Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Ambisi Baru


__ADS_3

  Dio adalah siswa SMA yang berprestasi dan sudah sering menyabet juara pertama dalam lomba maupun olimpiade matematika hingga tingkat nasional. Tak heran, jika beberapa Universitas Swasta maupun Negeri, memberikan jalur khusus bagi dio untuk masuk dalam Universitas mereka. Melihat potensi besar pada diri dio, bahkan beberapa Universitas mencoba menarik dio untuk masuk ke Universitasnya dengan menjanjikan bebas uang gedung, sampai dengan meng iming – imingi dengan adanya beasiswa.


Sebelum mamanya meninggal, dio sudah mantap mengambil jurusan Ilmu Matematika.


Namun setelah perusahaan milik papanya bangkrut, disusul dengan mamanya yang meninggal, dio memiliki ambisi lain dan meninggalkan ketertarikannya terhadap ilmu matematika.


  Karena dio ingin mengambil kembali perusahaan yang telah direbut paksa oleh om dan tentenya itu,


dio berambisi untuk mempelajari ilmu mengenai bisnis. Sekaligus ia ingin mengembangkan usaha yang ia dapat dari papanya itu, menjadi lebih maju lagi. Dengan perlahan, dio mencoba mengubur ketertarikannya terhadap matematika, dan mencoba untuk belajar mengenai bisnis. Meskipun ia harus belajar titik nol sekalipun, kini dio sudah bertekad.


  Dio dan indah berjalan berdua menuju gerbang sekolah.


  “katanya lu mau nerusin keinginan almarhumah mama lu jadi dosen ilmu matematika.??“ indah seakan tak percaya jika dio tak memilih matematika sebagai mata kuliah yang akan diambilnya. “gua punya tujuan baru yang sekarang lebih penting dari itu.!!”  dio menjawab indah dengan tegas. Kevin yang berjalan di belakang mereka,  menghentikan langkahnya karena syok. “apapun itu, gua akan berusaha ngedukung lu kok di.!!” Indah menjawab sambil mengelus rambut dio yang terurai itu. “makasih ya ndah.!, lu emang sahabat terbaik gua.!!” Dio menjawab terharu kepada indah.


  “tiiiinnn,,tiiinnn.!!” Terlihat mobil mewah warna merah berada tak jauh dari gerbang sekolah membunyikan sedang membunyikan klaksonnya. Membuat indah dan dio yang tengah asik mengobrol itu menoleh ke arah mobil mewah itu secara bersamaan. Dio mengenali mobil merah itu adalah milik veno. Ia pun segera berpamitan pada indah untuk segera pulang. “gua udah dijemput, gua balik duluan ya ndah.!! Ucap dio sambil melambaikan tangannya ke arah indah. “iya hati – hati.!!” Indah menjawab sambil membalas lambaian tangan dio. Beberapa murid yang melihat dio masuk ke dalam mobil mewah itu  langsung berbisik “tuuhh liat..!!, dio kan udah bangkrut, kenapa dia bisa dijemput mobil mewah..??”, “itu siapa sih yang jemput dio.?”, “rumahnya kan udah disita bank, dia tinggal dimana ya sekarang.!??”, “waah jangan – jangan duga’an kalau dio itu simpanan om – om bener dong..?” suara mereka yang saling saut menyaut itu langsung diputus dan di skak oleh indah. “kalian jangan bikin gosip yang aneh – aneh.!!”, “dio tuh dijemput sama pacarnya.!, pacar dio emang kaya raya.!”, “gak kayak kalian yang masih ngejomblo aja.!!”, “terutama elu, cowok tapi mulut lemes bener.!!, udah seroyal apa lu sama pacar lu.??, bisa jemput pakai mobil mewah gak..??” ucap indah dengan nada yang ketus.


  Mendengar indah yang terus membela dio dengan sekuat tenaga, segerombolan siswa itu pun memutuskan pergi meninggalkan indah . Dari sudut yang lumayan jauh, kevin yang melihat dio tengah beranjak naik ke dalam mobil milik veno, membuat kevin kesal dan tak bisa menahan rasa cemburunya itu. Ia pun hanya bisa menggertakkan giginya, dan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


  “ceklak.!” Setelah pintu mobil itu pun terbuka, dio yang masuk ke dalam mobil itu segera duduk dan menyandarkan punggunya di kursi  “tumben dateng jemput gua.?, pasti ada sesuatu nih..!!, apa jangan – jangan lu kangen sama gua.?” dio memandang veno dengan curiga. Veno memandang balik pada dio. Dengan perlahan, veno mencondongkan badannya dan mendekatkan kepalanya ke arah tubuh dio. Pupil mata dio terlihat membesar,


Melihat wajah veno yang saat ini teramat dekat dengan wajahnya, dio nampak sedang menahan nafasnya, dan wajah dio mulai memerah. Veno mendekatkan bibirnya di samping telinga dio. Jantung dio pun seketika berdegub


kencang tak terkendali. Dengan suara yang pelan yang halus, veno berbisik tepat di samping telinga dio “ja-ngan-pe-de...!!!”,


  Setelah merasakan jantungnya berdegub tak karuan, suara veno yang pelan dan halus itu masuk dengan sopan ke dalam gendang telinga dio, yang berbunyi “ja-ngan pe-de ”. Bagaikan kering karena tersambar petir, dan terbang terhempas ke udara, dio sudah hampir berfikir bahwa veno akan mengucapkan kata yang mampu menggetarkan hatinya, namun yang ia dengar malah mampu menyulut emosinya.


“hahahahahah...!!!” veno tak dapat menahan tawanya setelah melihat ekspresi dio yang berubah menjadi emosi dengan seketika.


  Dengan mata yang melotot, dio mengayunkan tangan kanannya, memukul paha veno dengan keras sambil mengomel “emang dasar lu sukanya bikin gua emosi mulu ya..!!”. “adduhh..!!, sakit di.!!”, “penampakan aja kayak barbie, tapi pukulan serasa tenaga kuli.!!” Veno mengomel karena pukulan yang ia terima begitu menyakiti pahanya.


  Mobil melaju dengan kecepatan yang tak begitu kencang.


Sesekali, veno melirik ke arah dio yang duduk disampingnya itu. Terlihat dio yang masih marah, terus memalingkan wajahnya ke arah luar jendela, karena masih kesal pada veno yang telah mengusilinya itu. Mengingat kejadian sebelumnya, saat wajah veno terlampau dekat dengan wajah dio, hampir terlintas dalam benak veno, untuk mengecup bibir mungil milik dio. "degg.!!" hanya membayangkan adegan ciuman bersama dio saja, telah membuat jantung veno berdetak kencang seketika. Karena veno tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, sungguh sensasi yang berbeda, dengan perasaan yang aneh dan mengejutkan bagi veno. Nampaknya, hati veno mulai terbuka untuk dio. Dengan masih melirik ke arah dio dengan sesekali, veno berkata pada batin “apa gua udah mulai jatuh sama cinta nih anak..??”


  Mobil berhenti di parkiran salah satu mall di pusat kota. Mereka berdua pun segera turun dari mobil.

__ADS_1


“lu mau ngapain bawa gua kesini.?” Dio bertanya ketus. “ada yang harus gua urus dan cek di dalam kantor pemasaran.!!” Veno menjawab singkat. “lha.., gua gimana.??” Dio menyauti. “di dalam ada pameran buku, lu bisa lihat buku – buku yang baru rilis, atau yang jarang ada di toko buku lain.!!”. jawab veno sembari menutup pintu mobilnya. “waahhh,, ada pameran buku..??” dio terlihat begitu bersemangat. “Gua mau ke pameran buku aja deh..!!” mood dio langsung berubah bahagia, dan penuh semangat. Melihat dio yang tengah bersemangat, veno nampak tersenyum manis. “card yang gua kasih gak ketinggalan kan.??” Veno bertanya pada dio.


“tenang aja, gua bawa kok.!!” saut dio sembari menepuk - nepuk tas sekolahnya.


  Veno dan dio berjalan terpisah ke arah yang berbeda satu sama lain.


Veno segera berjalan menuju kantor pemasaran mall miliknya itu. Dan dio nampak berjalan dengan penuh semangat, ke arah pameran buku yang ada di lantai 2. Melihat begitu banyak buku berjajar rapi, dengan berbagai macam genre yang lengkap, dio merasa begitu bahagia. Ia segera berjalan menyusuri rak buku – buku itu, untuk mencari komik favoritnya yang baru saja rilis. Alangkah senangnya hati dio, ia bisa menemukan komik populer yang ia gandrungi itu dengan mudah. Setelah mengambil komik favoritnya, pandangan dio tertuju pada tatanan buku – buku yang tak jauh dari tempat ia berdiri. Ia mendekat ke arah buku – buku itu. tenyata buku – buku yang menarik perhatian dio itu adalah buku mengenai bisnis.


  Ia meraih salah satu buku yang ada di depannya saat ini. Padangan dio yang awalnya cerah penuh semangat itu, kini menjadi redup. Dengan sedikit bingung dengan gaya bahasa yang tertuang dalam buku itu, dio mencoba memahami  isinya. “gua gak boleh sedih.!!, gua harus belajar ilmu bisnis.!!”. Nampak dari sisi yang tak jauh dari dio berdiri, dua siswi yang memakai seragam yang sama seperti dio, sedang bercengkrama sembari melihat beberapa buku. Mereka berdua adalah tina dan fina, teman satu sekolah sekolah dio, namun berbeda kelas. Dengan menepuk pundak fina, tina pun berkata “eehh,, fin tuh liat..!! itu kan dio..!!, si anak yang bangkrut itu.!!” sambil menunjuk ke arah dio. “wahh iya.!!, ngapain dia di depan buku – buku bisnis.? seri eksklusif lagi.!!”. “apa jangan – jangan dio mau belajar bisnis.??” Fina nampak penasaran. “gak mungkin laahh!!, dia kan anak matematika.!!, jauh banget kalau mau belajar bisnis.!!” Jawab tina.


 Dio mengambil beberapa judul buku mengenai bisnis yang ada di depannya saat ini. Total ada enam buku mengenai bisnis yang sedang ia pegang. Dari sudut tina dan juga fina, mereka begitu kaget melihat dio yang mengambil enam buku bisnis seri eksklusif sekaligus. “eh tin, aneh banget kan,? kenapa dio ngambil sampai enam buku bisnis.??, buku mahal – mahal lagi.!!”. “iya juga sih fin.!!, dapet dari mana dia uang.!, kan keluarganya udah bangkrut.!!” Mereka berdua berbisik dengan tatapan penuh kecurigaan terhadap dio.


  Dio yang tengah membawa 6 buku bisnis dan 1 komik itu berjalan menuju kasir.


Tina dan fina yang juga telah memilih beberapa buku, mengikuti dio dan berjalan menuju kasir.


Setelah barcode buku – buku dio di scan, kasir itu berkata pada dio. “totalnya delapan juta enam ratus dek.!!”. Tina dan fina saling berpandangan satu sama lain, seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar saat ini. “hahh?? Hampir 9 juta cuma buat buku doang.??, untung ada card dari veno.!!” Dio yang setengah kaget itu berkata dalam batin. Ia pun segera mengeluarkan Black Card milik veno untuk membayar buku – buku itu.

__ADS_1


“Ini kak.!!” Dio menyerah card itu pada salah satu kasir. Tina dan fina yang kaget melihat dio membayar dengan Black Card, merasa curiga dan segera menghampiri kasir sambil berkata “kak, tolong hubungi pihak keamanan, jangan – jangan teman saya ini telah mencuri black card itu.!!” tina menuding ke arah dio. “iya kak tolong minta bagian keamanan periksa temen saya ini kak.!!” Fina menyauti.


__ADS_2