Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Salah Tingkah


__ADS_3

  Veno menggandeng tangan dio menuju tempat parkir.


Sesampainya di depan mobil veno, mereka pun berhenti. Melihat indah yang masih mengikuti mereka berdua,


veno dan dio yang sama – sama gugup segera melepaskan tangan mereka yang saling terkait dengan erat itu. Melihat kecanggungan di antara dio dengan cowoknya, indah memutuskan untuk berpamitan pulang kepada


dio. “di, lu pulang diantar sama kak veno aja.!! Biar gua pulang sama Pak Anton..!! “bye..bye..!” indah melambaikan tangannya sambil berjalan pergi. Melihat indah yang sudah pergi, mereka berdua akhirnya masuk ke dalam mobil veno.


  Dalam perjalanan pulang, terjadi kecanggungan level tinggi di antara mereka berdua.


Mereka saling melirik satu sama lain, namun sama – sama tak berani untuk memulai obrolan.


Sampai beberapa lama, veno memutuskan untuk memulai obrolan guna mencairkan situasi yang canggung itu.


“lu udah makan..?” dio menjawab pelan, “belum.!!, kalau lu..?”.


veno bertanya lagi, “gua juga belum..!! mau beli makan di luar..??”.


Dio pun menjawab “makan di rumah aja, biar Bu Ani yang masak.!”


Mendengar jawaban dio, veno terlihat senang.


  “oh iya ven, gua tadi habis beli sepatu sama beli’in indah juga pake kartu lu..!!” dio berkata pelan pada veno.


“iya pake aja..! lu kan istri gua.! Jadi gak usah sungkan..!! mendengar perkataan veno itu, wajah dio memerah. Seperti putri malu yang sedang tersipu, dio langsung diam sambil merasakan jantungnya yang lagi – lagi bergetar tak beraturan itu. Veno yang baru sadar telah berbicara “lu kan istri gua.!” kepada dio itu langsung salah tingkah. Jantung veno berdegub kencang hingga terasa mau copot. Wajah veno terlihat memerah.


Veno yang sekarang tengah malu itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


  Melihat veno yang sedang salah tingkah itu, dio mencoba mrmulai obrolan.


Dio mencoba mencairkan suasana canggung diantara mereka berdua. dio pun berkata,

__ADS_1


“sayang, tadi lu..!!” belum selesai berbicara, dio menyadari bahwa ia memanggil veno dengan sebutan “sayang”. Dio menghentikan kalimatnya, dan segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mereka berdua saling bertukar pandang. Jantung mereka berdua sama – sama sedang berdegub semakin kencang.


Maksud hati ingin mencairkan suasana yang sedang canggung, namun sekarang situasi mereka terasa lebih canggung lagi. “tiiiinnn...!! tiiiiinnn..!!” suara klakson mobil di belakang veno terdengar nyaring. Suara klakson yang


keras itu, akhirnya membuyarkan pandangan mereka berdua yang sedang terhubung.


Veno pun kembali fokus ke arah jalan, dan segera menginjak gas untuk segera pulang.


  Sesampainya di rumah, mereka berdua tak banyak bicara.


Jangankan untuk bertengkar seperti biasa, untuk saling pandang saja mereka begitu salah tingkah.


Mereka berdua cenderung diam. Karena dio dan veno yang sama – sama tidak bisa tidur, mereka mencari kesibukan sendiri – sendiri. Dio mulai belajar di meja belajar, dan veno yang memilih untuk membaca ulang laporan perusahaan di ruang kerjanya. Jam menunjukkan pukul 01.00 WIB. Veno yang baru keluar dari ruang kerjanya itu menghampiri dio yang sedang tertidur di atas meja belajar. Ia mencoba membelai rambut dio. Sepertinya, veno


mulai menyadari bahwa ia mulai tertarik pada gadis SMA di depannya itu.


  Akhirnya tiba waktunya dio mengikuti Olimpiade Matematika.


Karena Olimpiade Matematika itu bertaraf Nasional, dan tidak sembarang sekolah mampu mengikuti Olimpiade itu, suatu kebanggaan bagi sekolah dio. Karena salah satu muridnya, yakni dio bisa masuk dalam ajang unjuk kecerdasan itu. Selama hampir sebulan, dio belajar dengan tekun. Dio yakin, ia mampu mambawa pulang salah


  Dalam menghadiri kompetisi membanggakan itu, dio ditemani oleh beberapa guru pendamping. Dan di siarkan langsung oleh di beberapa stasiun televisi. Tak hanya itu, tayangan siaran langsung itu juga terhubung dengan sekolah dio. Dan ditayangkan secara serentak di setiap kelas.


  Kompetisi bergengsi itu akhirnya di mulai. Babak penyisihan pun telah selesai dilaksanakan.


Mulai dari penyisihan menuju 10 besar peserta, hingga menuju 5 besar peserta, dio memimpin sementara dengan


total nilai tertinggi dari peserta lainnya. Kini tiba waktunya untuk mengumumkan 3 orang yang sudah berhasil meraih juara 1, 2, maupun 3.  Presenter acara itu mulai mengumukan hasil.


“juara pertama, jatuh kepada...dio dari SMA Nasional.!!, saudari dio silahkan naik ke atas panggung!”.


Setelah prosesi pemberian medali dan buket bunga, dio segera turun dari panggung. Dio berjalan menuju para guru pendamping. terlihat beberapa guru pendamping yang telah menemani dio terlihat bangga atas pencapaian salah satu muridnya itu. Setelah semua acara selesai, dan semua peserta maupun juri telah bubar, dio yang masih belum pulang itu mengeluarkan ponselnya. Ia bermaksud untuk menelfon mama ataupun papanya.

__ADS_1


Sampai beberapa kali dio menelfon, tidak ada jawaban yang diterima dio. Dio yang saat ini tengah bergembira itu menjadi sedikit kecewa.


  “hai di..!!” seseorang memanggil dio dari belakang. Dio pun menoleh ke arah sumber suara.


Terlihat kevin, rino dan juga indah berjalan menghampirinya. “kalian..??” dio terkejut melihat teman – temannya


datang. “selamat ya sayangku..!!,” ucap indah sambil memeluk dio. di ikuti oleh rino dan juga kevin. “selamat ya di.!!” Ucap rino, sambil menyerahkan buket bunga yang dipengangnya kepada dio. “selamat ya di..!! ini hadiah buat


kamu..!!” kevin menyerahkan hadiah yang dibungkus rapi itu kepada dio. “waah, makasih ya kalian udah dateng.!, dan makasih juga udah ngasih gua hadiah.” Dio terlihat bahagia.


Karena penasaran dengan hadiah yang telah kevin beri, dio pun membuka bungkusan kecil itu.


“waahh,, ini kan pena edisi terbatas.??” Dio mendongak ke arah kevin. sambil tersenyum, dio berkata “makasih banyak ya vin, aku suka.!”


  Disela – sela mereka ber empat yang sedang bercanda sambil tertawa terbahak - bahak, veno datang menghampiri dio.“ayo kita pulang..!!” ucap veno datar kepada dio. “guyss, gua pulang dulu ya..!!, besok ketemu di sekolah.!! bye – bye..!!” sambil melambaikan tangannya, dio berjalan bersama dio. melihat veno yang menjemput dio, rino dan kevin terlihat kurang begitu suka. Hari ini rino terlihat lebih sopan dan tenang kepada dio.


Tak seperti biasanya yang begitu heboh dan blak – blakan di depan umum, beberapa hari ini rino bahkan jarang menemui dio di kelas. Kevin masih menatap ke arah dio dan veno yang tengah berjalan berdua itu.


Terlihat dari mata kevin, ia sedang cemburuu pada merka berdua.


    Di tengah perjalana pulang..


  “selamat ya..!!” ucap veno datar kepada dio. Dio pun menoleh ke arah veno sambil menjawab dengan datar pula, "iya terimakasih..!! “lu mau hadiah apa..??” veno bertanya pada dio. “emm, apa ya..?? emang, lu mau ngasih gua apa.??” dio mengerutkan keningnya sambil menantang pada kevin. Melihat dio yang tengah menantangnya,


veno pun menjawab “lu mau apa di.? saham perusahaan.?, apartemen.? atau mau salah satu bisnis gua.?”.


mendengar  jawaban dari veno, dio menatap veno sambil berkata, “wait., wait.!! Lu orang kaya songong banget dah.!! Ribet banget gua harus ngurusin aset – aset lu..!!” karena veno yang sebelumnya sudah menduga bahwa dio akan menolak tawaran itu, veno pun menahan tawanya. "pfffttt"


  Dalam mobil veno, dio terlihat begitu gelisah.


Sesekali, ia menatap ponselnya. Melihat tidak ada notifikasi, ia membuang nafas beratnya. Karena penasaran, veno pun bertanya singkat pada dio “lu kenapa.?”, sambil melihat ponselnya lagi, dio menjawab “gua dari tadi telpon mama sama papa, tapi gak di angkat.”, “udah hampir seminggu ini mereka juga gak ngasih kabar..!!.

__ADS_1


“gua takut mereka kenapa – kenapa.!!” Dio terlihat sedih. Mendengar perkataan dio, ekspresi tenang veno berubah seketika. Wajah veno terlihat lebih tegang, sepertinya veno mengetahui sesuatu yang terjadi pada orang tua


dio.


__ADS_2