
Veno dan dio telah sampai di pasar jajanan yang dio maksud. Benar saja, seluruh pemandangan yang terlihat hanyalah pendagang jajanan yang menjual berbagai macam makanan dan minuman. Dari makanan ringan hingga makanan berat, dan dari makanan yang digoreng, dikukus, atau direbus semua tersedia. Tinggal para pembeli lah menentukan untuk memilih makanan atau minuman apa yang akan mereka beli. Dio berjalan dengan penuh semangat melewati para pedagang, dan di ikuti veno yang berjalan dibelakangnya. “ven, mau makan apa??” dio bertanya penasaran pada veno. “makan kamu !!” veno menjawab sembari tersenyum. Dio pun menoleh ke belakang dan menghadap veno, “yang bener dong jawabnya !!” ucap dio ketus. “terserah kamu sayang !!, kamu boleh beli apa apa aja yang kamu mau !!” ucap veno sembari menggandeng tangan dio. “wahh, baik lah !!” saut dio dengan penuh senyuman.
Dio menarik tangan veno menuju salah satu pedagang sate bekicot. “pak 02 nya dua bungkus, gak pedes !!” ucap dio pada penjual sate bekicot itu. setelah selesai membayar, dio mulai mencicipi sate bekicot itu sembari berjalan perlahan. “wah enak !!, nih coba’in ven !!” ucap dio sembari menyuapi veno. “emm, rasanya kenyal !!, enak, tapi ini apa di? Kerang atau apa?” ucap veno penasaran. “02 ven !!” saut dio singkat. “02 apa’an??, kayak pemain bola aja ada nomornya !!” saut veno. “02 itu bekicot ven!!, masa kamu gak tau sih??” ucap dio sembari terus menyantap sate bekicot itu. “be – be kicot ?????” ucap veno dengan ekspresi yang syok. “iya , bekicot !!” saut dio. “iiihh, jijik banget !!, cepet buang !!” ucap veno sembari mengambil sate bekicot pada tangan dio dan melemparkannya pada tempat sampah yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Melihat veno membuang sate bekicot yang telah ia beli, dio pun menguncir bibirnya dan mendadak kesal. “ven lu apa’an sih !!, kenapa dibuang?, kan mubazir!!” ucap dio dengan ekspresi kecewa. “kamu boleh beli apa aja, beli sekalian sama warungnya juga gak papa !!, asalkan jangan beli makanan itu !!” ucap veno dengan tegas. “huufftt !!” dio pun membuang nafas panjang, dan tak memberikan jawaban atas perkata’an veno. Dio pun meneruskan perjalanannya dengan bibir yang terkuncir. Melihat mood istrinya yang memburuk, veno pun merasa bersalah. Veno berjalan dan mencoba menyusul dio yang telah lebih dulu berjalan di depannya. Karena kondisi pasar yang amat ramai, veno tak sengaja bersenggolan dengan seorang wanita. “aduuh!!” wanita itu pun kaget dan hampir terjatuh. “oh ma’af !!” ucap veno terhadap wanita itu. Melihat seorang pria tampan di depannya, wanita tersebut nampak salah tingkah. “iya gak papa !!”. ucap wanita itu menjawab perminta’an maaf dari veno.
__ADS_1
Dengan segera, veno mengejar dio yang nampak semakin jauh berjalan di depannya. Dio menghentikan langkahnya tepat di depan pedagang mie cup. Akhirnya veno berhasil menyusul dio, dan berdiri tepat di samping dio. Dio yang masih kesal dengan perbuatan veno, mencoba membalas veno dengan menyuruhnya memakan mie pedas. “mie level 1, satu porsi dan level 5, satu porsi !!” ucap dio pada pedagang me cup itu. Setelah mie dalam cup pesanan dio selesai di buat, dio memberikan mie pedas itu pada veno. Mengetahui jika suaminya tak bisa makan makanan yang pedas, dio yang kesal itu mencoba membalas perbuatan suaminya. “nih makan !!” ucap dio sembari memberikan mie cup pedas itu pada veno.
Merasa sengaja di prank oleh dio, veno mendekati dio dan berkata “gua makan nih mie !!, tapi sampai di rumah kamu yang akan aku makan !!” ucap veno sambil berbisik pelan di telinga dio. Mendengar ucapan veno yang mengancam kesucian’nya, dio segera menarik kembali mie cup pedas itu dari tangan veno sambil menggerutu “apa sih ven, gak nyambung banget !!” dio menggerutu sambil meneruskan langkahnya. “mana mie nya biar gua makan !!” ucap veno dengan berbisik manja pada dio. “gak mau !!” ucap dio. Veno pun terus mencoba menggoda dio. “mana biar gua makan, gua pengen loh !!” ucap veno. “apa sih ven, mie ini buat gua kok !!” saut dio dengan ekspresi kawatir yang menghiasi wajahnya.
“ven, gua pengen buang air kecil nih !!” ucap dio sembari menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari toilet umum. “wah itu ada toilet di!!” ucap veno sembari menunjuk ke arah toilet umum yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. “tunggu sebentar ya ven !!” ucap dio sembari berjalan dengan cepat menuju toilet. Dengan sabar, veno menunggu istrinya yang tak kunjung keluar dari dalam toilet umum. Sampai beberapa lama, dio masih belum keluar. “dio lama banget, apa jangan – jangan dia pingsan di dalam toilet?” ucap veno dalam batin. “ven, ven !!” terdengar suara dio yang memanggil dari samping pintu toilet. Nampak dio tengah cemas dan kebingungan. “kenapa di?” veno bertanya penasaran. Dengan malu – malu, dio pun berkata “ven, gua M !!” ucap dio dengan pelan setengah berbisik pada veno. “M ??” veno nampak kebingungan. “M itu apa di??” veno bertanya dengan polos dengan suara berbisik. “menstruasi ven !!, tolong beli’in gua pembalut dong !!” ucap dio dengan suara yang ragu – ragu. “oh pembalut !!, ok tunggu bentar ya !!” saut veno dengan enteng dan tanpa beban.
__ADS_1
Veno memandang ke kanan dan kirinya, namun hanya ada pedagang makanan yang nampak oleh matanya. “beli pembalut di pasar kuliner, sama aja kayak nyari jarum dalam jerami !!” veno menggerutu dalam batin. Mengingat jika istrinya masih menunggunya di kamar mandi, veno pun segera berlari ke arah jalan raya untuk mencari mini market terdekat. Sungguh beruntungnya veno, tak sampai berlari jauh, ia menemukan sebuah mini market. Dengan segera veno masuk ke dalam mini market itu dan berjalan mencari pembalut untuk istrinya. Akhirnya veno menemukan rak berisi pembalut dengan bebagai bentuk, panjang, hingga varian yang berbeda. “wah ini pembalut yang iklannya muncul di televisi !!” ucap veno dalam batin sembari mengambil salah satu produk pembalut. “waahh!!, pembalu yang ini ada sensasi fresh mint nya juga !!, lho ini malah ada kandungan daun sirihnya, dan bersayap lagi !!” veno berdecak kagum melihat berbagai macam pembalut yang ada di depannya saat ini.
Karena takut dirinya salah memilih pembalut untuk istrinya, veno pun melakukan panggilan video pada dio untuk bertanya. “hallo di, beli yang mana nih gua bingung !!” ucap veno sembari mengarahkan kamera ponselnya pada pembalut yang tertata rapi pada rak. Beberapa pembeli lain yang umumnya perempun, nampak menahan tawa melihat tingkah lucu veno. “aduh ven, harusnya lu gak perlu tanya, dan langsung beli satu, apapun itu bakal tetep gua pakai !!” saut dio dengan nada yang pasrah. “ya udah, ambil pembalut sebelah tangan kanan lu, yang merk nya Chom !!” ucap dio. Veno segera mengambil pembalut sesuai arahan dio, dan berjalan ke arah kasir. Melihat seorang pria tampan dengan belanja’an 10 pack pembalut di depannya, membuat kasir mini market itu menahan tawanya. Setelah selesai membeli pembalut, veno segera kembali menuju dio.
“di, ini pembalutnya !!” veno memanggil dengan suara pelan pada pintu toilet tempat dio berada. Salah satu tangan dio pun keluar dari sela – sela pintu yang tengah terbuka. Dengan segera, veno memberikan kantong keresek berisi 10 pack pembalut itu pada tangan dio. Melihat begitu banyak pembalut yang telah dibeli oleh veno, dio nampak syok “astaga ven, napa jadi beli banyak gini!! Dipikir mau dijual lagi apa?, kenapa gak sekalian beli satu karton aja !!” ucap dio menggerutu sambil menepuk dahinya.
__ADS_1