
Sesampainya di tempat pesta, dio yang nampak anggun berbalut dress warna ungu muda itupun berjalan dan tak melepaskan tangannya dari lengan veno. Tak hanya para pengusaha maupun sosialita yang hadir, namun banyak artis terkenal pula yang menghadiri pesta tersebut. Karena begitu banyaknya kenalan veno dalam pesta tersebut, veno tak henti – hentinya menyapa para tamu yang ia kenal. Begitu juga dio yang berada di samping veno. Selagi veno menyapa, dio ikut tersenyum guna menyapa rekan kerja maupun kenalan veno.
“aduh, sampai kering gigi gua kalau terus senyum kayak gini!” ucap dio dalam batin. “ven, ayo kita duduk!” ucap dio berbisik pelan. Mendengar permintaan istrinya, veno pun mengajak dio untuk duduk di kursi yang cukup dekat dengan panggung hiburan.
“nak veno!” ucap Om Devan sembari tersenyum. Nampak disampingnya berdiri chika menggunakan dress warna putih yang juga tersenyum menghadap veno. “oh, Om Devan!” saut veno terkejut. Melihat dua kursi kosong di dekat kursi veno, Om Devanpun berkata “om dan chika boleh kan ikut duduk disini?” ucap Om Devan dengan ramah. “boleh om silahkan!” ucap veno dengan ramah.
Meskipun sedikit risih dengan Om Devan maupun chika, dio berusaha menutupinya dengan tersenyum. “veno, om belum sempat minta maaf atas ketidak nyamanan kamu saat pesta ulang tahun chika!, om minta maaf ya!” ucap Om Devan. “iya om gak papa, jangan sungkan begitu om!” saut veno dengan ramah.
__ADS_1
“lha, ini dia veno!, veno kamu masih inget tante kan?” ucap seorang ibu – ibu bersama anak gadisnya menghampiri veno. “haduh, siapa lagi ini?” ucap dio dalam batin. “oh tante, iya tante inget dong!” ucap veno dengan ramah. “veno, kenalin ini anak tante namanya andin!, dia sekarang koas kedokteran di Rumah Sakit yang kamu sponsori itu!” ucap perempuan berambut pendek itu menjelaskan. “hai!” ucap andin sembari mengulurkan tangannya untuk bersaalaman pada veno. “oh iya!” veno pun menyaut sambari menjabat tangan andin. Melihat dari tatapan andin terhadap veno, sepertinya andin tertarik dan menyukai veno.
Melihat kedua orang tua didepannya berusaha mencomblangkan anaknya pada veno, dio pun hanya diam sembari menghembuskan nafas beratnya. “huuffft!!, bisa – bisanya mereka berdua berusaha nyomblangin anaknya sama veno di hadapan gua lagi!” ucap dio dalam batin. Merasa risih, dio pun beranjak dari tempat duduknya. “kamu mau kemana sayang?” ucap veno penasaran. “aku mau ngambil camilan sebentar!” saut dio sembari tersenyum. Mendengar ucapan sayang dari veno terhadap dio, tante berambut pendek beserta anaknya nampak syok. “perempuan itu siapa ven?” ucap tante berambut pendek penasaran. “is, pacar tante!!” hampir salah ucap, veno hampir saja keceplosan dan mengenalkan dio sebagai istrinya. Namun dengan sigap veno mengucap kata pacar.
“oh, masih pacar ternyata!” celetuk tante berambut pendek itu sembari tersenyum lega. Berjalan cukup jauh dari tempat veno duduk, dio berjalan menuju meja berisi dessert yang tersaji di atasnya dan melahap beberapa potong kue kering. Asyik mengunyah potongan kue kering dalam mulutnya, dio tak menyadari ada seseorang yang menatap dio dari kejauhan sembari mengambil potret dio secara sembunyi – sembunyi menggunakan kamera ponselnya sampai beberapa kali. Setelah berhasil mengambil beberapa potret dio dan mengirimkan potret tersebut pada seseorang, pria itupun segera keluar dari tempat pesta.
“lu kesini sama siapa?, jangan – jangan lu lagi ngincer cowok kaya yang hadir disini ya?” ucap sita menuduh dio dengan ketus. “ngapain juga!, cowok gua ganteng dan kaya!, jadi gak perlu lagi gua ngincer cowok lagi!” ucap dio dengan nada santai menanggapi tuduhan sita. “Emang mana cowok lu?” ucap sia penasaran. “tuh!!” saut dio sembari menunjuk ke arah veno yang sedang duduk bersama chika dan juga dinda. “hahahahaa!!” kelima perempuan itu pun tertawa terbahak – bahak menanggapi ucapan dio yang dianggap mengada – ada. “kak veno maksud lu?, haha jangan ngimpi deh lu, kak veno tuh rumornya udah punya istri!, lagian kalau mau kak veno bakal dapetin wanita yang lebih dari lu!, buktinya ada dua wanita di sebelahnya tuh!, jadi jangan ngarang deh!” saut sita dengan ketus.
__ADS_1
“hadeeh, gak percaya ya udah!, males gua ngeladenin elu!” saut dio sembari memalingkan wajahnya. “kalau gitu, tunjukin kalau emang lu deket sama kak veno!” saut sita menantang. Mendapat tantangan dari sita, dan menatap suaminya tengah didekati dua wanita ganjen, adrenalin dio pun meningkat. “oke, ayo gua tunjukin!” saut dio sembari berjalan ke arah veno dan diikuti sita bersama ketiga temannya. Berusaha membuat kedua wanita yang sedang duduk di samping veno menjadi risih, tanpa basa – basi dio berjalan ke arah suaminya dan langsung duduk di pangkuan veno. Melihat begitu beraninya dio terhadap veno, seluruh perempuan yang mengerubungi veno itupun melongo dan benar – benar syok.
“deg, deg, deg!!” seketika jantung veno berdetak dengan cepat tak beraturan. “sialan!, gua harus ngambil inisiatif konyol kayak gini deh!, kalau guru dan teman – teman sekolah gua pada tahu, bisa – bisa gua di cap jadi cewek murahan!” ucap dio dalam batin. Melihat adegan yang cukup berani di depan mereka, para perempuan itupun segera pergi dengan wajah penuh kekecewa’an. Melihat para perempuan itu telah pergi, veno melingkarkan kedua tangannya memeluk perut dio dari belakang. Seketika jantung dio berdenyut semakin kencang dan membuat dio menjadi panik.
Merasa salah tingkah, dio yang panik itupun berusaha menyudahi posisi beraninya itu. “sayang!” saut dio dengan mesra. “kenapa sayang?” veno menimpali. Bingung harus berkata apa, dio pun asal berceletuk “aku mau ke toilet!” saut dio dengan terbata - bata. “pfftttt!!” veno pun menahan tawanya sembari melepaskan pelukannya dan membiarkan dio pergi ke toilet. Melihat dio yang berjalan tergesa – gesa ke toilet, veno pun berkata “dasar istri kecil gua yang nakal!” ucap veno sembari tersenyum. Veno meregangkan tangannya ke samping karena kaku. “buuk!” dompet dio tak sengaja terjatuh tersenggol tangan veno. dengan segera veno memungut dompet dio yang setengah terbuka itu.
Nampak sebuah blackcard dan beberapa kartu debit milik dio yang terselip pada slot kartu dompet. Namun mata veno tertuju pada sebuah foto keluarga berukuran kecil yang terpajang. Nampak potret seorang gadis kecil bersama kedua orang tuanya. Mata veno terbelalak kaget menyadari jika gadis kecil dalam potret tersebut adalah gadis kecil yang dengan berani menghampirinya saat disekap di rumah kosong. “astaga, begitu besar usaha gua buat nemu’in gadis kecil ini. ternyata ia berada disisi gua selama ini, dan gua gak menyadari itu!” ucap veno dalam batin.
__ADS_1
Veno tiba – tiba mengingat kejadian saat dio terpaku dan syok berat mendengar piring pecah saat berada di pesta beberapa waktu yang lalu. “jadi sampai dengan saat ini, lu masih trauma dengan kaca yang pecah!, dan sumber trauma lu berasal dari gua di” ucap veno dalam batin. Veno pun mencoba menghubungkan perkataan pria tua yang ia temui beberapa hari yang lalu dengan kondisi dio saat ini. Keluarganya bangkrut, ibunya meninggal, dan ayahnya sakit!!. Bukan sebuah kebetulan, namun kenyataannnya memang diolah gadis kecil yang sedang veno cari selama ini. Seketika mata venopun berkaca – kaca, dan tangannya gemetaran. Saat ini ia tak bisa menutupi kesedian hatinya yang terlukis jelas dalam raut wajahnya.