
“bik susi, ada apa.??, mama kemana bik.??, papa gimana keadaannya bik.??”
Dio terlihat cemas menunggu jawaban dari bik susi. “anu,, nona..!!, ee.!!” Bik susi menjawab dengan terbata - bata, dan kini ia terdengar seperti sedang menahan tangis. “tuan di rawat di ruang ICU, dan nyonya sekarang masuk UGD kondisinya kritis.!!, huhuhuuu..!, huhuhuuu,!” karena bik susi tak dapat membendung kesedihannya, tangis bik susi pun pecah. Dio yang mendengar ucapan bik susi dengan seksama itu nampak syok berat.
Bagaikan tersambar petir, mata dio terbelalak seketika. Kedua tangannya bergetar hebat, dan akhirnya ponsel yang
dipegangnya itu pun terjatuh membentur lantai. “prraakkk..!!.”. dengan kedua kaki yang juga bergetar hebat,
dio berusaha menguatkan kakinya dan berlari ke arah luar sekolah.
Karena banyak murid yang sudah masuk ke dalam kelas, tak banyak murid yang tahu, jika saat ini dio tengeh berlari sambil meneteskan air matanya. Melihat dio yang menangis sambil berlari, kevin yang baru datang
dengan mengendarai motor sport nya itu pun berhenti tepat di depan dio. “dio kamu kenapa.??”, melihat wajah wanita yang ia sukai penuh dengan air mata, hati kevin ikut ter’iris. Mata kevin mulai berkaca – kaca.
“kamu mau kemana di.? Biar aku anterin.!!” Kevin menawarkan diri. Dengan terbata – bata karena menahan
tangis, dio pun menjawab “A, an.terin ak.ku ke ru,rumah sakit vin.!!”
Untuk pertama kalinya bagi kevin, ia bisa membonceng seorang wanita di jok belakang motor sportnya.
Dan lebih bahagianya lagi, wanita yang tengah di bonceng kevin saat ini adalah dio, wanita yang begitu ia sukai. Dio melingkarkan kedua tangannya dengan posisi sabuk, dan menyentuh perut kevin yang rata itu.
Kepala dio yang terasa berat dan sedikit pusing itu ia sandarkan pada pundak kevin. Karena badannya yang lemas, dio menyandarkan badannya pada pada punggung kevin. Bukan hanya mepet, tubuh mereka berdua bisa dikatakann melekat satu sama lain. Hampir tak ada celah pada posisi mereka saat ini. Kevin merasa begitu bahagia bisa dalam posisinya saat ini, dan berharap waktu bisa berhenti di antara mereka.
Motor sport kevin melaju kencang melewati
jalanan yang ramai. Begitu terpukulnya dio, hingga di sepanjang perjalanan
menuju Ruma Sakit, dio tak henti – hentinya menangis. Perjalanan mereka pun
__ADS_1
terhenti di sebuah Rumah Sakit besar yang berada di pusat kota. Dio segera
turun dari boncengan kevin, dan segera berlari masuk ke dalam Rumah Sakit.
Kevin pun segera memarkirkan motornya dan berjalan mengikuti dio dari belakang.
Dio sampai di depan ruang UGD. Ia melihat bik susi sedang berdiri tegang dengan raut wajah sedih memandang dari luar jendela ke arah dalam. Terlihat beberapa Dokter dan perawat sedang melakukan tindakan pada seorang pasien wanita. Salah satu dokter melakukan tindakan CPR, dan satu orang lainnya memberikan bantuan pernafasan menggunakan ambu bag. Sampai akhirnya, semua tindakan mereka dihentikan. Dio yang baru datang itu menghampiri bi susi dengan penuh air mata. Salah satu Dokter yang menagani wanita itu keluar dari ruang UGD menuju dio dan juga bik susi. Dengan menghela nafas panjang, dokter itu berkata “kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun takdir Tuhan berkata lain. Dengan ini, Nyonya Rina usia 48 th kami
nyatakan meninggal dunia pada pukul 07.25 WIB.
Dio yang baru tiba dan mendengar berita duka itu menangis sejadi – jadinya.
“ma, ma..??,”, “gak mungkin ini terjadi sama mama..!!”, enggak mungkiiiinn..!!!”, “mama...!!!., huhuhu,,!!”,
“bik, ini bohong kan..??”, “huhuu..!!” Bik susi yang ikut merasa kehilangan atas kepergian majikan yang sudah ia anggap sebagai keluarga itu, hanya bisa menagis sedih. Kevin yang melihat adegan menyedihkan di depannya itu tak dapat menahan air matanya. Hati kevin bagai disayat – sayat, melihat orang yang disukainya itu
Veno yang baru datang dan ikut mendengar ucapan salah satu dokter itu ikut kaget dan seakan tak percaya. Dalam hati, veno menyalahkan dirinya. “gua gagal nolong keluarga lu di.!! orang tua lu mendadak sakit, dan akhirnya mama lu pergi untuk selama – lamanya.!!”, “Dan itu semua gara – gara gua di.!!” Veno merasa benci dengan dirinya sendiri. Dengan kedua tangan yang gemetar, veno berjalan mendekati dio. Ia membungkukkan
badannya pada dio yang tengah histeris dengan posisi terduduk. Veno segera memeluk dio yang masih histeris itu. Dio yang tak berdaya dengan kondisinya saat ini hanya bisa menangis.
Tak mudah bagi kevin melihat wanita yang ia sukai itu dipeluk oleh laki – laki lain di depan matanya.
Namun memang sebenarnya kevin sudah tahu dari awal jika mereka berdua sudah diam – diam menikah.
Namun tak mau menerima kenyataan, kevin ingin tetap berada disamping dio, sebagai apapun itu, dengan status apapun itu, yang kevin inginkan hanyalah tetap bersama dio, dan menemani dio dalam situasi apapun.
Begitu banyak papan ucapan bertuliskan bela sungkawa di halaman rumah dio. Rumah dio yang biasanya sepi, kini penuh dengan tamu yang sedang melayat. Dio yang masih larut dalam kesedihan itu hanya duduk termenung di samping para pelayat. Terlihat indah, kevin dan teman satu kelas dio juga hadir untuk mengucapkan
bela sungkawa ke pada dio. Terlihat veno yang hadir dan ikut menemani para pelayat untuk berbincang.
__ADS_1
Akhirnya pemakaman mama dio sudah selesai di lakukan.
Semua tamu yang hadir itu akhirnya berpamitan pulang satu persatu. Rumah dio yang awalnya ramai pelayat itu, kini hanya tersisa keluarga inti dan teman dekat dio saja. Veno yang sedari pagi menemani para pelayat untuk
berbincang itu, kini bisa bernafas lega. Melihat kodisi rumah dio yang sudah sepi, kevin dan indah memutuskan untuk berpamitan pulang. “di, gua pulang dulu ya..!!, jaga kesehatan lu..!, kalau lu butuh bantuan, jangan sungkan hubungi gua.!” ucap kevin pada dio. “sayangkuh tetep kuat yah.!! gak boleh sedih lagi.!! gua dan kevin pasti bakal selalu ada di samping lu.!!” Ucap indah sambil memeluk dio. “iya.!!, makasih ya kalian udah selalu ada di samping
gua.!!” Dio menjawab dengan pelan.
Kini rumah dio menjadi lebih sepi lagi.
Papa veno dan beberapa anggota keluarganya lainnya juga sudah kembali pulang ke rumah masing – masing. Yang tersisa sekarang hanyalah dio yang ditemani veno. Dio masih termenung sedih sembari duduk di atas kursi. Menyadari jika dio yang belum makan seharian, veno berinisiatif mengambilkannya makanan. Sembari membawa
piring dengan nasi dan lauk di atasnya, veno duduk di sebelah dio. “ayo makan dulu.!!, kamu belum makan
seharian.!, nanti kamu sakit.!” Ucap veno kepada dio sambil berusaha menyuapi dio yang tengah termenung itu. Sambil menggelengkan kepalanya, dio berkata “aku belum laper ven.!!”
Melihat penolakan dari dio, veno meletakkan piring berisi makanan itu di atas meja.
“took.!!, took..!!, took.!!” Terdengar dari tempat dio dan veno duduk, seseorang tengah mengetuk pintu rumah dio. Veno berdiri dan segera membukakan pintu rumah dio yang tengah tertutup itu. “silahkan masuk.!!” Veno mempersilahkan tamu itu masuk. Terlihat dua orang laki – laki masuk ke dalam ruang tamu dio. ia adalah om jonathan, yakni orang kepercayaan papanya. Namun dio tak mengenali siapa laki – laki yang datang bersama om jonathan itu.
“dio, maaf jika ini bukan waktu yang tepat bagi om, untuk menyampaikan berita penting mengenai aset maupun perusahaan milik papa kamu.!!”, “dan om yakin, kamu mungkin kurang menyukai pembahasan kita kali ini.!, tapi ijinkan om tetap menyampaikannya!!”, sebelumnya on kenalkan, ini adalah om indra. Dia adalah seorang notaris. Om jonathan memulai pembicaraan pada dio. “baik om.!!, silahkan.!!” Dio meng iyakan.
“dio,!! sehubungan dengan terjadinya pergolakan pasar modal dan terjadi ketidak seimbangan pada perusahaan papa kamu, dengan ini perusahaan yang telah papa kamu rintis itu resmi bangkrut.!!”. “semua aset tanah dan bangunan milik papa kamu, termasuk rumah ini akan segera disita oleh pihak BANK. Dan rumah ini akan di sita oleh pihak BANK dalam jangka waktu 3 hari kedepan.!”.
“Untuk pengobatan papa kamu yang masih belum sadar di Rumah Sakit, karena perusahaan yang telah bangkrut, pihak asuransi tidak mau menanggung biaya perawatan papa kamu”, “jadi kamu harus membayar secara mandiri”. “dan berita terakhir, yakni mengenai 1 perusahaan yang tengah berkembang milik papa kamu yang diambil alih
oleh om dan tante kamu secara paksa “om berharap kamu cepat dewasa, dan bisa mengambil alih perusahaan yang telah mereka rebut itu.!!”.
“dan ada satu usaha yang untungnya om dan tante kamu belum ketahui. Papa kamu baru – baru ini membangun usaha di bidang pangan.!, sudah mulai berkembang, hanya membutuhkan suntikan dana saja” Dan om sendirilah yang sementara ini mengurusinya. Namun mulai malam ini, om akan menyerahkan usaha itu pada kamu, di depan notaris.”
__ADS_1