
“kalian tunggu di sini, jangan kemana – mana!” ucap kevin dengan nada serius, sembari berjalan meninggalkan dio dan juga indah. Kini hanya ada indah dan juga dio yang sedang terduduk dengan lemas. Dari balik semak – semak belukar, nampak tiga pria misterius tengah mengawasi dio dan indah dari sisi yang berbeda satu dengan yang lain. “alfa satu dan dua, siap menyergap !!” salah satu pria dari tiga pria itu pun memberikan aba – aba pada kedua rekannya menggunakan handy talky. Setelah mendapat aba – aba, ketiga orang itu pun melakukan pergerakan dan berjalan mengendap - endap ke arah dio dan juga indah. “srraak !!, sraak!!” terdengar suara dedaunan kering yang sedang terinjak tak jauh dari tempat dio duduk. Mendengar suara dedaunan kering yang terinjak, dio yang merasa curiga itu pun berkata pada indah. “ndah, lu denger gak? Kayak,nya ada suara orang lagi jalan deh !!” ucap dio dengan suara yang nampak kawatir.
“masak sih !?” ucap indah sembari menempelkan kepalanya pada batang pohon dan tak begitu memperhatikan ucapan dio. “sraakk, sraakk!!” suara langkah kaki itupun terdengar semakin jelas dan sepertinya tengah mendekat pada mereka berdua. Indah yang sedari tadi tak memperhatikan perkata’an dio, kini nampak kawatir.
Dengan tiba – tiba, tiga orang pria misterius bertopengpun muncul dari balik semak - semak. Dengan sigap, mereka segera membekap mulut dio dan juga indah menggunakan sapu tangan yang telah diberi obat bius di dalamnya. “aaaaaa !!”. “aaaaa !!” indah dan dio meronta – ronta sebisanya dan terus berusaha berteriak meminta bantuan. Namun karena tekanan sapu tangan pada mulut mereka yang amat kuat, suara dio maupun indah tak mampu keluar. “gubrak !!” indah akhirnya tergeletak tak sadarkan diri lebih dulu dari pada dio. Melihat sahabatnya yang telah tergeletak tak sadarkan diri, membuat dio semakin panik dan ketakutan. Dio yang masih cukup sadar, terus meronta sembari terus memukul – mukul pria misterius itu. Hingga akhirnya, dio pun kehilangan kesadarannya dan tergeletak lemas lalu pingsan. “ayo cepat kita kabur !!” ucap salah satu pria bertopeng itu. Setelah memberi aba – aba, tiga pria misterius itu segera membawa dio pergi, dan meninggalkan indah tergeletak sendiri.
Dengan setengah berlari, mereka bertiga mempercepat langkah kaki mereka agar bisa keluar dari area puncak dengan segera. Setelah melewati banyak tumbuhan semak yang rimbun dan pepohonan yang tingginya acak, ketiga pria misterius bertopeng itu berhasil membawa dio keluar dari area puncak. Nampak sebuah mobil berwarna hitam telah terpakir di luar area destinasi wisata. Sepertinya mobil itu sengaja di parkir oleh ketiga pria itu agar memudahkan mereka untuk kabur.
Dengan sekuat tenaga, kevin berlari ke arah tempat dio berada. Alangkah kagetnya kevin, mendapati hanya indah seorang yang berada di tempat itu dan dalam kondisi yang tak sadarkan diri. Menyadari wanita pujaan hatinya telah dibawa pergi oleh orang jahat, kevin nampak syok dan tak bisa menahan emosi dari dalam dirinya. Ia nampak frustasi, dan terus menyalahkan dirinya sendiri karena telah lalai. “harusnya gua gak ninggalin lu di!!, kenapa gua bodoh banget !!” “lu gak boleh kenapa – kenapa !!, lu harus tetep selamat di!!” ucap kevin dengan suara yang cukup kencang. Kevin segera mengambil ponselnya, dan mencoba menghubungi pihak sekolah, pihak penyelenggara, atau siapapun yang bisa ia hubungi. Karena sinyal pada ponsel kevin tak stabil, kevin kesulitan untuk melakukan panggilan. Sampai beberapa kali melakukan panggilan, akhirnya kevin bisa menghubungi seseorang. Dengan
__ADS_1
panik dan suara yang terbata – bata, kevin segera menceritan kondisi yang ia alami saat ini.
Di kantor veno.
Veno sedang meeting bersama beberapa staff, dan membahas mengenai hasil pemasaran bulanan dalam perusaha’annya. Nampak veno tengah memimpin jalannya rapat. “jadi kesimpulannya, ada kenaikan penjualan pada bulan ini, dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 2,5 persen !!”. “untuk planing selanjutnya, bentuk tim khusus untuk melakukan survey mengenai kepuasan konsumen dengan produk kita. Dan pilih beberapa komentar bernilai positive, share ke media sosial, buat konten, atau tampilkan sebagai testimoni.!!” Ucap veno dengan tegas dan lugas. “baik pak, akan kami catat poin – poin penting yang telah bapak sampaikan. Dan segera kami selesaikan !!” ucap salah satu staff pemasaran dalam perusaha’an veno.
Akhirnya meeting telah selesai di laksanakan. Veno meregangkan tangannya, dan memutar kepalanya se arah jarum jam. “dio disana lagi apa ya??” veno yang penasaran mengambil ponselnya berniat untuk menelfon dio.
Saat ini riko dan veno dalam perjalanan menuju puncak yakni tempat dio camping. Dengan riko sebagai pengemudi, riko pun memacu mobil veno dengan kecepatan tinggi. Tak biasanya riko mengemudi dengan kecepatan kilat seperti saat ini, bak seorang pembalap profesional. Dalam perjalanan, veno menghubungi pihak berwajib, dan melaporkan kejadian hilangnya istrinya itu pada pihak polisi. Tak lama setelah telefon dari veno ditutup, beberapa anggota tim kepolisian segera berangkat menuju tempat kejadian yang telah disebutkan oleh veno.
__ADS_1
Mengingat kembali saat riko menerima kabar dari seseorang mengenai hilangnya dio.
Riko yang nampaknya memiliki ketertarikan terhadap istri veno itu, ternyata diam – diam memantau media sosial
media milik dio, dan terkadang ia tak segan untuk bertanya dengan salah satu murid satu kelas dio yakni fatan, mengenai kabar dio saat berada di sekolah. Fatan adalah kerabat jauh dari Pak Anton, yakni sopir dio.
Mengetahui jika fatan berada dalam satu kelas yang sama dengan dio, riko sering kali menanyakan kabar dio, melalui pesan singkat maupun video call. Saat riko berjalan menuju pantry untuk membuat kopi, ia dikagetkan dengan ponselnya yang terus berdering karena ada telefon masuk. Ternyata telefon masuk itu berasal dari fatan, dengan tujuan untuk memberi kabar akan hilangnya dio dalam hutan di area puncak. Seketika riko berlari dengan kencang untuk memberi kabar pada veno.
Di tempat lain yang tak cukup jauh dari area wisata tempat dio camping, mobil penjahat yang membawa dio itupun akhirnya berhenti di sebuah bangunan, yakni di sebuah gudang bekas yang dulunya tempat penyimpanan gabah maupun beras. Bisa dipastikan, jika bangunan ini amat pengap dan banyak tikus di dalamnya. Satu persatu penjahat itu pun keluar dari mobil, dan membawa dio masuk ke dalam gudang bekas itu. Dengan kondisi matahari yang tak lagi nampak, ditambah lagi dengan suasana gudang yang jauh dari rumah – rumah penduduk, membuat para penjahat itu merasa aman untuk membawa dio masuk ke dalam gudang tersebut.
__ADS_1
Karena dosis obat bius yang tinggi, membuat dio masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Dio pun di letakkan di kursi kayu yang reot, dengan tali yang mengikat kedua tangan dan kakinya. Melihat wajah dio yang cantik rupawan, dengan tubuh yang ramping, membuat ketiga pria jahat itu pun berfikiran kotor. “sebelum kita habisi, mubazir kalau gak kita cicipi dulu !!” ucap salah satu pria bertopeng itu. “sepertinya enak !!, saut pria bertopeng lainnya. Mendengar kedua rekannya berkata demikian, salah satu pria bertopeng itu berjalan ke arah dio, dan dengan seksama memandangi wajah dio. Ia melepaskan sarung tangannya, dan menyentuh rambut dio dengan lembut. “boleh juga!!” ucap lelaki itu dengan suara yang lirih.