Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Berangkat


__ADS_3

  3 hari kemudian.


  Nampak dio dan veno sedang sarapan bersama di meja makan. “gak ada yang ketinggalan kan.??” Ucap veno mengingatkan. “enggak kok!!” saut dio sembari menggelengkan kepalanya. “jangan sampai kekurangan makanan!!, kalau pengen makan enak, pesen delivery order aja !!” ucap veno singkat. “kan ini acaranya camping di puncak gunung ven !!, masak iya aku pesen beef steak atau spageti terus minta kurirnya ngirim makanan dan nanjak ke puncak gunung !!, huuufftt !!” saut dio dengan setengah mengomel sembari menghembuskan nafas panjang. “ponsel jangan sampai kehabisan baterai !, kalau ada apa – apa hubungi gua !!” ucap veno dengan nada yang ketus. “yaelaahh !!, gua di puncak gunung ven !!, pastinya bakal susah sinyal dong !!” saut dio dengan nada yang


ketus. “nih bawa !!” ucap veno sembari mengulurkan sesuatu dan memberikannya barang itu pada dio.


Barang itu yakni sebuah kompas kecil berbentuk bulat dengan gantungan warna pink.


  Dio pun meraih kompas lucu itu dari tangan veno. “waahh, lucunya !!” ucap dio dengan penuh kegirangan. “makasih ya ven!!” ucap dio menambahkan. “iya sama – sama !!, masukin di kantong baju kamu, dan jangan sampai hilang !!, karena itu bukan kompas biasa.” ucap veno dengan nada yang serius. “kompas ajaib, hahaha ???” saut dio dengan nada menggoda. “pokoknya jangan biarin tuh kompas ilang !!” veno menyauti dengan nada yang


tegas. “oke siap bos !!” ucap dio sembari memberikan pose jempol tangannya pada veno. “ayo gua anterin !!” ucap veno. Dio dan venopun masuk ke dalam mobil, dan mobil pun segera berangkat menuju sekolah.


  Sesampainya di sekolah, dio pun segera turun dari mobil, dan di ikuti oleh veno yang juga yang ikut turun mengikuti dio. “diooo !!” indah dan kevin berteriak memanggil dio dari kejauhan. Nampaknya indah dan juga kevin telah tiba terlebih dahulu sebelum dio. “kak veno !!!” terdengar suara seorang perempuan memanggil nama veno dengan lantang. Karena suara perempuan itu yang cukup keras, beberapa orang di sekitar dio pun kaget dan ikut menoleh ke arah veno. Nampak chika tengah melambaikan kedua tangannya dengan histeris pada veno, dari tempat yang tak jauh dari veno berdiri. Melihat respon chika yang berlebihan terhadap suaminya, dio merasa kurang nyaman. “hadeehh !!, tuh manusia gatel ngapain sih masih ganjen ke kamu!!” dio berbisik pelan pada veno dengan ekspresi yang nampak kesal. “gak tau lah !!, gua juga ogah di deketin sama tuh cewek!!” saut veno.

__ADS_1


  Dengan senyum yang lebar, chika pun menghampiri veno. Meskipun chika tau jika veno datang untuk mengantarkan dio, namun entah apa yang ada di dalam pikiran chika, seakan – akan veno datang untuk menghampirinya. Tanpa rasa malu pada wajahnya serta percaya diri, chika menghampiri veno dengan raut wajah yang nampak bahagia dan penuh semangat. Melihat respon chika yang terkesan ganjen pada veno di depan dio maupun umum, beberapa murid yang menyaksikan adegan ganjen itu pun memberikan ekspresi yang jijik dan memandang aneh terhadap chika. Dan sebagian murid lainnya juga berbisik satu sama lain, dan pastinya tingkah chika lah bahan pembahasannya. “haii kak??” ucap chika pada veno. “oh, hai!!” saut veno cuek. “gak ketemu beberapa hari, tapi kok kayak udah lama banget gak ketemu kamu kak ven!!” ucap chika dengan nada yang manja pada veno. “oh masa sih?” saut veno dengan nada yang masih cuek.


  Chika pun mendekati veno, dan berdiri tepat di sampingnya. Melihat chika tanpa rasa malu berani mendekati suaminya, dio yang kesal itu segera menarik tangan suaminya agar menjauh dari samping chika. “lu gak liat kalau ada gua disini? Gatel banget sih lu sama cowok orang??” ucap dio pada chika dengan nada membentak. “hellooo, kak veno aja biasa kok waktu gua deketin!!, lu aja yang alay !!, belum juga jadi nyonya veno, lu udah berani ngatur – ngatur dan matre sama kak veno !!” chika menjawab dengan ketus. Seakan ingin membalik keadaan di depan umum, chika berusaha untuk membuat dio terkesan sebagai perempuan posesif yang matre di depan umum. Karena suara chika yang cukup keras, banyak murid lainnya ikut mendengar perkataan chika itu. Mendengar chika berkata ketus pada istrinya, veno pun menyauti. “chika, tolong jaga ucapan kamu!!, di antara kita juga gak ada hubungan apa – apa!!, kalau bukan karena kamu anak Om Devan, aku gak akan segan untuk berkata kasar sama kamu !!”


  Melihat dari jauh, kevin tengah memandang ke arah mereka bertiga dengan tatapan yang menakutkan.


Dalam hati kevin ingin rasanya ia menghampiri dio. Namun apalah daya kevin, ia bukanlah siapa – siapa dibandingkan dengan veno. Mendengar dengan cukup jelas jika veno telah membela dio, chika yang merasa malu itu segera pergi dengan raut wajah yang cemberut. Melihat pertikaian diantara dio dan chika yang telah usai, indah segera mengajak kevin bejalan mendekat ke arah dio. “ayo kita kesana vin !!” ucap indah sembari menarik lengan baju kevin. Tanpa menjawab, kevin mengikuti indah dan berjalan mendekat ke arah dio. “lu gak papa di?” indah bertanya penasaran. “gak papa dong !!” ucap dio sembari tersenyum lebar. Merasa sudah waktunya bagi veno


untuk pergi ke kantor, veno pun segera berpamitan pada dio. “yaudah gua mau langsung ke kantor ya !!, jangan lupa pesen gua tadi !!” ucap veno. “iya bawel!!” saut dio dengan singkat.


Akhirnya satu persatu muridpun masuk ke dalam bus, agar bus segera berangkat. Sembari menoleh ke kanan dan


ke kiri untuk mencari bangku tempat ia duduk, dio yang tengah kesulitan dengan tas punggung besar di tangannya, membuat dio kurang seimbang, dan berjalan dengan sempoyongan. “sini gua bawa’in !!” ucap kevin pada dio. “makasih ya vin!!, berat banget nih tas !!” saut dio sembari mengulurkan tas punggung yang sedang ia bawa.

__ADS_1


“iya sama – sama !!” ucap kevin. “wah ini kursi gua!!” ucap dio dengan ekspresi lega. Setelah cukup lama mencari kursi tempat duduknya, diopun merasa tenang setelah menemukan kursi dengan tulisan namanya yang tertera.


“astaga, kebetulan banget tempat duduk lu di samping gua vin !!” ucap dio dengan ekspresi yang cukup kaget. “wah iya, kebetulan banget !!” saut kevin sembari tersenyum. “di, kalau nyari gua, kursi gua di belakang lu !!” ucap indah menyaut dengan tiba - tiba. “iya ndah!!” saut dio.


  Kevin dan dio pun duduk bersama dalam bus. Di sepanjang perjalanan, kevin tak bisa mengalihkan pandangannya dari dio. Ia terus memandangi dio, dan nampak raut wajah kevin saat ini tengah berbahagia.


Mengingat kembali sebelum dio datang, kevin yang telah tiba terlebih dahulu meminta Bu Feli untuk merubah posisi tempat duduknya agar bisa duduk berdampingan dengan dio. Karena Bu Feli tak bisa menolak permintaan kevin, Bu Feli segera merubah posisi kursi tempat duduk dio, dan menempatkan dio di kursi yang berdampingan dengan kursi kevin. “lu mau dengerin musik gak vin??” dio mengeluarkan sepasang earpods miliknya, sembari bertanya pada kevin. “mau!!, pasangin!!” ucap kevin dengan nada yang manja, sembari mendekatkan salah satu telinganya


pada dio. “gak mau ah, pasang sendiri!!, manja amat lu !!” ucap dio dengan ketus untuk menggoda kevin. Sepanjang perjalanan, kevin dan diopun mendengarkan musik bersama.


  Di lain tempat.


  Nampak 3 orang pria misterius tengah menyiapkan beberapa barang dan memasukkannya  dalam tas mereka. Mereka bertiga nampaknya tengah bersiap untuk melakukan perjalanan. “gimana, udah siap semua?” ucap salah satu pria. “udah !!” dua orang lainnya menyaut bersamaan. “karena misi ini penting, kita gak boleh gagal !!, gimana pun caranya, kita harus berhasil !!” ucap salah satu pria misterius itu. Dua pria lainnya pun menjawab dengan anggukan. “drrtttt!!!” ponsel salah satu pria itu bergetar. Nampaknya ada panggilan masuk pada ponsel orang itu.

__ADS_1


“halo?”, “gimana udah siap?” ucap seseorang dalam telefon. “sudah bos!!” pria misterius itu menjawab dengan pasti. “kalau misi ini berhasil, sisa pembayan akan langsung saya lunasi!!” ucap seseorang yang tengah menelfon itu. “oke, kita gak akan mengecewakan !!” pria misterius itu pun mengakhirri panggilannya, dan bersiap untuk berangkat. Nampaknya 3 pria misterius itu dibayar untuk melakukan sebuah misi rahasia.


__ADS_2