
halo semua bantu vote juga ya, cukup kalian baca novel dan kalian akan otomatis dapat poin gratis di kolom beranda, ambil poinnya dan klik vote buat "pernikahan sementara dengan orang ternama."
Mari kita lanjutkan
●●●●●
Seorang pendengar setia yaitu Judika yang berada di dekat mereka turut tersenyum sambil melihat keindahan bintang di langit. Napas lega kembali keluar dari mulutnya.
Lalu setelah mereka puas, Wilona menarik tangan Okta ke sebuah tenda yang tidak terlalu besar.
Awalnya Okta ragu untuk masuk ke dalam, karena baginya itu adalah sesuatu yang asing, namun akhirnya ia menurut begitu saja dan duduk di kursi.
Badannya kaku, sambil matanya melirik ke kanan dan kekiri.
Jauh berbeda dengan Judika, dia sudah langsung merasa nyaman di dalam, judika memang tidak se-meja dengan tuan dan nyonyanya, melainkan memilih duduk sendiri.
"Bu, saya pesan tiga ya." Wilona memesan makanan pada seorang ibu yang masih membersihkan meja yang baru saja ditinggali pelanggan.
"Iya mbak, sebentar ya."
"Kamu memesan makanan?" Tanya Okta.
"Iya." Jawab Wilona sambil tersenyum.
"Memangnya tidak ada list makanan disini."
"Tidak, ibunya sudah tahu apa yang aku pesan pak."
"Hah?"
"Cara rakyat jelata ya seperti ini pak,hehehe."
Lalu di sajikan makanan panas berkuah dalam sebuah wadah, dengan nasi pada piringnya.
"Nah ini makanan yang paaaas sekali di makan disini."
"Ini apa?"
Tampak kuah gelap dan tidak menarik sama sekali di mata Okta.
__ADS_1
"Oseng mercon." Kata Wilona sembari tersenyum.
"Hah? mer-mercon? "
"Iya, kalau kita makan ini rasanya akan meledak-ledak di mulut, Sudah pak, dimakan saja."
Okta kemudian menatap Judika yang sepertinya sudah menikmati hidangan di mejanya. Dia heran kenapa Judika tampak menikmati makanan gelap itu.
Dengan enggan Okta mencoba memakan sesendok nasi plus oseng mercon itu.
Seperti ada kembang api di pikirannya... ternyata makanan ini benar-benar sangat enak.
"Wah, ini pedas sekali."
"Tapi ini enak kan pak. Pas sekali dinikmati disini."
Pada akhirnya, Okta lebih dahulu menghabiskan makanannya begitu juga dengan tisu yang sudah banyak terpakai di meja.
Lalu ia berkata pada Wilona.
"Aku mau satu lagi."
Wilona tersenyum dan berkata. "Bu tambah satu lagi ya."
Jauh berbeda bila ia berada di dunianya.
Dengan keadaan itu, serasa semua penat dalam diri Okta lepas begitu saja.
Setelah selesai memuaskan diri, mereka pulang dengan meninggalkan kesan yang menyenangkan pada malam itu.
●●●●●
Sesampainya dirumah Okta dan Wilona sama-sama menaiki tangga, sambil bercengkrama dan tertawa bersama, seolah-olah mereka adalah seorang teman yang akrab.
"Lain kali kita kesana lagi." pinta Okta.
"Baiklah."
"Malam ini cepat sekali." lanjut Okta sambil melihat jam tangannya.
Dengan ekspresi sedih Wilona menganggukan kepala.
__ADS_1
"Apa kita mau kesana lagi ... sekarang?" kata Wilona menggoda.
"Hahahaha, iya juga, kenapa kita terburu-buru pulang tadi."
Lalu setelah sampai di depan pintu Okta.
"Selamat malam pak." Wilona berjalan menuju kamarnya sambil menepuk pundak Okta.
Okta tidak menjawab melainkan berhenti di depan pintu sambil memperhatikan Wilona berlalu menuju kamar.
Dan mereka saling menatap.
"Ada apa pak?"
"Ah ... tidak." sambil memegang gagang pintu.
Melihat itu Wilona tersenyum dan menundukkan kepala, namun tiba-tiba
"Hey ...!" lanjut Okta.
"Ya pak?"
"Terimakasih." Okta mengucapkan kata itu tanpa menatap dan langsung menuju ke kamarnya.
Wilona tersenyum geli melihat tingkah Okta.
Dia pun menghela napas merasa puas karena misinya berhasil.
"Selamat malam pak Okta dan jangan bersedih lagi." Wilona menyampaikan itu seolah-olah Okta masih berada di depan pintu. Dia kemudian masuk ke dalam dan keduanya beristirahat dengan nyenyak.
●●●●●
Nb: malam yang panjang ya, kejadian beruntun . Dimulai dari Okta yang basah kuyup, Wilona yang kebingungan mencari pakaian, lalu mereka piknik di malam hari, bertemu mantan dan menikmati pesona bukit bintang.
hal positif Wilona adalah begitu cepat dia mengambil langkah untuk mencairkan suasana. Dan satu lagi ternyata dia tidak mengulik sama sekali pada Okta kenapa dia sampai melakukan kejadian basah kuyup itu. Cukup mencari tahu garis besarnya saja pada Judika dan tidak penasaran secara mendetail. Tujuannya adalah ayo bangkit lagi dan semangat lagi.
**Bersambung
hai semua yang sudah mampir silahkan tinggalkan saran, ♡ dan vote juga ya**.
next episode Bastian mulai berani lagi muncul di kehidupan Wilona.
__ADS_1
kita jumpa hari selasa lagi...^^