Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Veno si penarik perhatian


__ADS_3

  Dio duduk sendiri, dengan kursi kosong disebelahnya, tepat di belakang indah dan mamanya duduk.


Seluruh siswa dan semua wali maupun orang tua para murid telah hadir, kecuali wali dio yakni veno, yang masih belum juga hadir. Para tamu telah duduk dan menyimak Bu Ima yang sedang membuka acara.


Namun terdengar samar – samar, beberapa orang di belakang dio tengah asik membicarakan dio. “kasian ya anak itu.!! mamanya udah meninggal, dan  tinggal papanya aja, dan orangnya juga masih belum sadar di rumah sakit.!”, siapa ya yang bakal ngambil raportnya.?”, “lha katanya keluarganya udah bangkrut.?, tapi yang bayar biaya sekolah dan rumah sakit papanya tuh siapa ya.!!”, “yaaa, siapa tau kerabat lainnya.!!”, “tapi liat tuh tas sekolahnya aja limited edition.!!” , “jadi penasaran, dia dapet uang dari mana.!!” Beberapa orang di belakang dio tengah


saut menyaut membicarakan dio.


  Tak menyadari jika suara mereka terdengar oleh telinga dio, mereka masih asik meneruskan percakapan mereka dan terus membicarakan dio. Mereka begitu asik, hingga beberapa orang lainnya ikut nimbrung mendengarkan percakapan mereka. Dio yang mendengar dengan jelas perkataan mereka, merasa begitu terpukul sekaligus emosi. Bagaikan di ingatkan kembali pada moment terhancurnya, dio hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, karena


emosi yang saat ini ia rasakan tengah menusuk hatinya. Ia menggigit bibir bawahnya dengan keras. Ia berusaha melawan kesedihannya, dan mencoba untuk tetap kuat tanpa adanya derai air mata yang mengalir di pipinya.


  “cekleekk.!!” Pintu kelas dio mulai terbuka, dan nampak veno muncul dari balik pintu.


Dengan badan yang tinggi proporsional, kaki yang jenjang, dan pakaian yang fashionable, veno berjalan bagaikan seorang model profesional masuk ke dalam kelas. Sungguh pemandangan indah yang menyegarkan mata.

__ADS_1


Seluruh tamu maupun murid yang tengah duduk itu tak bisa melepaskan pandangan matanya dari veno.


“waah, siapa itu ganteng banget.!”, “apa pria itu artis.? Kenapa dia keren banget.??”, “OMG, dia tipe idaman gua.!!”


Beberapa wanita nampak histeris melihat seorang pria yang begitu memukau mata itu hadir di tengah – tengah mereka. Tak hanya para tamu dan murid, Bu Ima juga ikut terpana dengan ketampanan veno. Veno berjalan ke arah Bu Ima, dan ia pun berkata “saya mau ambil raportnya dio.!!” . “oh, iya silahkan duduk di sebelah dio.!!” Bu Ima menjawab sembari menunjuk ke arah kursi tempat dio duduk.


  Dio memandang veno dengan antusias dan penuh senyuman. Veno pun mamandang balik ke arah dio yang tengah menatapnya itu, dan veno pun tersenyum manis ke arah dio. Melihat veno yang tengah tersenyum manis, para wanita itu makin terlihat histeris. Salah satu murid yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari veno, yakni chika. Ia nampak berseri – seri, dan hatinya yang berdebar saat memandang ke arah veno. “sialan, kenapa dio bisa


punya pacar ganteng dan keren kaya gini.!!, karena mereka belum nikah, jadi gua masih bebas dong, buat ngerebut tuh cowok.??” Chika berkata dalam batin, sembari tersenyum jahat.


dimulai dari tadi.??” Veno bertanya pada dio. Pertanyaan veno memecahkan konsentrasi dio yang tengah fokus melamun memandang veno. “em, udah lumayan sih.!!” Jawab dio dengan ekspresi kaget.


  Dari sudut chika duduk, ia nampak kesal melihat dio yang tengah berbincang bersama dio.


Dengan nada merengek, chika berkata pada papanya yang duduk di sampingnya. “pa, aku pingin kenal tuh cowok.!!” Ucap chika sembari menunjuk ke arah veno. “oh, itu veno.!!, wah bagus dong, kalau kamu bisa kenal dan deket sama veno.!!, dia salah satu pebisnis muda yang sukses, dan udah jadi direktur di usianya yang masih muda.!” ucap papa chika dengan antusias. “papa kenal.??” Saut chika dengan penasaran. “kenal lah.!!, papa

__ADS_1


kemarin habis dari perusahaannya, bahas masalah kerjasama sama veno.!!” jawab papa chika. “waaahh, kenalin aku sama dia dong pa, please.!” Ucap chika dengan nada merengek. “iya.!!, nanti setelah acara, papa kenalin kamu sama dia.!!” Jawab papa chika dengan santai. “yeesss.!!” Chika bersorak pelan. Chika nampak begitu antusias dan bahagia mendengar jawaban dari papanya itu. “gak nyangka, ada jalan buat gua kenal lebih dalam lagi sama veno.!!”, “gua bakal bukti’in, kalau gua lebih pantes bersanding sama veno.!!!” chika berkata pada batin, sembari memandang jahat ke arah dio.


  Inti acara, yakni prosesi pembagian raport dan kenaikan kelas akhirnya di mulai. Seluruh raport para siswa sudah dibagikan kepada masing – masing  wali maupun orang tua murid. Tak tekecuali raport dio. Veno memegang raport milik dio, dan segera membukanya karena penasaran. Alangkah kagetnya veno, melihat semua nilai


istrinya yang rata – rata hampir sempurna. “waah, ternyata istri gua otaknya encer juga.!!” Veno berbisik pelan di telinga dio. “ssttttt.!!” Dio membalas dengan memberikan kode pada veno untuk diam. Karena takut ada orang lain yang mendengar ucapan veno, dio mencubit tangan veno sembari berbisik “kurang keras kalau ngomong.!!, sekalian pakai toa biar se kelas denger semua.!!” Ucap dio dengan ketus. “pfffttt.!!!” Veno tak menjawab, dan hanya menahan tawanya. Melihat dio dan veno yang nampak akrab, kevin memandang kesal pada mereka berdua. Dengan tatapan penuh amarah, kevin nampak tak bisa menyembunyikan kekesalannya itu.


  Melihat majikannya yang tengah menahan emosi, Pak Ali hanya bisa diam tak bisa berkata – kata.


Pak Ali adalah sopir kevin yang setia dan paling mengerti dengan keadaan maupun perasaan kevin. Karena


semenjak kevin kecil hingga tumbuh dewasa, hanya Pak Ali lah yang sering menghabiskan waktu bersama kevin. Hampir setiap pengambilan raport, Pak Ali lah yang menjadi wakil untuk mengambil raport milik kevin. Begitu sibuknya orang tua kevin, hingga sedari kecil hingga kevin tumbuh dewasa, ia tak menerima banyak perhatian maupun waktu untuk berkumpul bersama kedua orang tuanya. Dan Pak Ali seorang lah yang mengerti dan paham dengan jelas mengenai kebiasaan kevin, kegiatan, maupun beberapa hal yang kevin sukai. Termasuk perasaan kevin terhadap dio. Hampir setiap hari sepulang dari sekolah, ataupun sepulang dari bepergian, Pak Ali selalu menuruti perintah kevin untuk berhenti di depan rumah dio, dan itu pun hanya sekedar untuk memandang rumah dio dari jauh. Jadi sudah bukan rahasia lagi bagi Pak Ali, jika kevin memiliki perasaan yang dalam terhadap dio.


  “baik, acara selanjutnya, yakni pemberian penghargaan pada murid dengan 3 nilai tertinggi di kelas..!!”, terdengar suara Bu Ima memulai acara selanjutnya. “tuh dengerin baik – baik.!!” Dio berkata singkat pada veno, agar veno mau menyimak perkataan Bu Ima. “he’emm.!!” Veno menjawab dengan berdehem. “juara 3, dengan nilai rata – rata 8,9 diraih oleh fila.!!, untuk ananda fila silahkan maju ke depan kelas.!!” Ucap Bu Ima. “baik, untuk juara ke 2, dengan nilai rata – rata 9,3 jatuh pada rian.!!, untuk ananda rian, silahkan maju ke depan kelas.!!”. “untuk juara satu kelas, sekaligus juara satu dari seluruh kelas IPA di sekolah ini, dengan nilai rata – rata hampir sempurna yakni 9,8 kita panggilkan, dio.!!, silahkan maju ke depan kelas.!!” “prook, prok, prok.!!” Terdengar tepuk tangan meriah dari para tamu dan juga murid.


  Tiga siswa yang telah disebutkan oleh Bu Ima segera maju ke depan kelas. Bu Ima pun segera memberikan piala penghargaan pada ketiga murid teladan itu. “baik, perlu kami sampaikan.!!, ananda dio juga telah mengharumkan nama sekolah kita di ajang Olimpiade Matematika bertaraf Nasional, tepat satu bulan yang lalu.!!”, “dan berita bahagianya, dio meraih medali emas dalam olimpiade itu.!!”, “mari kita beri tepuk tangan yang  meriah.!!” Ucap Bu Ima dengan tatapan bangganya terhadap dio. “prokk, prokk, prokk.!!” Seluruh hadirin memberikan tepuk tangan meriah secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2