
Veno meletakkan ponselnya sembari berkata “gua masih ada kerjaan sih !, un - box - ing!” Ucap veno dengan tatapan yang siap menerkam. Karena terdapat penekanan dalam pengucapan kata unboxing, pikiran dewasa dalam diri dio pun langsung bergejolak. “apa?” dio pun terbelalak kaget setelah mendengar jawaban veno. Nampak Veno sedang menggigit bibir bawahnya, dan berusaha menahan tawanya agar tidak pecah. Sungguh hal lucu bagi veno melihat ekspresi dio saat ini. Dio terlihat begitu syok karena membayangkan dirinya akan melakukan hal dewasa dan di unboxing oleh suaminya. Veno terus berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawanya. “astaga!, gua harus gimana??, gua harus cari alasan!”, aduhh gawat!” Dio yang tengah gugup dan tertekan hanya bisa menggerutu dalam batin, sembari terus berfikir kiranya alasan apa yang tepat untuk ia berikan pada veno.
“emm, gua , gua, ngantuk!!, gua tidur dulu ya ven!” dengan terbata – bata, dio pun ber alasan jika dirinya sudah mengantuk. “hhooaaam!!” Dio berpura – puran menguap. Dengan bergegas, ia segera naik dan berbaring di atas tempat tidur. Dio pun menutup seluruh tubuhnya dan bersembunyi di balik selimut. Dengan posisi ia membelakangi veno yang tengah menghadapkan tubuhnya ke arah dio. Dengan jantung yang berdegub kencang, aliran darah yang mengalir deras, dan keringat dingin yang mengucur dari seluruh tubuhnya, mustahil bagi dio untuk merasakan kantuk dalam situasi seperti saat ini. Namun karena takut jika ia harus melakukan hal dewasa bersama veno, ia pun beralasan jika ia sudah mengantuk. Sungguh sulit bagi dio, di saat matanya sedang terang benderang, ia harus memaksa kedua matanya untuk terpejam. Veno pun memandang dio sembari terus menahan tawanya yang hampir pecah.
Melihat respon lucu dari istrinya, membuat veno terus berusaha untuk menggoda dio. Karena badan veno yang juga tertutup selimut yang sama dengan selimut dio, veno menggerakkan salah satu kakinya ke arah kaki dio. Akhirnya kulit kaki mereka saling bersentuhan. Terasa dengan jelas, bahwa telapak kaki veno sedang menyentuh kulit kaki dio. Membuat kaki dio yang lemas itu tiba - tiba menjadi kaku karena tertekan. Seketika mata yang terus di paksa untuk terpejam itu terbelalak lebar karena kaget. Tak hanya merasa deg – degan, hampir seluruh tubuh dio terasa panas dingin. Wajah dio terlihat gugup. Ia bingung dengan respon apa yang harus ia berikan terhadap suaminya.
Nampak dari hembusan nafas dio, saat ini ia sedang merasa sesak nafas karena wajahnya yang tertutup selimut. Di tambah badannya yang panas dingin, pasti tidak nyaman bagi dio untuk terus bersembunyi di balik selimut. Dengan perlahan, veno mendekatkan kepalanya pada telinga dio. Veno pun berbisik pelan “gua bakal nunggu sampai lu bener – bener siap dan ngijinin gua buat ngelaku’in itu!!” dio yang mendengar perkataan veno itu pun langsung mengangguk sambil menjawab “iyaa!!”. perasaan tertekan yang dio rasakan mulai berkurang. Ia tak lagi merasa takut maupun gugup. Ia merasa bersyukur telah menikah dengan laki – laki yang begitu menghargai dan bisa menjaganya. Perasaan suka dari dio terhadap veno bertambah satu tingkat lagi. Hati yang terbuka itu kini mulai terisi dengan hadirnya veno dalam hidupnya. Mereka berdua akhirnya bisa tidur nyenyak bersama, dengan posisi kaki mereka yang saling bersentuhan satu sama lain.
__ADS_1
Malam telah berganti pagi. Mereka berdua masih tertidur dengan pulas. Dio yang merasa ingin buang air kecil itu terjaga dari tidurnya. Begitu kagetnya dio, melihat dirinya yang terbangun dalam pelukan veno. Nampak veno yang masih tertidur itu tak menyadari jika ia tengah tidur dengan memeluk tubuh dio dengan kedua tangannya. Dan dio pun tak menyadari, bahwa dirinya telah semalaman tidur dengan badan yang melekat pada suaminya. Dio yang merasa ingin pipis itu hanya bisa diam dan menahannya. “hooaammm!” tiba – tiba veno menguap dengan keras, dan mulai terbangun. Dio pun segera menutup matanya kembali, dan berpura – pura seakan ia masih tidur. Melihat istrinya yang masih tidur dalam pelukannya itu, veno diam dan memandang wajah dio dari dekat.
Tanpa diketahui dio, ternyata setiap hari ketika mereka tidur, mereka berdua selalu tidur dengan posisi yang saling
berpelukan. Karena setiap hari veno yang terlebih dulu bangun dari pada dio, jadi dio tak mengetahui kenyataan sebenarnya yang terjadi di antara mereka berdua. Dio pun ber asumsi jika ia selalu tidur dengan menjaga jaraknya dengan veno. Berbanding terbalik dengan kenyata’annya, dio selalu tidur dengan badan yang menempel pada veno, dan tangannya yang selalu memeluk tubuh veno. Sungguh posisi yang begitu menggugah hawa nafsu bagi veno. Namun veno sadar, jika ia harus menahannya, dan terus berpura – pura seakan tidak ada yang terjadi di antara mereka.
Jam menunjukkan pukul 07.10 WIB. Dio dan veno tengah sarapan bersama di ruang makan. Dengan penuh energi, dio menghabiskan dua potong sandwich di depannya dengan bersemangat. Karena hari ini dio masih
__ADS_1
belum mood untuk pergi ke sekolah, dio memutuskan untuk tetap di rumah. “hari ni gak pergi ke sekolah?” Veno bertanya singkat. “nggak ah !, lagi gak mood!” Jawab dio dengan sedikit ketus. “ujian akhir semesternya gimana?,
udah keluar nilainya??” Veno bertanya penasaran. “udah!!, beberapa hari lagi paling juga pembagian raport!!” Jawab dio. “ya udah, gua berangkat dulu. Kalau ada apa – apa, hubungi gua!” Ucap veno sambil berjalan keluar untuk berangkat kerja. “iyaaaaa!!” Dio menjawab dengan nada yang panjang.
Jam menunjukkan pukul 10 pagi. “drrrrtt, drrtt !!“ dio yang sedang bersantai di pinggir kolam renang, dikagetkan oleh ponselnya yang tiba – tiba bergetar karena adanya panggilan masuk. “indah?, tumben masih pagi udah nelfon gua!!” Dio pun segera mengangkat panggilan telefon dari indah, dan “hallo ndah?” “halo di, lu udah liat berita di forum grup kelas kita??” Indah bertanya dengan penasaran. “belum!, berita apa’an emang??” Dio menjawab dengan santai. “lu gimana sih di, jangan cuma jadi anggota forum yang passive dong!!, sekali – kali liat kek, apa yang di kirim di grup!” Indah menjawab dengan mengomel pada dio. “lu mau ngasih info apa mau ngomel sih ndah?, pagi – pagi udah darah tinggi!, heran deehh!!!” Dio menjawab dengan ketus.
“coba sekarang lu liat deh!” Indah menjawab singkat. Dio segera membuka berita yang dikirim oleh dina di forum grup kelasnya. “video apa’an nih?”, dio penasaran dan segera memutar vedeo yang telah di kirim itu. Nampak dalam video itu, dina tengah duduk dengan kedua mata yang sembab sedang berbicara menghadap ke arah kamera. “teman – teman, disini gua mau meluruskan masalah gosip tentang dio dengan seorang pengusaha, yang beritanya sengaja gua kirim di forum ini. Disini gua mau minta maaf !, sebenarnya gua yang udah bikin gosip itu, dan gua secara pribadi mau minta maaf pada dio karena udah ngefitnah dio, dan ngebuat kegaduhan kayak
__ADS_1
gini!!”