
Mengingat kembali pada saat dio masih duduk dibangku kelas1 SMP.
Ia sedang berjalan menuju lapangan basket bersama teman satu bangkunya. Dalam perjalanan menuju lapangan basket, dio dan temannya berpapasan dengan beberapa kakak kelasnya dari arah yang berlawanan.
Namun sayangnya, dio tak sengaja menyenggol salah satu dari kakak kelasnya itu. Meskipun dio sudah meminta maaf berulang kali, kakak kelas itu masih tak melepaskan dio, dan berniat untuk membalas perbuatan dio yang tak ia sengaja itu. Dengan sekuat tenaga, kakak kelas itu membalas dengan mendorong dio, hingga ia pun jatuh tersungkur pada lantai paving dengan cukup keras. Karena benturan yang cukup keras, tangan maupun lutut dio pun terluka. Dan sepulang sekolah, kakak kelas dio yang tadi siang telah mendorong dio secara kasar, secara misterius ditemukan tak sadarkan diri di bawah tangga yang tak jauh dari kelasnya. Karena jatuh dari tangga yang cukup tinggi, dan benturan yang teramat keras, siswa perempuan itu ditemukan dengan kepala yang bersimbah darah.
Mengingat juga pada saat ujian akhir di sekolah dio.
Saat itu dio duduk di bangku kelas 3 SMP. Pada saat ujian berlangsung, salah satu teman dio yang duduk tepat di belakang dio, memaksa dio untuk memberikan contekan jawaban. Dio pun menolak untuk memberikan contekan kepada temannya itu. Merasa tak mau berbagi jawaban, teman dio itu pun dendam, dan hendak membalas pebuatan dio. Karena penolakan yang dio berikan itu,dio hampir saja terkunci di kamar mandi saat buang air kecil di toilet. Tiba - tiba pintu kamar mandi dio tak bisa dibuka, sepertinya ada seseorang yang memang sengaja mengunci dio dari luar. Beruntung seorang clening servis segera datang dan menemukan dio yang tengah terjebak dalam kamar mandi itu. Namun hal yang kurang baik juga terjadi pada teman dio dengan sengaja mengunci dio.
Ia hampir saja mati keracunan saat berada di kantin sekolah untuk makan. Dan hingga dio lulus dari bangku smp, teka - teki pelaku pemberi racun juga belum terpecahkan.
Kejadian aneh dan janggal seperti itu sudah sering terjadi pada seseorang yang telah berbuat jahat terhadap dio.
Entah itu memang perbuatan orang lain untuk membalas perilaku jahatnya terhadap dio, ataukah memang merka sedang berada dalam kondisi yang kurang beruntung. Namun terlalu kebetulan jika berasumsi mereka semua sedang dalam keadaan yang kurang beruntung. Karena kejadian itu pasti akan terjadi 1 hingga 2 hari setelah dio disakiti. Hingga membuat dio sedikit trauma jika memiliki masalah dengan orang lain. Dio yang tengah melamun
itu di sadarkan oleh suara indah. “di..!!, dio..!!” indah memanggil dio sambil melambaikan kedua tangannya.
Dio yang telah tersadar dari lamunan itu segera menyauti panggilan indah “ehh iya ndah kenapa..??”, “aah lu di ajak ngobrol malah ngelamun..!!” indah berkata ketus.
__ADS_1
Kevin tengah berjalan dari koridor sekolah menuju kelas.
Melihat kevin yang baru datang dan berjalan mendekat, dio melambaikan kedua tangannya ke arah kevin.
Kevin yang begitu bahagia melihat dio tengah melambaikan tangannya sembari tersenyum, memutuskan untuk mempercepat langkahnya dengan setengah berlari menghampiri dio. Melihat kevin yang begitu bersemangat menghampiri dio, indah pun berceletuk “kenapa jatohnya lu kayak anak anjing yang lari waktu dipanggil majikannya sih vin..??” “ppfftt..!!”,dio pun menahan tawanya. “tapi se’enggaknya, kevin gak lebay kayak lu yang main seret aja kalau ada masalah.!!” Dio membela kevin. “hehehe, sorry – sorry di.!!, tadi gua emang lagi panik.!!” Indah menjawab sambil tersenyum.
“eh vin, lu tau gak kalau ronal ternyata masuk rumah sakit kemarin sepulang sekolah.!!” dio berkata serius pada kevin. “ke kenapa emangnya di..??” kevin bertanya dengan sedikit terbata – bata. “katanya sih habis kena hajar orang yang gak dikenal !!” dio menjawab dengan ekspresi yang nampak penasaran. “waah, gak nyangka ronal yang sok jagoan di sekolah, bisa kena hajar orang.!!” kevin menyauti.
“oiya di, kemarin lu sama veno main kemana.?” Indah bertanya dengan penasaran.
Ekspresi kevin langsung berubah, dan nampak dari raut wajahnya sa'at ini, kevin tengah kurang nyaman. “gua kemarin ke pameran buku, tapi malah ketemu dua lampir di sana.!!, gara – gara ketemu mereka berdua, gua jadi bahan tontonan disana.!!” Dio berkata dengan penuh emosi sambil mengepalkan tangannya.
“apa..?” indah yang mendengar cerita dio itu terbelalak kaget. Wajah kevin pun terlihat penuh dengan emosi. “siapa dua lampir itu di.?”, “mereka udah ngapain kamu??” Indah terlihat begitu penasaran. “tuuhh tina dan fina, anak kelas sebelah.!!” Dio menjawab sambil menunjuk kelas tina dan fina yang berada tepat di samping
“padahal gua udah bilang kalau itu punya veno, eh malah gua di interogasi kayak pencuri di depan umum.!!”, “untung aja veno dateng tepat waktu, jadi mereka semua malu karena salah tuduh.!!” Dio pun menceritakan detail kronologinya pada mereka berdua.
Mereka berdua terlihat sama – sama emosi.
Telinga kevin pun memerah. Kevin dan indah sama - sama mengepalkan tangannya karena ikut merasa emosi. “kurang ajar.!!, belum tau rasanya dapet bogem mentah dari gua rupanya.!”. indah menggerutu kesal.
__ADS_1
Dengan memegang tangan indah dan tangan kevin, dio berkata pun berkata “udaahh.!! Masalahnya udah kelar kok.!!, lagian kan gua yang di tuduh kok kalian yang pengen ninju sih.!!”, “ayo nanti pulang sekolah kita nyari makan bareng.!! Gua yang traktir.!!,”, “anggep aja makan bersama sebelum ujian akhir semester.!!” Dio mencoba mencairkan emosi dari dua orang sahabatnya itu. “okeyy setuju.!!” Indah menjawab dengan penuh semangat. “lu
gimana vin.?” Dio bertanya pada kevin. “okeh gua setuju.!!” Kevin menyauti.
Saat ini, dio menganggap kevin sebagai salah satu sahabatnya. Meskipun banyak rumor yang berkembang bahwa kevin menyukainya, namun karena kevin sendiri juga tidak pernah mengungkapkan perasaannya, dio yakin bahwa kevin juga menganggap dirinya sebagai sahabatnya juga.
Jam pulang sekolah akhirnya tiba.
Mereka bertiga akhirnya berjalan beriringan bersama keluar dari kelas.
Melihat indah dan dio tengah bercanda dan tertawa terbahak – bahak bersama di sepanjang jalan pulang, kevin terus memandang dio dengan penuh kebahagiaan. Bisa melihat dio tertawa lepas di depannya saat ini, seperti sebuah keajaiban yang telah kevin tunggu - tunggu selama ini. “gak nyangka, aku sekarang bisa berdiri di dekat kamu seperti saat ini di.!!”, “dari dulu aku malu dan hanya berangan – angan bisa menjadi salah satu temanmu, dan mungin suatu saat aku bisa menjadi pasanganmu di !!” Kevin pun diam termenung.
Melihat kenangan kevin, saat ia masih duduk di bangku SD, ia bertemu dio yang bermain lempar bola bersama teman – teman sebayanya di taman. Saat itu, kevin hanya melihat dio dari jauh, karena ia malu.
Namun tanpa disangka - sangka, dio malah masuk ke dalam rumah kosong yang tak jauh dari taman tempat mereka bermain. Kevin yang penasaran itu akhirnya menyusul dio untuk masuk ke dalam rumah kosong itu. “prannggg..!!” wanita dengan penampilan menyeramkan sedang membanting sebuah botol kaca di depan dio.
Kevin merasa begitu takut, kakinya gemetar dan hampir saja ia berteriak di tempat. Namun ia segera berlari meminta bantuan pada orang – orang yang berada disekitar taman. Dan ketika orang – orang telah berhasil menyelamatkan dio, kevin gemetar hebat melihat dio yang tengah di gendong, dengan begitu banyak pecahan kaca tertancap pada kaki dan tangannya. Darah segar pun tak henti – hentinya mengalir dari sela – sela robekan kulit dio.
Mulai saat itu, kevin berusaha untuk selalu berada di sekitar dio.
__ADS_1
Ia rela pindah sekolah untuk bisa berada satu sekolah dengan dio. Namun, ia hanya berani melihat dio dari jauh tanpa berani mendekati dio. Pada saat kevin masih SMP, kevin pernah melihat dio yang berteriak histeris mendengar kaca kelasnya pecah terkena lemparan bola basket. Ia melihat dio begitu ketakutan, namun lagi – lagi tak ada keberanian dari dalam diri kevin untuk mendekati dio. Pada awal masuk SMA, dio yang saat itu pergi dengan indah dan teman – teman lainya ke sebuah rumah makan, dan “prrangg..!!” sebuah piring yang jatuh membuat dio lagi – lagi histeris karena traumanya dulu sewaktu kecil. Dan lagi – lagi, kevin tak ada keberanian untuk mendekati dio.
melihat kevin tengah termenung, “buuuk..!!” dio pun memukul pundak kevin dengan cukup keras. Kevin segera sadar dan menoleh ke arah dio karena kaget. Nampak kedua mata kevin tengah berkaca - kaca. Dio dan indah seketika terkejut. Kiranya apa yang sedang difikirkan kevin, hingga seorang kevin yang terkenal tak punya hati, itu bisa berkaca – kaca. “vin, lu kenapa.?” Dio bertanya pelan. “gua gak papa di.!!” Kevin mencoba tersenyum seakan ia baik – baik saja.