Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Resmi


__ADS_3

  Kembali pada ingatan dio 3 tahun yang lalu.


  Saat itu dio masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Ia tengah berada dalam perpustakaan, dan berdiri di depan rak untuk mencari beberapa buku pelajaran dalam rak tersebut. Namun ketika dio tengah memilih buku – buku dalam rak tersebut, pandangan dio tiba – tiba mengarah pada salah satu buku tebal yang letaknya sejajar dengan wajah dio saat ini. Karena penasaran, ia pun menarik buku tebal itu dengan kedua tangannya. “Pangeran Pelindung” dio membaca judul buku dongeng itu dengan cukup keras. Setelah membaca judul buku dongeng tersebut, dio hendak meletakkan buku itu kembali. Namun dalam sela – sela buku tempat ia mengambil  dongeng tebal itu, nampak seorang anak laki – laki yang rupawan dari sela – sela buku itu. Karena rasa penasaran dari dalam pikirannya, dio pun memutuskan untuk mendekatkan kepalanya pada sela – sela buku, dan mencari tau siapakah laki – laki dari balik rak buku itu.


  Begitu rupawan wajahnya. Bibirnya yang mungil, dan bulu mata tertanam dengan lentik di matanya. Dia adalah kevin, seorang murid yang terkenal suka membuat onar di sekolah. Nampak kevin tengah fokus membaca buku yang ada di tangannya saat ini. Dio pun memandang kevin dengan malu dari sela – sela buku itu. Kevin yang terkenal urakan dan kasar, kini nampak kalem dan pendiam. Dari sikapnya saat ini, kevin tak nampak seperti seseorang yang mimiliki watak yang kasar maupun urakan seperti gosip yang beredar di sekitar di sekolah. “pangeran pelindung.?” Dio memandang ke arah kevin sembari mengucap judul dongeng yang masih ingat itu, dengan suara yang cukup keras.


  Dari balik rak, kevin yang mendengar suara seorang perempuan dari sela – sela buku, membuat kevin penasaran dengan suara yang nampak tak asing itu. Kevin pun mendekatkan kepalanya, dan memicingkan salah satu matanya untuk mengintip. Kini padangan mereka berdua tengah terhubung satu sama lain. Pandangan mereka yang saling bertemu, dan wajah mereka yang saling berdekatan, membuat mereka berdua nampak kaget secara bersama’an. Sembari badannya yang terhentak ke belakang karena kaget, jantung kevin begitu berdegub kencang tak beraturan. Menyadari gadis yang beradu pandang di sela – sela buku itu adalah dio, kevin yang tengah panik itu segera berlari kencang keluar dari perpustakaan dengan nafas yang ngos – ngosan.


  Mulai saat itulah dio diam – diam memperhatikan kevin dari jauh. Meskipun kevin lebih sering duduk sendiri, dan

__ADS_1


tak sering berkomikasi dengan orang lain, namun dio merasa bahwa kevin adalah orang yang memiliki hati yang baik. Dari SMP hingga masuk SMA, dio masih menyukai kevin dan memilih untuk tetap merahasiakan perasa’an sukanya itu terhadap kevin. Namun berjalannya waktu, dio menganggap kevin sebagai salah satu sahabatnya, dan tak berfikiran jauh di antara mereka berdua.


  Kembali pada kevin yang tengah menyatakan perasa’annya.


  Kevin memandang dio dengan penuh perasaan, dan kedua tangan dio yang masih di genggam erat oleh kedua tangan kevin. Setelah mendengar seluruh perkataan kevin, dio memang merasakan sebuah getaran dari lubuk hatinya. Namun dio bukan perempuan yang suka mempermainkan perasaan. Mengingat dirinya yang telah menjadi istri dari seseorang, dio tak ingin menodai pernikahannya dengan menjalin hubungan bersama laki – laki lain. Dengan perlahan, dio mencoba melepaskan kedua tangannya dari genggaman tangan kevin. Namun dengan tenaga yang lebih besar, kevin menahan kedua tangan dio untuk tetap berada dalam genggaman tangannya. Merasa tak bisa melepaskan kedua tangannya, dio pun berkata “vin, hubungan gua sama veno buka hanya hubungan biasa yang......!!” belum selesai dio berkata, kevin menutup mulut dio dengan tangannya, guna menghentikan ucapan dio yang masih belum selesai itu.


  Kevin pun berkata pelan “aku udah tau di.!, aku cuma pengen kamu tau perasaan aku, dan tolong jangan menghindar atau pun hilang dari hadapanku.!!” Ucap kevin dengan nada yang lemah lembut. Dio tak memberikan jawaban ataupun memberikan penolakan terhadap kevin. Ia hanya diam sembari memandang kevin.


  Melihat ekspresi kevin yang begitu bersemangat hingga terkesan berlebihan, dio pun mengingatkan “kan gua nerima lu buat jaga’in gua !!, bukan nerima lu jadi cowok gua vin !!, kok reaksi lu overproud gitu sih..?” dio berkata dengan sinis, sembari menengok ke kanan maupun ke kiri, takut jika ada orang lain yang salah paham terhadap mereka berdua. “jadi hari ini kita udah resmi ya..??” kevin bertanya dengan penuh senyum. “resmi?, resmi apa’an??” dio menyaut dengan penasaran. “emmm, ya begitu lah!!” kevin menjawab singkat. Sembari berjalan meninggalkan dio, kevin tertawa dan nampak begitu bahagia.

__ADS_1


  Dalam kelas.


  Bu Feli adalah wali kelas dio yang baru di kls 3. Beliau  tengah memberikan beberapa penjelasan kepada seluruh anak didiknya. “anak – anak!!, untuk kegiatan study tour and camping, kita laksanakan 3 hari lagi. Kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok berisi 3 – 4 murid, dan untuk anggota kelompok kalian tentukan sendiri !!” ucap Bu Feli. “yeeeee.!!!!” Seluruh murid pun bersorak dengan penuh kegembiraan. “oiya!!, untuk kegiatan pelajaran tambahan sepulang sekolah untuk persiapan tes masuk Perguruan Tinggi, akan dilaksanakan


dua minggu lagi, jadi kalian masih ada waktu untuk bersantai !!” ucap Bu Feli sembari tersenyum. “yaaaahhh.!!!” Seluruh murid di kelaspun besorak penuh kekecewa’an dengan nada yang tak bersemangat.


  Di lain tempat.


  Dalam sebuah ruangan kosong yang berukuran tak begitu besar, seorang laki – laki berbaju hitam tengah di sekap di dalamnya. Nampak 2 orang laki – laki lain tengah berdiri tegap di dekat pintu, sembari terus menjaga lokasi agar tetap aman. Dan satu orang laki – laki lainnya, diberi tugas untuk menyiksa pria berbaju hitam itu, dan mengorek beberapa informasi penting darinya. Wajah pria bebaju hitam itu nampak lebam dengan rantai yang terpasang pada pergelangan tangannya, pria bertubuh kekar di hadapannya itu terus menyiksa secara bringas dan tanpa ampun.

__ADS_1


Dengan kedua tangan yang terikat oleh rantai, laki – laki berbaju hitam itu terus disiksa, dan dipaksa untuk memberikan keterangan. “ceplaaaasss!!” laki – laki berbaju hitam itu lagi - lagi menerima sabetan cambuk dari pria bertubuh kekar di depannya. “aaaaaa.!!!” Pria berbaju hitam itu terus menggeliat dan berteriak keras, karena rasa sakit yang sedang ia rasakan saat ini. “siapa yang ngirim lu !!, cepet katakan !!!” ucap pria bertubuh kekar dengan membentak. “ceplaasss.!!!”, “ceplasss!!”, “ceplas.!!” Sampai beberapa kali di sabet oleh campuk, dan dilempari pertanyaan yang sama, laki – laki itu belum juga memberikan keterangan perihal orang yang telah mengirimkannya.


  Hingga pria berbaju hitam itu lemas tak berdaya dan hampir pingsan, ia belum juga memberikan jawaban atau keterangan mengenai orang yang telah mengutus dirinya. Melihat kondisi pria berbaju hitam yang belum juga memberikan jawaban, pria kekar itu menhentikan sabetan cambuknya dan nampak ia mencoba menhubungi seseorang melalui ponselnya. “boss, orangnya masih belum ngaku juga!!”. “kondisi orang itu gimana?” terdengar suaran dari dalam telepon. “dia lemas hampir pingsan bos!!” ucap pria bertubuh kekar itu. “tahan dulu, jangan sampai mati!!, besok kamu siksa lagi biar dia cepet ngaku.!!” Ucap boss dari pria bertubuh kekar itu. “siap boss!!” pria kekar itu pun menyauti.


__ADS_2