati.
" Baik tuan, akan segera saya salurkan."
"Ada baiknya sesekali, kita ikut juga memantau disana." jawab Okta cepat.
"Tidak perlu tuan, nanti akan saya kirimkan laporan data seperti biasanya."
"Oh ...." Okta diam dan tampak berpikir keras.
Sambil tersenyum dalam hati Judika melanjutkan.
"Tapi kalau Tuan mau melihat langsung itu akan lebih baik."
"Oh begitu?... bagaimana kalau di salurkan ke panti jompo Wasesa."lanjut Okta.
"Panti Jompo Wasesa?" Judika tampak berpura-pura berpikir.
"Jadi ... kalau tidak salah dia juga kesana hari ini, kirimkan bantuan kesana saja."
__ADS_1
"Baiklah tuan."
"Jangan sampai disana tersebar berita, istri seorang pengusaha terkenal memberikan bantuan yang sedikit. Itu akan mempermalukanku."
"Baik tuan, kalau begitu saya akan memerintah staf khusus menyiapkan paketnya."
Sebenarnya aku yakin berita kalian menikah tidak akan terdengar oleh siapapun tuan, apalagi sampai terdengar dipanti.. Tapi ... yasudahlah.... apapun alasanmu tuan.
Lalu Judika berlalu keluar kantor. Dibalik pintu akhirnya Judika bisa melampiaskan kegemasannya dengan senyum-senyum sendiri menertawakan sikap tuannya.
Tuan ... kenapa anda harus berputar-putar dulu untuk tujuan yang sebenarnya mudah.
Sekertaris yang duduk di meja hanya bisa bengong melihat Judika yang tersenyum sendiri di balik pintu.
"Pak Judika?" tanya sekertaris.
"Ya ..." Jawab Judika yang langsung seketika merubah gesturnya menjadi cool kembali.
"Sepertinya ada sesuatu yang menggembirakan hari ini ." ucap sekertaris sambil tersenyum.
"Hm ... anda benar bu." jawab Judika yang berlalu dengan tampang coolnya.
▪▪▪▪▪
Kembali ke panti Jompo
Para lansia berdiri sambil melihat barang barang yang diturunkan.
Ada lansia yang bertepuk tangan melihat kiriman yang sangat banyak itu.
Okta lalu berdiri berhadapan dengan Wilona.
"Pak Okta ..." ucap Wilona lirih, penuh kebingungan sambil menatap wajah Okta saat itu.
Beberapa pasang mata para lansia pun langsung tertuju pada sosok Okta dan Judika
Dua orang pria tinggi tampan dengan penampilan sempurna ada di depan mereka. Hal itu tampak asing bagi mereka.
"Ini apa?" tanya Wilona lirih di hadapan Okta.
"Ini sedikit bantuan dari perusahaan nyonya." jawab Judika yang berada di sebelah Wilona juga.
*Prok-prok-prok*
"Se-selamat siang, perhatian semuanya ... akhirnya bantuan datang lagi hari ini."
Wilona menjelaskan dengan senyum kebingungannya.
Mendengar tepuk tangan Wilona, semua lansia dan para petugas turut tepuk tangan pada akhirnya.
Hanya Bastian dan Jojo yang tidak merespon sama sekali pada kejadian didepannya.
Gudang panti yang biasanya tampak kosong saat ini penuh, bahkan sampai keluar-luar karena tidak ada tempat lagi untuk menaruhnya.
Tiba saatnya mereka melanjutkan makan siangnya kali itu.
Jojo kembali membawa troli berisi makanan dan dibagikan di masing-masing meja.
Kali ini Wilona ikut membantu membagikan makanan.
"Oh iya mbak, dimana Kak Bendi?" Tanya Wilona pada mbak petugas panti.
(Bendi adalah salah satu petugas panti dia satu-satunya petugas yang tinggal menginap di panti sedang petugas lain tinggal dengan keluarganya masing-masing)
"Bendi ada urusan diluar mba Ona. Nanti sore katanya dia baru mau balik kesini."
"Oh ... yasudah, titip salam ya mba."
*(Bendi ini adalah tokoh di novel author yang satunya yang kisahnya tak kalah seru judulnya Pembalut Luka> silahkan mampir ^^)*
Okta hanya diam saja berdiri di pintu sambil melihat Wilona, karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan setelahnya.
"Pak ... kemarilah duduk disini temani para lansia juga." panggil Wilona dengan ragu.
Lalu Wilona duduk, saat itu kebetulan yang duduk di sebelah Wilona adalah Jesika, Okta lalu berdiri tepat di belakang bangku Jesika dan dia menatap Jesika.
Dengan tatapan Okta, Jesika akhirnya menggeser duduknya dan mempersilahkan Okta duduk di bangku yang sebelumnya ia pakai.
__ADS_1
Setelah acara makan bersama usai, mereka lalu menghabiskan waktu duduk bersama sebelum mereka berpamitan.
Wilona lalu menghibur para lansia dengan cerita-cerita lucunya, banyak gelak tawa terjadi disana.
Rayuan gombal dilontarkan seorang kakek tertuju pada Wilona. Semua tertawa .. hanya satu orang ... Okta, yang tak suka mendengar candaan kakek tua tersebut.
"Apakah ini lucu?" dia bertanya lirih pada Wilona.
"Tentu saja." jawab Wilona senang.
Okta lalu menaruh tangannya di sandaran Wilona dan duduk dengan gaya santainya.
Seorang nenek tua berjalan tertatih lalu mendekat pada Okta.
Ia lalu memukul tangan Okta dengan keras.
"Jaga sikapmu!" kata nenek tua.
Membuat Okta, Wilona, Judika dan Jesika terkejut seketika.
" Wilona ini cucu kami semua, jangan bersikap kurang ajar padanya. Sekalipun kamu membawa hadiah sangat banyak itu tidak pengaruh padaku." seru nenek tua tersebut.
Okta memelototi Wilona seketika setelah di marahi sang nenek tua.
"Benar nek." Lanjut Wilona sambil tertawa.
"Apa?" jawab Okta yang kesal.
"Nak Wilona ini jodohnya Bastian, haduuuuh kapan kalian segera menikah, nenek menunggu kabar bahagia itu." lanjut nenek sambil mengelus rambut Wilona.
"Benar-benar-benar." jawab para lansia kompak.
Mendengar itu, Wilona terdiam dan saling bertatapan dengan Bastian.
Okta juga turut terdiam melihat Wilona yang bertatapan dengan Bastian seketika itu juga. Napasnya menjadi lebih cepat.
Judika yang memiliki sinyal kuat menyadari tuannya dan langsung berkata;
"No-nona Wilona." ia terpaksa mengatakan tanpa menggunakan kata nyonya agar para lansia tidak terkejut.
Wilona segera sadar dan melangkah menuntun nenek kembali ke tempat duduknya.
"Nenek jangan lupa doakan kita semua disini." tutur Wilona sambil tersenyum.
"Kita selalu doakan nak Wilona." jawab kakek yang lain yang duduk di sudut meja.
"Iya ... betul ... betul ! jawab para lansia.
"Waaaah senang sekali rasanya datang kesini." jawab Jesika untuk mengubah topik pembicaraan.
"Tapi sepertinya kita harus segera kembali." jawab karyawan kedai yang satunya lagi.
"Tapi aku masih mau disini." Jawab Jojo.
Hahahaha ... semua kembali tertawa lagi saat itu.
Dan sampailah pada akhirnya mereka berpamitan.
Okta menunggu Wilona masuk ke mobilnya. Ia berdiri di pintu dan melihat ke arah Wilona.
Namun Wilona teringat bahwa Bastian sudah mengajaknya terlebih dahulu untuk membicarakan suatu yang penting.
Setelah berpikir keras pada akhirnya Wilona mengambil keputusan.
Okta ... maaf sepertinya, hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu . Batin Wilona, namun ia ragu dan sedikit takut untuk mengatakannya di depan Okta saat itu.
●●●●●
**Bersambung
Dukung Authormu dengan berikan ♡ dan vote juga
Author juga buat novel lain yang masih berkaitan dengan novel ini, silahkan mampir juga.
Semoga tidak ada yang bersedih, sebab Hari selasa baru bisa Up episode lagi
__ADS_1
Sampai Jumpa semuanya
Edit ulang ( nov'20) author buat bukan di aplikasi ini tapi di apl sebelah, berhubung yang novel ini tidak semua readers bisa buka (entahlah kenapa).