
Veno tak bisa menutupi kesedihannya, dan hampir menangis. Merasa tak tahan, venopun menggenggam dompet milik dio dan berlari ke arah toilet untuk menemui dio. Baru keluar dari toilet, dio merapikan dressnya tepat di depan pintu masuk toilet. Namun dengan tiba – tiba veno datang dan langsung memeluknya dengan erat. “ven lu apa’an sih!, ini di depan toilet, diliatin banyak orang loh!!” ucap dio berbisik dengan ekspresi kebingungan.
Tak menjawab, veno menumpahkan seluruh emosi dan kesedihannya dalam pelukan dio dengan mata yang berkaca – kaca. Melihat veno yang hampir menangis dalam pelukannya, dio memutuskan untuk membiarkan veno meluapkan seluruh perasaan sedihnya.
Setelah dirasa cukup tenang, dio pun mengajak veno untuk segera pulang. “udah lebih tenang?, ayo kita pulang!” ucap dio dengan lemah lembut. Venopun mengangguk dengan patuh. Sepanjang perjalanan pulang, dio tak berani menanyakan perihal kesedihan yang baru saja ia luapkan di depan toilet. Dio hanya diam dengan sesekali melirik ke arah veno yang fokus mengemudi.
Sesampainya di rumah, veno menggandeng tangan dio dan berjalan menuju kamar. Merasa ada yang aneh dengan sikap veno, dio terus menerka – nerka, sekiranya masalah apa yang menimpa veno hingga ia tak bisa menutupi perasaan sedihnya di hadapan dirinya.
__ADS_1
“ceklak!” pintu kamar telah ditutup dengan perlahan. Dan venopun masih menggenggam erat tangan dio, hingga membuat dio semakin bingung. “ven, ada apa?” ucap dio penasaran. “di, lu inget kejadian 8 tahun yang lalu? Ketika lu berusaha nylametin anak laki – laki yang disekap di dalam rumah kosong?” ucap veno dengan nada serius sembari memegang kedua pundak dio. Kedua mata dio terbelalak kaget menatap veno. “kenapa lu bisa tau kejadian itu ven?” saut dio dengan penasaran. “gua anak laki – laki itu di!” saut veno sembari memeluk dio dengan erat. “apa??” dio yang terkejut itupun seketika menangis. Akhirnya mereka berdua saling berpelukan dengan penuh rasa haru.
Keesokan harinya.
“ven, gua berangkat dulu ya!” ucap dio. Venopun mencium kening dio dan berkata “hati – hati di jalan ya di!, dan yang pinter di sekolah!!” ucap veno dengan lemah lembut. “he’emm!” dio pun menjawab dengan berdehem. “pinter!!” saut veno sembari mengelus lembut rambut dio. Semenjak kejadian kecelakaan yang menimpa dio, riko ditugaskan oleh veno sebagai bodyguard sekaligus sopir dio kemanapun dio pergi. Sesampainya di sekolah, dio segera turun dari mobil riko. “ko, selama gua sekolah mending lu ke kantor veno aja!, masak iya lu mau nunggu’in gua seharian disini!” ucap dio sembari menunduk pada jendela mobil riko. “oke!, jangan pulang atau pergi kalau bukan gua yang antar jemput ya!” saut riko. “cerewet!!” saut dio dengan cuek sembari berjalan meninggalkan mobil riko. Melihat dio berjalan melewati gerbang, riko segera menancap gas meninggalkan sekolah dio menuju kantor.
Sesampainya di kantor, riko berjalan melewati lobi dan masuk dalam lift menuju ruangan veno. “pak riko, kenapa akhir – akhir ini saya jarang ketemu bapak?” ucap karyawati cantik dari bagian purcashing. “oh iya, kebetulan sekarang saya sedang ditugaskan di luar!” saut riko sembari tersenyum. “ohh, begitu pak!” saut perempuan itu dengan sopan. Keluar dari lift, riko berjalan dengan gagah menuju ruang kerja veno. “ceklek!” veno memandang dengan seksama ke arah pintu. Melihat riko berjalan dengan gagah ke arahnya, veno pun bereaksi “baru beberapa hari jadi bodyguard, udah keliatan gagah gini!” ucap veno sembari tersenyum.
__ADS_1
Tak memberi jawaban, veno diam mencoba memutar otak untuk menemukan cara agar ia tak harus pergi ke AS dan meninggalkan dio untuk beberapa waktu. “ven, perusahaan kita gak bisa mengulur banyak waktu lagi” saut riko dengan wajah yang tegang. “huuufftt!!, apa boleh buat!, terpaksa gua harus kesana!” saut veno pasrah. “terus masalah dio gimana ven?, gua gak bisa ngebiarin lu ngurus masalah penting ini sendiri!” saut riko dengan ekspresi penuh kebimbangan. “lu tau sendiri, rencana pembunuhan dio bukan masalah sepele yang bisa kita kesampingkan!” saut riko menimpali.
Veno menundukkan kepalanya dan memijat keningnya dengan kedua tangan. “huuffttt!!” veno menghembuskan nafas panjang. “apa boleh buat, karena masalah ini mendesak, terpaksa gua harus minta bantuan kevin buat jadi bodyguard dio untuk sementara!” saut veno dengan pasrah. “ngeliat seluruh usahanya buat ngelindungi dio, sepertinya kevin emang orang yang tepat ven!” saut riko menyetujui.
Di ruang Bu Feli.
“lho bu, apa gak seharusnya lomba ini untuk teman – teman lain yang ingin masuk ke Universitas Gajah Mungkur dengan jurusan yang sesuai?, saya kan ingin masuk kesana dengan lain jurusan bu, seandainya saya bisa meraih juara, saya juga akan masuk jurusan Manajemen Bisnis bu! ” saut dio menjelaskan. “ibu tahu, memang salah satu hadiah yang akan diterima yakni langsung diterima di Universitas Gajah Mungkur tanpa harus mengikuti seleksi masuk lagi. Namun bagi sebuah sekolah, prestasi adalah harga diri yang akan dipandang dan menjadi salah satu tolak ukur seseorang menilai sekolah kita” ucap Bu Feli menjelaskan.
__ADS_1
“ibu menerima keputusan kamu untuk memilih jurusan yang kamu minati, tapi harus ibu ingatkan kembali, salah satu kewajiban sebagai seorang murid yakni menjunjung tinggi nama baik sekolah. Dengan cara bertingkah laku, maupun berusaha mengharumkan nama sekolah dengan prestasi!” ucap Bu Feli menimpali. Dio merenungkan perkataan Bu Feli. “baiklah bu, saya mau mengikuti lomba itu!” saut dio dengan psrah sembari menghembuskan nafas panjang.
Keluar dari ruang Bu Feli, dio berjalan lemas menuju kelas. “lemes banget? Kena marah?” saut indah dengan penasaran sambil mengunyah snack di tangannya. Dio menggelengkan kepalanya. “terus??” saut indah menimpali. “gua harus ikut lomba Matematika dan IPA di Universitas Gajah Mungkur minggu depan!” saut dio dengan lemas. “whaaaattt????” indah terbelalak kabet dengan sedikit menjerit histeris. “OMG, disana gudangnya cowok keren di!, uhh beruntung banget sih lu, gua jadi iri!” saut indah dengan histeris. “apa lu aja yang ikut lomba?” saut dio menantang. “hahaha, pemikiran yang sangat konyol” saut indah sembari menghentikan tawanya.