
"Wilona...." panggil Okta. Membuat Wilona berhenti melangkahkan kaki, namun badannya tetap melihat kedepan dan tidak mau berbalik menghadap Okta, Wilona sungguh enggan melihat Okta.
Dasar ... Okta si pembohong. Kenapa dia harus membongkar semua ini pada wanita itu. Wilona kesal sekali dengan mereka berdua.
Ternyata Wilona dibuat kesal dengan kenyataan bahwa pernikahan palsu ini juga di ketahui orang lain
"Jangan lupa pesanku semalam ... mengerti!" sepertinya nada Okta sengaja ia beratkan supaya terlihat tegas.
Wilona tidak menjawab, melainkan menarik tangan Bobby berkali-kali.
Mereka segera berlalu dengan langkah cepat Wilona.
Bobby pun tak kuasa menerima tarikan Wilona, sehingga ia hanya mengangkat dan melambaikan tangannya memberikan pesan good bye pada Okta dan Leony.
Okta heran dengan sikap Wilona saat itu.
Berani benar bersikap begitu. Dia kenapa? kenapa dia terlihat marah.
Sudah kubilang harus jaga diri malah tidak bisa jaga diri. Apa tidak sadar dia ini wanita ... Argggh .. dasar tidak punya sopan santun. Lihat saja nanti. batin Okta kesal.
Pandangan Okta tidak teralihkan pada Wilona saat itu, membuat Leony merasakan sesuatu yang tidak beres.
"Sa-sayang kemarilah." leony berusaha memecah konsentrasi Okta dan menyuruhnya duduk disampingnya sambil menepuk kursi di sebelahnya.
"Hm..." Okta segera duduk masih dalam ekspresi bingung. Pikirannya terganggu dengan perubahan sikap Wilona tiba-tiba.
*****
...Di mobil Bobby...
Sesampainya di mobil, Wilona baru melepaskan genggamannya.
Seolah melepaskan sesuatu yang sesak, dia menghembuskan napas kencang saat itu.
Bobby yang mengamati Wilona merasa yakin, ada sesuatu yang baru saja terjadi yang tidak ia ketahui antara Wilona dan Leony saat di Lobby baru saja.
"Baiklah, kamu siap Wilona?" tanya Bobby membantu memecah kekalutan Wilona.
Wilona menatap Bobby dengan mantap, seketika matanya kembali bersinar, sambil menganggukkan kepalanya ia kembali tersenyum.
"Lets gooooo." Wilona tersenyum super manis sekali.
Bobby pun turut senang melihat perubahan ekspresi Wilona.
Ups ... apa ini ... manis juga senyuman itu.batin Bobby.
...Dalam perjalanan...
"Hari ini mau ke museum lagi?" tanya Bobby.
"Ya, aku harus habiskan hari ini di museum.
Bukankah katamu ... perlu waktu berhari hari untuk bisa melihat semuanya, jadi kali ini aku mau menikmati di sana sampai malam." Wilona berkata dengan sangat yakin.
Lebih baik aku pergi dengan Bobby daripada harus di hotel menghadapi mereka berdua. Si penipu dan si pengancam .... Benar aku harus senang senang dan memperhatikan diriku sendiri di sini. batin Wilona.
__ADS_1
"Tapi masih ada Notre Dame Catedhral dan banyak lagi spot yang menarik yang tidak boleh dilewatkan, apa kamu tidak bosan."
"Tidak apa-apa, saya mau habiskan di sana saja. Masih ada sisa waktu tiga hari di sini, aku mau nikmati khusus hari ini sampai tuntas." jawab Wilona mantap.
"Hahahaha, oke baiklah, dengan senang hati, tapi sebelumnya ... aku wajib mengantarmu ke suatu tempat." sambil menyetir mobil dan tersenyum mengatakannya.
"Hah... kemana?"tanya Wilona bingung.
"Sudah tenang dan ikuti saja aku." jawab Bobby.
"Oooke ..."
"Mari kita bersenang-senang."lanjut Bobby.
"Semangat!" jawab Wilona yang sangat antusias.
Wooow ... Tak kusangka... sesaat tadi dia marah dan saat ini , langsung melupakan segalanya ... bahkan tertawa, kamu benar-benar wanita yang menarik, aku pasti ikut menikmati hari ini berkatmu Wilona. batin Bobby.
Mereka pun melaju menuju suatu tempat di tengah kota, dan tibalah Bobby dan Wilona ke suatu pusat fashion di paris.
"Hah ini tempat apa Bob?"
Wilona melihat tempat yang tak kalah megah seperti kemarin, namun bangunannya sudah berkesan modern.
"Sudah ikut saja."jawab Bobby dengan santai.
Mereka masuk dan benar saja, bangunan yang megah, ruangan yang mewah dan banyak sekali pakaian dan barang-barang eksklusif di dalamnya.
"Ini pusat fashion ya?" tanya Wilona.
"Ya pintar sekali, Paris sudah terkenal dengan fashionnya, jadi rugi kalau kamu juga tidak kesini."
"Em... apa aku bisa pakai ini?"
"Ya, tentu saja. Kamu bisa pakai itu untuk transaksi disini. "
"Hm... baiklah kalau begitu." Wilona mulai berjalan dan melihat-lihat.
Saat sampai di bagian jaket, Wilona melihat harga yang tercantum pada label.
Apaaaa yang benar aja! ... ini kalau di rupiahkan mahal sekali!
"Em ... Bob, apa tidak ada yang lebih murah disini?"
"Tenang saja Wilona, aku yakin kartu yang kamu pegang adalah kepunyaan Okta, benar kan? kalau kamu beli barang disini dengan kartu itu, itu tidak akan berarti apa-apa untuknya."
Wilona kemudian membeli sepatu dan celana, tas dan juga jaket.
"Em ... Bob, antarkan aku juga ruang untuk fashion pria ya."
Semua belanja sudah komplit dan mereka siap melaju menuju kembali mobil.
"Apa tadi kamu membelikan untuk Okta juga?"
"Tidak, ini semua untuk dua sahabatku dan juga untuk ayahku."
__ADS_1
"Semua? Tunggu ..." Bobby menyetop Wilona dengan tangannya, sehingga mereka berhenti melangkah secara tiba-tiba.
"Ada apa ...?" tanya Wilona bingung sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
"Kamu sama sekali tidak membeli untuk dirimu sendiri?"
"Ah ... sudah tidak perlu, aku sudah bisa jalan-jalan kesini, itu sudah cukup puas hahaha."
Bobby menggelengkan kepala, kemudian menarik tangan Wilona dan mereka kembali ke dalam store lagi.
"Kali ini biar aku saja yang belikan untuk kamu ya." ucap Bobby.
"Eh ... Ti-tidak perlu Bob..." cegah Wilona sambil menahan kakinya.
"Sudah ayo masuk." Bobby menarik tangan Wilona.
"Bob ... aku ..." Wilona masih menahan tarikan dengan kakinya, sehingga terjadi adegan yang sedikit aneh di sana.
Dengan terpaksa Wilona menuruti keinginan Bobby.
Wilona mencoba memakai beberapa stel pakaian yang di pilihkan Bobby dan akhirnya pakaian itu benar-benar dibelikan oleh Bobby.
Sekali lagi Bobby terkesan dengan Wilona yang lebih memperhatikan orang lain daripada dirinya
Wilona pun tampil keluar dengan pakaian barunya dan membawa tas dengan beberapa pakaian yang dibelikan bobby.
"Hey ... Wilona, kamu terlihat cantik ."
"Memang ada perempuan yang tampan?" sindir Wilona.
"Hahahah, aku serius kamu lebih cantik dengan pakaian ini."
"Ah Bobby ... aku sebenarnya tidak butuh ini."ujar Wilona sedikit merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa, aku memberikan ini sebagai hadiah untuk pertemanan kita."sahut Bobby tersenyum puas.
"Terimakasih banyak ya. Nanti makan siang biar aku yang traktir."
"Hm ... Oke baiklah kalau begitu. Tapi aku sungguh-sungguh mengatakan bahwa kamu sangat cantik hari ini."
"Ah ... jangan begitu, ayo jalan."
Wilona dengan wajah memerah pun melaju menuju mobil terlebih dahulu, meninggalkan Bobby. Ia terlihat mengipas-ngipas wajah karena merasa malu dengan pujian Bobby.
Bobby yang masih terdiam melihat tingkah Wilona yang menjauh menjadi tersenyum puas.
Okta ini hadiahku untukmu, kamu harus lebih memperhatikan istrimu dengan baik daripada orang lain.
Menurutku dia memang lebih layak denganmu daripada Leony.
Wilona kamu harus kuat dan percaya diri melayakkan dirimu bersanding dengan suamimu.
batin Bobby.
...
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa setelah baca ini mampir tinggalkan Like dulu❤