Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Bahan Gibah


__ADS_3

  Mendengar seorang siswi SMA ingin menemui atasannya, kedua receptionis itu kaget.


Salah satu receptionis itu terlihat menahan tawanya “pffttt..!!”. Tak hanya itu, beberapa karyawan yang ada di


sekitar lobi juga terlihat memandang dio dengan tatapan sinis. Mereka seakan tak percaya, seorang gadis SMA berani datang ke perusahaan sebesar ini, dan dengan entengnya ingin bertemu dengan atasan mereka.


Baik rekan maupun rival bisnis dari perusahaan lain pun kesulitan jika ingin bertemu dengan Pak Veno.


Namun, hanya seorang gadis SMA malah dengan berani berkata ingin bertemu atasan mereka.


Sungguh kejadian konyol.


  “adek..!!, jika ingin bertemu Pak Veno harus memiliki janji dulu.!!” Salah satu receptionis berkata dengan nada yang sinis pada dio. “saya sudah bikin janji dengan pak veno.!!” Dio menjawab datar. “nama kamu siapa.?, biar saya lihat dulu, sudah ada janji temu atau belum.!!” Jawab salah satu receptionis dengan nada yang sinis.


“dio.!!” jawab dio dengan singkat. Dio yang merasa dipersulit, kini merasa kesal. “maaf dek, hari ini Pak Veno


tidak memiliki janji temu dengan yang namanya dio.!!” ucap receptionis ber rambut. “pfftt..!!”, salah satu receptionis dan beberapa karyawan di sekitar lobi menahan tawanya. Melihat tingkah konyol gadis SMA yang sedang ngeyel bertemu atasannya itu, beberapa orang yang berada di lobi pun memandang dio dengan tatapan yang sinis.


  Mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan, dio menjadi lebih emosi. Dengan raut wajah masam, dio mengeluarkan ponselnya dan segera menelfon veno. “tuuutt... tuuuut..!!!” dio menunggu jawaban dari veno yang tak kunjung di angkat. “halooo.??, kenapa lama....” belum selesai veno bertanya, dio menyela sambil berkata ketus “ven, gua di pintu lobi..!, gua gak boleh masuk sama karyawan lu.!! kesini C.E.P.E.T.!!” ucap dio dengan nada yang ketus. Mendengar gadis SMA mengomel dengan mengucap nama atasannya itu dengan enteng, membuat semua karyawan yang memperhatikan tingkah dio dari awal itu kaget dan saling berbisik. “yang dimaksud anak SMA

__ADS_1


itu bukan Pak Veno kita kan ?”, “masak anak SMA berani manggil gak sopan ke atasan kita.?”, “kalau saudara gak mungkin sih, kan Pak Veno itu anak tunggal.!!” Mereka saling saut menyaut. Melihat semua orang memandang sinis ke arahnya, dio terlihat acuh tak acuh.


  Veno keluar dari lift dan berjalan ke arah dio. “Pak Veno, anak SMA ini memaksa bertemu bapak tanpa adanya janji temu.!!” Salah satu recepsionis itu mengadu pada veno yang saat ini tengah berada di depannya.


“kenapa kamu gak langsung masuk ke ruanganku.?” Veno tak menanggapi ucapan receptionis itu, dan langsung bertanya pada dio yang nampak kesal itu. Dio menguncir bibirnya, dan memandang kesal pada veno yang ada di depannya itu. Semua karyawan yang baru saja mendengar perkataan veno, seakan tak percaya dengan apa yang di dengar dan dilihatnya saat ini. merasa kesal dengan reseptionis di depannya yang sedari tadi meremehkannya, dio pun mengadu pada veno. “kata receptionis ini, aku harus ada janji temu dulu sama kamu.!!” Dio berkata dengan nada kesal. Terasa tertampar, recepsionis itu tak mengira, bahwa murid SMA di depannya itu begitu dekat dengan atasannya, hingga bisa berbicara santai dengan Pak Veno.


  Sambil menunjuk ke arah dio, veno berkata pada recepsionis itu, “lain kali kalau tamunya dia, suruh langsung naik ke ruangan saya.!!” ucap veno dengan nada datar yang tegas. “baik pak.!!” Receptionis itu menjawab sembari tertunduk malu. Saat ini dio mengikuti veno berjalan menuju kantornya. Dalam perjalanan itu, dio yang masih geram dengan kejadian yang baru saja dialaminya itu, hanya bisa menggerutu dalam hati “kurang ajar tuh orang.!!, belum tau apa, kalau gua itu nyonya dari pimpinan mereka.!!”, “untung veno cepet dateng, jadi tuh recepsionis jadi malu sendiri kan.!!” Dio menggerutu dalam batin.


  Veno dan dio saat ini tengah berjalan melewati beberapa ruangan yang berbeda, dengan para karyawan di dalamnya. Terlihat karyawan – karyawan itu nampak terkejut melihat atasannya tengah berjalan dengan seorang gadis berseragam SMA. Mereka tak bisa melepaskan pandangan mereka pada veno maupun dio, karena baru


kali ini atasannya membawa masuk seorang gadis ke dalam kantornya. Karena veno adalah orang yang paling menjaga privasi, selain yang orang yang berkepentingan mendesak, veno melarang orang lain untuk masuk ke dalam ruangannya. Setelah veno dan dio melewati ruangan mereka, terjadilah kegiatan penggibahan. Mereka terlihat berbisik satu dengan lainnya. Dan bisa dipastikan, topik utama pembahasan mereka adalah dio.


Pria itu melempar tas nya ke lantai dengan keras sambil berteriak denan kencang “aaahhhhh..!!!!” ia berteriak dengan penuh emosi yang meluap - luap. Setelah melepaskan emosinya lewat teriakan, ia pun melemaskan badannya, dan menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidur dengan posisi tengkurap. Ia meraih guling berwajah


dio yang ada di sebalahnya. Pria itu mengelus guling yang berwajah dio itu dengan lembut. “sayang, kamu seharusnya gak perlu lelaki lain lagi.!!, disisi kamu sudah ada aku.!!”, “aku selalu ada buat kamu, aku selalu menjaga kamu.!!” Pria misterius itu berkata pada guling berwajah dio yang ada di sebelahnya itu dengan lemah lembut.


  “ddrrrrttt drrttttt..!!” ponsel laki – laki itu bergetar. Ternyata ada panggilan masuk pada ponsel miliknya.


Ia pun segera mengangkat panggilan itu. “apa sudah dapat buktinya.?, kirim dan buat aduan,nya sekarang.!!”

__ADS_1


pria itu berkata dengan datar pada seseorang dalam telefon dengan suara yang cukup pelan. Laki – laki itu pun mengakhiri panggilan dari seseorang tanpa nama itu, sambil berkata pada wajah dio yang ada pada guling miliknya. “sayang, tenang aja.!!, kalau kamu terlalu baik pada mereka yang udah jahat sama kamu, maka aku akan menjadi yang terlalu jahat buat membalas mereka.!!” “Hahahaa”  pria itu berkata sambil tertawa lepas.


  Dalam ruangan veno


  Veno tersenyum melihat dio yang masih menguncir bibirnya dan terlihat menggemaskan. “masih kesel.?” Veno bertanya pada dio. “apa perlu gua kenalin ke semua karyawan, kalau lu nyonya dari atasan mereka.?”  , dio memandang veno “waahh, pemikiran yang begitu briliant.!!, kenalin aja, biar gua ter ekspos media dan masuk berita, dan pada akhirnya gua di DO dari sekolah.!!” Dio menjawab dengan datar. “hahaha.!!” Veno pun tertawa mendengar perkataan datar dari dio itu. “lucu.?” Dio bertanya dengan datar pada veno yang tengah menerawainya itu. “kamu yang lucu.!!” Veno menjawab sambil mencubit kedua pipi dio. “aahh, sakiiit..!!” dio berteriak kesakitan.


  Veno pun melepaskan cubitannya. “tuh buku – buku yang dikirim dari pihak pameran.!!” Veno berkata sambil menunjuk ke arah kotak  kardus di atas meja. Dio yang penasaran segera mendekat ke arah kardus, dan segera membuka kardus itu. “waahhh, akhirnya bukunya dateng..!!” dio terlihat begitu bahagia melihat buku – buku


yang ada di depannya itu. Karena masi penasaran untuk apa buku – buku bisnis itu, veno bertanya pada dio.


“buat apa buku – buku bisnis ini di.?” Veno bertanya pelan. Dengan raut wajah yang sedikit sedih, dio menjawab “buat aku pelajari ven..!!” “apa..?” veno kaget mendengar jawaban dio.


  Dio yang tengah duduk di sofa itu nampak sedih. Melihat dio yang tengah bersedih, veno berjalan mendekatinya.


“kenapa kamu harus mempelajari masalah bisnis.?, bukannya setelah lulus SMA, kamu akan kuliah jurusan matematika.?” Veno masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini. “setelah lulus, gua bakal masuk jurusan manajemen bisnis ven.!!” Dio menjawab dengan pelan. “apaaa..?” veno tak percaya dengan apa yang


tengah ia dengar saat ini. Sekarang, veno duduk tepat disebelah dio. Veno yakin, dio memiliki alasan sendiri kenapa ia memilih untuk mengambil jurusan yang berbeda dengan kemampuan maupun kemauannya.


“di, gua yakin kamu sudah mulai dewasa. Dan gua rasa, sudah waktunya buat kamu memilih tujuan hidup yang akan kamu raih”. “Tapi, sebagai seorang suami, gua cuma memberi saran  buat kamu, lakukan apa yang kamu suka, jangan lakukan apapun karena keterpaksa’an.!!” Apapun jika dilakukan dengan keterpaksaan, akan berakhir kecewa.!!”. veno mencoba memberi wejangan pada dio. Dio menganggukkan kepalanya sambil menjawab “iya aku

__ADS_1


paham.!”. “ven, gua pengen ngerebut perusahaan milik papa yang udah di ambil oleh om dan tante.!!” Dio berkata dengan tatapan yang serius pada veno.


__ADS_2