
Seorang lelaki bertubuh atletis dengan wajah yang rupawan, tak lain dan tak bukan ialah kevin. Melihat kevin masuk ke dalam perpustakaan, sontak sekerumpulan siswi kelas bahasa itu pun gaduh dan salah tingkah. “wah, ada kevin!, wah dia ganteng banget sih!” terdengar saut menyaut para siswi itu dengan antusias sambil sesekali memandang takjub ke arah kevin. Melihat respon berlebihan dari sekelompok perempuan di belakangnya, dio dan indah pun saling berpandangan dengan kaget. “sial, kevin ngapain kesini segala!, nambahin musuh buat gua aja!” ucap dio mengeluh sembari mengernyitkan keningnya.
Melihat begitu antusiasnya sekumpulan perempuan dari kelas bahasa, membuat dio dan indah saling berpandangan. “eh guys, tapi ada rumor katanya kevin suka sama cewek di kelasnya!, tapi tuh cewek udah punya pacar!, kurang ajar banget kan?” saut salah satu perempuan yang tengah memegang buku paket tebal di tangannya. “gua juga pernah denger sih rumornya, tapi apa bener kevin beneran suka sama tuh cewek?, gua jadi penasaran nih siapa cewek yang katanya bisa buat kevin bertekuk lutut!” mereka berlima saling saut menyaut dengan serius.
“tapi kalian tenang aja, gua bakal bikin kevin bertekut lutut sama gua!”. “gimana caranya?”, “gua bakal ndeketin kevin, dan gua akan ngeluarin jurus pamungkas gua yang bakal bikin kevin klepek – klepek sama gua!!. dan pastinya gua bakal peringatin kevin buat berhenti suka sama tuh cewek ganjen!!” saut salah satu siswi berhidung mancung layaknya orang keturunan arab itu dengan bersemangat.
Tanpa mereka sadari, perempuan yang mereka maksud tengah duduk dibelakang mereka saat ini. Mendengar ucapan kelima perempuan itu, baik dio maupun indah menjadi ketar – ketir. “kalau mereka berlima sampai tahu kalau perempuan yang bikin kevin bertekuk lutut itu dibelakang mereka, kira – kira respon mereka gimana ya di?” ucap indah berbisik pelan di telinga dio. “doakan aja, semoga gua bisa selamat dari coba’an ini ndah!!” ucap dio memelas. “kayaknya kali ini lu bener – bener gak selamat deh di!, tuh liat kevin jalan kesini!” ucap indah dengan terbata – bata. Mendengar ucapan indah, seketika dio pun menoleh ke arah pintu masuk perpustakaan.
__ADS_1
Bagaikan melihat hantu, dio dan indah pun terperangah kaget melihat kevin yang tiba – tiba muncul dan berjalan ke arahnya. “sial, kevin ngapain kesini segala!, nambahin musuh buat gua deh!” ucap dio mengeluh sembari mengernyitkan keningnya. Melihat kevin yang masuk ke dalam perpustakaan dan berjalan ke arah tempat duduk mereka, seluruh perempuan itu nampak histeris dan salah tingkah. “waah kevin, tuh liat dia jalan kesini ya?” mereka berlima saling senggol melihat kevin yang seakan berjalan menghampiri mereka. Namun sayangnya, kevin melewati tempat duduk mereka berlima, dan menghampiri perempuan yang duduk tepat di belakang mereka, yakni tempat duduk dio dan juga indah. Tanpa dikomando, kelima perempuan itu pun menoleh secara berjama’ah ke arah dio.
“hai di, belum selesai ya tugas kelompoknya?” ucap kevin sembari duduk tepat di depan dio dengan jarak yang cukup dekat. Bagaikan sebuah buruan yang sedang diawasi, kelima perempuan itu memandang dio dengan tatapan yang tajam, seakan siap menerkam. Keringat dingin pun keluar dari dahi dan leher dio. “ehhm, iya vin!” saut dio dengan terbata – bata. “kamu keringetan di, sini aku usapin!” saut kevin sembari menyeka keringat dingin pada dahi dio menggunakan tangan kanannya. Bukannya semakin mengering, keringat dingin yang keluar dari dahi dio pun malah semakin deras. Dio pun melirik ke arah kelima gadis itu sembari menelan ludahnya, “aduh gawat, genderang perang dari mereka pasti udah ditabuh!” ucap dio dalam batin.
Merasa pandangan kelima perempuan itu penuh ancaman, dio pun menangkis tangan kevin dengan pelan. “ehmm vin, kayaknya gua sama indah mau balik ke kelas deh!” ucap dio dengan terbata – bata. “oh, iya di ayo gua anter!” saut kevin dengan lemah lembut. “ oh, gak usah vin, bye – bye!” ucap dio sembari berjalan dengan tergesa – gesa meninggalkan kevin, dan diikuti oleh indah yang membutut dibelakangnya. Setelah dio pergi, ekspresi kelima perempuan itu berubah menjadi lemah lembut dan penuh senyum. “hai vin!!” ucap perempuan berhidung mancung itu dengan melambaikan tangan kanannya. Tak memberikan respon, kevin hanya diam dan segera pergi meninggalkan perpustakaan. “duuhh, ini gara – gara tuh cewek!, gara – gara dia, gua gagal ngasih kesan pertama yang bagus buat kevin!!” ucap gadis berhidung mancung itu dengan ketus.
Tak ingin bertengkar, veno pun menjelaskan “di, mulai hari ini riko resmi jadi bodyguard lu!” ucap veno. “ya, terus??” saut dio singkat. “sepulang sekolah, gua tunggu di kantor polisi. Karena ada penyidikan berkaitan kecelakaan yang menimpa lu!” saut veno menjelaskan. “apa?, oke gua segera kesana!” setelah mendengar penjelasan dari veno, dio bergegas memakai tas punggungnya dan segera keluar dari kelas.
__ADS_1
Melihat dio berjalan dengan tergesa – gesa, kevin dan indah pun mengikuti di belakang dio dengan penasaran. “ada apa di, kenapa buru – buru?” ucap indah dengan penasaran. “gua mau ke kantor polisi ndah, masalah kecelakaan kemarin!” saut dio dengan tergesa – gesa. Mendengar ucapan dio, kevin pun tersenyum lega, dan menghentikan langkahnya. Tak kunjung keluar dari lingkungan sekolah, dio yang tergesa – gesa itupun tak lagi berjalan cepat, namun melebarkan langkah kakinya dengan berlari. Tak bisa mengimbangi dio yang semakin cepat, indah pun berhenti dengan nafas yang terengah – engah. “gila, cepet banget dio kalau lagi lari. Kenapa gua baru tau kalau dio punya bakat tersembunyi bisa lari cepat gini ya!, huufft, huufft, huuftt!!!” ucap indah sembari meletakkan kedua tangannya di pinggang, dan terus terengah – engah.
Keluar dari gerbang, dio menoleh ke kanan dan kiri mencari mobil merah miliknya. “pak anton kemana ya?, tumben belum jemput!” ucap dio dengan gelisah. Melihat tingkah dio yang aneh, beberapa murid di sekitar gerbang pun memandang sinis terhadap dio. Tak ambil pusing, dio memilih untuk tak mempedulikan lingkungan sekitar, dan fokus menoleh ke kanan dan juga kirinya. Namun mata dio tertuju pada seorang pria tampan yang dikerubungi beberapa perempuan di sekitarnya. “riko?” dio mengenali pria itu adalah riko. Tak mau membuang waktu, dio pun menghampiri riko yang tengah kebingungan menjawab pertanyaan para gadis yang menggerubunginya.
“ekheemm!!” dio berdehem dengan cukup keras hingga membuat riko menoleh ke arahnya. “di, dio?” riko yang kaget itupun terbata melihat dio yang memandang sinis ke arahnya. Tak ingin dio menjadi salah paham, riko pun berusaha menjelaskan “anu di, gua gak tahu kenapa mereka tiba – tiba ngerubungin gua!” ucap riko dengan gugup. Melihat pria tampan yang mereka ajak ngobrol berusaha menjelaskan keadaannya pada dio, salah satu siswi lain itu pun bertanya “lu kenal pria ini?” saut salah satu perempuan dengan sinis terhadap dio. “tak menggubris, dio menarik lengan baju riko menuju mobil dengan tergesa – gesa.
Setelah mereka berdua meninggalkan sekolah, dio pun berkata “kalau lu masih pengen jadi bodyguard gua, jangan sampai lu tebar pesona sama cewek – cewek di sekolah gua kayak tadi!, kalau masih tebar pesona, lu bakal gua pecat jadi bodyguard gua!!” ucap dio dengan ketus. “pfffftttt...!!” bukan malah tertekan, riko merasa kata – kata yang dio ucapkan malah membuatnya tak kuasa menahan tawa. “gua tadi gak tebar pesona!, gua capek kalau harus nunggu dari pagi sampai lu pulang di dalem mobil. jadi gua keluar cuma buat ngerokok dan nglemesin otot gua yang kaku!” ucap riko menjelaskan.
__ADS_1
Sesampainya di kantor polisi, dio turun dari dalam mobil dan menghampiri veno yang telah lebih dulu sampai. “kamu tenang aja ya, kamu katakan apa yang sebenarnya terjadi!, kamu gak perlu takut!” ucap veno sembari mengelus kepala dio. Dengan patuh, dio pun mengangguk untuk meng iyakan ucapan veno.