Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Takut Ketahuan


__ADS_3

Melihat atasannya menghentikan langkah dan memandang kaget ke arah sekumpulan murid SMA yang tengah bersenda gurau, salah satu staf dibelangkang pria berjas hitam itupun bertanya “apa itu anak bapak?” ucap pria muda itu dengan polos. “ngawur aja kamu!, dia itu nyonya kita, yang sopan kalau ngomong!” saut pria berjas hitam itu dengan tegas.


Pria muda itupun nampak keheranan dan berusaha menela’ah ucapan atasannya. “nyonya?, anak SMA itu nyonya?” semakin bingung, pria muda itu melongo dan hanya bisa menggerutu dalam batin. “ayo kita sapa nyonya dio!” ucap pria berjas hitam itu sembari berjalan menghampiri meja dio.


Melihat atasannya berjalan menghampiri salah satu meja foodcourt, beberapa staf lainnya ikut menghampiri meja dio dengan penasaran, siapakah gerangan nyonya dio yang telah disebut – sebut oleh atasannya itu. “selamat siang nyonya dio!” ucap pria berjas hitam itu dengan sopan. Tak langsung menjawab, dio beserta teman – temannya langsung syok secara mendadak. “uhuk, uhuk, siang!” diopun menyaut dengan terbatuk – batuk. “gawat, pasti orang ini tahu kalau gua istrinya veno!” ucap dio dalam batin. “kalau begitu saya permisi dulu ya nyonya, dan saya juga titip salam buat bapak!” saut pria berjas hitam itu menimpali sembari berjalan meninggalkan meja dio.


Para staf dibelakang pria itu masih nampak kebingungan. Bagaimana bisa atasan yang dihormatinya itu memanggil seorang gadis SMA dengan panggilan nyonya. Mereka pun menerka – nerka, pastinya gadis SMA itu seorang yang istimewa dan bukanlah perempuan sembarangan. Setelah segerombolan orang yang tak mereka kenal itu pergi, leni, indah, dan fita langsung menyerbu dio dengan banyak pertanyaan secara bersamaan.

__ADS_1


“maksudnya nyonya itu apa di?”, jelasin di, siapa pria itu?”, “lu kan belum nikah, kenapa pria itu manggil lu nyonya sih di?”, “jujur ke gua please! jangan bilang kalau gosib tentang lu itu bener?” mereka bertiga yang penasara terus bertanya secara bersautan. Dio yang tak bisa menjawab serangan pertanyaan dari teman – temannya itupun menatap melas ke arah kevin seakan sedang meminta bantuan.


“emang panggilan nyonya itu cuma buat perempuan yang udah nikah?” ucap kevin dengan nada datar mencoba membantu dio. “kalian jangan mengada – ada, apalagi berpikiran aneh - aneh deh!” dio menimpali. “tapi gua penasaran, maksud pria itu bilang kayak gitu sama lu tuh apa?”, terus yang dimaksud titip salam ke bapak, jelasin bapak siapa di?” fita masih ngeyel bertanya dengan penasaran. “kalian gak punya privasi ya?” kevinpun menyaut ketus dengan nada membentak. Seketika indah, fita, dan lenipun terdiam hingga suasanapun menjadi canggung. “kalian tenang aja, suatu saat nanti kalian bakal tahu sendiri tanpa harus gua jelasin!, udah dong guys ayo kita terusin makan!” ucap dio mencoba mencairkan suasana.


Setelah situasi mencair, merekapun kembali makan dan menghabiskan seluruh makanan yang telah mereka pesan hingga kekenyangan. “aaarh kekenyangan!” indah menggerutu sambil mengelus perutnya yang telah terisi penuh. “makasih ya dio udah nraktir kita!” saut fita. “iya di, gua doain lu bisa menang lagi di lomba – lomba selanjutnya, jadi bisa sering – sering nraktir kita deh!!, hehehe!!” leni menyaut sembari tertawa. “hahaha iya guys, sama - sama!” saut dio dengan ramah. Sesekali dio memandang ke arah ponselnya, dan berharap ada pesan atau telefon masuk dari veno untuk dirinya. Namun entah mengapa veno yang biasanya mengirim pesan dan sering menelfon secara tiba - tiba tak bisa dihubungi sedari tadi. Sepertinya veno sengaja mematikan ponselnya, sehingga diopun tak bisa menghubunginya.


Setelah leni dan fita pamit pulang, kini hanya ada dio, indah, dan juga kevin yang masih duduk dengan santai. Kevin terus memandangi dio dengan tatapan yang penuh ketertarikan. Bisa memandang wajah dio yang rupawan dengan jarak yang dekat, dan bisa duduk berjejer dengan dio adalah karunia yang terus kevin syukuri. Sedari dulu kevin hanya bisa memandang dio dari kejauhan. Tapi sekarang kevin bisa bejalan beriringan bersama dio, bercanda, hingga diopun telah mengetahui perasaan kevin yang teramat dalam itu terhadap dirinya.

__ADS_1


“di, keliling hayuk!! Mumpung hari ini orang tua gua gak ada di rumah, jadi gua bisa pulang telat deh hehee!!” ucap indah sembari tersenyum nakal. “yuhuu, cuuss kita keliling, hari ini gua lagi semangat buat shoping!!” saut dio dengan nada yang bersemangat. “tumben banget lu mau shopping? Biasanya mah lu hemat banget!” ucap indah dengan keheranan. “skincare and bodycare gua udah habis ndah!, jangan prasangka jelek mulu dong sama gua!” saut dio. “iya – iya!!, sensi banget sih lu di, sini gua jitak!!” saut indah sembari mengangkat jarinya untuk menyentil dio. “aaaa, dio yang takut dijitak oleh indahpun nemplok dan menyembunyikan wajahnya pada tubuh kevin.


Tanpa aba – aba, jantung kevinpun terpacu dengan kencang layaknya sedang beradu kecepatan. Wajah dan telinga kevinpun seketika memerah. “viiiin, indah jahatl!, kasih pelajaran buat dia dong!”, ucap dio meminta bantuan dengan nada merengek manja. “jangan pikir gua takut ya di sama kevin!, tapi gua takut banget malahan!” saut indah sembari menurunkan jarinya yang akan ia gunakan untuk menjitak dio.


Mereka bertiga berjalan berdampingan berkeliling mall, dengan posisi dio berada di tengah serta indah dan kevin berada di samping kanan maupun kirinya. Dio dan indah masih bercanda dengan heboh hingga tak terasa kedua tangan dio menggandeng kedua tangan temannya itu sembari terus berjalan berkeliling mall. Digandeng oleh dio, jantung kevinpun hampir meledak karena saking kuatnya getaran yang terasa dalam jantungnya. Mungkin bagi dio hal tersebut ia anggap biasa, namun bagi kevin hal tersebut sebuah moment yang teramat bersejarah bagi dirinya. Karena di mata dio kevin adalah salah satu sahabat yang ia sayang, jadi tanpa rasa canggung dio bisa menggandeng tangan kevin dengan santai. Tapi tidak dengan kevin yang jantungnya terus berguncang dan tingkahnya yang berubah menjadi salah tingkah secara mendadak.


Mereka bertiga masuk ke dalam toko yang menjual berbagai macam skincare maupun bodycare dengan berbagai merk. Dari produk lokal hingga produk mancanegara, dan dari harga yang masih terjangkau hingga harga fantastis yang sulit dijangkaupun tersedia. Mata dio menelusur ke arah rak – rak kosmetik yang cukup dekat dengan pintu masuk. Begitu juga indah, ia langsung berjalan menuju rak yang berisi masker wajah beraneka ragam warna, bahan, maupun harga. Saat ini dio tengah asyik memilih beberapa warna liptint dan juga lipmate pada rak di depannya, dengan kevin yang sabar menunggu dan berdiri disamping dio.

__ADS_1


“emm, yang ini apa itu ya??” dio bergumam sembari menatap dua liptint yang ada pada genggamannya. “apapun warnanya, kamu tetep terlihat cantik kok di!” saut kevin sembari tersenyum menatap dio. “deg!!” jantung dio sedikit bergetar menatap bibir kevin yang mungil itu tersenyum ke arahnya. Sadar jika ia telah bersuami, diopun meggelengkan kepalanya dan berusaha menyadarkan diri “huuff, gua gak boleh terpikat!, sadar diri lu udah punya suami dio!” ucap dio dalam batin. “ah lu modus terus sih vin!” saut dio sembari mengalihkan pandangannya. Melihat sampel liptint berwarna merah menyala di depannya, jiwa usil diopun bergejolak.


Diopun meraih liptint itu dengan menahan senyum. “vin, sini lihat bibir lu!” ucap dio sembari menarik jaket kevin guna mendekatkan wajahnya. Semakin dekat dengan wajah dio, membuat semakin kencang pula jantung kevin berdetak hingga rasanya ia hampir tak bisa bernafas karena gugup. Wajah kevin memerah dan seluruh tubuhnya seketika menjadi tegang, memandang wajah dio yang teramat dekat dengan bibirnya itu. Ingin rasanya ia mendaratkan bibinya pada kening maupun bibir dio, namun kevin yang salah tingkah itupun hanya bisa menahan sembari menelan ludah.


__ADS_2