
Hari itu Leony mampir ke sebuah pusat butik ternama untuk memberikan beberapa hasil karyanya yang sudah di pesan beberapa bulan yang lalu.
Yah selain sebagai model, Leony juga di sibukkan dengan desain baju rancangannya sendiri yang nyatanya juga laris di pasaran.
Okta merasa bangga akan kerja keras kekasihnya itu, terlebih pekerjaan kecil yang bisa di wakilkan, ternyata di tangani sendiri oleh Leony.
Siangnya mereka lalu mencari beberapa referensi untuk fashion yang sedang ia rancangkan untuk acara show tiga bulan lagi,
"Hm ... Leony, saat kau jadi istriku nanti, aku tak akan membiarkan kamu bekerja seperti ini."
"Hahaha, kenapa sayang?"
"Aku tidak tega semua kamu kerjakan sendiri, lebih baik kamu sibuk melayaniku saja nanti."
Mereka tertawa sambil berjalan bergandengan tangan.
Sampai akhirnya di siang hari mereka berfokus memasuki toko perhiasan untuk mencari sepasang cincin.
Pilihan Leony jatuh pada cincin berlian yang sangat cantik, tidak tanggung tanggung Okta memenuhi keinginan Leony sekalipun harganya bisa dibilang sangat fantastis.
Merekapun segera memakai cincin itu, Leony melingkarkan cincin pada jari Okta begitu juga sebaliknya.
Tiba-tiba saja Okta teringat akan pernikahan palsunya dan...
wanita bodoh itu, apa yang sedang ia lakukan sekarang? dan kenapa dia keluar dengan memakai baju yang tidak biasa, memangnya kalian sedang berkencan?
apa mungkin kamu sengaja mencari alasan tidur di kamar sendiri agar supaya kamu bebas tidak ada yang membatasi jam malammu?
hah lihat saja nanti kalau kamu memang benar-benar berulah.
"Okta, jangan pernah lepas cincin ini dari tanganmu. Kamu janji ya?" kata Leony membuat Okta tersadar dari lamunannya.
"Hm ... aku janji."
Mereka sangat menikmati momen itu layaknya pasangan muda yang di mabuk cinta.
__ADS_1
Sebaliknya dengan Wilona
Hari itu Bobby mengajak Wilona ke berbagai tempat yang sangat penuh dengan pesona keindahan dan tempat yang sarat akan peninggalan-peninggalan kerajaan.
Wilona sangat-sangat senang dan bersyukur bisa berkunjung ke paris yang sangat memanjakan mata.
ini adalah istana yang penuh akan peninggalan kerajaan di masa lampau.
sebuah cathedral yang sarat akan bangunan gothic
sebuah bangunan gereja di bukit yang sangat terkenal, dengan anak tangga yang panjang dan berkelok.
karena udara sangat dingin Bobby kembali mengajak Wilona ke suatu lounge bar yang terkenal di paris.
Tempatnya penuh dengan nuansa merah, karpet merah disertai lampu berwarna ungu menambah kesan elegan ruangan tersebut.
Bobby sengaja mengajak Wilona ke sana sekaligus ingin memperlihatkan keindahan malam di kota Paris. Lampu-lampu berkelap kelip tampak indah dan memanjakan mata, bahkan keindahan menara Eiffel tak kalah cantik di lihat dari dalam bar. Membuat siapa saja yang datang pasti akan betah sekali berlama-lama disitu.
"Bobby, terimakasih banyak, aku benar-benar menikmati kota Paris, disini sangat cantik dan romantis terlebih kamu membawaku dan mengenalkan semuanya.
Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi padamu."
"Wilona, bahkan masih ada lagi tempat yang akan membuatmu lebih jatuh cinta besok." balas Bobby.
Bobby tersenyum puas, dia turut senang Wilona menikmati semuanya, sejujurnya dia juga bahkan menikmati momen saat bersamanya selama tiga hari.
__ADS_1
Wilona, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu dan Okta, hanya saja saat ini aku berfikir sungguh Okta keterlaluan karena meninggalkanmu dan memilih bersama dengan Leony. Tiga hari berturut turut aku menemanimu. Aku tak menemukan sesuatu yang buruk denganmu, justru banyak hal yang aku pelajari darimu dan itu membuatku sangat tertarik padamu saat ini, sungguh aku tidak bosan kamu ada di sisiku sampai hari ini. Sejujurnya Aku yang harus berterimakasih, setidaknya aku bisa melupakan mantanku ketika aku bersamamu.batin Bobby.
"Bob?"
"Ya..." Bobby tersadar dari lamunannya.
"Menurutmu Okta seperti apa? aku ingin tahu dia dari sisimu."
"Hm ... Okta? Sebentar aku harus memulai dari mana ya.
Em ... ya, waktu itu aku memang tinggal 8 bulan di Indonesia, aku sudah belajar bahasa Indonesia jauh sebelum datang ke sana, aku mengenal Okta dari sebuah pameran karena temanku yang mengenalkanku padanya. Kebetulan dia tertarik dengan hasil desain yang aku buat, Dia memintaku mendesain rumah yang saat ini ia tempati, kami menjadi akrab sampai sekarang.
Dan ... dia orang yang punya pendirian kuat, pekerja keras, bertindak cepat, banyak orang berfikir dia terlalu kejam, tapi menurutku dia memang harus bersikap begitu, terlebih dunia persaingan dan tekanan arus yang kuat.
...
Suatu ketika aku melihat dia menjadi orang yang berbeda, itu karena harapannya tidak tercapai, tapi setelah aku mengenalnya lebih dekat aku sadar itu untuk tujuan yang baik. Aku merasa salut padanya di usia semuda itu dia sudah menjadi pengusaha yang sukses dan ternama."
Wilona dengan seksama mendengarkan.
Lalu kalau dia keras padaku tujuannya apa??
Wilona bertanya dalam hati.
...
**Bersambung
Saya berharap semua yang sakit dan berbeban berat segera dipulihkan.
...Semoga Virus Covid19 ini juga segera usai, supaya kita bisa bebas beraktivitas lagi jalani hari hari kita.Amin...
^^^**Paris oh paris ... author pengen kesana.^^^
tinggalkan jejak Like ya readers❤🌹**
__ADS_1