Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Terlambat


__ADS_3

  Percakapan veno bersama seseorang lewat telefon tadi siang.


“tuan, saya mau melaporkan masalah keluarga dari nyonya dio!”. Terdengar suara seorang pria dari ponsel veno. “masalah apa.?” Saut veno singkat. “nampaknya Tuan Fadli dan istrinya tak puas dengan perusahaan yang berhasil mereka curi”. “berita Pak jonathan menghampiri nyonya, dan menyerahkan sebuah perusahaan, mungkin sudah sampai di telinga mereka!”, “bisa jadi mereka tengah mengincar perusahaan milik nonya!!” Ucap laki – laki itu


dengan nada yang serius. “apa?” veno nampak kaget. “kalau gitu, terus awasi mereka!, jika ada kabar lagi, segera kamu laporkan!” ucap veno dengan ekspresi wajah yang sedikit geram.


  Belum sempat menutup panggilan, pria itu menyaut dengan tiba – tiba. “tuan, sebenarnya ada hal lain yang ingin saya laporkan, tapi saya belum yakin betul !i” Ucap pria itu dengan nada yang terdengar ketakutan. “Masalah tentang apa.??” Veno memicingkan kedua matanya karena penasaran. “masalah nyonya tuan.!!!” Jawab penelpon itu dengan sedikit terbata. Mendengar masalah yang akan disampaikan adalah mengenai istrinya, veno pun begitu penasaran. “coba kamu jelaskan.!!” Ucap veno singkat. “begini tuan, saya tidak sengaja menemukan hal ganjil yang terjadi di sekitar nyonya.!”.


  “apa tuan ingat, wanita yang hampir  bertengkar dengan nyonya di pesta,.?, setelah pulang dari pesta, wanita itu secara misterius kecelakaan menabrak tiang listrik.!!”, dan bukan hanya itu, 2 gadis teman sekolah nyonya yang


mempermalukan nyonya sebagai pencuri di mall, ternyata secara misterius dipindah paksa keluarr dari sekolah setelah 2 hari dari hari kejadian.!”, dan masih banyak lagi kejadian ganjil yang terjadi di sekitar nyonya tuan.!!”,


sepertinya, ada seseorang yang sengaja melindungi nyonya.!!!” Ucap pria itu dari dalam telefon.


Veno menghembus nafas beratnya. “mungkin ini cuma kebetulan.!!”, “kamu jangan melaporkan hal yang masih belum pasti seperti ini.!!” ucap veno dengan nada meremehkan. Nampaknya, veno tak berfikir sampai sejauh itu, dan beranggapan bahwa itu hanyalah kejadian yang tak sengaja terjadi.


  Kembali di ruang kerja veno.


  Veno masih merenungi kata – kata yang ia

__ADS_1


dengar tadi siang. Karena tak mampu memecahkan misteri yang ia anggap ketidak


sengajaan itu, veno hanya bisa menghembuskan nafas panjang. Veno beranjang dari


tempat ia duduk, dan berjalan menuju tempat tidur. Nampak istrinya telah lebih


dulu tidur dengan selimut yang masih terbuka sebagian. Veno mulai mendekati


istrinya yang tengah berbaring itu. segera ia tutupkan kembali selimut yang


tengah terbuka itu, hingga menutupi hampir seluruh tubuh dio. “di, gua gak


dalam batin, sembari memberikan kecupan dari bibirnya pada kening dio. Setelah


mengecup kening istrinya, veno segera berbaring di atas tempat tidur untuk


segera tidur.


  Ke esokan harinya.

__ADS_1


  “di.!!, ayo bangun.!!” Terdengar suara veno mencoba membangunkan dio yang masih tidur dengan pulas.


Namun dio belum juga membuka matanya, dan masih asyik tidur sembari memeluk guling disebelahnya.


Entah mimpi apa yang tengah hinggap dalam tidur dio, hingga sulit bagi veno untuk membangunkan istrinya itu. “diiiii...!!!!, ayo bangun, waktunya sekolah.!!!” Lagi – lagi veno membangunkan dio dengan suara yang lebih keras, dan bisa dikatakan sebagai berteriak. “busyet, nih anak tidur apa pingsan sih.!!, sulit banget di bangunin.!!!” Veno yang kesal karena dio belum juga bangun, merasa emosi. “gua belum siap – siap ke kantor juga.!!, ni anak belum juga bangun.!!”, veno masih menggerutu kesal. “diiii.!!!” Veno pun berteriak dengan keras, dan di iringi lemparan bantal ke arah wajah dio dengan kencang oleh veno. “buukk.!!!” Bantal itu pun menderat dengan tepat di atas wajah dio. “aduuuhhh.!!!” Terdengar suara dio berteriak kaget. “apa – apa’an sih ven.!!”, “gak bisa ya, bangunin dengan halus dan gak kasar.??, kasar banget sih lu ven.???” dio mengomel kesal. “gua udah bangunin elu dari tadi.!!, sampai serak tenggorokan gua karena teriak – teriak dari tadi”, “lu sekolah gak.?, tuuhh liat jam berapa.!!”, ucap veno dengan nada ketus. Secara spontan, dio pun memandang ke arah jam dindingnya. “waahhhh, udah jam segini, gua pasti telat.!!” Dio nampak kebingungan, dan dengan kekuatan penuh, ia segera melompat dari tempat tidurnya.


  Sesampainya di pintu gerbang sekolah, dio berlari dengan kekuatan penuh agar bisa melewati gerbang yang hampir tertutup itu, dan berharap dirinya tak sampai terlambat. Kevin yang sudah sedari tadi berdiri di dekat gerbang, belum juga melangkah masuk ke dalam. Nampaknya, ia sedang menunggu seseorang, dan memilih untuk berdiri menunggu di dekat gerbang. Namun hingga gerbang sekolah tertutup, kevin belum juga beranjak masuk ke


dalam. Nampak dio yang tengah ngos – ngosan karena berlari kencang, tengah membungkukkan badannya.


  Dio dan beberapa siswa lainnya yang terlambat digiring menuju halaman sekolah, begitu juga kevin maupun dio. “anak – anak, lari memutari lapangan basket sebanyak 3 kali. Setelah lari 3 kali, baru kalian boleh masuk.!!” Ucap pak satpam gendut itu dengan nada yang ketus. “hahh.??, lari lagi.??, nafas gua masih ngos – ngosan gini, eh sekarang disuruh lari lagi.!!, huuufftt” dio menggerutu dalam batin sembari membuang nafas panjang. Mendengar


salah satu murid yang berani membuang nafas panjang di depannya, Satpam berperut buncit itu memandang ke arah dio. Satpam gendut itu segera mengenali dio, karena dio adalah murid yang sering sekali terlambat, jadi wajah dio begitu familiar bagi satpam gendut itu. “lo, kamu telat lagi..?, kemarin – kemarin udah gak pernah telat, sekarang kok telat lagi.!!, ckckckck, kalau kamu terus telat gini, kapan kamu bisa juara satu.?” ucap satpam gendut itu dengan memandang remeh pada dio.


  Beberapa siswa terlambat yang ikut mendengar ucapan satpam gendut itu hanya bisa menahan tawanya, dan saling berbisik. “dio sering telat aja bisa jadi juara olimpiade, apa lagi kalau dia rajin.!!”, “bisa – bisa nilai kita makin jauh dong, sama dio.!!”, “hahaha tuh satpam gak tau apa, kalau dio juara olimpiade.!?” Beberapa siswa terlambat itu saling saut menyaut. Mendengar suara berisik dari beberapa siswa terlambat lainnya, satpam gendut itu pun berkata dengan ketus, “itu yang lagi ngerumpi, tenagamu banyak ya.? Mau nambah larinya.???” “enggk pak..!!” ucap beberapa siswa secara serentak.


  Akhirnya dio, kevin dan beberapa siswa lainnya berlari kecil mengelilingi lapangan basket. Kevin melambatkan langkah kakinya, guna menyandingi dio yang tengah berlari pelan. “kamu capek.??” Kevin bertanya pada dio dengan suara pelan. “iya laahh.!!, capek poll.!!” Ucap dio dengan nafas yang tersengal –sengal. “cepet pura – pura pingsan.!!, biar gua gendong dan kabur dari sini.!!” Ucap veno sembari berbisik pelan pada dio. “jadi gua harus gimana sekarang nih?” Dio nampak bingung harus berperan menjadi seorang yang pingsan. “duh kelama’an.!!” Saut kevin. dio yang tengah berlari itu langsung di gendong oleh kevin. Karena tak sabaran, kevin langsung mengangkat tubuh dio dengan kedua tangannya. “cepet pura – pura tidur.!!” Kevin berkata pelan pada dio. “apa.?” Dio menyauti kaget, sembari dengan segera memejamkan kedua matanya untuk pura – pura pingsan.


  “hei, itu yang digendong kenapa.??” Saut satpam gendut itu dari sudut lapangan.!!” “pingsan.!!” Kevin menjawab dengan berteriak keras. “kevin pun berlari keluar lapangan dengan menggendong dio dengan kedua tanganya. “pffttt.!!” Nampak dio sedang menahan tawanya. Setelah keluar dari lapangan, dan telah jauh dari pandangan satpam gendut, kevin segera menurunkan tubuh dio dari gendongannya. “hahaha, hahhaa.!!” Dio dan kevin pun tertawa terbahak – bahak bersama di depan kelas. “wahh, lain kali waktu telat harus ada lu sih vin.!!” “hahaha” mereka terus tertawa terbahak bahak bersama. Melihat dio dari dekat sekaligus bisa tertawa bersama, kevin merasa begitu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2