
“srrak, sraak !!”, kevin melangkah dengan kaki yang sedikit terseret menuju kamarnya. Sembari menggenggam sebuah tas di tangan kanannya, ia berjalan dengan lemas seperti tak bertenaga melewati satu persatu anak tangga menuju kamarnya yang berada pada lantai 2. “ceklek!” Kamar kevin pun terbuka. Karena hari yang sudah gelap, dan lampu kamar kevin yang masih belum menyala, kamar kevin terlihat gelap. Kevin yang merasa lelah itu segera melempar tas nya ke lantai. Dan “bruuk!” Kevin menghempaskan badannya ke atas tempat tidur dengan sedikit keras. “huuuufffftttt!!” Ia pun membuang nafas panjang dan berat melalui mulutnya. Karena lengan kemeja kevin yang panjang itu tersingkap, terlihat sebuah bekas lukas yang cukup besar pada pergelangan tangannya. Kevin yang kelelahan itu akhirnya tertidur sambil memeluk guling kesayangannya, dan dalam kondisi kamarnya yang masih gelap.
Di rumah dio dan veno.
Dio tertidur pulas di atas tempat tidur setelah meminum beberapa obat yang telah di resepkan oleh dokter.
Ia pun tertidur dengan lelap menghadap ke arah veno, yang saat ini tengah duduk di atas kursi di sebelah ranjang tempat dio tidur. Veno memandang dio yang tengah tertidur itu dengan tatapan penuh rasa iba. Veno pun meletakkan tangan kanannya di atas kepala dio, dan mengelus lembut rambut dio dengan perlahan.
“kenapa lu gak cerita ke gua, kalau lu mengalami hal buruk di sekolah??”, “apa lu belum bisa percaya sepenuhnya sama gua?” Veno berkata dalam batin, sembari telus mengelus rambut dio dengan lembut.
Keesokan harinya di sekolah.
Indah yang masih belum mengetahui kejadian na’as yang telah menimpa dio, sedang duduk sambil menunggu dio di dalam kelasnya. “kenapa hari ini dio dan kevin belum juga datang ke sekolah ya?, apa masih di perjalanan?”, “jangan – jangan dio lagi sakit?”, indah penasaran mengapa sampai jam pelajaran hampir dimulai, dio dan kevin tak kunjung datang. Indah yang melihat teman – temannya sedang merumpi asik itu hanya diam tak mendekat. “gimana keadaan dio sekarang ndah.??” Salah satu teman kelas dio itu bertanya penasaran pada indah.
Indah yang masih belum mengetahui apa maksud dari pertanyaan temannya itu hanya melongo kebingungan. “keadaan dio?, emangnya dio kenapa?” Indah menyauti dengan kaget. “jangan bilang lu gak tau kalau dio hampir dihajar kemarin sore, untung ada kevin yang nolongin dio!” ucap salah satu teman satu kelas indah.
__ADS_1
“aapaa!!” seketika indah pun kaget dan mengepalkan kedua tangannya dengan spontan.
“kurang ajar, siapa yang berani ngelaku’in hal jahat kayak gitu sama dio!!” indah berkata dengan penuh emosi.
“lu tau risa?, kakak kelas kita yang kelasnya di sebelah itu looh!!”, “dia sama dua orang temen pria'nya !!”, “tapi sekarang mereka udah di penjara!” Teman satu kelas indah saling saut menyaut membicarakan dio.
“tapi, kenapa bisa kebetulan banget ya, kevin juga ada di sekitar situ!”, “ya siapa tau dia lagi ngunjungi keluarganya yang juga di rumah sakit!!”. “iya juga sih!”. “keadaan kevin sekarang gimana ya?”, “habis berkelahi sama dua orang pria, pasti badannya penuh luka deehh!!”, “uhh, kasihan kevin!!”. mereka terus saut menyaut membicarakan dio dan juga kevin. Dina yang juga ikut mendengar percakapan teman – temannya di kelas itu terlihat sebal. Dengan meremas bolpoin di tangannya dengan kencang, dina berkata pada batin “lagi – lagi dio!!, kenapa sih vin!”
Di rumah kevin.
Karena cahaya mentari telah menerobos masuk ke dalam kamarnya melalui jendela, dan menembus menyinari wajah kevin yang tengah tertidur itu, kevin akhirnya bangun dan memicingkan matanya karena silau.
Bagaikan sebuah galeri foto, kamar kevin penuh dengan foto yang terpampang hampir di seluruh permukaan tembok miliknya. Dan ternyata, semua foto itu adalah foto dio. Terjawab sudah misteri pria misterius penggila dio itu tak lain adalah kevin. Sepertinya, otak kevin sudah ter reset dengan dio. Begitu dalam perasaan kevin terhadap dio, hingga ia rela melakukan apapun untuk bisa berada di sisi dio, menjaga keselamatan dio, hingga membalas perbuatan orang – orang yang jahat kepada dio. Semua ia lakukan demi kebahagiaan dio. Meskipun dio tak mengetahui kebenaran jika kevin lah yang selama ini menjaga dirinya, kevin dengan rela hati menerimanya.
Bagi kevin, bisa melihat dio setiap hari sudah cukup baginya. Seperti halnya narkotika yang membuat seseorang menjadi kecanduan, dio membuat kevin menjadi kecanduan untuk selalu melihat wajahnya setiap saat.
__ADS_1
Hingga tak dapat dipungkiri, kevin telah menjadi seorang penguntit untuk dio, dan sudah berlangsung dengan kurun waktu yang cukup lama.
Di rumah veno.
Veno yang telah bersiap untuk berangkat ke kantor itu menghampiri dio yang tengah sarapan di ruang makan. Seperti sudah kembali sehat, nafsu makan dio nampak baik – baik saja. Dengan lahap, ia
memakan masakan yang telah disajikan oleh Bu Ani. “waahh, istri gua udah sehat wal’afiat nih rupanya!!”, “buktinya, bisa makan dengan kecepatan turbo!!”, “pffttt!!” sambil mencoba menggoda dio , kevin pun duduk di samping dio. Dio yang mulutnya tengah penuh dengan makanan itu tak bisa menjawab, dan hanya memberika tatapan sinisnya ke arah veno. Dio segera menelan makanan yang ada dalam mulutnya. Setelah mulutnya kosong, iapun menjawab “udah sana berangkat!!, gua mau menikmati hari – hari tenang di rumah!, mumpung dapet kesempatan buat bolos pelajaran!!, hahaha!” Dio menjawab dengan ekspresi yang ceria. “astaga, lu ini lagi sakit
diooo!, bukan lagi liburan!!” Veno menjawab sambil menghela nafas. “biarin!!, by the way kalau boleh, gua mau ijin istirahat sakit satu bulan aja deh, lumayan!!, hahaha” dio menjawab sembari tertawa terbahak – bahak.
Veno menggelengkan kepalanya melihat dio yang tengah tertawa terbahak – bahak itu. “jangan lupa minum obat!!” Veno berkata dengan serius pada dio. “he’emm!!” Dio pun menjawab dengan berdehem. “gua berangkat dulu ya!!” Veno telah menghabiskan segelas susunya, dan berpamitan pada dio. “iya hati – hati!!” Jawab dio menyauti.
“kiss nya mana??” Veno mencoba menggoda dengan memanyunkan bibirnya ke arah dio. Melihat bibir veno yang tengah manyun padanya, dio menodongkan garpu yang ada di tangannya ke arah bibir veno, sembari berkata “sini, biar di cium sama nih garpu!!” Kaget melihat garpu di depannya bibirnya, veno segera merebut garpu yang berada di tangan dio itu, dan “muuah.!!” Veno pun mencium kening dio dengan paksa. “venooooo!! dio berteriak sebal pada veno yang telah kabur itu. Melihat tingkah lucu dari kedua majikannya itu, Bu Ani merasa bahagia, dan tertawa kecil.
Di kantor veno.
__ADS_1
“ven, gua punya kabar buat lu!!”, gosip mengenai istri lu kemarin, ternyata dibuat oleh teman satu kelasnya.” ucap
riko. Veno memicingkan matanya menghadap ke arah riko. “kalau gitu, utus pengacara atas nama keluarga dio, untuk dateng ke sekolah!!”, “desak pihak sekolah untuk melakukan tindakan!!” Ucap veno. “oke!!” Riko menjawab dengan singkat. “oiya, sekalian nanti gua nitip camilan yang kemarin lu beli, dan anterin sekalian ke dio, dia ada di rumah!” veno menambahkan perkataannya. “deggg!!” Riko sedikit berdegub. “iya !” Riko menjawab sambil menganggukkan kepalanya.