
“ceklek.!!” Pintu kantor Bu Ima telah terbuka.
Terlihat dio keluar dari balik pintu dengan ekspresi yang lesu, sembari berjalan menghampiri kevin dan indah yang telah menunggu di depan pintu. “gimana di?” Indah bertanya penasaran. Meihat kedua sahabatnya terlihat cemas,
dio menarik senyumnya dengan lebar, ia berusaha untuk terlihat baik – baik saja. “gua baik – baik aja kok !”,
“kalian tenang aja !” dio berkata dengan santai. “beneran gak papa?”, indah mengulangi perkataanya. “iyyaaaa!!” dio menjawaba dengan nada yang panjang sambil tersenyum ke arah dua sahabatnya itu.
Di kantor veno.
Veno sedang serius memeriksa data – data yang ada pada komputer di meja kerjanya.
“took !!, took !, took !!” Terdengar suara ketukan pada pintu kantor veno. “masuk!” Veno pun menyauti ketukan itu dengan datar. “ceklek!” , “hai, ven!!” seorang wanita menghampiri veno dengan ramah. “lovita?, ada apa?” Ternyata wanita itu adalah lovita. Ia berpakaian rapi dengan setelan warna coklat, dan riasan yang sedikit mencolok, dengan lipstik merah menyala. “aku mau bahas masalah perpanjangan kontrak sama kamu ven!!” Lovita berkata dengan nada yang sedikit menggoda. Melihat penampilan lovita saat ini, kurang tepat rasanya jika dikatakan sebagai pertemuan bisnis. Namun, lebih tepatnya ia nampak seperti seseorang yang akan pergi berkencan. “kamu ada waktu hari ini.?” ucap lovita menambahkan.
__ADS_1
“untuk perpanjangan kontrak, semua berkas udah gua serahin ke riko, jadi riko lah yang bertanggung jawab sepenuhnya untuk mengurus masalah perpanjangan kontrak !” veno menjawab dengan datar. Sedikit kesal, lovita pun menggerutu “sialan.!!, jual mahal banget sih.!!, gagal deh rencana bikin skandal sama veno.!!” ucap lovita dalam batin. Masih tak mau menyerah, lovita berusaha mengajak veno untuk makan berdua. “emm, kamu udah makan siang?, kalau belum, ayo kita makan siang bersama !!” ucap lovita dengan nada yang lemah lembut. “maaf vit, kurang pantes buat gua yang udah punya pasangan, keluar berdua sama kamu !”. “Mungkin orang lain bakal
mikir ada sesuatu di antara kita”. Ucap veno yang secara tegas menolak. “tapi aku gak keberatan kok, kalau ada yang gosipin aku !, kamu tenang aja !” Lovita menyauti. “maaf vit, tapi aku keberatan !!” Jawab veno dengan tegas.
Bagai disiram air, lovita begitu syok mendengar jawaban veno yang masih menolaknya. Karena baru kali ini lovita
ditolak oleh seorang laki – laki, ia seakan tak terima dengan perkataan veno. “kamu keberatan, takut pacar kamu marah?, anak SMA yang masih bau kencur itu?” lovita berkata dengan nada yang sedikit menyolot. “apa yang kamu arepin dari anak SMA yang bahkan baru kamu kenal itu ven?”, “aku udh lama kenal sama kamu, tapi sedikitpun kamu gak pernah melihat aku.!!” Lovita berkata dengan penuh emosi. “maaf vit, aku harap kamu bisa bedakan mana masalah bisnis, dan mana masalah pribadi !!”. mendengar jawaban veno, lovita pun membuang muka dan pergi tanpa berpamitan pada veno. Ia pergi dengan wajah yang masam, dan matanya terlihat berkaca – kaca.
Beberapa karyawan dari perusahaan veno terkejut, melihat seorang selebriti terkenal seperti lovita, keluar dari ruang kerja atasannya dengan mata berkaca – kaca. Mereka saling berbisik dan membicarakan lovita “waahh.!!, Pak Veno memang keren, bahkan selebriti berkelas seperti lovita juga ditolak.!!”, “berarti, Pak Veno lebih milih anak SMA itu dong??”, “tapi anak SMA itu emang keliatan cantik dan baik sih !”, “dari pada si lovita, yang terus – terusan ngejar tapi no respon !”, “hahaha !!” mereka asik membicarakan lovita, hingga tak sadar riko telah berdiri cukup lama di belakang mereka. “obrolan kalian seru ya !!” riko berkata santai menyauti perkataan para karyawan yang tengah menggosip asyik itu. Mendengar suara menyaut dari belakang mereka, mereka pun segera menoleh ke arah suara. “eh, Pak Riko, saya pamit ke ruangan dulu !” Salah satu orang itu berkata dengan penuh rasa malu sambil berjalan meninggalkan riko. Disusul karyawan lainnya yang juga ikut bubar.
Riko yang masuk ke dalam kantor veno sembari menahan tawanya membuat veno penasaran. “pfftttt!!”, ”hahhah !!” riko tak bisa menahan tawanya. “lu kenapa, dateng – dateng ketawa gak jelas !!, sakit?” Veno bertanya dengan nada yang ketus. “hahaha, emang cuma dio yang bisa nakhluk,in gunung es kayak lu !!”, “yang lain mana bisa !”.
”lu ketemu lovita di depan?” Veno bertanya penasaran. “enggak sih!, gua cuma gak sengaja denger dari orang – orang yang lagi gibah di depan!” Riko menjawab pertanyaan veno sembari menunjuk ke arah luar.
__ADS_1
Di kantin sekolah
Dio, dan indah pergi bersama menuju kantin untuk makan siang bersama. Begitu dio dan indah sampai di kantin, mereka seakan menjadi pusat perhatian bagi seluruh murid yang tengah berada di kantin. Mereka terlihat berbisik sambil melihat sinis ke arah dio. “mereka ngapain sih, liatin lu kayak gitu !!” Indah berbisik pada telinga dio.
“biarin aja lah !!, pasti gara – gara gosip tadi pagi deh!!” Dio menjawab dengan santai. Karena kursi yang biasa mereka duduki telah lebih dulu di duduki oleh siswa lain, mereka berdua berdiri sedikit lebih lama untuk menyisir tempat duduk mana yang tengah kosong.
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka menemukan kursi yang kosong. Dengan lokasi yang sedikit jauh dari mereka berdiri saat ini, dan berada di tepat di samping beberapa kakak kelas mereka. Mereke berjalan menuju kursi itu dan segera duduk. Beberapa kakak kelas dio menunjukkan ekspresi penolakan. Mereka terlihat begitu sebal melihat dio yang duduk tepat di sampingnya. Salah satu kakak kelas dio itu bertanya dengan santai pada dio. “dek, gimana sih rasanya jadi pelakor?”, “waah, lu frontal banget sih nin !, entar dia marah lo !! hahaha !!” Saut salah satu dari mereka. “tapi lu udah dapet apa aja dek, dari om – om itu?”, “pastinya buat bayar sekolah dong !!”, “hahaha !!”, mereka saling saut menyaut dengan ucapan yang begitu menusuk hati dio. “Tapi gimana ya rasanya jadi selingkuhan !!, om – om lagi !!”, “haduuhh dek, masih kecil tapi malu – malu’in aja !!”. dengan entangnya, mereka mengucapkan kata yang seakan memancing kemarahan dio.
Merasa sedang di intimidasi, dio menahan emosinya yang hampir meluap itu. Dio tak mempedulikan perkataan mereka yang begitu menusuk telinga, dan memilih untuk pura – pura seakan tak mendengarnya. “ayo cepet makan ndah !!, telinga gua sakit dengerin gonggongan anjing dari tadi !!.” Dio berkata dengan santai. “pffttttt !!” indah pun tak kuasa menahan tawanya. Mendengar perkataan dio, beberapa kakak kelas dio itu menjadi murka. Wajah mereka memerah, dan ekspresi mereka pun penuh amarah. “kurang ajar !!” ucap salah satu kakak kelas dio sambil mengepalkan tangannya, seakan ingin memberi bogem mentah kepada dio. “sabar nin !, lu gak denger kalau kevin selalu bela’in dia?, nanti malah kita kena masalah !” Salah satu dari mereka berbisik pelan. Dengan terpaksa,
mereka pun menahan emosinya yang hampir meluap itu.
“drrttt, drrtttt” dio mengambil ponsel miliknya yang sedang bergetar. “siapa di ?” Indah bertanya penasaran. “veno.!!” Dio menjawab pertanyaan indah dengan singkat. “halo ?”. “hallo di ?, kamu gak papa kan ?”, “apa ada
__ADS_1
yang nge bully kamu di sekolah ?” Veno bertanya dengan nada yang penuh kekawatiran. “kenapa veno bisa tau gua sedang di bully??” Dio yang kaget itu berkata pada batin.
“di??, jawab gua !!” ucap veno dengan nada yang tegas. “apa perlu kita ungkap hubungan kita, biar kamu gak terus – terusan jadi bahan gosip kayak gini ??” ucap veno. “jangan lah !!, udah tenang aja, telinga gua udah kebal kok !!, hati gua juga masih strong !!, lu tenang aja !!” Dio menjawab dengan santai. “apa lu pindah sekolah aja ?” Veno bertanya dengan spontan pada dio. “duh, please jangan lebay !!”, gua baik – baik aja kok !!” “kalau ada yang berani bikin masalah, bilang sama gua !!” Ucap veno dengan tegas.