Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Di bully


__ADS_3

Di kantor veno.


Riko berjalan dengan tergesa – gesa menuju kantor veno. “ven, coba lihat akun gosip ini!” ucap riko sembari mengulurkan ponsel miliknya pada veno. Dengan seksama, veno pun membaca judul artikel tersebut ”Veno sebastian membenarkan kabar jika dirinya telah memiliki seorang istri”


Tak berekspresi berlebihan, veno pun hanya menyahut “terus?”. Veno tak sadar jika berita tersebut mampu membuat dio menjadi bahan pembullian di sekolah. “posisi lu di mata temen – temen dio tuh cuma pacar!, kalau ada berita kayak gini, otomatis dio di anggap sebagai pelakor dong!!” ucap riko dengan nada ketus memarahi veno.


“apa kita hapus aja berita ini?” ucap veno dengan ekspresi gelisah. “kalau kita hapus sekarang, seakan kita berusaha menutupi kebenaran, dan lu bakal dikenal sebagai pria yang gak jujur. Dan pastinya bikin reputasi lu di dunia bisnis memburuk!!” saut riko dengan ekspresi bingung. “terus gua harus gimana?” sahut veno dengan kebingungan “biarin berita ini, mungkin dua minggu’an berita ini bakal reda. Selama dua minggu ini, jangan keluar bareng dio, karena saat ini media sedang berusaha mengorek informasi identitas istri lu!!” sahut riko menjelaskan.


Di sekolah.

__ADS_1


Penasaran dengan ucapan chika, indah pun bertanya “maksud lu apa’an?” ucap indah. “coba cek di akun gossip lambe dower, siapa bintang beritanya hari ini!” sahut chika dengan suara ketus yang cukup keras, hingga membuat dio merasa kurang nyaman. Dio pun mengeluarkan ponselnya, dan membaca hot gossip pada akun lambe dower. Cukup terkejut dengan judul berita yang telah ia baca. Namun dio berusaha menenangkan diri agar tak terpancing emosi.


“kenapa emangnya?” saut dio membalas perkataan chika. “lu gak tau malu, masih aja ngedeketin pria yang udah beristri?” ucap chika dengan suara lantang, hingga seisi kantin pun memandang dio dengan tatapan yang seakan jijik. “terus kenapa emang?, lebih baik gua masih direspon sama dia!, dari pada lu, udah usaha ngedeketin tapi gak direspon kan? Lebih menyedihkan gak tuh?” ucap dio dengan suara yang lantang pula, hingga kantin pun menjadi gaduh.


Cekcok diantara dio maupun chika pun tak bisa di hindari. Tak sedikit dari siswa lainnya ikut mencibir dan menghina dio “heh, lu gak tau malu banget sih!, udah ketahuan busuk lo, jadi jangan sok ngebela diri!” , “hiii, jijik banget gua liat muka lu di sekolah, dasar pelakor !!” “hey, pelakor pergi sana lu dari sekolah!!” bagitu banyak cacian yang mereka layangkan pada dio. Karena suara kegaduhan yang terjadi di kantin begitu keras hingga terdengar dari ruang guru, beberapa guru pun menghampiri kantin yang tengah ramai itu. “ada apa anak – anak gaduh sekali?” ucap bu feli mencoba menenangkan. Tak bertambah tenang, situasi kantin pun menjadi lebih gaduh.


Tanpa mereka sadari, mereka masih berjalan sambil bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. Tak bisa dipungkiri, jika kevin adalah orang yang selalu berada di samping dio, apalagi saat dio berada dalam situasi mendesak dan tertekan seperti saat ini. Kevin bagaikan seorang super hero yang datang dengan tiba – tiba, dan menyelamatkan dio dari situasi yang menyedihkan. Tak heran jika dio pun memiliki perasaan terhadap kevin, meskipun perasaan tersebut tak sebesar perasaannya terhadap veno. Dengan mata yang berkaca – kaca, dio pun berkata “gua pengen bolos sekolah vin!” ucap dio dengan memelas. “iya sayang, ayo kita jalan – jalan!” sahut kevin dengan mesra.


Kevin pun membonceng dio dengan motor sportnya dan melaju meninggalkan sekolah. “maafin gua ya di, gua dateng terlambat!” ucap kevin dengan nada penuh penyesalan. “enggak kok vin, lu gak terlambat” saut dio sembari melingkarkan kedua tangannya pada perut kevin, dan di ikuti kepalanya yang ikut menyadar pula pada pundak kevin. Merasakan tubuh dio yang seakan menyatu tanpa adanya jarak dengan tubuhnya, jantung kevin pun berdetak tak beraturan. Dalam perjalanan bersama kevin, pikiran dio tak henti – hentinya memikirkan veno. “kenapa lu ceroboh banget ven, udah tau gua masih sekolah tapi bisa – bisa nya lu malah siaran di muka umum kalau udah nikah !!, dan sekarang gua dibully, lu malah adem – ayem gak ngambil tindakan!” ucap dio menggerutu dalam batin. Dari sudut pandang dio, ia merasa hanya kevin lah yang selalu berusaha melindunginya. Berbeda dengan kevin, veno terkesan cuek dan tak berani mengambil keputusan, sehingga membiarkan dio menjadi bahan bullyan dan lelucon di sekolahnya. Rasa kesal dan kecewa pun tak bisa ia tutupi saat mengingat veno.

__ADS_1


Menikmati hembusan angin sepoi sepanjang perjalanan, dio hampir saja tertidur dalam boncengan kevin. Merasa jika dio hampir saja ketiduran, kevin pun memegang tangan dio yang menyabuk pada perutnya itu dengan lembut. “jangan mesum!!” ucap dio dengan tiba – tiba, hingga kevin pun terkejut. “siapa yang mesum?” gua lagi pegangin tangan kamu kok di, biar aman!, hehehe!” ucan kevin sembari tertawa. “aman apanya?, cari kesempatan banget lu ya!!” ucap dio dengan ketus sembari menggelitik perut kevin dengan kedua tangannya. “hahaha, geli di kok kamu jadi nakal gini ya?” saut kevin sembari tertawa.


Hampir satu jam perjalanan, mereka berdua pun sampai di sebuah pantai yang cukup jauh, dan tempatnya yang terpelosok membuat pantai tersebut sepi karena jarang di kunjungi oleh wisatawan. Dengan pemandangan alam yang masih asri, dan pasir pantai yang putih bersih tanpa adanya sampah, seketika membuat mood dio pun membaik. “waah, pemandangannya cantik banget, lu tau dari mana pantai se indah ini vin?” ucap dio dengan tersenyum gembira. “seneng gak gua bawa kesini?” sahut kevin. Dengan bersemangat, dio pun menjawab dengan mengangguk untuk meng iyakan. Segera melepas sepatunya, dio pun berlari ke arah bibir pantai dengan kegirangan. “aaaaaaa!!!!” terdengar dio berteriak keras, seakan mencoba melepas segala beban dan juga kegelisahan dalam hati maupun pikirannya.


Dio terus bermain pasir dan mencari kelomang di bibir pantai, dan kevin menunggu dengan sabar di pinggir pantai. Begitu banyak potret dio yang telah kevin ambil secara diam – diam. Dengan sesekali mengecek hasil potret yang telah ia ambil, kevin nampak seperti photografer profesional. Setelah lelah bermain, dio pun berjalan menghampiri kevin. “vin gua laper!!” ucap dio tanpa rasa malu ataupun sungkan. “iya sayang, kita pulang terus nyari makan ya?, kamu mau makan apa?” ucap kevin dengan mesra. “lu ngapain manggil gua gitu vin, kalau orang lain tau bisa salah paham sama kita!” ucap dio. “gua gak peduli dengan kesalah pahaman orang!, yang gua tahu dengan jelas, yakni perasaan sayang gua sama kamu!!” ucap kevin sembari menatap penuh kasih pada dio. merasa agak canggung, dio pun mencoba mengalihkan pembicaraan “buru’an dong vin, gua laper nih!” sahut dio dengan sedikit merengek.


Di rumah


Jam menunjukkan pukul 17.20 WIB. Veno telah tiba di rumah sepulang dari bekerja. Melihat situasi rumah yang nampak sepi, veno pun mencoba mencari dio. “di, dio!, dio!” veno pun mencoba memanggil – manggil nama istrinya itu. Berharap bisa segera menemukan istrinya, namun dio tak kunjung menyahut, dan tak kunjung ditemukan. Veno pun berjalan menuju garasi, “lho, mobilnya ada tapi dio nya gak ada!” ucap veno dengan ekspresi bingung. “ada apa tuan?” ucap pak anton dengan tiba – tiba, hingga membuat veno terkejut. “dio mana pak anton?” ucap veno penasaran. “lho, nyonya gak pamitan sama tuan?, tadi nyonya bilang kalau dia masih mau keluar sama temannya!” ucap pak anton menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2