
"Apa yang tadi kalian lakukan disana?"
"Ah ... tidak. Bukan apa-apa pak."
"Sekalipun kamu diberi kebebasan tolong jaga dirimu baik-baik."
"Iya." menjawab dengan pelan
"Bagaimana kalau sampai orang melihat istri seorang Oktavianus Wahardian bermain dengan pria lain di luar sana."
"Tidak Pak, itu tadi hanya kebetulan saja." masih berkata dengan nada pelan.
"Tapi itu kan tempat terbuka, tempat umum!"
"Tidak masalah pak, lagi pula pernikahan kita kan tertutup kalangan keluarga saja, saya yakin tidak ada seorangpun yang mengenalku sebagai istrimu pak?"
"Dan satu lagi kata-kata yang kuucapkan di Paris itu harus kamu ingat terus. Untung saja aku datang di saat yang tepat.
Kalau tidak .... mau jadi apa kamu?
Apa kamu bisa membelah diri sampai-sampai dua orang menarikmu secara bersamaan.
Kalau suka sama orang itu salah satu saja.
Setia itu yang penting ...
Jangan mempermainkan laki-laki sesuakamu."
Wilona hanya menghembuskan napas sambil menutup matanya mendengar Okta yang menjadi terlalu banyak bicara.
Melihat ekspresi Wilona, Okta semakin menjadi.
"Hey ... apa kamu tidak mendengar yang kubicarakan barusan?
Heyyyy! itu penting buat masa depanmu!"
"Pak OKTAAA!" Wilona mengeluarkan nada tingginya sudah tidak tahan lagi.
Mendengar itu, Okta memiringkan badannya menjauhi Wilona. Tiba-tiba saja nyalinya menciut.
__ADS_1
( Ya benar satu-satunya orang yang bisa membentak Okta hanya Wilona bahkan itu terjadi saat di Paris juga^^).
Mendengar nada keras Wilona, Judika pun terkejut dan membelalakkan matanya.
Karena nada tingginya dan melihat ada wajah ketegangan pada Judika dan Okta, Wilona kemudian menghela napas.
Melihat ke arah Okta sekali lagi dan ...
"Maafkan saya pak." Wilona mendudukkan kepalanya lalu berpaling dan menyandarkan kepalanya ke arah kaca jendela.
Okta ikut terdiam dan suasana di dalam mobil menjadi hening seketika.
Pelan-pelan Judika menyetel beberapa lagu harmoni relaksasi klasik untuk menenangkan pikirian Tuan dan Nyonyanya. Dan benar saja, hal itu membuat keduanya menjadi tenang kembali. ( Judika memang the best ^^)
Setelah sampai di rumah, mereka turun dan Judika membantu mebawakan barang belanjaan ke dalam dapur.
Wilona memasuki rumah dengan tidak bersemangat malam itu.
Entah ada angin dari mana tiba-tiba saja Okta berkata "Bi-biar aku saja yang masak."
Wilona terdiam melihat ke arah Okta.
Merasa tidak yakin Wilona lantas berkata;
"Sudah pak ... tidak apa-apa saya saja yang memasak."
"Cih ... apa kamu menghinaku? Kamu tidak percaya kalau aku bisa?"
"Bukan begitu pak."
"Kalau begitu sudah ... naiklah sana." mengusir Wilina dengan tangannya.
"Biar saya bantu ya." timpal Wilona mencoba dengan nada lebih manis lagi.
"Judika sudah biasa membantuku, aku tidak perlu kamu."
Ketika namanya di sebut Judika menjadi sedikit bingung ... karena dia sebetulnya tidak bisa memasak.
Selama ini Judika selalu berlangganan catering yang sudah siap di makan. Sehingga dapur apartemennya hanya berisi minuman saja.
__ADS_1
Tetapi setelah tuan nya berkata demikian, alhasil Judika juga turut menatap Nyonya Wilona dan berkata.
"I-iya ... nyonya, tenang saja." tersenyum sekalipun tidak yakin, sambil menganggukan kepalanya.
"Baiklah, karena Ada Judika, aku percaya. Kalau begitu aku akan naik dulu."
Mendengar Ucapan Nyonya, Judika semakin tidak enak lagi. Dia memandang nyonya berlalu menaiki tangga dengan tatapan sedih.
Tidak nyonya, kali ini engkau salah menilaiku. Aku sendiri tidak yakin pada diriku sendiri, apakah Tuan Okta bisa memasak.
Setelah Wilona berlalu.
Judika dan Okta saling bertatapan.
Sepertinya firasatku benar, tuan mengapa engkau selalu merubah keputusanmu setiap berhadapan dengan nyonya.
Tanpa pikir panjang lagi, dengan cepat Judika membuka video tentang memasak.
Dilihatnya video itu dan ...
Mustahil menyajikan makanan ini dengan benar untuk pertama kalinya.
pikir Judika.
"Bagaimana ... kamu sudah menemukan menu daging olahan yang pas?" tanya Okta dengan nada lirih supaya tidak terdengar oleh Wilona.
Judika menatap Tuannya dengan bingung dan sedikit jengkel dalam hatinya.
Mengapa tuan melibatkan aku dalam urusan yang sangat sulit ini?
( yah ... ternyata ada urusan yang sulit di tangani Judika akhirnya ^^ )
Lalu setelah pencarian yang rumit, ketemulah menu makanan korea yang praktis, karena di video itu di ajarkan memasak olahan daging yang simpel dan lebih cepat.
Dan akhirnyalah mereka berdua sibuk di dapur membuat menu bulgogi yang sepertinya sangat mudah dibuat namun menjadi rumit dengan keadaan mereka yang sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan dapur.
●●●●●
Bersambung
__ADS_1
Lanjut dukung author dengan kumpulkan poin (poinnya gratis lhoo) dan vote novel ini sebanyak-banyaknya. terimakasih yang sudah meninggalkan jejaknya juga .^^