
Mengingat perbuatan om dan tantenya yang tega mengambil bisnis keluarganya secara paksa, membuat dio berambisi untuk mempelajari ilmu bisnis agar bisa mengambil kembali perusahaan milik keluarganya itu.
Dengan ekspresi wajah yang sedih, dio berkata dengan serius pada veno yang tengah duduk disampingnya “ven, gua pengen ngerebut perusahaan milik papa yang udah di ambil oleh om dan tante.!!” , “saat ini gua gak punya
orang lain buat ngedukung gua, yang gua punya cuma kamu, jadi gua harap kamu bisa ngedukung apapun keputusan gua.!!”
Veno menganggap dio mulai dewasa, dan telah memiliki suatu tujuan hidup. Menyadari bahwa istrinya telah tumbuh menjadi wanita cerdas dengan pola pikir yang memandang jauh ke depan, veno merasa beruntung telah menikah dengan dio. Veno memberanikan diri untuk menggenggam kedua tangan dio. Kini, kedua tangan mereka saling bersentuhan satu sama lain. Dengan pandangan yang dalam dan penuh perasaan, mereka berdua saling bertukar pandang. Nampak dari pandangan mereka saat ini, jika mereka berdua memiliki ketertarikan dan perasaan yang sama antara satu sama lain. Apalagi saat kulit tangan mereka saling bersentuhan, mereka terlihat begitu menikmati perasaan campur aduk yang tengah mereka rasakan. “di.!!” Veno memanggil dio dengan suara yang lembut.
Dio yang masih memandang ke arah mata veno itu menjawab dengan suara yang lembut pula, “ya..??” ,
“mari perlahan kita lebih mengenal satu sama lain, dan mari kita jalani hubungan kita lebih dalam lagi.!!”
veno berkata dengan nada yang lembut. Mendengar ucapan veno yang begitu dalam itu, wajah dio pun memerah. Dengan malu – malu, dio menjawab sambil menganggukkan kepalanya “iya..!!”
Bagai telah lolos dari sebuah ujian, veno merasa begitu lega mendengar jawaban dari istrinya itu.
Dengan perlahan, ia mengangkat kedua tangan dio yang tengah ia pegangi itu, dan mengecupnya dengan mesra. Sekujur tubuh dio bagaikan dialiri listrik bertegangan tinggi. Jantungnya mulai berdegub lebih kencang.
__ADS_1
Wajah dio nampak bertambah merah. Dalam situasi yang begitu mendebarkan itu, tiba – tiba “tookk.!!, tookk.!! Tookk.!!” Suara ketukan pintu dari luar mengagetkan mereka berdua. “tookk..!!, tookk!!, tookk.!!” Suara ketukan pintu itu kini terdengar lebih kencang, membuat mereka kaget dan segera melepaskan tangan mereka yang saling terkait. “duuuhh,, siapa sih, ganggu banget.!!” Veno menggerutu dalam batin. “masuk.!!” Veno berteriak keras
menjawab ketukan pintu yang tengah mengganggu waktunya itu. “ceklek.!!” Pintu kantor veno mulai terbuka. Terlihat salah satu karyawan wanita dengan paras yang lumayan cantik, dengan memakai rok sepan yang pendek masuk ke dalam ruangan veno.
Wanita itu melirik sinis ke arah dio. nampak dari raut wajahnya saat ini, ia sedang kurang begitu suka melihat dio yang tengah duduk bersebelahan dengan atasannya itu. Tanpa di suruh, wanita itu berjalan mendekat ke arah veno dengan senyum yang terpancar dari bibirnya, seakan sedang memikat atasan yang ada didepannya saat ini.
“ada apa.??” Veno bertanya datar. “saya mau menyerahkan laporan keuangan bulan ini pak.!” Dengan nada yang
lembut, wanita itu menjawab pertanyaan dari veno sambil menyerahkan berkas yang ada di tangannya itu.
dari kantor veno, wanita itu meminta veno untuk mengecek berkas yang ia bawa terlebih dahulu.
Veno meraih berkas itu, dan tanpa basa – basi ia mengoreksi laporan keuangan dengan teliti.
Melihat suaminya sedang memeriksa berkas itu dengan serius, dio berdiri dari tempat duduknya dan berjalan untuk melihat – lihat sekitar kantor kerja veno. Namun, pandangan dari wanitu itu nampak sinis dan tak menyukai dio. “anak kecil kemarin sore, tapi udah berani ganjen sama pak veno.!!” Wanita itu menggerutu dalam batin. “duuhh, nenek lampir ini ngapain sih liatin gua mulu.!” Dio yang merasa kurang nyaman karena dipandang sinis terus menerus oleh wanita itu, membuat dio menggerutu dalam batin. “apa jangan – jangan nih lampir suka sama veno ya..?”, “apa di kantor dia sering ganjen ke veno.??” , “tapi kalau dilihat dari respon veno, dia bukan tipikal
cowok yang ganjen sih.!!” Dio mencoba berfikir positive. Sat ini dio berdiri tepat di meja kerja milik veno, dan dengan sengaja duduk di kursi kerja milik veno. Wanita itu melihat dio yang duduk di kursi atasannya itu semakin geram. Ia pun berkata, “adek, kurang sopan kayaknya kalau kamu duduk di kursi Pak Veno.!!”
__ADS_1
Dio yang mendengar ocehan wanita itu berpura – pura tak mendengarnya. Ia malah asyik menyentuh barang – barang milik veno yang ada di atas meja itu. wanita itu terlihat semakin geram, ia mengulangi perkataannya kepada dio “adeek.!!!, kurang sopan kalau kamu duduk di tempat Pak Veno.!!” Veno yang mendengar wanita itu menegur istrinya itu berkomentar dengan datar, “biarkan saja.!!” Mendengar veno membiarkan dirinya untuk duduk di
tempat duduknya, ia pun menahan tawanya “ppffftttt..!!” dalam batin dio berkata “hahahaha..., rasa’in lampir ganjen.!!, tuh akhirnya malu sendiri kan.!!”
Veno menyerahkan berkas yang telah diperiksanya itu sambil berkata, “sudah saya koreksi, poin yang perlu dibenahi sudah saya tandahi.!” , “baik pak.!!, oiya pak, saya mengingatkan kembali, 15 menit lagi bapak ada rapat bersama pihak investor.!” Wanita itu berkata dengan nada yang lembut pada veno. “iya.!!” Veno menjawab dengan singkat. Akhirnya wanita itu keluar dari ruangan veno, dan masih dengan tatapan sinis, ia memandang ke arah dio yang masih duduk manis di atas kursi milik veno.
“ckckckck..!!, gak nyangka, lu gak cuma jadi atasan disini, juga jadi idola buat mereka ya ternyata.!!” Dio berdecak kagum pada veno. Veno menghampiri dio yang tengah duduk di atas kursi kerjanya. “cemburu yaa.?” Veno bertanya seolah menggoda dio. “enggahk lahh..!, jangan PD.!!” Jawab dio dengan ketus. “kayaknya emang cuma lu deh yang bisa ketus dan kasar sama gua.!!”, “dasar, anak kecil nakal.!!” Veno berkata pada dio sambil mencubit kedua pipi dio. “aaahh, sakit ven..!!” dio berteriak kesakitan. “habis ini gua ada rapat, lu mau pulang dulu dijemput Pak Anton, atau mau nunggu’in gua selesai rapat dan pulang bareng??” veno bertanya pada dio. “kalau di rumah,
gua juga gak ada tugas, gua nungguin lu deh..!!”, “tapi jangan lama – lama.!!” Jawab dio. Veno pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. “iyaa..!!”
Veno pergi menuju ruang rapat, dan kini hanya dio seorang yang berada di ruangan veno. Dengan asik, dio bermain game di komputer milik veno. “took.!, took.!, took.!!” “ceklek..!!” seorang laki – laki masuk ke dalam ruang kerja veno. Dio yang tengah asik bermain game itu tak menyadari jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan milik veno. Sambil ikut bernyanyi santai, dio mengikuti alunan musik yang sedang ia putar. Laki – laki
itu mulai penasaran dengan gadis yang sedang konser di depannya itu.
Sedikit tertawa, laki – laki itu meletakkan camilan dan juga kopi panas itu di atas meja. Tak langsung pergi, laki – laki itu masih penasaran dengan rupa gadis yang sedang duduk bernyanyi, dibalik kursi kantor veno. Ia pun mencoba mendekat untuk mengetahui, siapa gadis itu. Dio masih bernyanyi santai, hingga pada akhirnya, ia menoleh ke belakang. Alangkah kagetnya laki – laki itu, melihat seorang gadis berseragam SMA dengan
rambut tergerai, dan rupa yang begitu menawan tengah memandang ke arahnya. Laki – laki itu memandang dio dengan berdebar. Tak bisa dipungkiri, saat ini ia terpana pada pandangan pertama, pada dio.
__ADS_1