Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Rencana Ayah Dika Yang Gagal


__ADS_3

Di sisi lain, nampak seorang pria misterius telah selesai berbincang bersama istri Om Fadli lewat panggilan telefon. Selesai berbincang, panggilan telefon itu pun segera diakhiri. “karena mungsuh klien kita kali ini memiliki backingan yang kuat, kita gak boleh teledor dan harus hati – hati!” ucap pria misterius itu dengan tegas terhadap beberapa anak buah di depannya. “iya boss!” saut anak buah pria misterius itu dengan kompak. Nampaknya sekelompok pria misterius itu telah menyadari jika dio memiliki backingan yang kuat, dan tak bisa dengan mudah untuk menyingkirkannya. Hingga membuat pria misterius itu memutar otak, dan memikirkan cara yang tepat untuk bisa menuruti permintaan kliennya itu.


Di kantor veno.


Karena perusahaan ayah dika sedang melakukan kerja sama dengan perusahan IT International, dan mengingat ayah dika telah menandai veno pada saat bertikai di sekolah, ayah dika pun berencana untuk menyampaikan pada atasan veno, mengenai hal menyedihkan yang telah menimpa anaknya, dan berharap jika veno diberi hukuman, atau bahkan dipecat. Kebetulan ayah dika adalah ketua divisi bagian periklanan, dan menjadi salah satu perwakilan dari perusahaan Globalindo untuk bertemu dengan Direktur Utama IT International guna membahas kelanjutan dari kerjasama diantara kedua perusahaan.


Dengan bersemangat, ayah dika bersama dua perwakilan lainnya berjalan menuju lobi. “ada yang bisa kami bantu?” sambut receptionist dengan ramah. “kami bertiga ada janji temu dengan Direktur Utama Perusahaan IT International, Bapak Sebastian!” ucap ayah dika dengan berwibawa. “baik kami cek dulu, sebentar!” saut receptionist sembari mengutak - atik komputer di depannya. “baik, untuk pertemuan perwakilan dari Perusahaan Globalindo akan di laksanakan 30 menit lagi, karena Direktur Utama kami masih mengurus beberapa masalah penting perusahaan. Mohon bapak beserta anggota lainnya menunggu dengan sabar di ruang tunggu!!” ucap receptionist menjelaskan dengan ramah. “wah, pasti Pak Sebastian bukan orang sembarangan!, beliau pasti sedang sibuk!, hingga perusahaan gua yang besar pun masih harus menunggu, dan bukan prioritas! Pasti Pak Sebastian sedang mengurus masalah yang lebih penting!” ucap ayah dika dalam batin.

__ADS_1


Dalam ruangan veno.


“ven, gak biasanya lu mau santai kayak gini?, mereka udah datang tuh!” saut riko dengan serius pada veno. Nampak veno sedang duduk di kursi pijat dengan santai, sembari memakan camilan yang telah diberi oleh dio dengan tenang. “biarin dulu lah!, salah satu perwakilannya kemarin habis cekcok sama gua di sekolah dio!” saut veno datar. “cekcok di sekolah dio?, ada masalah apa ven?” saut riko dengan penasaran. “gara – gara anaknya tuh orang, gua jadi dipanggil ke sekolah dio!, mangkanya biarin mereka nunggu lebih lama!” saut veno dengan ketus. Berhubung menyangkut dio, riko pun menjadi ikut emosi. “apa kita batalkan secara mendadak aja ven?” saut riko dengan spontan. “jangan lah, gimana pun kita harus bekerja dengan profesional!” saut veno sembari melahap kue keringnya.


Setelah menunggu hampir satu jam, perwakilan dari Perusahaan Globalindo, termasuk ayah dika pun dipersilahkan naik ke ruangan veno untuk membahas masalah kerjasama. Dengan rasa bangga dan senyum yang terus tersirat pada raut wajah ayah dika, ia ingin segera bertemu dengan atasan perusahaan pria yang telah ditandainya itu. “tok, tok, tok!” pintu pun diketuk dengan pelan. “masuk!” terdengar suara sautan dari dalam kantor veno. Seketika ketiga perwakilan dari Perusahaan Gblobalindo itu pun masuk ke dalam ruang kerja veno. Dengan senyum yang menghiasai bibirnya, ayah dika memandang ke arah pria yang duduk di atas kursi Direktur itu. Alangkah kagetnya ayah dika melihat Direktur Utama yang ingin ditemuinya itu pria yang telah ia tunjuk – tunjuk kemarin di sekolah anaknya. Ayah dika pun melotot kaget ke arah veno, sembari terbata – bata “ka,kam,kamu!!” ucap ayah dika dengan terbata – bata kepada veno.


“vin, sakit tau!, gak lucu ah!!” ucap dio dengan kesal sembari terus berusaha melepas tangan kevin dari kedua pipinya. “siapa yang gak lucu?, kamu lucu dan gemesin gini kok!” saut kevin sembari melepaskan cubitannya dari pipi dio. “hari ini gimana kalau kita jalan - jalan dulu yuk, di seberang kan ada mall!” saut indah tiba – tiba. “emang kita gak balik ke sekolah? Saut dio penasaran. “hari ini kelas kita free, gak ada pelajaran!, jadi murid – murid dibebasin mau balik ke sekolah atau langsung pulang!” saut indah menjelaskan. “asyiikk, ayo kita jalan sekarang!” saut dio dengan bersemangat. Mereka bertiga pun keluar dari gedung olahraga, dan berjalan beriringan menuju mall di seberang jalan tak jauh dari tempat diadakan lomba futsal.

__ADS_1


“eh di, tuh liat motor matic kayak gitu lucu ya!, jadi pengen beli satu!” saut indah sembari menunjuk ke arah pengendara motor matic vespa yang tengah melintas. “gua kemarin habis beli ndah, kalau lu mau kapan – kapan gua ajak lu jalan pakai motor gua!” saut dio. “lu beli tuh motor?” idah menyaut kaget. “he’em!” ucap dio bedehem. “kan lu kemana – mana dianter sopir, mana boleh lu bawa motor sendiri keluar, emang lu udah jalan kemana aja pakai tuh motor?” ucap indah dengan penasaran. “di muter cukup jauh sih!!, di halaman rumah doang, hehe!” ucap dio sembari meringis. “tuh kan, gue udah duga!!, gak bakalan lu dibolehin keluar pakai motor, percuma dong di lu beli motor mahal – mahal cuma buat muter di halaman rumah doang!!” saut indah sambil menggeleng – gelengkan kepalanya. Melihat dio yang berbincang sembari tersenyum manis, kevin pun melirik ke arah dio dengan tatapan terpana.


Setelah menyebrang di zebra cross, dua orang pria memandang dio dengan tatapan yang bingung dan penasaran dari kejauhan. Merasa sedang diperhatikan, dio pun menoleh ke arah dua orang pria yang berdiri cukup jauh dari tempat ia berdiri. Sekilas dio nampak mengenali kedua wajah pria itu. Dio menoleh kembali, “astaga, mereka kan orang yang bekerja di perusahaan gua!, gawat kalau sampai mereka berdua tau kalau gua masih SMA, bisa panjang urusannya!” ucap dio dalam batin. Dengan segera, dio menarik tangan indah dan kevin untuk mempercepat langkah kakinya dan segera masuk ke dalam mall. “aduuhh, ada apa sih di?, kenapa tiba – tiba narik – narik gini!” ucap indah dengan kesal.


Dari kejauhan, kedua pria yang hampir mengenali dio itu berusaha menyusul dio, namun mereka kehilangan jejak. “sial kita kehilangan jejak!, padahal gua penasaran banget sama anak SMA itu, kenapa wajahnya sama persis sama Bu Dio!” saut salah satu dari pria itu. “apa jangan – jangan Bu Dio punya kembaran?” saut temannya itu. “ya kali punya kembaran anak SMA?, lu pikir Bu Dio lahir dulu’an, terus kembarannya nunggu beberapa tahun baru keluar?”, “ya gua sendiri bingung, wajahnya persis banget sama Bu Dio!”, “ya mungkin aja anak itu adiknya Bu Dio, jadi wajahnya bisa mirip hampir 100 persen gitu!” mereka berdua terus saut menyaut membicarakan dio.


“huufftt!, untung aja gua tadi gua langsung kabur!, kalau sampai ketahuan mereka, bisa gonjang – ganjing jagat berita gosip!” ucap dio dalam batin. “lu aneh banget deh di, ada siapa sih sampai lu harus jalan ngebut gini?, hosh, hosh, hosh!!” ucap indah sembari ngos – ngosan. “gak papa kok ndah, kita kan butuh olahraga juga, jadi gua berinisiatif ngajak lu dan kevin jalan ngebut!” saut dio sembari tersenyum. “emang dasar lu seneng bikin gua emosi deh di!, anjay betul!!” saut indah mengomel. Melihat dio yang dengan sengaja kabur, kevin bisa menebak dengan mudah, jika dio sedang mencoba bersembunyi dan meghindari seseorang.

__ADS_1


__ADS_2