Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Kemenangan Tim Futsal Kevin


__ADS_3

Dengan ekspresi emosi yang tak bisa kevin sembunyikan, kevin mendekat lalu berdiri tepat di depan dio dan salah satu anggota tim futsal sekolah lain. Menyadari jika ia tak bisa menahan emosinya dan nekat membuat keributan, maka tak hanya dio saja yang akan menanggung malu, namun seluruh murid dari sekolahnya juga akan merasa malu. Sehingga kevin berusaha untuk menahan amarahnya, dan hanya bertanya pada dio. “siapa dia sayang?” ucap kevin dengan mesra. Seperti seorang kekasih yang tertangkap basah berdua’an bersama pria lain, dio nampak gugup dan kesulitan menjawab. “sorry, lu pacarnya dio?” saut laki – laki itu dengan penasaran. “lebih dari itu!” kevin menyahut dengan tegas dengan suara yang cukup keras, hingga membuat rombongan dari sekolahnya bisa mendengar dengan jelas.


Mendengar kevin berkata demikian, lelaki dari tim futsal lain itu pun menjawab “oh, maaf kalau gitu!” ucap lelaki itu sembari berjalan meninggalkan dio dan juga kevin. Mendengar ucapan kevin “lebih dari itu”, seluruh rombongan dio nampak berbisik membicarakan kevin maupun dio. “maksud kevin itu apa sih?, bukannya dio sekarang sedang dekat sama seorang pengusaha ya?”, “apa jangan – jangan mereka berdua berselingkuh?”, “sebenarnya kevin ada hubungan apa sih sama dio?”, “ada hubungan atau tidak, yang jelas kevin itu cinta mati sama dio!, jadi jangan sampai lu bikin masalah sama dio!”. hampir seluruh murid berbisik membicarakan kevin maupun dio.


“kamu balik lagi ke lapangan sana vin, pertandingan hampir dimulai!” ucap dio sembari menunjuk ke arah lapangan. “iya di!” kevin pun menyahut sembari berjalan meninggalkan dio. “huufft, untung kevin gak sampai marah dan mukul tuh anak!” ucap dio sembari bernafas lega.


“baik, mari kita saksikan pertandingan futsal yang menegangkan antara SMA Nasional dengan SMA Trunojoyo!” terdengar suara MC yang cukup keras memimpin jalannya acara. Terdengar pula suara saut menyaut yel – yel maupun sorak meriah dari para penonton. Baik dari sekolah dio, maupun SMA Trunojoyo. Sebelum pertandangan dimulai, kevin memandang ke arah dio sembari tersenyum manis, dan dio pun tersenyum balik guna membalas senyum kevin.


“prrriiiittt!!” peluit telah di tiup, dan pertandingan pun dimulai. Melihat laki – laki yang menghampiri dio tadi adalah salah satu lawan mainnya, kevin mengeluarkan seluruh kemampuannya dan bermain secara profesional. Begitu kesit dan ganasnya kevin saat menerjang bola yang ada di depannya. Belum lima menit pertandingan berlangsung, kevin telah mencetak dua gol pada gawang lawan. Sungguh apik permainan kevin hari ini.

__ADS_1


Hingga berakhirnya babak pertama permainan, sekolah dio telah meraih skor 5 – 1. Membuat tim SMA Trunojoyo semakin ketar – ketir. Apalagi pria yang telah menghampiri dio tadi, ia nampak kesal dan menahan malu, karena merasa kemampuannya jauh berbeda dengan kevin. “prriiiiittt!!” babak kedua pun dimulai. Tak kunjung menyerah, tim lawan kevin berusaha merebut bola, dan mencoba mencetak gol untuk menambah angka.


Namun tak mudah bagi mereka, karena kevin beserta teman satu timnya memiliki kemampuan dan kerjasama yang apik. Tak hanya itu, kevin terus mengecoh dan memancing emosi dari tim lawan, sehingga tim lawan bermain dengan emosi yang tinggi. Beberapa menit lagi, pertandingan diantara kedua sekolah akan diakhiri. Kevin nampak tak seambisi tadi dalam mencetak gol. Ia malah fokus memancing emosi para pemain dari SMA Trunojoyo.


“bukan kevin kalau gak bikin orang lain ketar – ketir!” ucap indah pada dio. tak menanggapi perkataan indah, dio hanya memandang fokus terhadap kevin sembari mengepalkan tangannya, dan ikut larut dalam situasi tegang sepanjang pertandingan. Wasit memberikan aba – aba adanya tambahan waktu 1 menit. Setelah tambahan waktu satu menit, maka pertandingan akan dinyatakan berakhir. Kevin pun mengecoh para pemain dari tim SMA Tronojoyo, dan mendekat ke arah gawang. Melihat lelaki yang telah menghampiri dio tadi berada di samping gawang, dengan kekuatan penuh, kevin pun mengayunkan kaki kanannya ke arah bola dan bola pun terpental “buukk!!” bola tersebut mengenai wajah lelaki itu dengan keras, hingga badannya ikut terdorong ke belakang dan lelaki itu pun terjatuh.


Dengan merintih kesakitan, lelaki itu pun dibawa menuju ruang medis untuk mendapat penangan yang lebih lanjut. Tak terima jika salah satu anggota timnya terkena tendangan dari kevin, dua orang lainnya menghampiri kevin dengan ekspresi emosi. “lu sengaja kan nendang bola itu ke muka rama?” ucap salah satu lelaki bernomor punggung 1 itu. “oh, nama anak itu rama?” saut kevin dengan acuh tak acuh dan berjalan meninggalkan mereka berdua.


Mendapat perlakuan acuh tak acuh dan cenderung tak sopan dari kevin, dua lelaki dari tim Trunojoyo itu pun nampak emosi. “hei, tunggu!!” ucap salah satu lelaki itu dengan salah satu tangannya menarik keras pundak kevin. Melihat ketegangan antara kevin bersama dua lelaki lawan mainnya itu, para penonton dari sekolah dio tak ada yang berani turun membantu. Karena memang jelas – jelas kevin telah sengaja menyepakkan bola tersebut pada wajah rama.

__ADS_1


Karena tarikan dari salah satu lelaki itu cukup keras, kevin pun memutar badannya dan dengan sigap mengeluarkan kemampuan bela dirinya. Dengan menarik balik serta menguntir tangan lelaki itu dengan keras, lelaki itu pun berteriak kesakitan. “prriiittt, stop – stop!!, apa yang kalian lakukan!, cepat bubar!” ucap wasit yang memimpin pertandingan tadi guna membubarkan veno dan dua lelaki itu.


Melihat dari atas tribun, para suporter dari sekolah dio nampak tegang dan menatap kawatir terhadap kevin. Takut jika timnya akan di diskualifikasi, para suporter nampak melotot penuh kekhawatiran. “ya ampun, please kevin jangan bikin onar!” ucap dio dalam batin. Kevin pun berjalan ke arah tribun dan menghampiri dio. Ekspresi garang yang baru saja kevin keluarkan, secara mendadak berubah 360 derajat, dan sirna dari wajah kevin. Tatapan seorang psikopat telah berubah menjadi tatapan penuh kasih sayang dan senyuman yang lebar. “gila, sebegitu cepetnya kevin berubah mood di depan dio!” nampak beberapa teman sekelas dio berbisik dengan tatapan takjub.


Kevin berdiri di depan dio sembari tersenyum. Karena rasa was – was dan khawatir yang dio dan teman – teman rasakan akibat perbuatan kevin, dio pun memarahi kevin. “vin, lu tadi apa’an sih!, kalau tim kita di diskualifikasi gimana?” ucap dio dengan ketus. “tenang aja, gua gak bakal biarin tim kita di diskualifikasi kok di!” saut kevin sembari tersenyum tanpa merasa berdosa. “mangkanya jangan emosi’an mulu!, kalau mau berkelahi kenapa gak ikut tinju aja!” sau dio sembari menguncit bibirnya karena masih kesal. Tak merasa bersalah ataupun adanya penyesalan, kevin malah tersenyum dan menjawab “uuuhh lucunya dio kalau lagi cerewet!!” ucap kevin sembari mencubit kedua pipi dio bersamaan. “aduh, sakit vin!” saut dio sembari bersusaha melepaskan kedua pipinya dari cubitan tangan kevin.


Di kantor polisi.


Nampak Om Fadli keluar dari ruangan interogasi dengan wajah yang tertunduk lesu. Melihat suaminya di borgol oleh polisi, istri om fadli pun menjadi histeris. Istri om fadli pun terus menangis dengan sesenggukan, hingga kedua matanya menjadi sembab karena air matanya yang terus mengalir. Melihat suaminya di penjara, istri Om Fadli semakin dendam dan bertekat untuk membalas dendam atas seluruh perbuatan dio terhadap suaminya itu. Dengan sesenggukan, istri om fadli mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, dan segera menelfon seseorang. “hallo!!, rencana bakal terus berjalan!, lakukan seperti planing sebelumnya!” ucap istri om fadli dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2