Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Mengantuk


__ADS_3

  Karena tarikan tangan veno yang begitu kuat, badan dio pun jatuh menimpa sebagian badan veno. Dengan bagian dada dio yang menempel pada lengan veno, dan tangan kanan dio yang sigap mendarat tepat di pundak veno, dan yang paling mengherankan bagi dio, tangan kirinya bisa mendarat dengan sempurna tepat diantara dua paha veno yang terbuka. Dengan setengah berpelukan, mereka berdua begitu dekat satu sama lain. Sungguh posisi yang sanggup menggugah hawa nafsu veno. Dengan perlahan, veno melepaskan tangannya dari lengan dio, dan melingkarkan tangan kirinya tepat di pinggang dio. “ven, lu lagi nyetir.!!” Ucap dio dengan suara pelan dan terbata – bata. “cium dulu, baru gua lepasin.!!” Ucap veno sembari mencoba menggoda dio. Mendengar ucapan veno, dio tak berani menjawab maupun bergerak. Tubuh dio terasa kaku, dan nafas dio berhembus lebih cepat dari sebelumnya.


  Melihat istrinya belum juga memberikan jawaban maupun ciuman untuknya, veno menarik pinggang dio agar tubuh dio lebih dekat lagi dengan tubuhnya. Tiba – tiba “muaah.!!” Dio mengecup pipi veno dengan cepat.


“udah cepet lepasin.!!” Dio merengek pada veno agar segera melepaskan tangannya. “deeggg.!!” Jantung veno terasa berdetak lebih kencang lagi. Veno pun segera melepaskan tangannya dari pinggang dio, dan fokus mengemudikan mobilnya sembari terus tersenyum dengan wajahnya yang memerah. Merasa telah mencium veno duluan, dio merasa malu. Dan mengalihkan wajahnya ke arah luar jendela, dan sengaja menghindari tatapan veno sepanjang perjalanan menuju rumah. Melihat tingkah lucu istrinya, veno pun tak kuasa menahan tawanya, “hahaha.!!”.


  Akhirnya mereka sampai di rumah.


  Dio segera turun dari mobil dan berjalan keluar dengan langkah yang tergesa – gesa meninggalkan veno yang masih berada di dalam mobil. Tanpa berani menatap veno, dio pun berjalan dengan cepat, agar segera sampai di kamarnya. Dari halaman rumah hingga melintasi ruang keluarga, dio terus menggerutu heboh sembari menepuk – nepuk pipinya dengan kedua tangannya. Nampak bu ani dan pak anton yang tengah berada di dekat dapur itu memandang heran ke arah dio. “kenapa nyonya dio keliatan aneh gitu ya.???” Ucap Bu Ani pada pak anton penasaran. “paling – paling juga di goda sama tuan.!!” Saut pak anton sembari tersenyum.


   Dio akhirnya tiba di dalam kamar, dan segera melompat ke atas tempat tidur dengan keras. Dio mengepalkan kedua tangannya dan membuka mulutnya lebar – lebar seakan ingin berteriak dengan lantang. “aaaaaaaaaaaa.....!!!!!!!” dio pun berteriak tanpa suara. Ia sengaja menahan suaranya agar tak keluar dan tetap tinggal di dalam tenggorokan. “hilang sudah kesucian bibir gua.!!! mana gua yang nyosor duluan lagi.!!” Ucap dio dengan penuh penyesalan, sembari meninju seluruh bantal yang ada di depannya saat ini. “goblok banget sih gua.!, harusnya kan cowok dulu yang nyosor.!!, kenapa gua tadi gak minta veno buat nyosor duluan ya.?” Dio terus berucap penuh penyesalan dan kekesalan. Hingga malam tiba, dio merasa malu itupun terus berusaha menghindari veno.


  Ke esokan paginya.


  Dio keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan untuk segera sarapan. Nampak dari wajah dan gerak gerik dio saat ini ia tengah lesu dan tak bertenaga. Kedua mata dio nampak berkantung dengan warna coklat kehitaman. Bisa ditebak, tadi malam dio tak bisa tidur dengan nyenyak. Hari ini dio telah kehilangan semangat paginya.

__ADS_1


Bahkan untuk mengunyah makanan di mulutnya pun, dio nampak malas. “nyonya sedang sakit.?” Bu Ani bertanya dengan penasaran. “enggak kok!, aku baik – baik aja.!!” Saut dio dengan suara yang pelan.


  Setelah selesai sarapan, dio segera bersiap untuk berangkat ke sekolah. Melihat sekeliling kanan maupun kirinya, dio belum melihat batang hidung veno. “veno kemana ya.?, apa udah berangkat ke kantor.?” Dio berkata pada batin dengan penasaran. Melihat istri tuannya tengah celingak – celinguk ke kanan maupun ke kiri, Bu Ani sudah bisa menebak, jika saat ini dio sedang mencari keberadaan suaminya. Bu Ani pun berkata “tuan sudah keluar dari tadi pagi nyonya.!!”. “ohh, iya .!!” saut dio dengan nada yang sedikit kecewa. “bisa – bisanya veno keluar dengan santai, sedangkan gua semalaman gak bisa tidur nyenyak, gara – gara kepikiran tragedi penyosoran itu.!!” dio menggerutu dalam batin, sembari menguncir bibirnya ke depan.


  Di atas jembatan tak jauh dari perumahan tempat veno tinggal, nampak seseorang tengah berdiri sembari berteriak lantang seakan melepas segala emosi yang sedang ia pendam.


“aaaaaaaaa..!!!!”, “aaaaaaaaa.!!!!” Teriakan yang penuh emosi itu menunjukkan jika orang tersebut memiliki masalah yang tengah mengganggu pikirannya. Ternyata pria yang berteriak lantang itu adalah veno.


Hampir semalaman mata veno terjaga karena tak bisa tidur, dan pikirannya terus terbayang akan kejadian kemarin siang yang ia alami bersama dio. Veno adalah pria dewasa normal yang memiliki hasrat terhadap wanita.


  Di kelas.


  Setelah kegiatan pembagian raport kemarin, seluruh murid kelas 2 telah resmi menjadi murid kelas 3.


Kelas mereka pun pindah, dengan lokasi yang stategis di dekat lapangan bola basket, dan tak jauh dari kantin sekolah. Dio pun memilih tempat duduk yang lokasinya sama persis dengan lokasi kursinya saat masih duduk di kelas 2. Dio yang tengah mengantuk berat itu meletakkan kepalanya di atas meja, dan hampir saja tertidur.

__ADS_1


“hai di.!!” kevin menyapa dan menghampiri dio dengan senyum yang terukir di bibirnya. “oh, hai vin.!!!, hoaaamm.!!” Dio menjawab sapa’an kevin lalu menguap dengan keras. “kamu sakit.?” Tanya kevin dengan penasaran.


Dio yang lesu itu tak menjawab, hanya menggelengkan kepalanya. “emm, kamu ngantuk.??” Kevin bertanya dengan berbisik. Lagi – lagi dio tak menjawab dengan suara, namun mengangguk untuk meng iyakan.


“pfftt, hahahah.!!” Kevin tak bisa menahan tawanya. Kevinpun mendekatkan badannya, dan berbisik pelan pada telinga dio “ayo gua anter ke UKS.!, lu bisa tidur di UKS dulu sebentar.!, nanti kalau udah gak ngantuk lu balik ke


kelas.!!” Ucap kevin pelan. “apa boleh kayak gitu.??” Saut dio dengan suara yang pelan dan lemas. “boleh.!!, ayo gua anter.!!” Saut kevin.


  Seakan tengah merasakan sakit pada tubuhnya, dio berjalan dengan lemas dan sempoyongan. Karena matanya yang benar – benar tak bisa diajak kompromi, dio berjalan sembari setengah merem dan setengah melek.


Dalam perjalanan menuju UKS, dio dan kevin bertemu dengan Bu Ita yang hendak mengajar di kelas mereka. “kalian mau kemana.?” Bu Ita bertanya penasaran. “dio sakit, mau ke UKS.!!” Jawab kevin singkat dan cuek.


“oh iya, sehabis mengantar dio, kamu segera balik ke kelas ya.!!” Ucap Bu Ita dengan ramah pada kevin. Namun kevin tak memberikan jawaban, dan malah memandang sinis ke arah guru fisika itu. Seketika guru fisika itu terdiam tak berani untuk menjawab apalagi untuk memarahi kevin. Ia pun memutuskan untuk segera pergi meninggalkan


kevin dan juga dio. Karena seluruh guru di sekolah mengetahui status kevin yang begitu luar biasa, bahkan kepala sekolah pun bukan apa – apa di mata kevin, apalagi serang pengajar biasa seperti Bu Ita.

__ADS_1


  Sesampainya di UKS, dio segera merebahkan dirinya di atas bed untuk segera tidur. Dalam hitungan detik, belum sempat dio menarik selimut, ia telah tertidur  dengan pulas dan sesekali mengorok pelan. Melihat dio yang sedang tidur tanpa selimut, kevin pun berinisiatif menutupkan selimut tersebut pada tubuh dio. Saat ini kevin tengah duduk di kursi, tepat di sebelah bed dio. Sembari terus memandangi wajah dio, kevinpun berkata pada batinya “gua akan ngelindungi lu, dan gak akan ngebiarin orang lain jahat sama lu.!”


__ADS_2