Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Ulang Tahun Sekolah


__ADS_3

Kevin masih ******* bibir dan lidah dio dengan ganas. Tangan kevinpun mulai bergerak nakal dan meraba punggung dio. “vin, stop!!” dio berkata dengan ketakutan sembari bibirnya masih melekat pada mulut kevin. Melihat dio yang ketakutan sembari menangis, kevinpun segera menghentikan ciumannya yang terkesan kasar itu. Dengan wajah penuh penyesalan, kevin memeluk dio sembari berkata “mulai detik ini, saat kamu di depan aku kamu milik aku di!!, jika kamu berusaha ninggalin aku atau menjauh dari pandangan aku, aku bakal nekat ngelakuin hal – hal yang pastinya bikin kamu menyesa dikemudian haril!” ucap kevin dengan tegas sembari mencium kening dio dengan mesra.


...


Di kelas


“anak – anak, bulan depan adalah acara ulang tahun sekolah. Dan sekolah kita akan mengadakan berbagai macam acara antara lain bazar, santunan anak yatim, pameran tiap kelas, dan akan ditutup dengan acara panggung seni, dengan penyanyi papan atas yang akan kita undang!” ucap Bu Feli menjelaskan. “yeeaayy, prok prok prok!” sahut seluruh murid secara bersamaan dengan antusias. “penyanyinya siapa bu?” ucap doni penasaran. “waahh, rahasia dong!” sahut Bu Feli. “anak – anak, untuk kelas ini kira - kira apa yang akan kalian pamerkan?” ucap Bu Feli menambahkan.


Seketika seluruh murid pun saling berpandangan dan tak bisa menjawab pertanyaan Bu Feli. “kita suruh hasan aja bu untuk pamerin pacarnya!, dia kan ngoleksi banyak pacar, tinggal kita display aja semua pacarnya, hahaha!” sahut doni memecah keheningan. “hahahaa” alhasil seluruh murid pun tertawa mendengar ide lucu doni.


“atau kita pamerin seluruh piagam penghargaan milik dio yang seabrek itu aja bu!” ucap leni sembari tersenyum menggoda dio. “idih, gak menarik banget!” sahut chika dengan sewot. “kalau kurang menarik, gimana kalau lu pamerin aja koleksi tas dan barang – barang branded lu!, kan yang lu koleksi cuma barang branded, bukan piagam berprestasi, upss hahaha!” ucap leni menyahuti. Seketika chika memalingkan wajahnya dengan kesal.

__ADS_1


“sudah – sudah, kalian diskusikan sendiri apa yang akan kalian pamerkan. Oiya, perlu ibu sampaikan kalau kalian bebas mencari sponsor atau berkolaborasi dengan pihak lain. Asalkan masih berkesinambungan dengan tema pameran kalian. Setelah menemukan tema, segera buat proposal dan laporkan ke ibu!” ucap Bu Feli seraya meninggalkan kelas. Seperginya Bu Feli, seluruh murid di kelas dio pun melakukan diskusi bersama.


“oke teman – teman, apa ada usulan untuk tema yang akan kita tampilkan nanti?” ucap angga, ketua kelas dio memulai diskusi. Seluruh murid tak menjawab dan hanya berbisik dengan teman sebangkunya dengan heboh. “kalau menurutmu gimana di?” angga menambahkan. “lagi – lagi dio, kayak gak ada murid lain aja yang bisa di tanya!” sahut chika dengan ketus terhadap angga. “kalau gitu, apa lu punya ide?” angga bertanya dengan menantang. “ya kenapa lu tanya gua, kan masih ada murid lain!” sahut chika beralasan.


“kalau menurut gua, karena kita adalah generasi muda yang melek terhadap teknologi, tema yang harus kita ambil untuk pameran kita yakni [pemanfaatan perkembangan teknologi guna meningkatkan proses belajar mengajar yang efektif] ” ucap dio menyela diantara percakapan angga dan juga chika. “prok, prok, prok!!” seluruh murid di dalam kelas pun bertepuk tangan dengan meriah mendengar ide cemerlang dari dio. “wah, gua setuju!”, “iya, gua juga setuju!” hampir seluruh murid saling sahut menyahut dengan riuh terhadap ide yang dio sampaikan. Melihat begitu antusiasnya teman sekelasnya terhadap dio, chika semakin kesal dan hanya bisa meremas jari – jari tangannya sembari mengumpat dalam hati.


Selesai melakukan diskusi kelas, dio dan indah yang sudah kelaparan berjalan menuju kantin sembari berbincang santai. “kita harus nyiapin strategi agar kita bisa bekerja sama dengan Perusahaan IT International!, tapi itu perusahaan gedhe loh di, apa kita yang hanya murid SMA bisa bekerja sama? Huhuhu!” ucap indah dengan berekspresi sedih. “udah ndah jangan kawatir, kita harus tetap semangat!” sahut dio menenangkan. “lu mau nyemangatin gua, tapi lu sendiri lemes kayak gini di!, by the way pacar lu kan kerja di perusahaan itu, gimana kalau kita minta tolong sama pacar lu?” sahut indah mengusulkan.


Indah dan dio duduk sembari meletakkan makanan yang telah mereka bawa ke atas meja kantin. Dengan segera mereka menghabiskan makanan tersebut, dan terus diiringi bincang santai dengan sesekali tertawa ringan. “di, tadi kenapa si chika ngotot buat ambil alih tugas kita buat kerja sama dengan perusahaan veno sih?” ucap indah dengan mulut yang penuh. “mungkin karena dia pengen ketemu veno!” dio menyahut sembari melahap makanan di sendoknya. “ohh!!” indah menimpali.


“tumben kevin gak ikut nongkrong sama kita?” ucap indah sembari menatap dio. “di, kevin kan cinta mati sama lu, tapi dia gak cemburu apa ketika lu sama veno barengan?” indah menambahkan. “emm, gak tau sih!” dio menjawab dengan asal – asalan. “tapi kalau dilihat dari wataknya yang nekat, dia gak pernah ngelakuin apa – apa sama lu kan di?” indah bertanya dengan serius sambil menatap dio dengan curiga. Seketika jantung dio pun berdetak lebih cepat, dan di iringi keringat dingin yang ikut mengalir di sekitar wajah dio. Dio gelagapan tak bisa menjawab pertanyaan yang indah layangkan.

__ADS_1


Melihat ekspresi dio yang nampak aneh, indah pun bereaksi “hahahaa, gua cuma becanda lo di, jangan dianggep serius. Ya kali kevin mau aneh – aneh sama lu, sekali lu bentak aja kevin langsung mingkem. Gak mungkin dong dia berani nyium lu hahaha!” sahut indah sembari tertawa terbahak – bahak. Dio yang gugup itu memutuskan untuk minum, dan akhirnya tersedak mendengar ucapan indah “uhuk, uhuk!” dio terbatuk – batuk cukup lama, dan seragamnya pun ikut basah oleh minuman yang dio semburkan tadi.


Ucapan indah mengingatkan dio pada saat kevin menciumnya di rooftop. Entah mengapa kevin yang sekarang semakin nekat dan juga berani. Apalagi kevin sampai nekat untuk bunuh diri. “huuuhh!!” dio menghela nafa sembari mengusap bajunya yang basah. “pelan – pelan dong di, lagian lu lagi mikirin apa’an sih?” indah penasaran. “gak ada kok!” sahut dio dengan gelagapan.


Sepulang sekolah


“kriing!” bel pulang sekolah pun berbunyi nyaring. Karena dio dan kevin terbebas dari pelajaran tambahan, mereka berdua segera menata buku mereka dan bersiap untuk pulang lebih dulu dari teman – teman lainnya. “enak banget sih kalian, bisa pulang lebih dulu dan gak perlu ikut pelajaran tambahan gini!” indah mengeluh. “hehehe semangat ya ndah!” sahut dio sembari mengepalkan tangannya memberi semangat.


Keluar dari kelas, dio dan kevin berjalan beriringan menuju gerbang. Sepanjang perjalanan dari kelas menuju gerbang, dio hanya diam dan tak berani memulai obrolan. Begitu juga kevin, ia juga tak berani membuka percakapan dengan dio, mengingat tindakan agresifnya tadi yang dengan sengaja mencium paksa dio di rooftop. Namun tak dapat kevin pungkiri, jika ciuman tadi amatlah berkesan dalam hidupnya, dan rasa bahagia yang tak bisa ia ungkapkan oleh kata – kata.


Dalam keheningan yang terjadi diantara mereka berdua, sebuah panggilan masuk mengagetkan dio, dan bergegas ia mengambil ponselnya. Dio nampak terkejut menatap layar ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2