
Jam menunjukkan pukul 06.15 WIB. Dio baru selesai mandi dan segera berganti baju di ruang ganti.
Tiba – tiba dio berteriak kencang. “aaaaaa..!!” veno yang mendengar teriakan dio itu langsung lari menuju
ruang ganti. “ceklek – ceklek..!!” veno mencoba membuka pintu ruang ganti, “ada apa di..?? lu kenapa..??”
Veno yang semakin gelisah, kemudian menggedor – gedor pintu yang tengah terkunci dari dalam itu sambil tetap berusaha memanggil dio. “lu gak papa kan di..?? jawab woiii..!!”
“ceklek..!!” pintu ruang ganti pun terbuka.
Dengan ekspresi kesal, dio menunjukkan ponselnya kepada veno. “nih liat..!! foto kita di bandara tadi malem jadi bahan pemberitaan dan gosip di media sosial”, “apalagi komenan dari fans lu yang semua kata – katanya pedes.!! sakit mata gua ngebaca nya..!! dio terus mengomel.
Veno meraih ponsel dio. Sekilas ia melihat foto yang tengah menjadi bahan pemberitaan itu.
“nih..!!” setelah melihat berita mengenai dirinya dan juga dio, veno pun mengembalikan ponsel itu dengan santai.
Melihat veno yang santai, dan tak bereaksi sedikitpun setelah membaca berita tranding mengenai mereka, dio pun berkata ketus pada veno “lu kok santai banget sih..?", "harusnya lu ngehapus gosip ini dong pake uang..!"
"kan lu kaya.!!” Dio terus mengomel. Mendengar ocehan dio yang tak ada putusnya itu, veno pun menjawab,
“tuh foto gak keliatan muka lu kan..?? lagian ini juga bukan gosip. Lu kan emang istri gua!! Ngapain gua harus
keluarin uang buat hal gk penting kayak gini..!!” mendengar jawaban veno itu, dio pergi dengan ekspresi yang kesal.
Sampai di gerbang sekolah, dio berjalan pelan menuju kelas.
Dio terlihat kesulitan dan menahan beban buku paket yang sedang ia bawa. Tiba – tiba seseorang berjalan tepat disampingnya. Dio yang penasaran itu menoleh ke samping. Ternyata orang itu adalah kevin.
“pagi di.!.” kevin menyapa dio sambil mengambil tumpukan buku paket di tangan dio. Dio yang tak lagi membawa banyak buku itu akhirnya bernafas lega. “pagi juga vin.!” Jawab dio. Karena dalam waktu dekat ini dio akan mengikuti Olimpiade Matematika tingkat nasional, dio selalu pulang dan pergi dengan membawa buku paket yang begitu banyak jumlahnya.
Dalam perjalanan menuju kelas, dio mendengar
__ADS_1
banyak murid sedang membicaran gosip yang paling hot, yakni gosip yang berjudul “pengusaha muda veno sebastian tertangkap kamera sedang bersama seorang gadis di bandara”. Sekilas, dio mendengar percakapan mereka, “dasar tuh cewe siapa sih, pasti tuh cewe ganjen banget deh ke veno..!! telinga dio memerah, merasa
pokok pembicaraan mereka adalah dirinya, dio mempercepat langkah kakinya menuju kelas, hingga kevin tertinggal lumayan jauh di belakangnya. Kevin yang sudah mengetahui dari awal bahwa dio lah wanita dalam gosip itu, ia memilih untuk berpura – pura tidak tau. Kevin yang juga mendengar perkataan buruk mengenai dio itu langsung berkata dengan nada keras kepada sekumpulan murid yang tengah bergosip asik itu, “sekolah tempat belajar, bukan tempat ngebacotin gosip gak jelas kayak gini..!!” sekumpulan murid yang sedang bergosip itu langsung
bubar.
Sesampainya di kelas, indah yang juga penasaran dengan gosip itu berbisik pelan pada dio.
“yang di foto itu, lu sama pacar lu kan di..?” “dio pun berbisik balik kepada indah. “iya..!! jangan sampai anak – anak
yang lain tau.!” “iya tenang aja..!!” saut indah. Karena hanya indah, kevin, dan rino saja yang mengetahui wajah pacar dio dengan jelas, dio merasa tak begitu kawatir. Kevin yang membawa buku dio itu tiba di kelas.
“nih bukunya di..!!” kevin meletakkan buku yang ia bawa di meja dio. Dina yang terus menerus memergoki perlakuan istimewa kevin kepada dio itu terlihat kesal. Ia hanya bisa menahan amarahnya yang begitu membara dalam hatinya. Bagai bom waktu yang entah kapan bisa meledak, dina hanya mewanti – wanti dio dari dalam
batinnya. “awas aja lu di.!! tunggu waktunya tiba, gua bakal bikin lu jadi orang yang menyedihkan dan bahkan malu buat dateng ke sekolah.!!”
Di samping itu,
Veno memasuki area lobi, dan berjalan bersama riko menuju lift.
Riko adalah pria tinggi tegap yang usianya seumuran dengan veno, dan bekerja sebagai asisten sekaligus menjadi tangan kanan veno. Dan sudah hampir 4 tahun ini riko menemani veno dalam suka maupun duka.
Entah hal apa yang telah dilakukan veno terhadap riko, hingga membuat riko begitu totalitas dan sepenuh hati dalam bekerja untuk veno. karena hasil kerja riko yang tak pernah mengecewakan, dan dengan sikapnya yang setia, membuat veno begitu mempercayai riko.
Dalam perjalanan menuju lift, veno begitu menarik perhatian para karyawannya.
Hampir semua karyawannya mencuri pandang terhadap veno, yang tak lain adalah atasannya itu.
Terlihat beberapa orang sedang berbisik sambil melirik ke arah veno.
Veno dan riko sampai di depan pintu lift. Tepat di depan mereka, terlihat dua wanita yang juga menunggu pintu lift
__ADS_1
terbuka, sedang bergosip asik. “siapa sih tu cewek..? sampai bisa ngajak ketemu malam – malam gitu sama pak veno.!” “pasti tuh cewek ganjen deh sama pak veno.!” “pasti tuh cewek bukan cewek baik – baik deh..!!”. Mereka berdua saling saut menyaut. Mereka masih belum menyadari, bahwa atasan yang tengah ia gosipkan itu sedang berada di belakangnya. Riko melirik ke arah atasannya yang terlihat kesal itu. Telinga veno memerah, rasanya sudah tak kuat ia mendengar orang lain berbicara buruk tentang istrinya. Ia pun berkata pada dua wanita itu
dengan suara yang keras, “kalian berdua..!!” “berani sekali kalian ngomong seperti itu.!! saya tunggu kalian di ruangan kerja saya..!!”
Setelah ketahuan bergosip dan berbiacara buruk mengenai istrinya, veno mengambil tindakan pemecatan kepada dua wanita itu. Setelah kejadian pemecatan itu, tak ada satupun karyawan yang berani bergosip di kantor. Mereka takut nasip mereka akan sama seperti dua wanita itu. Mengingat bahwa perusahaan veno adalah salah satu perusaan IT terbesar dengan taraf Internasional, dan tidak mudah bagi seseorang untuk bekerja di perusaan
yang veno pimpin. Butuh kecerdasan dan kemampuan yang tinggi untuk berkerja di bawah naungan perusahaan yang veno pimpin.
Selain menjabat sebagai Direktur di perusahaan IT terkemuka itu, veno juga memili banyak bisnis lainnya yang
berkembang dan akhirnya sukses di tangannya. Beberapa bisnis veno antara lain, kepemilikan pusat perbelanjaan ataupun mall, pemilik beberapa bangunan mewah di pusat kota, dan beberapa produk milik veno yang sudah terkenal dan dipakai oleh masyarakat umum hingga para selebriti. Tak heran, banyak wanita yang tengah mengincar veno untuk dijadikan sebagai pasangan. Salah satunya yakni lovita. Selebriti papan atas yang tengah menjadi Brand Ambasador salah satu produk milik veno.
Veno yang tengah sibuk menganalis berkas – berkas di kantor kerjanya itu melirik ke arah jam tangan yang dipakainya. Terlihat waktu sudah memasuki jam makan siang. “mungkin dio lagi makan siang di kantin nih.!”
Veno berkata pada batin. “apa gua telfon aja ya.?” Veno terlihat bimbang. Akhirnya ia memutuskan untuk melakukan panggilan video pada dio. “ tuutt..! tuut..!!”. telfon belum juga di angkat.
Tiba – tiba wajah dio mulai terlihat, “hemmm” dio berdehem sambil mengunyah makanan di mulutnya.
Veno yang menyadari istrinya yang begitu lucu itu hanya tersenyum manis. Melihat veno yang hanya tersenyum tanpa berkata itu, dio segera menelan makanan yang ada di mulutnya. “ada apa..?” dio berkata ketus.
Lagi – lagi veno tak memberi jawaban. Ia hanya tersenyum kepada dio. “apa’an sih.!! lu sakit ya..?, jangan – jangan
lu udah stress..??”
mendengar perkataan dio yang cuek itu, veno menjawab, “lihat di dompet lu..!!”
Tanpa menjawab, dio segera membuka dompetnya. Matanya terbelalak, alangkah kagetnya ia menemukan sebuah “Black Card” yang terselip dalam dompet hitam miliknya. “ini punya lu..?” dio bertanya, sambil menunjukkan Black Card yang dipegangnya itu. “kalau mau belanja pakai aja kartu itu.!! Inget, belanja secukupnya aja..!!! jawab veno. “dengan senyum yang berseri – seri, dio mengangguk dengan bersemangat.!!” Melihat dio yang begitu bersemangat, veno pun mengakhiri panggilannya.
.
“tok.. tok.. tok..” terdengar suara ketukan pada pintu kantor kerja veno. “masuk..!!” veno berkata datar.
__ADS_1
“ceklek..!” pintu ruang kerja veno mulai terbuka. Seorang wanita muda dengan paras yang cantik muncul dari balik pintu. Tanpa segan, ia pun masuk ke dalam ruang kerja veno.