Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Pisah Kamar


__ADS_3

"A-aku bisa pakai yang paling murah di hotel ini." Kata Wilona menantang, padahal dalam hatinya


Will.... sadar... kenapa masih menantang, kenapa malah berkata begitu...


"Hahahaha, sombong sekali kamu ya."ujar Okta mengejek.


"Aku tetap ingin istirahat di tempat tidur pak." Wilona membentak tak sadar, namun langsung terdiam melihat Okta yang menatapnya tajam.


"Kau ini memang tidak tahu terimakasih ya, betapa beruntungnya kamu bisa sampai di tempat ini, dapat kamar terbaik, fasilitas mewah, dan juga bisa sekamar denganku, bukannya sudah kubilang...." tiba-tiba kata-katanya dilanjutkan Wilona.


"Iya pak, banyak wanita di luar sana menginginkan aku menjadi kekasihnya." Wilona memotong pembicaraan Okta.


"A-apa..YAAAAKKK KAMU!!"Okta tampak kesal perkataanya dipotong oleh Wilona.


"Itukan yang mau Pak Okta katakan? saya sudah hafal sekali pak." jawab Wilona memberanikan diri sambil menaikkan sedikit kepalanya.


"waaaah." Okta menggelengkan kepala sambil tersenyum jahat.


Aku benar-benar tinggal dengan wanita gila disini.


Okta kemudian berjalan menuju rak meja, dan mengambil cardlock( kunci kamar yang berbentuk kartu) kamar lain, ia melihatnya sebentar dan langsung menyembunyikan cardlock dalam saku celananya.

__ADS_1


Okta kemudian mendekati Wilona, mereka berhadapan sangat dekat, dengan pandangan menghina dan menaikkan kepalanya Okta melihat Wilona dengan tatapan kesal.


Melihat sikap Okta, Wilona sebenarnya merasa ketakutan karena dia hanya wanita kecil di hadapannya, namun akhirnya dia memberanikan diri dengan memasang badan juga dan mendongakkan kepalanya ke atas, seolah-olah menantang Okta.


Melihat keberanian Wilona, Okta kemudian mencubit dagunya dan mengangkatnya ke atas.


 "Berani sekali kamu membentak aku ya. Kamu tidak tahu apa yang bisa ku lakukan pada tubuh kecilmu ini, aku bisa membuatmu jatuh lemas tidak berdaya saat ini juga, kamu mengerti?" ujar Okta dengan tatapan yang mengerikan.


Seketika tubuh Wilona bergetar ketakutan, jantungnya berdegup kencang, nafasnya menjadi tak beraturan, ia sadar apapun bisa di lakukan Okta saat ini, mengingat hanya ada mereka berdua di kamar.


Kemudian cubitan tangan di dagu Wilona, ia lepaskan dengan cara dijatuhkan ke samping, menyebabkan wajah Wilona juga menoleh jatuh dengan cepat. Wilona langsung menatap Okta dengan tatapan marah, ia tidak terima dengan perlakuan kasar itu, namun ia juga tak berdaya akan semua ini.


Okta kemudian mengambil cardlock dari dalam sakunya dan melemparkan ke dada Wilona, Wilona tidak siap saat itu, menyebabkan kartu itu jatuh di karpet, tepat di depan kakinya.


"Bodoh, aku juga tidak sudi tinggal sekamar denganmu. Cepat ambil dan pergi dari sini!"


"SEKARANG!!!" Okta membentak dengan keras.


Wilona segera mengambil cardlock yang terjatuh di karpet dan segera pergi membawa kopernya tanpa bicara sedikitpun. Ia menutup pintu dengan keras, berjalan keluar kamar dengan nafas berat dan berhenti setelah beberapa langkah, ia menoleh ke arah pintu.


Waaaah Dasar manusia kejam, kasar sekali, marah marah dan aku disuruh mengambil barang di lantai, terserah kamu aku tidak akan bertemu samasekali denganmu mulai besok.

__ADS_1


Wilona kembali berjalan dengan langkah kesal. Ia meneteskan air mata karena merasa terhina saat itu.


Aku bukan wanita hina, aku tidak perlu menangis gara-gara ini.


Judika cepatlah datang, aku tidak tahan lagi bersama dengannya. Tolong cepatlah datang! batin Wilona.


Setelah melihat Wilona pergi dan pintu tertutup dengan keras, Okta semakin kesal, membuka blazer panjangnya dan membantingnya ke tempat tidur.


AAAARGH *teriak*


Nafasnya terengah-engah karena dibuat kesal malam itu.


Baru kali ini ada wanita yang berani melawan, membentak dan membuatku emosi setengah mati.


Lihat saja, bisa apa kamu disini tanpa aku, besok aku buat kamu memohon-mohon, supaya kamu tahu siapa yang hebat disini. batin Okta dalam amarahnya.


Malam itu sungguh malam yang membuat mereka berdua bahkan gelisah untuk tidur, Wilona yang tidak terima menerima perlakuan kasar Okta, sedang Okta yang juga tidak terima karena tidak menyangka ada orang yang saat ini bisa berani membentaknya.


....


****Bersambung

__ADS_1


hai... jangan lupa untuk setia.memberikan tanda love dan votenya juga ya. ♡****


__ADS_2