Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Pertengkaran di Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah beberapa lama, akhirnya dio memutuskan untuk minggalkan rumah sakit, dan berjalan santai menuju tempat parkir. Namun dalam perjalanan menuju tempat parkir, mata dio tertuju pada sepasang suami istri yang tak asing dalam kehidupan dio. Mereka adalah om dan tantenya dio, orang jahat yang telah mengambil alih perusahan milik papanya. Melihat om dan tantenya yang tak pernah sedikitpun memberikan perhatian terhadap keluarga dio, dan secara mengejutkan datang untuk menjenguk papanya, fikiran negatif pun tak dapat ter elakkan. “kenapa mereka kesini?, apa mereka mau jenguk papa??, mencurigakan banget !!” ucap dio dalam batin. Tak ingin ketahuan oleh om dan tantenya, dio pun membungkukkan tubuhnya dan sembunyi di samping tumpukan tabung oksigen. Merasa ada yang janggal, dan takut ada suatu hal yang mereka berdua lakukan pada papanya, dio pun memutuskan untuk kembali ke ruang perawatan papanya dengan tergesa – gesa.


Sesampainya di ruang perawatan, dio bersikap seolah ia telah berada dalam ruangan itu sudah cukup lama. “tok, tok !!” terdengar suara ketukan pintu dari luar, dan masuk lah kedua orang yang dio benci itu ke dalam ruang perawatan papanya. Tak terlihat raut wajah prihatin maupun sedih dari wajah mereka berdua. Tak mau berpura – pura sedih, mereka berdua malah dengan santainya tersenyum penuh kebahagiaan. “hai, dio !” ucap om fadli dengan senyum yang tersungging di bibirnya. Tak mau menjawab sapa’an omnya, dio hanya memandang om fadli dan istrinya dengan tatapan penuh amarah. “kenapa kalian kesini?” saut dio dengan ketus. “kamu gak punya sopan santun ya ngomong sama orang tua !!” tiba – tiba istri om fadli menyaut memotong perkataan dio dengan ketus. “om kesini mau jenguk papa kamu, mumpung masih ada kesempatan, upss !!” saut om fadli sembari menahan senyum.


“kalian gak perlu repot – repot kesini, papa juga gak butuh dijenguk sama manusia jahat seperti kalian !!” ucap dio dengan tegas dengan suara yang cukup keras. “hahahaha, jahat?, kami gak jahat dio !!. om luruskan ya, om itu lagi ngebantu keluarga kamu buat ngurus perusahaan!, bahkan untuk bangun aja papa kamu gak sanggup! Siapa lagi kalau bukan om yang ngurus perusahaan!!, hahaa!!” ucap om fadli sembari tertawa jahat. Merasa tak bisa menahan amarahnya, dio pun berkata “tentu saja om, tunggu waktunya tiba, dio bakal ngambil alih perusahaan yang om dan tante ambil !!” ucap dio dengan ketus. Om fadli pun mendekati dio dan berkata “hahaha, om tunggu jika kamu masih ada kesempatan!” saut om fadli dengan berbisik lirih. Seperti ada yang tidak beres dengan perkataan yang baru saja dikatakan oleh om fadli, dio merasa kata – kata tersebut seakan memberi ancaman terhadap dio maupun papanya.

__ADS_1


Tak ingin dipandang lemah, dio pun menyauti “kita tunggu saja, siapa yang akan kehilangan kesempatan lebih dulu !!” ucap dio dengan nada mengancam. “om denger, kamu habis diculik ya?, untung aja kamu selamat ya !!, lain kali hati – hati, bisa aja kamu gak selamat !!” ucap om fadli sembari berjalan keluar dari ruang perawatan. Merasa berhasil memperingatkan dio, mereka berdua pun keluar dari ruang perawatan dengan tertawa puas. Begitu besar rasa benci dio terhadap dua manusia itu, hingga membuat dio tak lagi bisa berkata – kata. Dalam keheningan, suara seseorang pengagetkan dio yang tengah terdiam. “hai di!!” dio pun menoleh ke arah suara. “kevin?” ucap dio kaget. “kamu gak papa kan?” ucap kevin sembari menghampiri dio. Nampak dari raut wajah dio saat ini hatinya tengah terluka. Dio nampak menahan air mata yang hampir menetes itu.


Dengan peka, perlahan kevin menarik tangan dio ke arah tubuhnya, dan dengan sengaja kevin melingkarkan kedua tangannya memeluk tubuh dio dengan erat. “kamu boleh menangis sekarang!” ucap kevin berbisik pelan di telinga dio. Tak bisa menahan air mata yang terus mendesak keluar, dio pun menangis sejadi – jadinya. Meskipun dio sadar, tak benar jika ia menangis dalam pelukan pria selain suaminya, namun kali ini dio tak bisa mengekspresikan emosinya selain dengan menangis dalam pelukan seperti saat ini. Meskipun kevin melakukan semua tindakan ini berdasarkan dorongan dari perasaannya terhadap dio, namun sejatinya dio hanya menganggap kevin sebagai salah satu sahabatnya saja. Tak mau berfikir berlebihan, dio hanya menganggap kevin sebagai sahabat baik yang selalu ada di sampingnya.


Setelah berbincang cukup lama, dio pun berpamitan untuk pulang. “vin, gua pulang dulu ya!, bye - bye” ucap dio sembari melambaikan kedua tangannya. Dalam perjalanan menuju rumah, dio maupun pak anton tak menyadari jika kevin tengah mengikutinya dari belakang. Di dalam mobil, kevin terus memandangi layar ponselnya yang masih menyala. Nampak sebuah potret yang telah dikirimkan oleh seseorang kepadanya melalui pesan singkat. Dan gambar tersebut ialah potret dari om fadli dan juga istrinya. Tak bisa menyembunyikan kebencian terhadap potret suami istri itu, kevin pun menggenggam ponselnya dengan erat. Tak lama, dio telah tiba dengan selamat di kediamannya. Kevin yang juga sampai di depan rumah dio pun berhenti dan memarkirkan mobilnya di dekat gerbang rumah veno. Tak segera beranjak, kevinmasih menunggu di dekat gerbang rumah veno seperti biasanya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, dio yang lelah dan kehausan itu pun berjalan menuju dapur untuk minum. Ia pun mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas, dan mencucupnya dengan segera. “glek, glek, glenk!!” air mineral itu pun mengalir dan membasahai tenggorokan dio. Belum selesai dio meneguk air meneral botolan itu, dio dikagetkan dengan veno yang secara mendadak muuncul dari balik pintu kulkas. “uhuk, uhuk!!” alhasil dio pun tersedak dibuatnya. Air yang harusnya mengalir melewati tenggorok, kini berbalik keluar melalui kedua hidungnya. “ven, lu apa’an sih nongol tiba – tiba, bikin kaget aja!!” saut dio dengan ketus. “maaf – maaf, gua gak bermaksud bikin lu kaget !” saut veno dengan nada penyesalan.


Merasa masih haus, dio pun meneguk kembal air mineral dalam genggamannya. “glek, glek!!” namun belum selesai dio minum, tiba – tiba veno berkata “di, tadi malam lu mau memperkaos gua ya?” ucap veno dengan polos tanpa adanya rasa malu. “uhuk, uhuk, uhuk !!” dio yang kaget dengan ucapan veno itu pun tersedak yang kedua kalinya. Wajah dio pun memerah, membayangkan tubuh menggoda veno yang tak sengaja ia lihat tadi malam. “si,siapa yang mau memperkaos lu ven?, jangan aneh – aneh kalau ngomong!” ucap dio dengan terbata – bata karena gugup. “terus yang ngebuka baju gua tadi malem siapa?” saut veno penasaran. “ya, ya, gua sih!” saut dio dengan ekspresi gugup. Tak ingin melanjutkan percakapan memalukan itu, dio pun menjauh meninggalkan veno. Tak mau menyerah, veno pun mengejar dio hingga ke kamar, dan terus menggodanya dengan sengaja.


“tadi malem kenapa lu buka baju gua di?” ucap veno dengan ekspresi penasaran sembari menahan tawa. “baju lu basah ven, gua cuma berinisiatif buat bantu’in lu ganti baju biar gak masuk angin!” saut dio mencoba menjelaskan. “waktu lu buka baju gua, pasti ada dong hasrat dari dalam tubuh lu, meskipun itu hanya secui?” ucap veno dengan manatap tajam ke arah dio.

__ADS_1


__ADS_2