
Dio menjadi kecewa karena veno tak bisa memenuhi permintaannya, untuk mendapatkan boneka beruang berukuran jumbo itu. Ia memandang lemas ke arah veno yang tengah berbincang dengan penjaga stand itu
dengan serius. Setelah melakukan transaksi dengan penjaga stand itu, veno berjalan dengan membawa dua sekaligus boneka beruang berukuran jumbo yang di inginkan dio. “nih buat lu..!!”
ucap veno kepada dio sambil memberikan dua boneka yang telah ia beli. “lho, kan lu kalah.! kenapa bisa bawa pulang nih boneka.?? Dapet dua malahan??” dio bertanya penasaran.
“udah, nih ambil..!! anggep aja gua udah menang..!! lain kali kalau lu pingin boneka, gua beli’in se kontainer kalau lu mau.!!” Jawab veno sambil memberikan kedua boneka itu.
Karena ukuran boneka itu hampir sama dengan tubuh dio, ia pun kesulitan jika harus membawa dua boneka sekaligus. Akhirnya veno membantu dio untuk membawakan salah satu boneka itu. Mereka berdua berjalan bersama, dengan masing – masing menggendong sebuah boneka beruang berukuran jumbo.
Mereka berdua berjalan dan menjadi pusat perhatian bagi orang – orang di sekitarnya.
Banyak dari orang di sekitar itu melihat iri dengan mereka berdua.
“makasih ya..!!” dio berkata pelan kepada veno. “apa..? kurang keras..!!” jawab veno.
“MAKASIH...!!!” dio mengulangi perkataannya dengan suara yang lebih keras. Veno pun tersenyum puas.
Hari sudah sore, sinar mentari yang terang itu kini mulai meredup.
Pengunjung yang awalnya ramai dan saling berdesakan itu, kini terlihat lebih sepi.
Banyak pengunjung yang sudah meninggalkan wahana bermain, namun veno dan dio masih duduk dengan santai di atas kursi yang berada tepat dibawah pohon cemara.
Mereka yang tadinya pusing melihat begitu banyak orang berlalu – lalang,
kini hanya melihat satu atau dua orang saja yang lewat di hadapannya. Melihat wahana bermain yang semakin sepi, veno mengajak dio untuk segera pulang. “ayo kita pulang.!!” mendengar veno mengajaknya pulang,
tanpa menjawab dio menyandarkan kepalanya di pundak veno. Veno yang kaget langsung menoleh ke arah dio. “biarin gua ngeliat pemandangan wahana permainan di malam hari ya.!!” Dio berkata pelan pada veno.
“iya.!!” Veno meng iyakan.
Karena cahaya mentari kini tak lagi terlihat, hanya kelap – kelip dari berbagai warna lampu yang menyinari mereka. Begitu indah pemandangan malam ini, membuat mereka enggan untuk meninggalkan tempat itu.
Mereka berdua masih asik duduk bersama, dengan posisi dio yang masih menyandarkan kepalanya di atas pundak veno. Dan veno menyandarkan balik kepalanya di samping kepala dio.
Mereka terlihat begitu tenang dan menikmati pemandangan malam yang indah itu.
__ADS_1
Karena mereka yang kecape’an telah bermain seharian, hingga akhirnya mereka tak sadar dan tertidur bersama dengan posisi yang masih sama seperti sebelumnya. Dengan masing – masing tangan yang masih memegang boneka beruang, mereka tertidur lelap. Posisi tidur mereka yang sedang memangku boneka beruang itu,
membuat mereka menjadi pusat perhatian bagi beberapa pengunjung yang akan pulang dari wahana bermain. Beberapa pengunjung terlihat tersenyum melihat mereka yang tengah tertidur bersama itu.
Malam semakin larut, hingga mereka akhirnya terbangun karena seseorang membangunkan mereka.
“heii.!!, kalian..!!, ayo cepet bangun..!!!” dio dan veno yang kaget itu akhirnya terbangun.
“maaf ini jam berapa pak.??” Dio bertanya pada seorang satpam tua yang telah membangunkan mereka.
“sudah jam 10.!! Kalian masih pacaran tapi jam segini belum juga pulang..! malah tidur berdua’an di tempat sepi.!!” satpam itu masih mengomel kepada mereka berdua. Sembari berjalan bersama, mereka akhirnya meninggalkan satpam tua yang masih mengomel itu. Karena telinga veno yang panas mendengar omelan satpam tua itu,
veno pun menjawab “ini bukan pacar saya pak.!! Tapi istri saya..!!” mendengar jawaban veno,
satpam tua itupun diam “apa nikah di usia remaja sekarang sedang trend ya.??”
Satpam tua itu menggerutu dalam hati karena bingung.
Mereka berdua berada dalam mobil dan melaju meninggalkan taman bermain.
“kruyuk..!!” perut veno berbunyi nyaring. Dio menoleh dan tertawa terbahak – bahak
Veno yang mendengar perut dio ikut berbunyi itu juga tertawa terbahak – bahak
“ahahahahaa..!! lu laper juga nih ceritanya..??” dio pun menjawab, “ayo cari makan dulu, gua laper nih.!!”
“iya ayo..!!” veno menjawab. “mau makan dimana.?”, “terserah lu deh.!! Pokoknya harus yang enak.!!” Jawab dio.
Akhirnya veno mengajak dio ke salah satu restaurant mewah di pusat kota.
Mobil pun berhenti, dan mereka berdua segera turun. “lu yakin mau makan disini..?” dio bertanya.
“yakin.!, kenapa emang.?” Veno menjawab. “disini porsi makanannya sedikit, harganya juga mahal.!!
Ini gua lagi kelaparan ven.!!” Ucap dio. “katanya mau makanan yang enak.? Yaudah pesen yang banyak.!!”
Veno menjawab santai. “baiklah, gua bakal pesen sampai lambung gua penuh ya.???” Dio bertanya sambil tersenyum. “iyaa..!!!” veno menjawab sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“yess..!!” dio merasa hari ini adalah hari terindah bagi lambungnya.
Mereka berdua duduk disamping jendela. “emm, aku pilih ini, ini, ini, terus itu, emm!!!”
dio menggerutu sambil memilih menu yang akan ia makan. Terdengar dari ini dan itu yang telah diucapkan dio,
bisa ditebak ia telah memilih banyak makanan untuk mengisi lambungnya yang tengah keroncongan itu.
Sambil memberikan list menu kepada veno, dio berkata “nih, aku udah selesai milih. Tinggal kamu mau milih menu apa.!!” “aku milih ini, ini, sama ini.!!” veno menjawab sambil menunjuk menu yang sedang dipegangnya itu.
Tak berselang lama, semua makanan yang mereka pesan akhirnya datang..
Para pelayan wira – wiri mengantarkan berbagai hidangan yang telah mereka pesan itu.
karena mereka hanya berdua, dan menu yang dipesan begitu banyak, para pengunjung restaurant lainnya memusatkan perhatian kepada mereka berdua. Begitu juga dina, teman satu kelas dio yang kebetulan sedang
makan di sana bersama keluarganya. “itu kan dio.!!”, dina kaget melihat dio yang duduk bersama seorang laki – laki di tengah malam. “gayanya di sekolah kayak anak baik - baik, katanya dari keluarga bermartabat.?” “ehh gak tau nya jam segini masih main di luar sama cowok.!!” Dina menggerutu dalam hati.
“wah itu kan Veno Sebastian..!!” salah satu keluarga dina mengenali veno.
“siapa sih tuh cowok kak.?” Dina bertanya penasaran. Kakak dina pun menjawab, “dia itu salah satu pengusaha yang paling sukses.!! Dia kaya banget loh.!!, aset, bisnis, dan usahanya semua tercecer dimana – mana.!,
tapi sayangnya dia udah nikah.!.”. “kalau belum, pasti udah gua gebet, hahaha.!!!”
“udah nikah.??” Dina yang kaget itu bertanya lagi pada kakaknya. “
iya., emang dia udah nikah. Tuh cewek kayaknya istrinya deh.!!, soalnya menurut temen gua yang kerja di perusahaan veno, istri veno tuh masih muda.!”, “Tapi belum banyak yang tau jelas sih, gimana wajah dari
istrinya veno itu.!!” Kakak dina menjawab sambil memakan makanan yang berada di depannya itu.
“kayaknya, hubungan mereka gak biasa deh.!!”, sesekali dina memandang ke arah mereka berdua yang sedang asyik makan berdua. Dina masih penasaran dengan hubungan mereka berdua.
“gak mungkin dio udah nikah.!!, dia kan masih sekolah.!!”,
“jangan – jangan..!!, dio itu selingkuhannya tuh pengusaha.!!!”
Dina menggerutu dalam batin.
__ADS_1
“gua harus ambil gambar mereka berdua nih..!!” dina mengeluarkan ponselnya, dan secara diam – diam mengambil potret mereka yang tengah makan bersama. “tunggu waktunya., gua bakal bongkar rahasia lu ini ke seleruh penjuru sekolah.!!”, “sampai – sampai lu bakal malu buat datang ke sekolah.!!” Dina berkata pada batin.