Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Mereka Berpisah


__ADS_3

Wilona dan Bobby akhirnya singgah di museum Louvre, museum dimana terdapat berbagai macam karya seniman terkenal di koleksi di sana.



Begitu menginjakkan kaki di depan gedung, Wilona tak kuasa menahan rasa kagumnya, matanya terbelalak takjub melihat bangunan raksasa yang megah dan berdiri kokoh.


Saking girangnya, tanpa disadari dia mencengkram tangan Bobby , Bobby yang awalnya kaget pun akhirnya ikut merasa senang melihat ekspresi Wilona yang begitu takjub akan bangunan di depannya.


"Kamu tahu? Disini terlalu luas dan terlalu banyak hasil karya yang bisa dinikmati, jadi pastinya  tidak akan cukup sehari melihat semuanya ini.


Em ... kalau begitu sementara saya ajak kamu ke bagian lukisan saja, besok kita bisa kesini lagi untuk melihat yang lain."


"Baik." Wilona tersenyum kembali, matanya tidak pernah lepas dari keindahan bangunan bersejarah tersebut.


Wilona pun segera mengeluarkan kamera pocket dari dalam tasnya, dan dengan gesit mencari lokasi bidikan terbaik.


Wah bangunan dari luar saja sudah semegah ini, apalagi dalamnya nanti.


Wilona benar-benar terpana, sampai-sampai ia tidak tahu bahwa Bobby sudah berjalan menjauh darinya.


"Wilona,  ayo masuk." Kata Bobby yang ternyata sudah berdiri dekat pintu masuk, tangannya terangkat melambai sambil memegang tiket. Wilona pun segera menyusul menghampiri Bobby.


Sesampainya di dalam.


"Wah ... apa ini?" Wilona menatap ke langit-langit.


"Bahkan di atasnya sudah penuh lukisan." Katanya kagum.



Wilona berhenti mematung, matanya memutar mengintari seluruh langit-langit di dalam gedung. Namun karena orang yang berdatangan begitu banyak disitu, Bobby memutuskan menggandeng tangan Wilona dan menariknya ke lokasi yang tidak terlalu berdesakan.



"Wil, hanya memandang lukisan saja, mungkin akan menghabiskan waktu berjam-jam disini."


"Tapi Bob, disini sangat indah, aku bahkan tidak mau beranjak dari sini."


"Hahaha, ayo katanya mau lihat lukisan Monalisa, semakin siang, semakin ramai, ayo segera kesana."


"Ah iya benar, hampir saja aku lupa lukisan legendaris itu. Eh ... sebentar (mencari sesuatu di dalam tasnya ) Bob kamu mau ini? kebetulan aku membawa sedikit coklat dan permen karet?" Wilona menawarkan permen karet pada Bobby.


"Ah... tidak terimakasih."


"Baiklah, ini benar-benar berguna untuk mengatasi rasa lapar nanti, hahahahah." Wilona pun segera mengunyah permen karet.


Dengan gayanya mengambil berbagai gambar dari kamera mini nya, sambil mengunyah permen karet. Wilona tampak santai sekali menikmati liburannya.


Biasanya wanita yang bertemu orang asing pertama kali akan merasa canggung atau justru lebih elegan untuk menampilkan sisi terbaiknya di depan orang, tapi kamu ... wanita seperti apa kamu Wilona?


Kamu justru sangat santai dan apa adanya, aku bahkan tidak menyangka istri seorang yang paling kaya berpenampilan sederhana seperti ini, bahkan asik sendiri seperti menikmati duniamu, memang benar-benar wanita yang unik. Lalu kenapa Okta saat ini justru memilih Leony di sisinya.


Pasti ada sesuatu di antara kalian bertiga. Ah ... sudahlah, yang penting saat ini aku bersenang-senang saja.


Bobby pun diam-diam terpana melihat Wilona di sisinya yang justru asik sendiri, dia merasa Wilona berbeda dari wanita yang biasa ditemuinya.


Sambil menikmati berbagai macam karya seni di museum Wilona dan Bobby semakin akrab, mereka tertawa bersama, bercanda bersama tak terasa mereka menghabiskan waktu sampai sore di museum.

__ADS_1


"Ah ... Wilona, ini sudah sore, kita harus cari makan dulu lalu malamnya bisa menikmati menara Eiffel."


"Benarkah? (Sambil melihat jam) ah ... sayang sekali aku masih ingin melihat yang di sana, waktu cepat sekali berlalu yah." Dengan muka sedih.


Bobby tersenyum melihat ekspresi polos Wilona


"Saya sudah bilang, bahkan sehari saja kita tidak cukup menikmati keindahan museum ini. Besok kita bisa kesini lagi."


Wilona mengatupkan kedua tangannya seperti orang yang memohon dan meletakkan di depan mulutnya, "Ah ... Bobby maaf ya, aku benar-benar ingin kesini lagi, tapi sepertinya aku akan merepotkanmu lagi."


"Hey, Wilona kenapa minta maaf? Hahaha tenang saja, dengan senang hati aku akan menemanimu."


"Kamu tahu Wilona, aku adalah seorang arsitek, aku punya banyak waktu luang, proyekku baru di kerjakan bulan depan, dan kalau proyekku sudah jalan, bahkan tidurpun aku tidak nyenyak, jadi hari-hari ini aku benar-benar bisa santai dan bersenang-senang, terlebih ada kamu disini."


Wilona memiringkan kepalanya sambil tersenyum mendengar penjelasan Bobby membuatnya tampak imut dan semakin manis saat itu.


"Ayo sekarang kamu harus mencicipi makanan terenak disini, setelah itu kita bisa lanjut ke menara Eiffel."


Wilona menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Sedang sebaliknya bagi Okta dan Leony,


Mereka justru menghindari keramaian kota.


Mereka memilih melaju ke pantai sambil menikmati keindahan alam dan momen air laut pasang yang terkenal disitu.


Pantai Sillon yang berlokasi di St. Malo, membutuhkan waktu 4 jam perjalanan dari kota.


Perjalanan yang panjang membuat mereka hanya menikmati pantai sepanjang hari.


Momen yang sangat tepat, karena kebetulan di pantai Sillon pada hari itu tidak banyak orang yang datang berkunjung.


"Apakah wanita itu punya pacar?" tanya Leony


"Em ... kalau tidak salah Judika pernah bilang, dia memutuskan pacarnya sebelum menikah."


"Kamu tahu Ony, bagaimana rasanya aku berjalan di pelaminan bersamanya?


Leony menoleh ke belakang mencoba mendengarkan dengan seksama.


"Aku seperti mencoba ingin segera bangun dari mimpi buruk."


"Hahahahah, bagaimana dengan wanita itu?"


"Dia sama saja, saat itu aku mencengkram tangannya dengan sangat keras, dan dia membalasnya juga, huh ... berani sekali dia melawanku. sekalipun begitu kita harus sama-sama tersenyum di depan banyak orang. Aku benar-benar membenci momen itu, aku malas dan aku sangat muak sekali saat itu."


Leony hanya tersenyum senang mendengarnya. Sambil menyandarkan kepalanya di pelukan Okta.


"Kalau begitu lupakan saja." Lanjut Leony.


"Apa?"


"Lupakan dan segera bangun dari mimpi buruk itu, karena nanti ... ya nanti, aku yang akan berjalan di pelaminan yang nyata bersamamu."


Leony membalikkan badan, membuatnya langsung berhadapan dengan Okta.  Dan mereka bercumbu di sana.


"Ony ... (Okta kemudian berhenti dan menatap Leony dari dekat), aku tidak sabar menunggu waktunya tiba." Mereka berdua saling melempar senyum dan kembali bercumbu ditemani tiupan angin pantai yang berhembus ringan dan burung pantai yang terbang kesana kemari.

__ADS_1



Matahari sudah mulai bersembunyi saat itu, dan ombak sudah mulai pasang. Okta dan Leony memutuskan untuk makan di sebuah kafe dekat pantai. Lalu kembali duduk bersantai di pinggiran jalan sambil menikmati angin pantai.


Okta kemudian melihat jam tangan.


"Sebentar lagi kita pulang ya."


"Pulang?"balas Leony


"Aku mau tetap disini bersamamu. Kamu mau kita  kesana?" Menunjuk hotel yang lokasinya masih berdekatan dengan pantai.


Okta membelai rambut Leony dengan lembut, kemudian mengecup keningnya.


"Kamu tahu kan, aku tidak berani lebih dari itu. Aku akan menjaga harga dirimu dan kehormatanmu sampai saatnya tiba nanti."


Mendengar itu, Leony tersenyum memandang Okta, kemudian memeluk disampingnya namun senyum Leony lama-lama memudar.


"Kalau kita kesana, aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya mengontrol diriku sendiri."


Ony pun menganggukkan kepala kemudian mereka berlalu meninggalkan St.Malo.


...Menara Eiffel...


"Waaaaah Bobby ini indah sekali ini."


"Terlalu cantik dan romantis bukan?"


"Iya." Sambil menganggukkan, buru-buru Wilona mengambil kamera namun mengurungkan niatnya.


"Em ... sepertinya ada larangan mengambil foto menara, benarkah itu?"


"Ya, kamu benar, kamu juga tahu info tentang itu? Untuk malam hari kita hanya diperbolehkan menikmatinya saja. Besok saya akan ajak kamu ke taman, jadi kamu bisa ambil foto dari situ."


"Bobby terimakasih."ucap Wilona sambil tersenyum


"Dan kamu sudah mengucapkan itu berkali-kali Wilona."


"ya, biarkan saja, aku benar-benar merasa senang hari ini, semua ini berkatmu."


"Saya juga menikmati hari ini berkatmu Wilona."


"Tapi Bob, berhubung ini sudah malam, sepertinya aku harus balik ke hotel sekarang, aku takut Okta menungguku."


"Kamu tidak mau makan malam?"


"Tidak, aku makan di hotel saja."


"Baiklah kalau begitu kita bisa pulang sekarang."


Akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang kembali penginapan masing-masing.


....


Bersambung


Bagaimana Wilona dan Okta menjalani hari-harinya di Paris?

__ADS_1


Tunggu kisah selanjutnya ya ^^


... eiitss jangan lupa vote dan like juga. Terimakasih banyak


__ADS_2