Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Vonis


__ADS_3

Saat proses penangkapan itu, sebenarnya Henry sedang bertemu dengan Leony. Sehingga ia tidak tahu sama sekali kejadian di perusahaan.


"Kamu ... kamu yang menyebarkan berita di media bukan?"tanya Henry.


"Sudah ku katakan, aku tidak akan tinggal diam, jika itu menyangkut Okta. Hanya Dia yang berhak menjadi seorang CEO."


"Cih ... Baik, mulai saat ini, kamu bersiap-siap saja, maka aku akan membongkar semua kedokmu. Ketidaksucianmu akan segera di ketahui Okta. Sayang sekali kakakku harus menjaga kesucian seorang wanita yang sebenarnya sudah sangat kotor sejak dahulu."


*Plak* Leony menampar pipi Henry.


Namun justru tamparan itu membuat Henry semakin tersenyum licik.


"Jika kamu berani, aku sudah menyiapkan semua bukti, bahwa kamu adalah pelaku utama dari semua masalah yang terjadi."ucap Leony.


"Bukti?" tanya Henry.


"Kamu harus tahu, saat aku membeberkan ini semua, seluruh negeri ini akan tahu siapa pengacau perusahaan selama ini. Bagiku... namaku kamu hancurkan tidak akan sebanding dengan kehancuran namamu jika aku sudah mengeluarkan semuanya.


...


Cih ... karena itu, berhentilah berulah, dan mundurlah kamu dari kedudukanmu, maka aku akan diam dan ikut mundur." ancam Leony.


"Hahahaha ... akhirnya seorang wanita ada yang berani mengancamku. Kamu tidak tahu siapa aku. Aku sudah tidak peduli sedikitpun denganmu sekarang ini.


Itu artinya, aku pun bisa menghancurkanmu. Baik kita mulai saja." ucap Henry yang akhirnya segera berdiri dan berlalu meninggalkan Leony.


Karena semua pengikutnya di perusahaan sudah di tahan, maka tidak ada seorangpun yang mengabari Henry.


Ia kembali ke kantor tanpa mengetahui bahwa ruangannya pun sudah di segel kepolisian.


Saat ia mulai naik ke lantai atas dimana kantornya berada, ia tidak menyadari beberapa intel sudah mengawasinya.


Tunggu ... apa ini?


Henry melihat pintu kantornya terpasang police line.


Dua orang detektif mendekat dan menunjukkan surat penangkapan.


"A-apa yang terjadi?"tanya Henry dengan pandangan paniknya.


"Maaf pak, ikutlah dengan kami saat ini."


"Sebelum ada penjelasan, aku tidak akan pergi, perlakuan apa ini, apa kamu tidak tahu siapa aku?"


"Anda akan memperoleh keterangan di kantor polisi, dan silahkan melakukan pembelaan disana juga. Sekarang ikutlah dengan kami."

__ADS_1


"Tidak ... aku tidak ... " Henry berusaha mendorong salah satu detektif itu dan mencari koleganya di kantor. Namun tubuhnya tidak kuat melawan kekuatan dua detektif ini.


"Aku akan bertemu dengan Pak Lindo terlebih dahulu."


"Kebetulan, kami dapat laporan bahwa pak Lindo tidak masuk hari ini, sehingga ada tim kami yang langsung menjemput di rumahnya. Anda bisa bertemu dengannya di kantor polisi nanti."


"Apa? tunggu, heyyy ... hey ." kali ini Henry kalah, sehingga ia menurut untuk di bawa ke mobil, hanya saja melalui jalur privasi sehingga tidak mengundang pertanyaan karyawan di bawahnya.


Dan benar saja, di kantor polisi semua menjadi pecah, karena mereka berusaha menyelamatkan dirinya sendiri.


Mereka tega saling membongkar keburukan masing-masing, saling menghina dan menjatuhkan.


Henry tidak mengetahui bahwa Inilah siasat Judika, dia masih mengira Leony lah penyebab utama semua kegaduhan ini.


Satu persatu semua kasus bahkan permasalahan yang di alami tim Okta pun terkuak akibat ulah dari Henry itu sendiri.


Hari demi hari makin banyak pihak yang kecewa dengan pimpinan Henry yang ternyata penuh dengan kebusukan.


Wahardian Grup meminta pihak media tidak menyiarkan berita ini sampai semua keputusan pengadilan di keluarkan.


Keputusan pengadilan pun akhirnya membuat beberapa direksi dan semua karyawan yang bersekongkol dengan Henry di vonis bersalah.


Dan masing-masing dari mereka mendapat hukuman dengan waktu yang berbeda-beda.


Tidak ada lagi kekuatan dan perlindungan dari pihak manapun yang mau membela tim Henry, karena mereka pasti kalah dengan pengaruh WG yang lebih besar.


Kejadian yang akhirnya terungkap yang penuh dengan rentetan bukti itu membuat kandidat CEO di perusahaan menjadi kosong sama sekali.


Okta mengundurkan diri dan kali ini Henry di tangkap atas tuduhan berbagai kasus.


Setelah seminggu waktu berlalu, akhirnya di adakan rapat darurat, dipimpin langsung oleh Pemilik utama Grup Wahardian yaitu Pak Wahardian itu sendiri.


Karena nama Okta kembali turut bersih akibat semua masalah yang ia alami adalah ulah Henry,


Hasil rapat memutuskan berbagai pihak berbalik dan memilih Okta untuk kembali menduduki posisi calon CEO.


Surat keputusan pun sudah dikeluarkan.


Judika pun segera menuju ke kantor Okta.


"Tuan ... selamat." ucapnya dengan wajah tersenyum.


"Ah ... " Okta menolak jabatan tangan Judika melainkan ia langsung merangkul Judika.


"Semua ini karenamu, aku tidak tahu harus berbuat apa untuk membayar semua ini. Kamu luar biasa Jud." ucap Okta yang masih saja merangkul sambil menepuk pundak Judika.

__ADS_1


"Ini tidak seberapa di banding saat tuan menyelamatkan hidup saya."


"Kamu sudah bekerja keras, katakan saja keinginanmu. Maka aku akan mengabulkannya kecuali satu."


"Apa itu tuan?"


"Kamu tidak aku ijinkan mengundurkan diri lagi. Aku benar-benar stress waktu itu."


Mendengar itu Judika kembali tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Wah .... aku benar-benar bersyukur mereka semua mendukungku saat ini. Ah ... bagaimana perasaan ayah, aku tidak berani bertanya padanya Jud."


"Tuan Wahardian sebenarnya sudah tahu semua ini tuan."


"Apa?"


"Ia sudah siap jika kemungkinan Henry ditangkap dan di vonis bersalah bahkan sebelum kasus penangkapan."


"Ah ... ayah ... dia pasti sedih sekali saat ini."


"Tuan ... "


"Ada apa?"


"Saat ini tinggal nyonya Wilona yang harus anda hadapi."


"Ah Benar(menghela napas) ... saat kamu menyebut namanya baru saja, disini terasa sakit." Okta menunjuk pada dadanya sendiri.


"Apa tuan benar-benar menyukai Nyonya?"


Sesaat Okta terdiam.


"Maaf tuan, jika saya lancang bertanya."


"Aku tidak bisa melupakannya Jud. Tapi aku punya Leony yang setia padaku sampai sekarang ini."


Judika terdiam, ia sebenarnya tahu hal ihwal tentang Leony, hanya saja belum semua ia mengerti kecuali Henry.


Sepertinya peran nyonya Wilona untuk membuka kedok Leony akan sangat dipakai sekarang ini.


Baiklah semoga rencanaku selanjutnya berhasil.


batin Judika.


●●●●●

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2