
Pagi itu dimulai.
Wilona sudah lebih tenang di kamarnya sendiri, dia ingin melepaskan penatnya dengan kembali bersenang-senang bersama Bobby, menghabiskan hari-harinya di Paris seperti biasa.
Terlebih lagi ini adalah hari ke tiga, hari dimana Judika akan datang ke Paris sesuai janjinya pada Wilona, ia merasa sosok Judika bisa membuatnya merasa aman dari Okta.
Namun sebaliknya, tidak seperti di kamar Okta, Okta masih saja emosi terkait kejadian semalam. Ia masih teringat-ingat perkataan dan sikap Wilona.
Seperti biasa Leony datang pagi-pagi ke kamar.
"Halo sayang." Leony menyapa.
"Iya...." pandangan Okta tidak seperti biasanya, dia segera berlalu ke ruang makan. Leony merasa ada suatu perlakuan yang tidak biasanya Okta berikan padanya.
Saat Leony berjalan masuk dia melihat tidak ada Wilona disana.
Kemana wanita itu? Apa dia benar-benar pindah kamar . batin Leony.
"Sayang, dimana Wilona? "tanya Leony.
"Semalam dia tidur di kamar lain."jawab Okta.
Gadis pintar.batin Leony.
Senyum tipis keluar dari wajahnya.
Leony kemudian tiba-tiba duduk di pangkuan Okta, tangannya ia pautkan pada leher Okta, Leony kemudian mencumbu Okta, membuat Okta lebih tenang dan pikirannya sudah tertuju pada wanita cantik di depannya.
"Seperti nya Wilona orang yang manis. Kalian bertengkar? Jangan seperti itu sayang, kasihan dia? Berbicara lembut sambil tetap melingkarkan tangannya di pundak Okta.
"Sudah aku tidak ingin bahas dia pagi ini."ujar Okta
Leony mengangkat alisnya, melihat wajah Okta, dia tidak bisa lagi menyembunyikan senyum senangnya saat itu.
"Hm ... ayo kita sarapan." Leony kemudian duduk di sebelah Okta, ia melihat sajian makanan sudah tertata rapi di meja makan dan membantunya menyiapkan hidangan di piring Okta.
Sementara mata Okta tertuju pada kursi di hadapannya dimana kursi itu biasa di pakai Wilona untuk duduk makan bersamanya di hari-hari kemarin.
Okta mengambil nafas dalam, kemudian mengalihkan pikirannya, membelai rambut Leony dan mereka saling melempar senyum.
Setelah selesai sarapan mereka kemudian keluar dari kamar, bersiap untuk menghabiskan waktu bersama lagi.
Okta melewati kamar Wilona, dia sempat mengentikan langkahnya dan menoleh ke arah kamar. Entah apa yang dipikirkan Okta sampai ia berhenti sejenak, Namun lengannya langsung di rangkul Leony dengan cepat dan kemudian mereka pergi berlalu meninggalkan koridor ruangan.
Tak di sangka Wilona ternyata sudah di lobi sendirian menunggu seseorang.
Dia berpenampilan sangat cantik saat itu, riasan tipis dan natural membuat Wilona tampak jauh lebih muda dan manis, terlebih karena busana yang di kenakan sangat cantik, ternyata busana yang ia kenakan adalah pemberian Bobby kemarin.
__ADS_1
Okta sedikit kaget melihat Wilona sudah berada disana dengan outfit yang jauh berbeda dari biasanya. Dia melihat Wilona seperti menunggu seseorang dengan menatap jendela cukup lama. Okta berjalan dan pandangannya tidak pernah lepas dari Wilona yang sedang duduk itu.
"Hai Wilona." Sapa Leony. Yang berjalan mendekatinya.
Wilona kemudian menoleh dan melihat mereka berdua datang mendekat.
Wah mereka berdua lagi, mau apa mereka mendekatiku, kursi yang lain kan masih banyak yang kosong. batin Wilona.
Namun akhirnya sapaan Leony di balas juga "Hai." Wilona menunjukkan senyumnya sebentar lalu mengalihkan pandangannya pada orang sekitar.
"Wow, aku hampir tidak menyadari itu kamu, kamu tampak berbeda dengan pakaian ini. (Leony segera duduk bersebelahan dengan Wilona sambil menyibakkan rambut di pundaknya)
Kamu sudah sarapan tadi?" Tanya Leony.
"Be-belum, nanti aku akan sarapan di luar saja." Wilona berusaha tersenyum tetapi lanjut mengalihkan pandangannya ke arah jendela.
Saat itu Okta akhirnya berani melihat Wilona.
akhirnya kamu tahu rasa, yah beginilah akibat memilih untuk tinggal sendiri, sehari tidak bersamaku? dan akhirnya kamu belum bisa sarapan, Cih dasar bodoh, dia seharusnya tinggal memesan atau langsung turun saja ke ruang makan. Benar-benar bodoh.
Tiba-tiba "Ah...aku pergi dulu." Wilona beranjak berdiri, membenarkan posisi tasnya, dan berjalan cepat saat melihat Bobby datang, kemudian ia menarik tangan Bobby untuk segera keluar.
Saat itu memang Bobby berjalan dengan santai dan hendak menyapa lalu duduk sebentar dengan mereka, namun Wilona segera mendekat dan menariknya keluar.
Okta tidak membalas salam Bobby melainkan menatap mereka berdua dengan kesal.
Tetapi setelah beberapa langkah Okta melihat mereka berdua berhenti.
Lalu Okta penasaran kenapa Bobby tiba-tiba berhenti dan menatap Wilona dari atas hingga ke bawah.
Apa yang mereka bicarakan, dan hah..kenapa dia melihat Wilona seperti itu, heyyy dasar itu tidak sopan. Batin Okta.
Tapi yang sebenarnya terjadi adalah ;
Bobby berhenti dan melihat Wilona
"Tunggu ... Wilona kamu memakai pakaian yang kubelikan kemarin?" tanya Bobby terkagum memandang Wilona.
Wilona membalas dengan senyuman sambil menganggukkan kepala. Bobby menutup mulutnya dan melihat Wilona dari atas ke bawah.
"Yowww, kamu semakin cantik Wilona."ujar Bobby bangga bahwa pilihannya tepat dan pas dikenakan Wilona.
Wilona tersenyum senang, memukul ringan lengan Bobby dan akhirnya menutup mulutnya sendiri.
"Bob, ayo kita jalan sekarang."jawab Wilona.
__ADS_1
"Dengan senang hati, wah aku merasa terhormat berjalan dengan wanita cantik seperti dirimu."ujar Bobby sambil tersenyum.
(para readers pada ikut senyum ngga bibirnya😄)
Mereka pun melanjutkan langkahnya
"Sudah Bob, kamu membuatku melambung sangat tinggi, aku takut kepalaku kena atap nanti.hahahahah" canda Wilona.
Mereka berlalu dan terlihat tertawa bahagia.
saat melihat itu Okta semakin dibuat penasaran kenapa mereka berdua terlihat seru bersama.
Apa yang mereka bicarakan ... dan kenapa wanita itu terlihat tersenyum senang ... jauh berbeda dengan yang ia perlihatkan padaku sejak semalam. batin Okta.
Leony merasa terganggu sekali dengan Okta yang tidak memperhatikan dirinya di sebelahnya.
"Sa... sayang?" Leony membelai lengan Okta.
"Hm?" Okta segera beralih pada Leony.
"Aku mau kita beli cincin couple bagaimana?"
"Cincin?"tanya Okta
"Yah, hanya untuk mengingatkan aku selama kamu kembali ke Indonesia nanti, bukankah kamu tinggal serumah dengannya?"
"Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu Leony, kamu segalanya bagiku."ujar Okta.
"Yah, aku tetap merasa perlu saja." pinta Leony.
"Hm ... Baiklah kalau itu mau mu."
Okta dan Leony juga segera meninggalkan hotel.
Berhubung tiga hari lagi Okta sudah kembali. Leony berusaha menikmati hari-harinya dengan tidak membiarkan Okta memikirkan hal lain sedetikpun selain dirinya.
flashback:
kemarin saat Okta pulang menuju kamarnya, bagian resepsionis datang menuju lift untuk menyerahkan cardlock kamar lain sesuai pesanan Okta.
Rupanya Judika benar-benar menjalankan misinya. Tapi setelah cardlock dipegang, Okta sengaja menyimpan dan tidak memberi tahu Wilona tentang kamar lain yang sudah dipesan Judika, Ia justru tetap membiarkan Wilona sekamar dengannya. Entah apa yang Okta pikirkan dengan seketika merubah niatnya sendiri.
....
Bersambung
Dukung dengan Like nya ya ❤
__ADS_1