Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Tuduhan


__ADS_3

  Tina dan fina saat ini berada tepat di belakang dio yang sedang membayar bukunya di kasir.


Tak lama, kasir itu berkata pada dio “totalnya delapan juta enam ratus dek.!!”. Dio pun mengeluarkan sebuah Black


Card dan menyerahkan card tersebut pada kasir, untuk membayar beberapa buku yang akan ia beli itu.


Tina dan fina seakan tak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya saat ini. Mereka berdua beradu pandang dan saling berbisik. “finn.!!, gak mungkin banget card itu milik dio.!”, “semua asetnya kan udah disita bank, dan pastinya semua card keluarganya itu udah di blokir dari pihak bank dong..?”, terus itu card siapa.?” Mereka berdua berbisik dengan tatapan curiga. “jangan – jangan itu card curian fin..?” tina yang merasa curiga, segera


berjalan ke arah kasir dan berkata “kak, tolong hubungi pihak keamanan, jangan – jangan teman saya ini telah mencuri black card itu.!!” tina menuding ke arah dio. “iya kak tolong minta bagian keamanan periksa temen saya ini kak.!!” Fina menyauti.


  Mendengar dua siswa yang berkata demikian, kasir itu panik dan segera menghubungi pihak keamanan.


“kenapa kalian bisa yakin kalau gua mencuri black card itu.??” Dio berkata ketus pada tina dan fina.


“semua murid di sekolah juga udah tau kalau keluarga lu udah bangkrut.!!, dan dari mana lu bisa dapet black card itu.!!” ucap tina. “mau dapet dari mana card ini, apa urusannya sama lu..!!” dio menjawab dengan nada membentak. Karena suara mereka yang begitu keras, membuat seluruh pengunjung dalam pameran buku itu mendekat ke arah kasir. Para pengunjung yang tengah menyaksikan dio dan tina beradu omong itu saling berbisik.


“apa dia itu anak dari pengusaha yang bangkrut yang viral kemarin??”, “iya kayaknya.!!, tapi katanya papanya masih koma sekarang.!!”, “tapi dapat black card dari mana tuh anak.!!”, “apa jangan – jangan anak itu emang nyuri.??” Suara para pengunjung yang saling bersautan itu terdengar oleh telinga dio.


  Selang beberapa lama, dua orang pria berbadan tegap dari pihak keamanan itu pun datang.


“ada yang bisa kami bantu.??” Salah satu pihak keamanan itu bertanya dengan nada tegas pada kasir.


“tolong bapak periksa anak ini, ada dugaan tindak pencurian black card oleh anak ini pak.!!”. Ucap kasir itu


kepada pihak keamanan. Bagaikan sebuah tontonan, dio menjadi pusat perhatian dan perbincangan para pengunjung pameran buku itu. Dua petugas keamanan itu mulai menginterogasi dio. “bisa kamu jelaskan apa ini milik ayah atau ibuk kamu dek.??. “bukan pak!!” dio menjawab singkat. Semua yang menyaksikan kejadian itu

__ADS_1


saling beradu pandang dan berbisik “tuuhh kan.!!, bukan punya orang tuanya.!!”, “apa emang anak itu mencuri card itu.?” “wahh masih kecil udah berani mencuri black card.!”


  “kalau bukan milik ayah atau ibu kamu, kenapa bisa ada di tangan kamu.?” Dio terus di interogasi.


“ya karena itu punya saya pak.!!” Dio menjawab dengan ekspresi kesal.


“siapa yang ngasih card ini sama kamu.? Apa saudara kamu?” pihak keamanan terus bertanya pada dio. “bukan..!!”. dio menjawab singkat. “tuh kan pak.!!, pasti dia udah mencuri card itu.!!” tina menyela di antara percakapan dio dengan petugas keamanan. “bisa kamu jelaskan, card ini kamu dapat dari siapa.?”


Petugas itu bertanya dengan suara yang lebih tegas. “dari pacar saya.!!” Dio menjawab dengan kesal.


Semua orang saling berbisik. “astaga.!!, apa jangan – jangan anak ini adalah simpanan om – om.??, gak


mungkin kan pacarnya bisa punya black card kalau bukan pengusaha sukses yang udah berusia matang.!!” Pengunjung lain ikut curiga. “kalau begitu, sekarang kamu panggil kesini pacar kamu.!!,”, “untuk membuktikan bahwa kamu memang tidak mencuri.!!”. Salah satu petugas keamanan itu berkata ketus pada dio.


  Seperti seorang pencuri yang di interogasi, dio merasa dipermalukan di depan umum.


mengangkat telepon dari dio. “sialan nih anak kemana sih..!!” dio menggerutu dalam batin.


“kalau kamu gak bisa memanggil pemilik asli card ini, dengan berat hati kami akan menyerahkan kasus ini pada pihak berwajib, untuk menyelidiki lebih lanjut atas duga’an pencurian card.!!” salah satu petugas keamanan itu


berkata ketus pada dio. “tuuttt... haloo..??” terdengar suara veno menjawab panggilan dio.


“halo ven..!!” dio merasa sedikit lega mendengar suara veno dari ponselnya. “ada apa di.??” Veno bertanya singkat. “cepet dateng ke pameran buku sekarang.!!”, “gua dituduh sebagai pencuri nih..!!!” dio berkata ketus pada


dio. “apaa..?? di pameran buku.??” veno yang tengah berdiskusi dengan beberapa orang di ruang pemasaran itu kaget, dan segera berdiri dari tempat ia duduk.

__ADS_1


  Beberapa orang yang mengikuti diskusi dengan veno sontak kaget melihat veno yang tiba – tiba berdiri, hingga membuat kursi milik veno itu terdorong. Salah satu anggota diskusi yang mendengar veno menyebutkan kata “pameran buku” itu penasaran. Akhirnya ia memberanikan diri untuk bertaya “ada masalah apa pak veno.? Veno pun menjawab dengan ketus “ikut saya ke pameran buku.!!”. “baik pak.!!” Orang itu menjawab dengan pasrah.


Veno dan beberapa orang itu berjalan dengan tergesa – gesa menuju pameran buku. Wajah veno menjadi merah, terlihat dari raut wajahnya ia sedang emosi. Mendengar istrinya telah dituduh sebagai pencuri, veno nampak begitu murka.


  “gimana.??, pacar kamu akan datang kesini kan.!!” Petugas itu bertanya pada dio yang telah selesai melakukan panggilan. “yaa.!!” Dio yang emosi itu menjawab dengan nada membentak. Para pengunjung yang masih


menyaksikan dio di interogasi itu berbisik satu sama lain. “aku penasaran sama pacarnya anak itu.!!, pasti udah bapak – bapak deh.!!”, “waah masih kecil udah pinter memikat pengusaha kaya.!!, gua mah kalah.!!, hahaha.!!”. “rasa’in lu di, setelah sugar daddy lu muncul, lu bakal viral.!! Sebagai wanita penggoda.!!” ucap tina dalam batin, sembari tersenyum puas.


  Veno dan beberapa anggota diskusi itu sampai di tempat pameran buku.


Meraka membelah kerumunan orang yang tengah mengerubungi dio itu. “waah siapa cowok ganteng itu.!!, tuh liat.!!” Beberapa pengunjung terpana dengan hadirnya veno di tengah – tengah kerumunan. “waah siapa cowo ganteng itu.??, wah dia keren banget.!!” tina dan fina saling berbisik karena terpana melihat ketampanan veno. Veno yang menyaksikan istrinya tengah di interogasi oleh petugas keamanan itu menghampiri dio. Terlihat petugas


keamanan dan beberapa karyawan dan penanggung jawab acara pameran buku itu terkejut melihat veno yang datang bersama para petinggi mall. Mereka penasaran dengan status veno, sehingga semua petinggi mall bisa ikut datang bersamanya.


  “veno.!!” Dio menatap ke arah veno yang telah datang menghampirinya.


Veno menggenggam tangan dio sambil bertanya pelan “kamu gak papa.??” Dio menjawab dengan menggelengkan kepalanya. Dio yang tengah merasa emosi dengan tuduhan dan perkataan orang – orang disekitarnya itu, sekarang terlihat lebih tenang. “siapa yang sudah menuduh pacar saya mencuri.??” Veno bertanya dengan nada tinggi, dan dengan wajah yang penuh emosi. “pacar..???” sontak semua orang yang berada dalam pameran buku itu kaget, termasuk tina dan juga fina. “waah, ternyata itu pacarnya.!!”, “wah pacarnya masih muda, bukan om – om.!!”, “wah beruntungnya anak itu, pacarnya ganteng dan keren banget.!!” Terdengar suara para pengunjung yang saling berbisik satu sama lain. “sialan, dapet dari mana dio cowok tampan model begini.!!” Tina berkata dalam batin.


  “siapa yang sudah menuduh pacar saya mencuri.??” Veno mengulangi pertanyaannya dengan suara yang cukup keras. “beraninya kalian nuduh pacar saya mencuri.!!” Veno menunjuk muka para petugas keamanan itu menggunakan jari telunjuknya. “begini cara kerja anak buah kamu.??” Veno bertanya denga penuh emosi pada salah satu petinggi mall yang mengikutinya itu. Semua anggota petinggi mall itu langsung tertunduk malu. “mohon maaf pak veno, akan saya atasi kesalah pahaman ini.!!” ucap salah satu petinggi mall itu. Semua karyawan dan petugas keamanan yang telah mecurigai dio hanya bisa tertunduk sambil ketakutan. Mereke takut jika mereka sampai kehilangan mata pencaharian mereka.


  Dengan tangan yang masih bergandengan, veno mengajak dio untuk segera pulang “ayo kita pulang.!!”.


“ayoo.!!” Dio menjawab sambil menganggukkan kepalanya. Melihat suaminya yang telah membelanya di depan umum, dio merasa terharu. Ia merasa bersyukur memiliki veno yang tanpa ragu membelanya di depan umum. mereka berdua berhenti di depan parkiran mall. Veno melepaskan gandengannya, dan memegang pundak dio dengan kedua tangannya. Veno bertanya pelan “kamu gak papa kan.?”, mendengar pertanyaan veno, entah mengapa secara tiba – tiba dio merasa begitu rapuh dan sedih.


  Mata dio yang berkaca – kaca itu akhirnya meneteskan air mata. Dengan peka, veno segera memeluk dio yang tengah menangis itu. Mendapat perlakukan yang begitu hangat dari veno, tangis dio malah menjadi - jadi.

__ADS_1


“cuupp – cuupp udah jangan sedih.!!” veno mencoba menenangkan dio agar berhenti menangis.


Veno mengelus lembut rambut dio, sembari berbisik pelan “tadi waktu gua baru dateng, kamu keliatannya tangguh banget..!!, kok sekarang jadi cengeng gini..??”. mendengar ucapan veno, dio tiba – tiba sadar akan tingkahnya yang seakan menjadi lemah tek beradaya di depan veno. “iya juga ya.!!, kenapa gua jadi lemah gini di depan dio..!!” ucap dio dalam batin.


__ADS_2