Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia

Pernikahan Siswi SMA Yang Rahasia
Pengakuan kevin


__ADS_3

  “krriiiiiinngg..!!!” bel istirahat pun berbunyi nyaring dari pengeras suara yang terpasang di pojok kelas.


Indah yang mengetahui sahabatnya tengah sakit dan belum juga kembali dari UKS, merasa kawatir dengan kondisi dio saat ini. Indah pun berjalan dengan tergesa - gesa menuju UKS, karena ingin segera mengetahui kondisi  terkini dari sahabatnya itu. “ceklek.!!” Pintu UKS pun terbuka, dan indah pun masuk dengan tergesa – gesa, di ikuti kevin yang juga menyusul masuk dibelakangnya. Dengan seksama, indah pun memandangi wajah dio.


Nampaknya indah merasa ada yang janggal dengan dio. Ia melirik pada sudut bibir dio yang nampak sebuah garis putih kering tergambar di ujung bibirnya. Dan indah pun mendekatkan telinganya, untuk mengkonfirmasi suara dengkuran yang keluar dari mulut dio. “hoooammm..!!!” dio menguap keras sembari menarik dan meregangkan semua persendian pada badannya. Kedua mata dio mulai terbuka. “indah.?, veno.??” dio nampak kaget melihat indah dan juga veno berdiri di samping bed tempat tidurnya.


  Indah mendekatkan wajahnya ke arah wajah dio, dan memandang penuh kecuriga’an. “lu sengaja tidur di UKS kan di.?? Ngaku lo.!!” Ucap indah dengan ketus. “gua kawatir kalau lu kenapa – kenapa, eh elu nya enak – anak’an tidur sampai ngiler - ngiler disini.!!” Indah berkata sambil menguncir bibirnya. “gua bisa jelasin ndah..!!” ucap dio dengan nada penuh penyesalan. “gua kecewa banget sama lu di.!!, kenapa lu tidur sendiri disini.?, kenapa gak ajak – ajak gua.?, tau gitu gua ngikut lu buat tidur cantik di sini.!!” Indah mengomel kesal pada dio. “udah deh stop ngomelnya, temenin gua makan yuk !!, gua laper nih.!!” ucap dio memelas sembari mengelus perutnya.


“tau ahh.!!” Saut indah sambil membuang mukanya dari hadapan dio. “ayo kita makan bareng.!!” Ucap kevin dengan tiba - tiba. “ayyoooo.!!” Diopun menjawab dengan bersorak penuh semangat. Akhirnya dio dan kevin pun berjalan bersama menuju kantin sekolah untuk makan siang “lu ikut gak ndah.?” Ucap dio sambil menoleh ke arah indah yang masih cemberut. “tau ah.!!” Ucap indah ketus sembari berjalan mengikuti di belakang mereka berdua.


  Dalam perjalanan menuju kantin, indah dan dio saling bercengkrama dengan heboh, hingga tertawa terbahak – bahak. Ketika mereka bertiga berjalan melewati koridor sekolah, dio yang masih asik bercanda dengan indah tak sengaja menyenggol seorang siswa laki - laki yaitu dika, murid jurusan IPS yang kelasnya cukup jauh dari kelas dio. “aaaaa.!” Dio pun berteriak kaget dan badannya yang tak seimbang itu hampir saja jatuh. Namun dengan sigap, dika meraih badan dio yang hampir terjatuh itu, alhasil diopun jatuh dalam dekapan dika. Melihat wanita berparas cantik dalam dekapannya membuat dika seketika terpana pada pandangan pertamanya.

__ADS_1


  “waauuww.!!” Beberapa teman kelas dika pun bersorak heboh melihat kedua tangan dika yang mendekap seorang perempuan yang terkenal akan kecantikannya itu. “Melihat dio yang hampir jatuh dan di tangkap oleh laki - laki lain, wajah kevin langsung berubah menjadi penuh emosi. Ia pun meraih tangan dio dan segera menariknya menjauhi tubuh dika. “lepasin.!!” Ucap kevin dengan nada membentak. Seluruh siswa yang telah bersorak heboh itupun langsung terdiam. Merasa terancam, dikapun melepaskan kedua tangannya dari tubuh dio. Pandangan kevin terhadap dika saat ini seperti serigala yang hendak menerkam domba yang berdiri di depannya. “pfffttt.!!!” Namun dika tak kuasa menahan tawanya. “jadi dia ya.??” Ucap dika dengan senyum yang terukir di bibirnya.


Dika nampak santai dan masih bisa tersenyum meskipun kevin telah membentaknya di depan umum.


Nampaknya hanya dika seorang lah yang berani bertindak seperti itu terhadap kevin. “bukan urusan lu.!!” Ucap kevin dengan nada yang masih membentak. Lagi – lagi dika tak menunjukkan respon takut maupun gugup dari raut wajahnya.


  Dika hanya membalas bentakan kevin dengan senyuman. Melihat kevin yang semakin emosi, dio pun menarik tangan kevin, dan mengajak nya untuk segera pergi ke kantin. “udah vin, ayo kita pergi.!” Ucap dio sembari menarik tangan kevin. Akhirnya mereka bertiga pun meninggalkan dika dan berjalan menuju kantin. Dari kejauhan, dika masih memandang dio dari belakang. “ternyata rumor kalau dio itu cantik, emang bener.!!, jadi perempun itu yang kamu lindungi.?” ucap dika dalam batin sembari terus memandang sinis ke arah kevin dari tempat ia berdiri.


  Sesampainya di kantin, mereka bertiga duduk bersama di bangkau tempat dio dan indah biasa duduk. Nampak ekspresi kevin saat ini masih penuh dengan amarah. Melihat kevin yang terdiam, dio pun bertanya “vin? Lu kenapa.?” Ucap dio dengan nada kawatir. “enggak papa kok.!!” Kevin menjawab sembari memberikan senyumannya. Kevin segera menyingkirkan ekspresi emosi dalam raut wajahnya dan merubahnya menjadi ekspresi yang seakan ia sedang baik – baik saja secara mendadak di depan dio. “waah, lu cemburu ya vin, liat dio tadi di tangkap sama dika.?” Indah bertanya dengan penasaran dengan suara yang cukup pelan.


“apa’an sih ndah.!!” dio menyauti. Tak menyangkal, kevin pun menjawab  “iya.!!” saut kevin menjawab pertanyaan indah dengan suara tegas dan jelas. “apa...??” seketika dio dan indah berteriak kaget. Suara mereka berdua yang cukup keras membuat banyak siswa yang tengah istirahat itu menoleh dengan kaget ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


  Merasa jadi pusat perhatian dan merasa malu, mereka berdua segera mutup mulut mereka dengan spontan. “parah.!, lu frontal banget vin.! anjay, gua jadi merinding.!!” Indah menjawab sembari memberi respon takjub terhadap kevin. “jangan dengerin indah ya vin.!!, emang nih anak pikirannya kadang - kadang soak mendadak.!” Ucap dio sembari menunjuk ke arah indah. “lu apa’an sih ndah.!!, masak iya nuduh kevin cemburu.!!, aneh – aneh aja lu.!!” Ucap dio sembari membuang nafas pada indah. Tak memberikan sangkalan, kevin hanya diam dan memandang dio dengan tatapan yang dalam. “tuh liat!!, kevin aja ngaku’in kok.!!” Saut indah dengan nada yang sedikit mengejek.


  Setelah selesai makan siang di kantin, mereka bertiga berjalan bersama dengan santai kembali ke kelas.


Ketika mereka bertiga hampir tiba di kelas, kevin menarik tangan dio dengan mendadak dan membiarkan indah


masuk ke dalam kelas terlebih dulu. “di, gua pingin ngomong.!” Ucap kevin dengan pandangan yang serius.


“emm, ngomong apa vin.??” Dio menjawab dengan suara yang pelan. Karena seluruh murid telah masuk ke dalam kelasnya masing - masing, kini hanya tinggal mereka berdua saja yang berada di luar kelas. Kevin memandang dio dengan tatapan yang dalam. Melihat tatapan kevin yang dalam dan penuh arti, dio hanya bisa diam sembari berkeringat dingin karena seluruh badannya tegang.


  Saat ini kevin berdiri tepat di depan dio dengan perasaan yang menggebu – gebu dalam hatinya. Dengan ketakutan yang selama ini menghantuinya, kevin selalu memendam perasaannya terhadap dio. Namun saat ini kevin telah bertekad, jika hari ini ia ingin menyampaikan perasaannya itu pada dio, meskipun pada akhirnya ia sudah tau resikonya jika harus di tolak mentah - mentah. “dio, mengenai ucapanku di kantin tadi, asal kamu tau itu bukan hal bohong.!!” Ucap kevin dengan nada yang serius dan pandangan yang begitu dalam. Dio hanya bisa diam tak bisa berkata - kata. Dio memandang balik pada tatapan kevin. “aku tau status kamu, aku tau hal yang kamu sukai maupun hal yang kamu benci. Dan aku tau hal apapun itu mengenai kamu.!!. aku gak minta sebuah status di antara kita.!!, tapi tolong, biarin aku tetap di samping kamu dan ngelindungi kamu.!!. aku tau kata – kataku bakal bikin kamu kaget, tapi aku gak bisa nahan perasaan ini di. Gua udah jatuh dalam lubang yang teramat dalam. Dan lubang itu perasaan cinta gua sama kamu di!" ucap kevin dengan penuh perasaan sembari tangannya yang menggenggam erat kedua tangan dio. “degg.!!” Dalam lubuk hati dio yang paling dalam, ada sebuah getaran kecil yang menggetarkan sebagian kecil hatinya. Perasaan dan ingatan dio yang hampir seluruhnya terpendam itu, kini

__ADS_1


mulai muncul dalam pikirannya lagi.


__ADS_2